Paisin (1), Ahmad Nurefendi Fradana (2)
General Background Physical education in elementary schools aims to develop foundational sports abilities, particularly in targeted athletic maneuvers. Specific Background Fifth-grade students frequently struggle to comprehend correct ball-handling techniques because instruction relies heavily on theoretical explanations rather than physical engagement. Knowledge Gap Without tangible learning tools and active physical demonstrations, learners become unfocused, easily bored, and unable to sequentially perform required movements. Aims This implementation study analyzes operational motor mechanics among fifth-grade learners through direct physical exercises utilizing tangible sporting equipment. Results Field observations and assessments involving 24 participants across two meetings demonstrated that active participant involvement surged from 60% to 100%. Additionally, on-field playing proficiency grew from 60% to 80% as learners successfully identified common movement errors and executed straight, turning, and variable-speed maneuvers. Novelty The study details a structured peer-assessment and step-by-step physical demonstration framework that bridges the theoretical understanding of athletic mechanics with real-time execution in elementary settings. Implications Educators must utilize tangible equipment and direct physical routines rather than purely theoretical instruction to foster active engagement and proper motor capability acquisition in physical education.
Highlights:
Theoretical physical education instruction leaves young learners unable to execute sequential athletic movements.
Utilizing physical sporting equipment elevates active participant involvement to complete classroom engagement.
Structured physical demonstrations coupled with peer assessments address motor execution obstacles.
Keywords: Physical Education, Motor Mechanics, Tangible Equipment, Peer Assessment, Elementary Learners
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) kelas V SD bertujuan mengembangkan kemampuan dasar berolahraga, khususnya dalam keterampilan dasar menggiring bola pada permainan sepak bola [1], [2]. Namun, dalam praktiknya siswa masih mengalami kesulitan memahami konsep permainan ini karena pembelajaran hanya menggunakan teori tanpa bantuan media nyata [3].
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada hari Jumat, 6 Maret 2026, ditemukan bahwa siswa kurang fokus saat pembelajaran PJOK berlangsung. Sebagian siswa masih bingung saat diminta memperagakan teknik menggiring bola dasar pada permainan sepak bola [4]. Selain itu, guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa cepat merasa bosan dan kurang aktif dalam pembelajaran [5]. Hasil observasi awal menunjukkan beberapa kondisi berikut:
Tujuan pembelajaran dalam implementasi ini meliputi beberapa hal berikut:
1. Siswa dapat menjelaskan dan menganalisis tahapan gerak teknik menggiring bola (persiapan, pelaksanaan, akhir) dengan benar, serta mengidentifikasi kesalahan umum dan cara memperbaikinya saat melakukan penggiringan bola [6].
2. Siswa dapat mempraktikkan teknik menggiring bola dengan variasi (lurus, berbelok, berubah kecepatan) sesuai prinsip gerak yang benar [7].
3. Siswa mampu menilai secara sederhana gerakan teman berdasarkan indikator teknik yang tepat, serta menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab selama pembelajaran [8].
4. Minimal 70% siswa aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan kondisi tersebut, pembelajaran PJOK di Kelas V SDN Gunung Raja belum berjalan optimal karena guru belum menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media benda konkret agar siswa lebih mudah memahami konsep permainan sepak bola melalui pengalaman langsung [9].
Implementasi dilakukan selama dua pertemuan (2 × 35 menit) dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang [10]. Data dikumpulkan melalui hasil observasi di lapangan secara langsung dan tes tertulis sederhana [11]. Media pembelajaran yang digunakan meliputi bola ukuran anak, kerucut atau tiang penanda, peluit, papan tulis, dan lembar pengamatan.
Strategi dan Alur Kegiatan:
Dalam pelaksanaannya, data siswa dikumpulkan secara anonim tanpa mencantumkan identitas pribadi untuk menjaga etika dan privasi [14]. Implementasi kegiatan pembelajaran ini juga telah mendapat izin resmi dari pihak sekolah.
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, siswa masih mengalami kesulitan untuk memperagakan gerakan penggiringan bola dalam permainan sepak bola dengan tepat. Sebagian siswa masih bingung saat diminta memperagakan gerakan menggiring bola dalam permainan sepak bola. Guru kemudian mendemonstrasikan teknik menggiring bola yang benar, lalu menguraikan analisis gerak langkah demi langkah.
Pada pertemuan kedua, siswa mulai menunjukkan peningkatan yang positif. Mereka lebih aktif menggunakan bola untuk melakukan gerakan menggiring bola pada permainan sepak bola dengan lebih percaya diri, sehingga suasana menjadi lebih aktif dan menyenangkan [15]. Hasil keseluruhan menunjukkan peningkatan kemampuan keterampilan bermain di lapangan pada siswa dari 60% menjadi 80%, serta peningkatan partisipasi aktif siswa dari 60% menjadi 100%.
Penilaian dilakukan pada dua ranah utama, yaitu penilaian pengetahuan (analisis gerak) dengan indikator kemampuan menyebutkan tahapan gerak serta mengidentifikasi kesalahan dan solusinya, serta penilaian keterampilan melalui teknik pengamatan langsung. Indikator penilaian keterampilan menggunakan kategori Baik Sekali, Baik, Cukup, dan Perlu Bimbingan yang direkap menggunakan lembar pengamatan.
Tabel 1. Indikator Keberhasilan Keterampilan Menggiring Bola
Target partisipasi (≥70%) berhasil tercapai pada pertemuan kedua. Penggunaan media benda konkret berupa bola dan lapangan membantu siswa memahami konsep menggiring bola pada permainan sepak bola secara lebih menyenangkan.Adapun keterbatasan dalam implementasi ini adalah jumlah siswa yang sedikit dan waktu pelaksanaan yang terbatas.
Pembelajaran keterampilan dasar menggiring bola pada permainan sepak bola dengan menggunakan media konkret berupa bola dan lapangan terbukti mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan keaktifan siswa kelas V SD. Melalui praktik langsung, siswa menjadi lebih aktif dan lebih mudah memahami teknik yang benar, sehingga hasil belajar meningkat dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara lebih efektif.
Sebagai tindak lanjut, rencana perbaikan untuk pembelajaran berikutnya meliputi:
1. Menggunakan media pembelajaran yang lebih layak dan memadai.
2. Memberikan latihan yang lebih terstruktur kepada siswa.
3. Mengadakan perlombaan antarkelas agar siswa lebih antusias dalam mempelajari teknik bermain sepak bola.
Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, pihak sekolah SDN Gunung Raja, dosen pembimbing, dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan pembelajaran ini.
Masri’an, Aminarni, and Sugito, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk SD/MI Kelas V. Jakarta, Indonesia: Penerbit Erlangga, 2022.
R. S. Agustina, Buku Jago Sepak Bola, ed. revisi. Yogyakarta, Indonesia: Cemerlang Media Publishing, 2021.
D. Heryana and G. Verianti, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Sekolah Dasar, ed. pembaruan. Jakarta, Indonesia: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
M. Ma’u and J. Santoso, Teknik Dasar Bermain Sepak Bola Modern. Yogyakarta, Indonesia: Cakrawala, 2021.
B. S. Nugroho, “Efektivitas penggunaan alat peraga konkret dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar,” J. Olahraga Pendidik., vol. 4, no. 1, pp. 30–41, 2021.
A. Pratama and R. Hidayat, “Analisis keterampilan teknik dasar menggiring bola pada siswa sekolah dasar,” J. Pendidik. Jasmani Indones., vol. 19, no. 2, pp. 112–120, 2023.
C. Wulandari and M. Yusuf, “Peningkatan keterampilan gerak dasar sepak bola melalui variasi latihan terstruktur,” J. Ilm. Penjas, vol. 8, no. 1, pp. 45–54, 2023.
F. Akbar and T. Hidayat, “Evaluasi formatif dan penilaian teman sebaya dalam pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan instrumen unjuk kerja,” J. Evaluasi Pendidik., vol. 9, no. 1, pp. 67–78, 2021.
E. Mulyana, “Pemanfaatan media bola modifikasi dan lingkungan lapangan sebagai sarana praktik gerak dasar,” J. Pedagogik Olahraga, vol. 5, no. 2, pp. 100–112, 2023.
S. Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas: Edisi Revisi. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara, 2021.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2022.
I. Kusumawati, “Dampak pemanasan dinamis dan latihan berjenjang terhadap koordinasi gerak anak dalam permainan bola besar,” J. Ilmu Keolahragaan, vol. 15, no. 1, pp. 88–99, 2023.
J. Hattie and H. Timperley, “The power of feedback in physical education and skill acquisition,” Rev. Educ. Res., vol. 93, no. 1, pp. 81–112, 2023.
J. W. Creswell, Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating, 6th ed. London, U.K.: Pearson, 2023.
G. Pratiwi, “Strategi mengatasi kejenuhan belajar siswa melalui praktik langsung dan alat peraga olahraga,” J. Inov. Pembelajaran, vol. 6, no. 4, pp. 320–335, 2024.