Login
Section Islamic Education Method

Innovation in Fiqh Learning Through the Utilization of Interactive Canva Media

Inovasi Pembelajaran Fiqh Melalui Pemanfaatan Media Canva Interaktif
Vol. 21 No. 1 (2026): February:

Nimas Qurrotin Ainin (1), Ida Rindaningsih (2)

(1) Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background: Islamic Religious Education plays an important role in developing students’ moral, spiritual, and social values, while Fiqh learning introduces religious rules and practices. Specific Background: Fiqh learning at the elementary level can become monotonous and difficult to understand when abstract concepts are presented mainly through conventional instruction. Knowledge Gap: Previous studies have discussed Canva as a digital learning medium, including its use for motivation, interest, and learning outcomes, but studies specifically examining interactive Canva presentations for Fiqh learning, particularly circumcision material at the Madrasah Ibtidaiyah level, remain limited. Aims: This study analyzes Fiqh learning innovation through interactive Canva media at MI Darul Arqom and describes the challenges faced by teachers in developing interactive Canva presentations for circumcision material. Results: A qualitative approach was employed using classroom observation, in-depth interviews with Fiqh teachers and students, and documentation. The findings show that interactive Canva presentations made learning more active, engaging, and meaningful. Students reported greater enjoyment, concentration, motivation, participation in questioning and discussion, and easier understanding of the material. Teachers also reported that visual presentations helped explain previously abstract concepts. The main challenges involved technological facilities, unstable internet access, limited time, and teachers’ digital literacy. Novelty: The study focuses on interactive Canva use for circumcision material within Fiqh learning at MI Darul Arqom while examining both classroom responses and implementation challenges. Implications: The findings suggest that interactive visual presentations can be considered in developing more engaging Fiqh learning while requiring adequate technological support, preparation, and teacher development.


Key Findings Highlights


Students reported greater motivation, concentration, participation, and understanding after the visual presentation was introduced.


Teachers found that visual elements helped make circumcision concepts easier to explain and understand.


Limited infrastructure, unstable internet, time constraints, and digital literacy were the main implementation challenges.


Keywords: Fiqh Learning, Interactive Canva, Digital Learning Media, Islamic Education, Elementary Education

I. Pendahuluan

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam mengembangkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial pada generasi mendatang. Tujuan utama pendidikan PAI adalah membantu siswa menjadi lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan membina tingkah laku dan pola pikir mereka[1]. Melalui pembelajaran PAI, siswa diajarkan fiqh sebagai seperangkat aturan dalam beribadah[2]. Untuk membantu siswa menjadi manusia yang mematuhi prinsip-prinsip pendidikan Islam, guru fiqh memberikan penjelasan yang jelas tentang apa yang baik dan buruk[3]. Namun, tantangan dalam mengajarkan fiqh sering kali terletak pada sifat materi yang abstrak dan kompleks, yang dapat menyulitkan siswa untuk memahami dan mengaplikasikannya secara praktis.

Di era digital, tantangan seorang guru tidak hanya terbatas pada kemahiran mereka dengan teknologi itu juga mencakup kemampuan mereka untuk mengintegrasikannya secara efektif ke dalam pelajaran mereka. Menggunakan media seperti Canva ppt interaktif menyoroti kecakapan teknis dan pengetahuan pedagogis untuk mendukung tujuan pembelajaran secara efektif[4] [5]. Guru belum optimal dalam berinovasi dan berkreasi dalam menyampaikan materi pembelajaran karena minimnya tantangan, sehingga pembelajaran cenderung monoton dan membuat peserta didik merasa jenuh. Keaktifan guru dan peserta didik sebagai subjek pendidikan memiliki peran serta pengaruh yang signifikan terhadap kemajuan, perkembangan, dan peningkatan mutu pendidikan[6].

Dalam konteks ini, kemajuan pengetahuan dan teknologi telah menyebabkan perubahan signifikan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan, Bimbingan guru dalam mengembangkan media pendidikan cukup buruk, yang berdampak negatif pada motivasi belajar siswa[7]. Maka, Inovasi media canva diperlukan dalam pendidikan untuk membuat siswa lebih terlibat dan termotivasi untuk belajar[8]. Dengan kemajuan teknologi, guru diharapkan lebih kreatif dalam menciptakan bahan ajar yang menarik dan efektif, Canva dikembangkan sebagai alat untuk membantu guru dalam membuat video pengajaran interaktif, presentasi, poster, dan materi visual lainnya yang lebih mudah dipahami oleh siswa[9]. Guru menggambarkan Canva sebagai aplikasi baru yang mudah digunakan untuk membuat media pendidikan yang menarik untuk berbagai tahap pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup) dan menginspirasi siswa[10].

Menurut beberapa penelitian sebelumnya, sumber belajar digital seperti Canva efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa[11]. Saat ini, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap aktivitas[12]. Aplikasi canva memungkinkan guru untuk membuat materi pengajaran yang menarik dan interaktif, seperti ppt interaktif, yang dapat meningkatkan minat siswa dan menyoroti tujuan pembelajaran[13] [14]. Menggunakan Canva mendorong guru untuk lebih kreatif saat menyajikan bahan ajar. Materi pendidikan yang dibuat menggunakan Canva sangat praktis dan mudah digunakan, dengan bantuan ahli materi[15], Harus ada metode yang lebih menarik untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam pendidikan fiqh[16]. Selain itu canva juga dapat meningkatkan pembelajaran fiqh[17].

Pemanfaatan media berbasis canva dalam pembelajaran fiqh telah terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, minat belajar, dan hasil belajar siswa. Canva dipilih karena mampu menggabungkan teks, gambar, audio, animasi, dan video dalam satu platform yang mudah digunakan[18] [19]. Penggunaan canva memungkinkan guru dan siswa untuk menciptakan bahan ajar yang menarik, interaktif, dan mudah diakses, sehingga proses pembelajaran fiqh menjadi lebih menyenangkan dan bermakna[20].

Belum banyaknya kajian yang secara spesifik menganalisis penggunaan media ppt interaktif Canva dalam pendidikan fiqh, terutama di bidang berkhitan di tingkat MI, serta beberapa penelitian yang menyoroti tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mengembangkan media ini dengan cara yang baru dan kontekstual[21]. Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan efektivitas Canva dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara umum, belum ada penelitian yang secara menyeluruh menilai proses pendidikan fiqh inovatif berbasis Canva di lingkungan pendidikan yang menekankan keagamaan, khususnya terkait dengan pengembangan pemahaman konseptual siswa dan sikap terkait fiqh.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi pembelajaran fiqh melalui pemanfaatan media canva interaktif di MI Darul Arqom. Selain itu, penelitian ini juga mendeskripsikan tantangan yang dihadapi guru dalam mengembangkan materi fiqh tentang berkhitan yang inovatif berbasis canva ppt interaktif. Berdasarkan studi awal di MI Darul Arqom. Tujuan akhirnya adalah untuk merumuskan pembelajaran yang lebih menarik guna meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam mata pelajaran fiqh.

II. Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk meneliti dan menganalisis penggunaan media Canva dalam pembelajaran Fiqh di MI Darul Arqom. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk memahami topik penelitian, seperti motivasi, sikap, dan perilaku guru, serta penggunaan media Canva oleh siswa dan umpan balik guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis Canva[22]. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran fiqh dan siswa, serta dokumentasi terhadap materi ajar dan hasil karya siswa. Seluruh data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terkait fenomena yang diteliti[23] [24].

Figure 1.

Gambar 1. Prosedur Penelitian.

III. Hasil dan Pembahasan

Sebelum guru menggunakan media canva, pembelajaran fiqh di kelas IV MI Darul Arqom masih dilakukan secara konvensional. Guru biasanya mengajar dengan metode ceramah, Tanya jawab, dan penulisan di papan tulis. Suasana kelas sering kali kurang interaktif dan monoton, karena penyajian materi fiqh bersifat abstrak. Akibatnya, sebagian siswa tampak kurang antusias dan mudah kehilangan fokus. Beberapa siswa mengaku mudah bosan, terutama saat pelajaran berlangsung lama tanpa variasi media.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru fiqh memandang penggunaan media canva sebagai inovasi pembelajaran fiqh yang sesuai dengan tuntutan era digital. Media canva dipilih karena mudah digunakan, memiliki banyak template yang menarik, dan memudahkan guru fiqh merancang materi sesuai kebutuhan siswa. Guru menilai bahwa media canva membuat pembelajaran lebih menarik, meningkatkan minat dan pemahaman siswa, serta mendorong mereka lebih aktif dalam diskusi. Tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses internet diatasi dengan menyiapkan materi lebih awal dan mengikuti pelatihan. Dengan dukungan fasilitas sekolah, guru menilai canva layak digunakan secara berkelanjutan karena terbukti efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

Sementara itu, hasil wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa mereka menilai materi fiqh sebagai pelajaran penting. Sebelum menggunakan media canva, pembelajaran terasa monoton karena guru biasanya mengajar dengan metode ceramah. Dan setelah menggunakan media canva, siswa merasa lebih senang, fokus, dan mudah memahami materi berkat tampilan visual yang menarik. Mereka menjadi lebih termotivasi, aktif bertanya, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil belajar. Kendala yang dirasakan siswa hanya pada akses internet yang kadang lambat, namun tidak mengurangi antusiasme mereka. Sebagian besar berharap media canva tetap digunakan karena membuat pembelajaran fiqh lebih menarik, tidak membosankan, dan mudah dipahami.

Pembelajaran fiqh di kelas IV MI Darul Arqam dilaksanakan dengan menggunakan media canva dalam bentuk PPT interaktif. Materi yang diajarkan adalah berkhitan, Pada awal pembelajaran, guru membuka kegiatan dengan memberi salam, berdo’a, dan apersepsi. Guru menampilkan slide pertama dari canva berisi gambar anak yang hendak berkhitan, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik “siapa yang tahu apa itu khitan?”. Setelah itu, guru menjelaskan tujuan pembelajaran, yaitu agar siswa mampu menjelaskan pengertian, hukum, dan hikmah khitan dalam islam serta meneladani nilai-nilainya. Selama kegiatan inti, guru menayangkan canva PPT interaktif berisi teks singkat, gambar, dan poin-poin penting tentang pengertian, hukum, dan hikmah berkhitan. Siswa mengamati tayangan tersebut sambil mendengarkan penjelasan dari guru, kemudian siswa mengerjakan soal latihan dari buku fiqh secara individu untuk memperkuat pemahaman. Guru menilai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui observasi, dan tes tertulis. Pada kegiatan penutup, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran. Kemudian, guru menanamkan nilai-nilai moral seperti bersyukur, dan menjaga kebersihan diri. Lalu pembelajaran diakhiri dengan berdo’a dan memberi motivasi agar siswa membiasakan hidup bersih sesuai ajaran islam.

Berdasarkan paragraph diatas, setelah guru fiqh memulai menggunakan media canva dalam bentuk PPT interaktif, terjadi perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran fiqh. guru tidak lagi hanya menjelaskan secara lisan. Tetapi guru bisa menampilkan materi visual yang menarik melalui slide berwarna, ilustrasi, dan poin-poin penting yang dirancang menggunakan canva. Suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa langsung merespon dan aktif bertanya. Aktivitas belajar menjadi lebih kolaboratif dan partisipatif. Guru merasa terbantu karena materi fiqh yang semula abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dijelaskan. Siswa dapat memahami materi berkhitan dengan lebih cepat melalui kombinasi teks, gambar, dan warna pada slide canva. Pembelajaran menjadi lebih efisien, menyenangkan, dan bermakna. Dari sisi siswa, mereka menyatakan bahwa pelajaran fiqh sekarang lebih menarik dan tidak membosankan. Tampilan canva yang menarik membuat mereka fokus, senang belajar, dan mudah memahami isi pelajaran. Mereka juga menjadi lebih berani bertanya dan berpatisipasi dalam diskusi. Guru mengakui bahwa setelah menggunakan canva, motivasi dan aktivitas belajar siswa meningkat. Siswa yang sebelumnya pasif sekarang lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Figure 2.

Gambar 2 . Media canva PPT interaktif tema berkhitan .

    Inovasi Pembelajaran Fiqh Melalui Pemanfaatan Media Canva Interaktif

    Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan di sekolah Mi Darul Arqom, diperoleh gambaran bahwa pemanfaatan media canva memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran fiqh. Pembahasan berikut menguraikan bentuk inovasi yang dilakukan guru, respon siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.

    Inovasi dalam pembelajaran fiqh berperan sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan memudahkan siswa dalam memahami materi, karena fiqh yang berkaitan dengan hukum dan praktik keagamaan sering dianggap sulit ketika diajarkan secara konvensional[25]. Sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan dengan guru mata pelajaran fiqh menekankan bahwa inovasi sangat penting agar pembelajaran fiqh tidak monoton dan lebih menarik bagi siswa. Inovasi membantu siswa memahami materi yang bersifat konseptual melalui pendekatan visual dan interaktif. Salah satu bentuk inovasi yang efektif adalah pemanfaatan media digital seperti canva interaktif. Yang memungkinkan guru menghadirkan materi fiqh secara kreatif dan mudah dipahami. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran abad 21 yang menuntut kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital.

    Dalam merancang materi pembelajaran fiqh, Guru fiqh menyusun RPP secara ringkas namun tetap memuat kegiatan yang konstektual, bermakna, dan menantang. Agar kegiatan belajar lebih aktif, bermakna, dan sesuai capaian kurikulum merdeka[26] [27]. Kemudian, dengan memanfaatkan media canva. Guru fiqh memulai dengan pemilihan templete canva yang relevan dengan tema pelajaran, kemudian menambahkan teks, gambar, serta poin-poin penting fiqh secara singkat dan terstruktur. Proses ini dilengkapi dengan integrasi gambar, video, dan narasi audio untuk membantu siswa memahami konsep fiqh yang bersifat abstrak. Setiap desain disesuaikan dengan topik pembelajaran seperti berkhitan, agar isi materi lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa. Desain yang proporsional dan interaktif menjadikan pembelajaran lebih menarik, sekaligus meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar[28] [29].

    Pemanfaatan media pembelajaran canva merupakan langkah untuk mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi digital. Di era globalisasi dan revolusi digital, pembelajaran perlu dikembangkan secara dinamis, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa yang tumbuh dalam lingkungan digital. Canva, sebagai platform desain grafis berbasis online, menyediakan beragam template menarik yang mudah diakses oleh guru dan siswa dalam pembuatan materi pembelajaran interaktif seperti PPT interaktif, infografis, presentasi, maupun video edukatif yang menyesuaikan kebutuhan materi fiqh[30].

    Manfaat penggunaan media canva dalam pembelajaran fiqh sangat dirasakan oleh guru dan siswa. Guru memandang bahwa penggunaan canva mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme dan keaktifan siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Selain itu, penerapan canva juga terbukti efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa[31] [32].

    Tabel 1. Sebelum dan sesudah guru menggunakan media canva.

    Aspek Sebelum Sesudah
    Bentuk penyajian materi Materi disajikan dalam bentuk teks panjang di buku paket, catatan di papan tulis, dan ceramah guru. Materi disajikan menggunakan media canva PPT interaktif yang terdiri dari beberapa daftar menu, daftar materi, dan tampilan visual menarik.
    Struktur materi Sifatnya satu arah, tidak terbagi menu, hanya urutan penjelasan sesuai alur guru. Terdiri dari beberapa menu seperti: judul materi, daftar menu, daftar materi, penjelasan inti, gambar anak laki-laki berkhitan, dan kesimpulan.
    Visualisasi Minim visual, hanya menggunakan tulisan dan sedikit gambar di buku. Menggunakan templete canva dengan warna menarik, gambar ilustrasi ibadah, dan desain menarik.
    Penyampaian materi Materi disampaikan secara konvensional melalui ceramah dan buku teks. Materi disajikan lebih visual dengan slide canva yang menarik dan mudah dipahami.
    Minat belajar siswa Siswa cenderung pasif dan kurang antusias mengikuti pembelajaran. Minat belajar meningkat karena tampilan materi lebih kreatif dan interaktif.
    Pemahaman konsep Pemahaman siswa relatif terbatas, terutama pada materi abstrak (fiqh). Siswa lebih mudah memahami karena ada gambar, dan contoh visual yang menarik.
    Kreativitas guru Guru terbatas pada metode ceramah dan papan tulis. Guru lebih kreatif mendesain media pembelajaran dan menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa.
    Efektivitas waktu Waktu pembelajaran sering kurang efisien karena guru harus menjelaskan panjang lebar. Lebih efisien karena slide canva membantu merangkum materi dengan jelas dan ringkas.
    Suasana kelas Suasana cenderung monoton. Suasana lebih hidup, menarik, dan modern sesuai era digital.
    Table 1.

    Tantangan Yang Dihadapi Guru Dalam Mengembangkan Materi Fiqh Yang Inovatif Berbasis Canva Ppt Interaktif

    Dalam penggunaan media digital seperti Canva, meskipun membawa banyak manfaat, guru fiqih masih menghadapi berbagai tantangan yang berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Hambatan yang paling utama terletak pada terbatasnya sarana dan infrastruktur teknologi di lingkungan sekolah, seperti minimnya perangkat komputer, akses internet yang belum stabil, serta dukungan fasilitas pembelajaran digital yang kurang memadai. Situasi tersebut menyebabkan guru belum dapat mengoptimalkan pemanfaatan canva secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar[33]. Selain itu, guru fiqh juga menghadapi tantangan dalam aspek etika dan keamanan digital, karena pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran berpotensi menimbulkan penyalahgunaan, seperti terbukanya akses terhadap konten yang tidak selaras dengan nilai-nilai islam[34].

    Selain tantangan tersebut, tantangan lain yang dihadapi guru fiqh terletak pada keterbatasan waktu. Pembuatan serta penyesuaian media digital memerlukan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan penerapan metode pembelajaran tradisional. Dalam prosesnya, guru perlu merancang desain yang sesuai, menyesuaikan isi materi dengan tujuan pembelajaran, dan memastikan tampilan visual yang menarik serta mudah dipahami oleh siswa. Di sisi lain, waktu yang dimiliki guru sering terbagi dengan berbagai tugas administratif dan kegiatan sekolah lainnya, sehingga proses pengembangan media digital belum dapat dilakukan secara optimal[35] [36]

    Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, guru perlu melakukan beberapa upaya strategis dan kolaboratif agar pemanfaatan media canva dapat berjalan lebih efektif.

    1. Dalam menghadapi keterbatasan sarana dan infrastruktur, guru dapat mengoptimalkan fasilitas yang tersedia serta memanfaatkan perangkat pribadi, seperti leptop. Selain itu, pihak sekolah dan lembaga pendidikan perlu meningkatkan dukungan fasilitas teknologi melalui penyediaan jaringan internet yang memadai, perangkat multimedia, serta ruang pelatihan digital bagi guru fiqh[37].
    2. Dalam mengatasi tantangan terkait etika dan keamanan digital, guru dapat menanamkan literasi digital dasar yang berlandaskan nilai-nilai islam. Selain itu, guru harus memilih platform pembelajaran yang ramah anak dan sesuai syariat[38].
    3. Dalam mengatasi tantangan terkait keterbatasan waktu, guru dapat melakukan perencanaan dan manajemen waktu yang efektif, seperti menyiapkan materi lebih awal, dan memanfaatkan template dan fitur otomatis yang telah tersedia di canva. Pelatihan dan pendampingan rutin juga sangat diperlukan agar guru semakin mahir menggunakan teknologi dan mampu menghasilkan media pembelajaran yang efisien[39].

    Sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa kelas IV MI Darul Arqom, bahwa siswa menganggap pelajaran fiqh memiliki peran penting dalam membantu memahami ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memanfaatkan media canva, pembelajaran cenderung monoton dengan metode ceramah. Setelah memanfaatkan media canva, siswa merasa lebih senang, termotivasi, dan mudah memahami materi melalui tampilan visual yang menarik dan ringkas. Mereka juga menjadi lebih aktif dalam kegiatan kelas. Dengan demikian, terdapat kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan waktu penyesuaian fitur canva. Secara umum, siswa berharap pembelajaran fiqh tetap menggunakan media canva karena dinilai lebih interaktif, menarik, dan efektif.

    Berdasarkan pengalaman tersebut, guru berpendapat bahwa media canva layak diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran fiqh. media ini dinilai efektif karena tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Dengan dukungan berkesinambungan, inovasi pembelajaran menggunakan media canva berpotensi menjadi strategi penting dalam mengembangkan kualitas pendidikan fiqh di MI Darul Arqom.

    VII. Simpulan

    1. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa inovasi pembelajaran fiqh melalui pemanfaatan media canva interaktif di MI Darul Arqom memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran. Penggunaan canva dalam bentuk PPT interaktif mampu mengubah pembelajaran fiqh yang semula bersifat konvensional dan monoton menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Media visual yang disajikan membantu memperjelas materi fiqh, khususnya pada materi berkhitan, sehingga dapat meningkatkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman siswa.

    Selain memberikan manfaat, penerapan media canva juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, akses internet yang belum stabil, keterbatasan waktu, serta perlunya penguatan literasi dan etika digital. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi melalui perencanaan yang baik, seperti pemanfaatan template canva, pelatihan guru, serta dukungan fasilitas dari pihak sekolah. Oleh karena itu, media canva interaktif dinilai efektif dan layak diterapkan secara berkelanjutan sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fiqh.

    Ucapan Terima Kasih

    Bagian ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang telah memberikan fasilitas yang cukup untuk mahasiswanya serta penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua tercinta atas doa, bantuan, dan dukungan yang mereka berikan. Selain itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendorong saya dan membantu saya menyelesaikan artikel ini. Tanpa dukungan, Kerjasama dan fasilitas yang disediakan, artikel ini tidak mungkin terlaksana dengan baik. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan, bantuan serta dukungan yang diberikan oleh semua pihak. Semoga artikel ini bermanfaat bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat.

References

N. Ainiyah, “Melalui Pendidikan Agama Islam,” J. Al-Ulum, vol. 13, no. 1, pp. 25–38, 2013.

H. Purnawan, Penanaman Karakter Religius Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Peserta Didik di SMK Yayasan Pendidikan Tekhnologi (YPT) Pringsewu, vol. 5, no. 1, 2016.

M. Yemmardotillah, “Peranan Guru Fikih dalam Peningkatan Karakter,” J. Basic Educ. Stud., vol. 1, no. 2, p. 24, 2018.

Taufik and I. Rindaningsih, “Pelatihan dan Pengembangan Guru sebagai Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan (AI),” Manag. Educ. J., vol. 10, no. 1, pp. 63–69, 2024.

Rindaningsih and E. F. Fahyuni, Buku Ajar Profesi Keguruan, 2023.

M. Jannati, “Efektifitas Media Pembelajaran PPT Canva terhadap Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fiqih di Kelas X MA Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta Tahun Ajaran 2024/2025,” J. Ilm. Pendidik. Islam, vol. 2, no. 2, 2025.

R. Kurnia and T. Sunaryati, “Media Pembelajaran Video Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa,” J. Educ. FKIP UNMA, vol. 9, no. 3, pp. 1357–1363, 2023.

H. S. Hadana, A. P. Y. Utomo, N. Sa’adah, and T. Ardyasti, “Implementasi Media Canva pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Teks Negosiasi Kelas X SMA Negeri 11 Semarang,” J. Pendidik. dan Ilmu Sos., vol. 1, no. 1, pp. 126–142, 2023.

R. A. Masfufah, L. K. Muyasyaroh, D. Maharani, T. D. Saputra, F. Astrianto, and D. P. K. Dayu, “Media Pembelajaran Canva untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Pembelajaran Kurikulum Merdeka,” Semin. Nas. Bahasa, Sastra, Seni, dan Pendidik. Dasar, vol. 2, pp. 347–352, 2022.

I. Mahardika, N. Wiranda, and M. Pramita, “Pembuatan Media Pembelajaran Menarik Menggunakan Canva untuk Optimalisasi Pembelajaran Daring,” J. Pendidik. dan Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 3, pp. 275–281, 2021.

Z. Fauziah, A. Shofiyuddin, and H. Rofiana, “Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Aplikasi Canva pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam,” Madinah J. Stud. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 7–18, 2022.

Yuniati, H. Suyuthi, and M. Hakim, “Pelatihan Pemanfaatan Media YouTube dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA IT Kota Bengkulu,” J. Pendidik. dan Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 1, p. 41, 2021.

Y. H. Christiani, A. Karim, R. E. Ratnawati, W. Warneri, and E. Enawaty, “Eksplorasi Penggunaan Aplikasi Canva dalam Meningkatkan Desain Pesan Pembelajaran,” J. Educ., vol. 6, no. 4, pp. 19895–19904, 2024.

L. Rahmawati, N. Ambulani, W. Desty Febrian, R. Widyatiningtyas, and R. Sukma Rita, “Pemanfaatan Aplikasi Canva dalam Penyusunan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi,” Community Dev. J., vol. 5, no. 1, pp. 129–136, 2024.

T. Febriana, S. Suneki, S. Suyoto, and S. Rochajati, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Canva untuk Meningkatkan Kreativitas Guru di Sekolah Dasar,” J. Sinektik, vol. 6, no. 1, pp. 32–37, 2024.

D. Febriani, “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fiqih Melalui Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas VII B Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan,” vol. 7, no. 1, pp. 5774–5785, 2024.

M. Arifin, P. Mariati, and Yuanita, “Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Canva dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS Kelas V di SD Negeri Balasklumprik I/434 Surabaya,” Natl. Conf. Ummah, vol. 2, no. 2, pp. 288–297, 2023.

M. Alfatih, H. Jannah, and R. Raharjo, “Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran Multimedia Interaktif di Madrasah Ibtidaiyah,” pp. 128–141, 2024.

Rohmiasih, C. Rohmiati, and S. Sartika, “Pemanfaatan Media Pembelajaran Canva sebagai Upaya Mewujudkan Transformasi Pendidikan,” Pros. Semin. Nas., vol. 1, no. 1, pp. 69–73, 2023.

N. Fauziah, “Pengembangan Bahan Ajar Fikih Berbasis Canva untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di MTs Al-Ikhlas Tigaraksa Kabupaten Tangerang,” vol. 9, no. 2, pp. 466–477, 2024.

D. N. Safitri, Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Purbalingga, 2023.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 1967.

Afianti, “Penggunaan Aplikasi Canva dalam Proses Pembelajaran,” EduTech J., vol. 1, no. 1, pp. 9–16, 2024.

D. Kurniati et al., Buku Ajar, 2015.

M. Ramli, “Inovasi Metode Pembelajaran Fiqih di MAN 3 Hulu Sungai Utara,” Al Qalam J. Ilm. Keagamaan dan Kemasyarakatan, vol. 14, no. 2, p. 185, 2020.

N. Ngainin and Z. D. Ainiyah, “Analisis Tantangan dan Inovasi Pembelajaran Fikih di MI Tahfidz Annur Genaharjo dalam Implementasi Kurikulum Merdeka,” vol. 7, no. 1, pp. 167–186, 2021.

Rindaningsih, M. I. Kurniawan, W. Omar, and A. Saifuddin, “Bridging Classroom and Home Learning: A Seamless Learning Framework,” vol. xx, no. x, pp. 157–167, 2025.

A. Arjuna Rinaldi, D. Andani, and D. Barokah, “Pengembangan Media Pembelajaran Fiqih Kelas X Berbasis Canva dan Nearpod di MA Raudhatul Jannah Palangka Raya,” Al-Ta’lim J. Pendidik. Agama Islam, vol. 2, no. 2, p. 21, 2024.

Rindaningsih, I. Mustaqim, I. Ratna, and R. Astuti, “Transforming Learning in Primary Schools: The Role of AI and Flipped Classroom-Based Apps,” vol. 8, no. 1, 2024.

Rochman, “Pemanfaatan Canva dan Kahoot sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Fiqh Muamalah Santri Baitul Qur’an Slogohimo,” Lisyabab J. Stud. Islam dan Sos., vol. 4, no. 2, pp. 276–286, 2023.

S. Suriyati, A. Abubakar, T. Nur, A. Swito, and N. Nuraeni, “Pemanfaatan Media Canva pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama,” Al-Qalam J. Kaji. Islam dan Pendidik., vol. 16, no. 1, pp. 55–62, 2024.

Rindaningsih and I. M. Ida, “Empowering Teachers in Indonesia: A Framework for Project-Based Flipped Learning and Merdeka Belajar,” vol. 1. Atlantis Press SARL, 2023.

Salwa, “Media Digital sebagai Sarana Inovasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Tantangan dan Solusi,” J. Edukatif, vol. 3, no. 1, pp. 36–45, 2025.

Rohmiati, “The Use of Digital Media in Learning Islamic Religious Education: Opportunities and Challenges,” Urwatul Wutsqo J. Stud. Kependidikan dan Keislam., vol. 14, no. 1, pp. 33–45, 2025.

R. Letizia, “Motivasi dan Tantangan Guru PAI dalam Menggunakan Media Pembelajaran,” vol. 3, no. 1, pp. 198–205, 2025.

Rindaningsih, “The Integration of Joyfull Learning with Flipped Classroom-Based Applications,” vol. 1, no. 12, pp. 80–90, 2024.

S. N. Syifa, A. M. Az-Zahra, and I. F. Rachman, “Analisis Infrastruktur Teknologi, Pelatihan Pengajar dan Tantangan dalam Implementasi Model Pembelajaran Literasi Digital untuk Mendukung SDGs 2030,” J. Sade. Publ. Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sos., vol. 2, no. 2, pp. 212–224, 2024.

H. P. M. E. M. A. M. Harahap, “Literasi Digital sebagai Inovasi Pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam,” vol. 1, no. 2, pp. 79–92, 2024.

S. D. Karna, A. Adrias, and A. P. Zulkarnaini, “Efektivitas dan Tantangan Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Dasar,” J. Bintang Pendidik. Indones., vol. 3, no. 2, pp. 319–325, 2025.