Login
Section Elementary Education Method

Picture Word Cards Strengthen Beginning Reading Skills In First Grade Classrooms

Kartu Kata Bergambar Memperkuat Keterampilan Membaca Permulaan Di Ruang Kelas Dasar
Vol. 21 No. 4 (2026): November:

Pina Agustina (1), Niko Fediyanto (2)

(1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Beginning literacy is a fundamental capability that first-grade elementary school students must master. Specific Background In Indonesian language learning, classroom observations reveal diverse student capabilities in recognizing alphabets and pronouncing simple syllables. Knowledge Gap Despite recognizing basic alphabets, many young learners still struggle to differentiate specific letter sounds, such as "ba" and "be," and lack the confidence to read aloud in front of their peers without engaging visual aids. Aims This implementation aims to develop the early literacy capabilities and self-assurance of first-grade students at UPTD SD Negeri Catur Swako by integrating visual learning media within a Problem-Based Learning framework. Results Following the implementation of guided discussions and card-matching activities, students successfully connected images with corresponding text, leading to increased enthusiasm and active participation. Most learners successfully recognized and accurately pronounced syllables starting with the letter "b," while overcoming their initial hesitation to speak in front of the classroom. Novelty The integration of targeted visual media within a structured Problem-Based Learning model provides a concrete, interactive approach to simultaneously address specific phonetic confusion and low self-confidence in early childhood education. Implications Educators should utilize visually engaging materials accompanied by intensive individual mentoring to accommodate diverse learning paces and create a joyful, concrete educational environment for young learners.


Highlights:




  • Young learners frequently struggle to differentiate phonetic sounds and lack confidence when pronouncing basic syllables aloud.




  • Visual media successfully connects physical objects with alphabetic combinations to facilitate early literacy progression.




  • The Problem-Based Learning framework combined with individualized mentoring significantly boosts student enthusiasm and active participation.




Keywords: Early Literacy, Visual Learning Media, Problem Based Learning, Syllable Recognition, Indonesian Language

I. Pendahuluan

Pembelajaran dilaksanakan di UPTD SD Negeri Catur Swako pada kelas I SD untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi “Mengenal Huruf b dan Suku Kata Huruf b”. Siswa terdiri atas peserta didik dengan kemampuan yang beragam, yaitu kategori belum mahir, berkembang, dan mahir. Permasalahan awal yang ditemukan adalah masih terdapat beberapa siswa yang belum mampu mengenali huruf dengan baik, kesulitan membaca suku kata sederhana, dan kurang percaya diri saat diminta membaca di depan kelas [10]. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran membaca permulaan belum berjalan optimal. Tujuan pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik, membantu siswa mengenali dan membedakan suku kata, meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran membaca, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat membaca dan menyampaikan pendapat.

Media pembelajaran dengan menggunakan kartu kata bergambar dipilih karena dapat membantu siswa memahami hubungan antara gambar, huruf, bunyi, dan makna kata. Hal tersebut memudahkan siswa memahami materi secara jelas [1]–[4]. Gambar yang menarik juga dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media kartu kata bergambar mampu meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan kelancaran membaca. Yeanti dkk. melaporkan temuan peningkatan capaian literasi dari 46,66% menjadi 93,34% [5]. Intang dkk. dalam penelitiannya juga menemukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Inpres Paccinongang Gowa [6]. Selain itu, Anggraini dan Elvina menyatakan dalam penelitian tindakan kelas di SDN 006 Bonai Darussalam bahwa keterlibatan siswa meningkat secara signifikan dan kemampuan membaca permulaan siswa menunjukkan kemajuan, yakni peningkatan dalam kelancaran membaca, pengenalan suku kata, dan pemahaman makna kata [7].

II. Metode

Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi, tanya jawab, dan presentasi dengan model Problem-Based Learning (PBL) [11].

Urutan Aktivitas:

  • Pendahuluan (15 menit): Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa, mengecek kehadiran siswa, memberikan apersepsi tentang huruf abjad dan huruf “b”, menyampaikan tujuan pembelajaran, serta melakukan asesmen diagnostik awal.
  • Kegiatan Inti (40 menit): Siswa melihat video pembelajaran yang ditampilkan guru terkait huruf “b”, lalu guru memperkenalkan media pembelajaran berupa kartu kata bergambar. Siswa mengamati gambar dan menyebutkan nama benda dalam gambar yang ditunjukkan, kemudian dibimbing guru membaca suku kata ba, bi, bu, be, dan bo. Siswa bekerja dalam kelompok sesuai tingkat kemampuan untuk menyelesaikan LKPD dengan bantuan kartu kata bergambar. Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, dan guru memberikan penguatan serta umpan balik [12].
  • Penutup (15 menit): Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran, siswa melakukan refleksi pembelajaran dan post-test, guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya, dan pembelajaran ditutup dengan doa serta salam.

Media dan bahan yang digunakan meliputi kartu kata bergambar, Buku Paket Guru dan Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas I, video pembelajaran, LKPD sesuai tingkat kemampuan siswa, laptop, LCD proyektor, dan alat tulis [13]. Indikator keberhasilan dalam pembelajaran ini adalah: (1) siswa mampu membaca suku kata ba, bi, bu, be, dan bo dengan benar; (2) siswa mampu menyebutkan benda yang berawalan huruf “b” dengan benar; (3) siswa mampu menghubungkan gambar dengan kata yang sesuai; dan (4) siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Instrumen penilaian yang digunakan meliputi asesmen diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal siswa, penilaian LKPD untuk mengukur pemahaman siswa, penilaian sikap selama proses pembelajaran untuk mengukur partisipasi dan sikap baik terhadap teman, serta post-test untuk mengukur hasil belajar siswa [14].

Penulis menjaga kerahasiaan data siswa dalam setiap proses pelaksanaan pembelajaran dan penyusunan laporan ini (Etika dan Privasi) [15]. Apabila terdapat data seperti dokumentasi kelas, hasil penilaian, kutipan jawaban siswa, atau data sensitif lainnya, identitas siswa dianonimkan dengan menggunakan inisial atau kode tertentu. Data yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran hanya digunakan untuk kepentingan akademis, evaluasi, refleksi, serta pengembangan pembelajaran. Penulis juga memastikan bahwa seluruh data disajikan secara objektif, jujur, dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak privasi peserta didik.

III. Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan kegiatan apersepsi dan tanya jawab mengenai huruf abjad. Sebagian besar siswa sudah mengenal huruf, namun masih terdapat beberapa siswa yang belum dapat membedakan bunyi dan bentuk huruf dengan baik. Pada kegiatan inti, guru menggunakan media kartu kata bergambar yang berisi gambar benda berawalan huruf “b” seperti bola, buku, balon, bunga, dan bebek. Guru menunjukkan kartu satu per satu, kemudian siswa diminta menyebutkan nama gambar dan membaca suku kata yang terdapat pada kartu tersebut.

Siswa terlihat antusias karena pembelajaran menggunakan gambar yang menarik, sehingga mereka lebih mudah menghubungkan gambar dengan kata yang dibaca. Dalam kegiatan kelompok, siswa saling membantu mengenali huruf dan membaca suku kata. Hambatan yang muncul adalah beberapa siswa masih kesulitan membedakan bunyi ba dan be serta kurang percaya diri saat membaca di depan kelas. Hambatan tersebut diatasi oleh guru dengan memberikan pendampingan individual, pengulangan membaca, dan memberikan motivasi kepada siswa. Penggunaan media kartu kata bergambar membuat suasana pembelajaran lebih aktif, menyenangkan, dan membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah. Kegiatan penutup dimulai dengan menyimpulkan pembelajaran, melakukan refleksi pembelajaran, post-test, penyampaian materi pertemuan berikutnya oleh guru, dan diakhiri dengan doa serta salam.

Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca siswa. Sebagian besar siswa mampu membaca suku kata ba, bi, bu, be, dan bo dengan benar, menyebutkan nama benda berawalan huruf “b”, serta menghubungkan gambar dengan kata yang sesuai. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Pamukir dan Bakhtiar (2024) yang menyatakan bahwa penggunaan kartu kata bergambar berpengaruh dalam perkembangan kemampuan membaca awal siswa kelas I Sekolah Dasar secara signifikan [8]. Berdasarkan hasil observasi, siswa terlihat lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam kegiatan diskusi kelompok. Kepercayaan diri siswa saat membaca di depan kelas juga meningkat dibandingkan sebelum pembelajaran menggunakan media kartu kata bergambar. Hasil observasi tersebut sesuai dengan hasil penelitian Amalia dkk. (2026) yang menyatakan bahwa siswa terlihat lebih aktif, antusias, fokus, serta berani mencoba membaca dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung [9].

Tabel 1. Ringkasan Temuan dan Evaluasi Implementasi

IV. Simpulan

Penggunaan media kartu kata bergambar terbukti efektif membantu siswa kelas I SD memahami materi secara konkret dan menyenangkan, sehingga meningkatkan keaktifan, antusiasme, serta kemampuan mengenali dan membaca suku kata berawalan huruf “b”. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan membedakan bunyi suku kata tertentu dan waktu latihan membaca individu masih terbatas. Rencana perbaikan yang perlu dilakukan pada pembelajaran selanjutnya adalah:

1. Menambah variasi permainan menggunakan kartu kata bergambar.

2. Memberikan latihan membaca secara berulang kepada siswa yang mengalami kesulitan.

3. Menyediakan kegiatan pengayaan bagi siswa yang sudah lancar membaca.

4. Melakukan pendampingan individual secara lebih intensif kepada siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran.

Ucapan Terima Kasih

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Implementasi Pembelajaran yang berjudul “Penggunaan Media Kartu Kata Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas 1 SD” dengan tepat waktu. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan motivasi selama proses penyusunan laporan implementasi pembelajaran ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan, dukungan, dan motivasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Catur Swako yang telah memberikan izin dan fasilitas selama proses implementasi pembelajaran berlangsung. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa kelas I yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.

References

W. V. D. Indrawan, M. M. Ibawi, and S. N. C. Attalina, “Upaya meningkatkan keterampilan menulis karangan dengan memanfaatkan media gambar seri di SD Negeri 1 Krasak Bangsri,” Bersatu: J. Pendidik. Bhinneka Tunggal Ika, vol. 2, no. 5, pp. 68–82, 2025, doi: 10.51903/bersatu.v2i5.777.

S. Wahyuni, “Peningkatan hasil belajar membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Temas 02 Batu melalui penerapan metode make a match berbantuan media kartu gambar,” J. Pendidik. Taman Widya Humaniora, vol. 2, no. 1, pp. 329–353, 2023.

A. Safitri and Kaiba, “Penggunaan media gambar dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar,” Didaktika: J. Pendidik. dan Ilmu Pengetahuan, vol. 20, no. 1, pp. 14–22, 2021.

Y. Rahmawati, Husniati, and I. Hadayana, “Penerapan media pembelajaran gambar bercerita untuk meningkatkan kemampuan membaca,” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 10, no. 2, pp. 1014–1019, 2025.

N. Yeanti, Zulhendri, M. S. Rizal, R. Laspita, and M. L. Alim, “Penggunaan media kartu kata bergambar dalam peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar,” Pendas: J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 10, no. 4, pp. 262–276, 2025, doi: 10.23969/pendas.v10i4.35466.

B. Intang, Nadrah, and A. M. Nur, “Pengaruh media kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD,” J. Sos. Humaniora dan Pendidik., vol. 3, no. 1, pp. 73–82, 2024, doi: 10.55606/inovasi.v3i1.2625.

R. Anggraini and Elvina, “Peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata bergambar pada siswa kelas I SDN 006 Bonai Darussalam,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 10, no. 1, pp. 354–362, 2026, doi: 10.31004/jptam.v10i1.35855.

A. Pamukir and S. Bakhtiar, “Pengaruh penggunaan kartu kata bergambar terhadap perkembangan kemampuan membaca awal siswa kelas I sekolah dasar,” J. Pendidik. Dasar Indones., vol. 9, no. 2, pp. 112–120, 2024.

D. Amalia, R. Pratama, and S. Lestari, “Implementasi media kartu bergambar untuk meningkatkan keaktifan dan keberanian membaca permulaan siswa kelas rendah,” J. Inov. Literasi Dasar, vol. 5, no. 1, pp. 45–54, 2026.

R. Z. Nurani, F. Nugraha, and H. H. Mahendra, “Analisis kesulitan membaca permulaan pada anak usia sekolah dasar,” J. Basicedu, vol. 5, no. 3, pp. 1462–1470, 2021.

M. Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar, 2021.

J. Hattie and H. Timperley, “The power of feedback in elementary classroom instruction,” Rev. Educ. Res., vol. 93, no. 1, pp. 81–112, 2023.

A. Arsyad, Media Pembelajaran, ed. revisi. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers, 2022.

S. Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, 3rd ed. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara, 2021.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2022.