Suparmi (1), Mahardika Darmawan Kusuma Wardana (2)
General Background: Classroom discipline is an important part of character development in early primary education, particularly in helping Grade 1 learners follow instructions, participate appropriately, and manage their behavior. Specific Background: Teachers may face difficulties maintaining consistent classroom behavior, making clear routines, visual guidance, and positive reinforcement relevant to early-grade learning. Knowledge Gap: Practical classroom guidance that combines visual behavior reinforcement with immediate student reflection remains important for supporting consistent rule-following among young learners. Aims: This teaching note presents the use of Behavior Tree media combined with positive reinforcement, observation checklists, and visual exit tickets to support compliance with school and classroom rules. Results: The implementation used a Behavior Tree with stars or leaves as visual rewards, daily behavioral observation, and a three-minute visual exit ticket. The aggregate results showed that 85% of students reached a score of at least 2 for rule understanding, while 65% reached the criterion for the reflection component and 55% demonstrated independent action in attaching behavior leaves. The main difficulties included students interpreting rules differently across learning and break times and attaching rewards because they expected additional leaves. Novelty: The teaching note combines a visible behavior tree, positive reinforcement, and visual reflection within a practical early-grade classroom routine. Implications: The practice provides teachers with a structured classroom strategy that can be adapted through visual prompts, guided verbal instructions, and alternative reflection activities according to students’ literacy levels and classroom conditions.
Key Findings Highlights
85% of students achieved the specified criterion for rule understanding.
65% achieved the criterion in the visual reflection component.
55% demonstrated independent behavior when attaching the leaves.
Keywords : Behavior Reinforcement, Classroom Discipline, Positive Reinforcement, Visual Reflection, Elementary Education
Tidak gampang mengajar murid kelas satu sekolah dasar, meskipun jumlahnya cuma lima sampai sepuluh anak. Biasanya mereka masih canggung berada di tempat baru, lalu ada juga yang belum tahu cara bersikap rapi di dalam kelas atau malas patuh pada petunjuk. Guru sering menjumpai hal kecil tapi terus muncul: siswa cuek saat diajak dengar penjelasan, cepat bosan, sibuk ngobrol sendiri ketika pelajaran berlangsung, bahkan menolak mengerjakan latihan yang diberikan. Pernahkah kamu lihat anak yang selalu tenang, sementara lainnya justru butuh diperhatikan tiap saat? Di ruang kelas, kondisi seperti itu lumrah terjadi. Guru tak bisa hanya mengandalkan nasihat biasa. Butuh pendekatan yang dirancang dengan pertimbangan matang agar perilaku positif tumbuh tanpa tekanan. Cara-cara tertentu harus dicoba, lama kelamaan menjadi rutinitas yang melekat. Pada dasarnya, belajar lewat perilaku jadi fokus utama. Anak merespons sesuatu karena ada rangsangan sebelumnya. Bila mereka mendapat tanggapan baik setelah berbuat tepat, kecenderungan mengulangi makin besar. Penghargaan yang datang terus-menerus membuat pola itu bertahan lama. Bukan cuma soal disiplin, anak juga mulai paham cara mengikuti panduan saat berada di lingkungan kelas. Tapi yang lebih pokok, mereka diajak merespons petunjuk seperti bagaimana seharusnya bertindak di ruang belajar [1], [2], [3], [11].
Bagan Perilaku terletak di depan kelas supaya murid bisa lihat sewaktu-waktu. Di dalamnya ada gambar sederhana yang mudah dicerna. Tidak heran kalau banyak anak mulai mengikuti aturan secara alami [7], [8].
Pembukaan (10 menit): Guru menyederhanakan aturan kelas dan memberikan contoh perilaku positif serta perilaku negatif. Guru juga menjelaskan cara kerja “pohon perilaku” [9], [10].
Kegiatan utama (40 menit): Perilaku baik siswa dinilai dengan bintang atau daun, diamati oleh guru selama 40 menit pembelajaran. Setelah pelajaran, guru dan siswa diskusi tentang momen tersebut untuk mempertahankan sikap positif di sesi berikutnya [4], [5], [12].
Penutupan (10 menit): Kegiatan kecil ini memberikan umpan balik langsung kepada gaya belajar siswa. Dalam waktu singkat, kesadaran akan perilaku menjadi lebih tinggi. Keberlanjutan positif dimulai karena pengakuan ringan namun konstan. Tanpa tekanan besar, anak-anak mulai merasa lebih percaya diri saat beraktivitas kelas [1], [6]
Asesmen formatif menggunakan lembar refleksi visual (exit ticket 3 menit) dan checklist observasi kepatuhan. Exit ticket ditulis dengan nama atau nomor absen untuk memantau perkembangan perilaku individu siswa pada Media Pohon Perilaku [6], [7], [13].
A. Format exit ticket (3 menit)
B. Rubrik mini exit ticket (skor 0–3)
Tabel 1. Kriteria Skor
(berdasarkan respons emoticon atau observasi) untuk dijadikan fokus cerita/umpan balik pada pertemuan berikutnya [2], [6].
Menggabungkan Media Pohon Perilaku (Behavior Tree) dengan exit ticket visual benar-benar membantu sebagai “penutup wajib” dalam manajemen kelas awal. Modul ini menata cara berpikir siswa sejak dini. Setiap anak tidak bisa hanya diam mereka harus bicara tentang seberapa taat mereka pada aturan kelas, dan itu harus jelas, saat itu juga. Di sisi lain, guru mendapat gambaran langsung tentang respons afektif siswa, dan bisa menilai hasilnya dengan cepat. Tapi ada satu hal penting:
kualitas pertanyaan yang guru lontarkan benar-benar menentukan seberapa tepat refleksi siswa Kelas 1 terhadap perilaku mereka sendiri [6], [8], [13].
Data siswa dihitung secara grup, bukan dengan rincian nama, NISN, atau foto. Semua aktivitas penelitian, pembelajaran, dan pemilihan publikasi sudah disetujui sekolah. Izin itu ada dalam dokumen lampiran TA-AIP. Rinciannya cukup jelas di sana, and aturan ini berlaku untuk seluruh pelaksanaan kegiatan.
Ucapan Terima Kasih
Menteri Pendidikan Dasar serta Menengah dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diberi rasa terima kasih atas dukungan mereka. Sekolah-sekolah yang terbuka memberikan izin memungkinkan penelitian ini berlangsung untuk sekarang. Atas kesediaan itu, kami merasa lebih yakin dalam melanjutkan prosesnya.
Behavior dalam Meningkatkan Kedisiplinan Mematuhi Tata Tertib Siswa Sekolah Menengah Kejuruan,” AKADEMIKA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, vol. 24, no. 2, pp. 200–204, 2025.
Kanak-Kanak IT Az Zahra Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017,” undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, Indonesia, 2016.
10.22146/gamajpp.93750.
MODUL AJAR
MEDIA POHON PERILAKU UNTUK KEPATUHAN ATURAN SEKOLAH
Instansi: SD Negeri 2 Bandar Jaya
Tahun: 2025/2026
Fase/Kelas: A / 1
Mata Pelajaran: PPKn / Pendidikan Karakter
Alokasi Waktu: 2 x 30 Menit
Profil Pelajar Pancasila: Beriman & Bertakwa, Mandiri, Bergotong-royong.
Tujuan Pembelajaran:
Pertanyaan Pemantik: "Apa jadinya jika kelas berisik?" & "Hal baik apa yang kamu lakukan hari ini?"
Media & Sumber: Poster "Pohon Perilaku", Stiker Daun/Bintang, Exit Ticket Visual, Alat Tulis [6],
[7], [8].
○ Siswa mengikuti KBM rutin; Guru mengobservasi perilaku spesifik siswa.
○ Reinforcement: Guru memberi penguatan verbal dan stiker daun pada siswa yang tertib [4],
[5].
○ Aksi Mandiri: Siswa menempelkan daun pada poster Pohon Perilaku secara mandiri.
○ Bimbingan: Guru memotivasi siswa yang belum mendapat daun melalui pendekatan personal.
Tabel 1: Instrumen Observasi Perilaku (Proses)
Tabel 2: Rubrik Penilaian Exit Ticket (Hasil Refleksi)
Tabel 3: Evaluasi Ketercapaian Kelas
Refleksi Guru: Evaluasi konsistensi reinforcement dan identifikasi aturan yang paling sulit dipatuhi [5], [10]. Catatan Implementasi: Gunakan timer; sediakan piktogram bagi siswa yang belum lancar menulis [2], [7].
Figure 1.
( MAI LUSIYA,S.Pd) ( SUPARMI )
Figure 2.
Figure 3.
Gambar 1. Lembar exit ticket siswa/siswi Gambar 1. Lembar rubrik mini
Gambar A. Gambar B. Gambar C.
Figure 4.
Gambar 1. Implementasi Media Pohon Perilaku: (a) Pohon Sebelum Intervensi; (b) Siswa Menempelkan Bintang; (c) Pohon Setelah Penuh Atribut.
1. Analisis Refleksi Stiker Bintang :
2. Analisis Tindakan Mandiri:
Skor 55% menunjukkan bahwa media Pohon Perilaku masih berfungsi sebagai alat "instruksi" (Siswa menempel karena disuruh/Skor 1) daripada alat kesadaran internal (Skor 2) [13].
Figure 5.
Gambar 1. Surat izin kepala sekolah/atasan publikasi praktik.
J. W. Santrock, Educational Psychology. New York, NY, USA: McGraw-Hill Education, 2018.
R. J. Marzano, Classroom Management That Works: Research-Based Strategies for Every Teacher. Alexandria, VA, USA: ASCD, 2003.
D. Kurniawan, “Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Tidak Disiplin Siswa di Kelas Awal,” Jurnal Pendidikan Karakter, vol. 9, no. 2, pp. 201–210, 2019.
B. F. Skinner, Science and Human Behavior. New York, NY, USA: Simon and Schuster, 1953.
S. Rahayu and K. Wardani, “Implementasi Positive Reinforcement Melalui Reward Chart pada Siswa Kelas 1 SD,” Jurnal Observasi Psikologi, vol. 4, no. 3, pp. 88–95, 2022.
S. Nugraha, “Penggunaan Exit Ticket sebagai Instrumen Refleksi Pembelajaran di Sekolah Dasar,” Jurnal Inovasi Pendidikan, vol. 6, no. 2, pp. 145–152, 2022.
M. R. Pratama, “Media Visual dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas Rendah,” Jurnal Ilmiah Guru, vol. 5, no. 2, pp. 112–120, 2021.
Hidayat, “Pengaruh Media Pohon Prestasi terhadap Motivasi Belajar dan Disiplin Siswa,” Elementary School Journal, vol. 7, no. 1, pp. 34–42, 2023.
Bandura, Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ, USA: Prentice-Hall, 1977.
N. P. Sari, “Pentingnya Konsistensi Pemberian Reward dan Punishment dalam Kedisiplinan Siswa,” Jurnal Cakrawala Pendas, vol. 6, no. 1, pp. 12–21, 2020.
R. Y. Aisyah, M. Jumarin, and E. C. Saputra, “Layanan Konseling Individu Pendekatan Behavior dalam Meningkatkan Kedisiplinan Mematuhi Tata Tertib Siswa Sekolah Menengah Kejuruan,” AKADEMIKA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, vol. 24, no. 2, pp. 200–204, 2025.
Sugianto, “Penggunaan Token Economy untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Sekolah Dasar,” Jurnal Pendidikan Dasar, vol. 11, no. 1, pp. 45–56, 2020.
R. Widiyanto, “Pendekatan Behavioristik dalam Membentuk Kemandirian Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Konseling dan Pendidikan, vol. 9, no. 4, pp. 312–320, 2021.
R. S. Lestari, “Upaya Guru dalam Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak IT Az Zahra Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017,” undergraduate thesis, Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, Indonesia, 2016.
L. Hey Devi, Y. F. Susetyo, and Haryanta, “Intervensi Perilaku dan Multisensori untuk Anak dengan ADHD yang Mengalami Gangguan Sensorik,” Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), vol. 10, no. 2, pp. 122–133, 2024, doi: 10.22146/gamajpp.93750.