Sri Budy Yanti (1), Muhlasin Amrullah (2)
General Background Beginning reading constitutes an essential foundational skill necessary for elementary school children to support future language development and broader academic success. Specific Background First-grade learners at SDN 3 Abung Jayo encounter significant difficulties in recognizing alphabets, differentiating vowel and consonant sounds, and combining letters into simple syllables. Knowledge Gap Monotonous traditional instruction frequently causes early learners to become passive, easily bored, and hesitant to participate in oral exercises. Aims This study investigates the application of a structured spelling approach integrated with visual learning tools to accelerate basic letter recognition and student confidence. Results Following the intervention utilizing letter cards, alphabet boards, and educational games, out of 19 participants, eight achieved fluent mastery and eight attained basic capability. Furthermore, learners exhibited increased enthusiasm, active participation, and bravery when practicing individual oral pronunciation in front of their peers. Novelty Fusing the traditional spelling approach with gamified visual media and differentiated instruction uniquely transforms abstract character recognition into a concrete, interactive experience for early learners. Implications Deploying this multimodal pedagogical strategy provides educators with an engaging framework to resolve phonetic confusion and establish strong foundational competencies in lower-grade classrooms.
Highlights:
The application of gamified visual tools transformed passive classroom environments into highly enthusiastic learning spaces.
Sixteen out of nineteen participants successfully achieved either fluent or basic reading capability following the intervention.
Structured phonetic practice successfully eliminated learner hesitation and significantly elevated confidence during oral assessments.
Keywords: Beginning Reading, Spelling Method, Alphabet Recognition, Primary Education, Visual Media
Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik sekolah dasar, khususnya pada kelas I [14]. Membaca permulaan menjadi landasan utama dalam perkembangan kemampuan berbahasa serta mendukung keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran pada jenjang berikutnya [15]. Pada tahap ini, peserta didik belajar mengenal huruf vokal dan konsonan, memahami bunyi huruf, menyusun suku kata, hingga membaca kata dan kalimat sederhana dengan lancar. Menurut Dalman (2021), membaca permulaan merupakan tahap awal pembelajaran membaca yang menekankan kemampuan mengenal lambang bahasa dan menghubungkannya dengan bunyi bahasa secara tepat [2].
Berdasarkan hasil observasi awal pada peserta didik kelas I, masih ditemukan beberapa kendala dalam pembelajaran membaca permulaan. Sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan bunyi huruf vokal dan konsonan, serta merangkai huruf menjadi suku kata dan kata sederhana. Selain itu, terdapat peserta didik yang kurang percaya diri ketika diminta membaca di depan kelas. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang kurang variatif sehingga peserta didik mudah merasa bosan dan kurang aktif selama proses belajar berlangsung.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan pembelajaran membaca permulaan menggunakan metode eja yang dipadukan dengan media pembelajaran berupa kartu huruf, papan abjad, buku bacaan bergambar, video animasi, serta permainan edukatif. Metode eja dipilih karena membantu peserta didik belajar membaca secara bertahap dimulai dari mengenal huruf, mengeja suku kata, hingga membaca kata sederhana. Penggunaan media visual dan permainan edukatif juga mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. Menurut Azhar Arsyad (2022), media pembelajaran dapat membantu memperjelas penyampaian materi sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik perhatian peserta didik [1]. Laporan implementasi pembelajaran ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan melalui penerapan metode eja pada peserta didik kelas I, mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengenal huruf, menyusun suku kata, dan membaca kata sederhana, serta mengetahui tingkat keaktifan dan kepercayaan diri peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, laporan ini juga bertujuan memberikan alternatif pembelajaran membaca permulaan yang efektif, menarik, dan menyenangkan bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik.
Pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan berbantuan media kartu huruf pada siswa kelas I di SDN 3 Abung Jayo direncanakan melalui beberapa tahapan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar kelas rendah [11]. Implementasi pembelajaran ini dilaksanakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik “Aku Bisa Membaca (Mengenal Huruf dan Merangkai Kata)” pada peserta didik kelas I semester ganjil. Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan saintifik, pembelajaran diferensiasi, serta kegiatan belajar yang menyenangkan melalui penggunaan media visual dan audio [4]. Selain itu, guru juga melibatkan kerja sama dengan orang tua melalui pemberian tugas membaca sederhana di rumah agar kemampuan membaca peserta didik dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan tahap pendahuluan, yaitu guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, serta memberikan apersepsi terkait huruf dan kata yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa memahami kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
Pada kegiatan inti, guru memperkenalkan media kartu huruf kepada siswa. Setiap kartu berisi huruf alfabet yang digunakan untuk membantu siswa mengenal bentuk dan bunyi huruf. Guru memberikan contoh cara menyusun huruf menjadi suku kata sederhana, kemudian menggabungkannya menjadi kata. Selanjutnya, siswa diminta untuk mencoba menyusun kartu huruf secara mandiri maupun berkelompok sesuai arahan guru. Dalam kegiatan ini, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, mengeja, maupun membaca kata sederhana. Penggunaan media kartu huruf dilakukan secara interaktif melalui permainan edukatif agar siswa lebih aktif, antusias, dan tidak mudah bosan selama pembelajaran berlangsung. Setelah siswa mampu membaca beberapa kata sederhana, guru memberikan latihan membaca secara bergantian untuk mengetahui perkembangan kemampuan membaca permulaan siswa. Guru juga melakukan pengamatan terhadap keaktifan, ketepatan pengucapan, serta kelancaran membaca siswa selama proses pembelajaran [12].
Pada tahap penutup, guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari, memberikan motivasi kepada siswa agar rajin berlatih membaca di rumah, serta menutup pembelajaran dengan doa. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan melalui asesmen awal, asesmen selama proses pembelajaran, dan asesmen akhir pembelajaran. Kegiatan penilaian dilaksanakan secara langsung melalui observasi, praktik membaca, serta pencatatan perkembangan kemampuan membaca setiap peserta didik [13].
Dalam penyusunan laporan implementasi pembelajaran ini, penulis memperhatikan aspek etika dan privasi peserta didik sebagai bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelaporan hasil belajar. Seluruh data yang digunakan dalam laporan ini digunakan hanya untuk kepentingan akademik dan evaluasi pembelajaran serta tidak disebarluaskan untuk tujuan lain di luar kegiatan pendidikan. Dokumentasi pembelajaran, hasil asesmen, dan data perkembangan kemampuan membaca peserta didik digunakan secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas peserta didik
Implementasi pembelajaran membaca permulaan pada peserta didik kelas I dilaksanakan berdasarkan modul ajar yang telah disusun dengan menggunakan metode eja sebagai strategi utama dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. Pembelajaran dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik “Aku Bisa Membaca” yang berfokus pada pengenalan huruf, penyusunan suku kata, dan membaca kata sederhana.
Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan kegiatan pendahuluan. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama untuk membangun suasana belajar yang tertib dan kondusif. Setelah itu, guru melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik menyebutkan huruf-huruf yang telah dikenal sebelumnya. Menurut Slameto (2021), apersepsi penting dilakukan untuk membangun kesiapan belajar peserta didik sebelum menerima materi baru [5].
Pada kegiatan inti, guru mulai menerapkan metode eja dengan memperkenalkan huruf vokal dan konsonan menggunakan kartu huruf dan papan abjad. Guru mengucapkan bunyi huruf secara perlahan kemudian diikuti oleh peserta didik secara bersama-sama. Setelah peserta didik mampu mengenali bunyi huruf, guru membimbing peserta didik mengeja suku kata sederhana seperti ba, bi, bu, be, bo dan ma, mi, mu, me, mo. Selanjutnya, peserta didik diarahkan untuk menggabungkan suku kata menjadi kata sederhana seperti ma-ma, bo-la, dan ba-ju.
Dalam pelaksanaannya, guru menggunakan media visual berupa kartu huruf dan buku bacaan bergambar agar peserta didik lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran membantu peserta didik memahami bentuk huruf dan hubungan antara huruf dengan bunyinya. Selama kegiatan berlangsung, peserta didik terlihat aktif ketika diminta menyusun kartu huruf menjadi suku kata dan kata sederhana. Guru juga menerapkan kegiatan membaca bergantian dengan teman sebangku untuk melatih kelancaran membaca dan keberanian peserta didik. Selain itu, guru mengadakan permainan tebak kata menggunakan kartu kata agar suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan selama implementasi pembelajaran berlangsung. Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, seperti huruf b dan d, serta belum lancar dalam menggabungkan suku kata menjadi kata. Selain itu, terdapat peserta didik yang masih malu dan kurang percaya diri ketika diminta membaca secara individu. Menurut Djamarah dan Zain (2022), pemberian motivasi dan penguatan positif dapat meningkatkan semangat belajar dan keberanian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran [3].
Instrumen penilaian yang digunakan berupa lembar observasi kemampuan membaca permulaan dan tes membaca sederhana. Aspek yang dinilai meliputi kemampuan mengenal huruf vokal dan konsonan, kemampuan mengeja suku kata, ketepatan pengucapan bunyi huruf, kemampuan membaca kata sederhana, kemampuan membaca kata berimbuhan, serta kelancaran dan kepercayaan diri peserta didik saat membaca di depan kelas [7], [8]. Dalam pelaksanaan penilaian kemampuan membaca, guru mengelompokkan hasil belajar peserta didik ke dalam empat kategori, yaitu Sangat Baik, Baik, Kurang, dan Sangat Kurang [9].
Tabel 1. Ringkasan Hasil Penilaian Membaca Permulaan
Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, sebagian besar peserta didik menunjukkan perkembangan kemampuan membaca permulaan yang cukup baik setelah diterapkannya metode eja dalam pembelajaran [10]. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik yang mampu membaca suku kata dan kata sederhana dengan lancar. Peserta didik juga terlihat lebih percaya diri ketika diminta membaca di depan kelas dibandingkan sebelum pembelajaran dilaksanakan. Peserta didik yang memperoleh sangat baik (skor 4) sudah mampu membaca kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat. Sementara itu, peserta didik yang memperoleh kategori baik (skor 3) sudah menunjukkan perkembangan membaca yang cukup baik, namun masih mengalami kesulitan dalam pengucapan huruf tertentu, terutama huruf gabungan seperti “ng”.
Namun demikian, masih terdapat peserta didik dengan kategori kurang (skor 2) yang belum menunjukkan peningkatan secara signifikan. Peserta didik tersebut masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan bunyi huruf, serta membaca suku kata sederhana. Secara keseluruhan, hasil implementasi pembelajaran menunjukkan bahwa penerapan metode eja mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I.
Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan pada peserta didik kelas I, penerapan metode eja melalui penggunaan kartu huruf dan media pembelajaran visual memberikan hasil yang cukup baik terhadap perkembangan kemampuan membaca peserta didik. Selama proses pembelajaran berlangsung, sebagian besar peserta didik terlihat lebih aktif, antusias, dan berani mengikuti kegiatan membaca dibandingkan sebelum penerapan metode tersebut. Kegiatan membaca secara bertahap dari pengenalan huruf, penyusunan suku kata, hingga membaca kata sederhana dinilai efektif dalam membantu peserta didik memahami proses membaca permulaan. Selain itu, penerapan pembelajaran diferensiasi juga membantu guru memberikan pendampingan sesuai kemampuan masing-masing peserta didik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hal yang belum optimal dalam pelaksanaan pembelajaran. Beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk dan bunyi huruf tertentu, terutama huruf yang hampir sama seperti b dan d serta pengucapan huruf gabungan seperti “ng”. Selain itu, terdapat peserta didik yang masih kurang percaya diri ketika diminta membaca secara individu di depan kelas.
Sebagai upaya perbaikan apabila implementasi pembelajaran serupa dilakukan kembali, guru merencanakan beberapa langkah perbaikan, yaitu: (1) Menambah variasi media pembelajaran seperti permainan interaktif, video animasi membaca, dan lagu huruf; (2) Memberikan latihan membaca secara rutin dan bertahap; (3) Melaksanakan kegiatan membaca kelompok kecil agar bimbingan lebih fokus; (4) Memberikan penguatan dan motivasi secara terus-menerus; (5) Menjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih aktif dengan orang tua; (6) Menggunakan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan menyenangkan. Secara keseluruhan, implementasi pembelajaran membaca permulaan melalui penerapan metode eja sudah berjalan dengan cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap kemampuan membaca peserta didik kelas I.
Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kegiatan implementasi pembelajaran serta penyusunan laporan ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan dan dukungan. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada SDN 3 Abung Jayo yang telah memberikan izin, fasilitas, serta kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kegiatan implementasi pembelajaran di kelas I. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada kepala sekolah, wali kelas, seluruh guru, peserta didik kelas I, keluarga, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan serta motivasi.
A. Arsyad, Media Pembelajaran. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers, 2022.
Dalman, Keterampilan Membaca. Jakarta, Indonesia: Raja Grafindo Persada, 2021.
S. B. Djamarah and A. Zain, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2022.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka. Jakarta, Indonesia: Kemendikbud RI, 2022.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta, 2021.
Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta, Indonesia: Prenadamedia Group, 2021.
N. L. Lidinillah, Strategi Pembelajaran Membaca Permulaan. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2023.
M. Rofiq, Inovasi Media Kartu Huruf dalam Pembelajaran. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar, 2022.
S. Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara, 2021.
D. Kurniawan, Asesmen Kompetensi Minimum di Sekolah Dasar. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya, 2024.
R. E. Slavin, Educational Psychology: Theory and Practice. Boston, MA, USA: Pearson, 2021.
H. D. Brown, Teaching by Principles: An Interactive Approach to Language Pedagogy. New York, NY, USA: Pearson Education, 2022.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2021.
J. W. Creswell, Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating. London, U.K.: Pearson, 2023.
R. Marzano, The New Art and Science of Teaching. Bloomington, IN, USA: Solution Tree Press, 2021.