Eva Asnifa Rizqiyah (1), Farikh Marzuki Ammar (2)
General Background: Arabic orthography acquisition serves as a fundamental prerequisite for mastering advanced linguistic competencies and structural sentence formation. Specific Background: Conventional instructional approaches relying on passive board copying fail to accommodate the dynamic visual needs of seventh-grade digital natives, resulting in pervasive spelling and vowel placement errors. Knowledge Gap: While previous literature explores digital platforms within Islamic boarding schools or for oral proficiency, the specific integration of animated audiovisual tools for foundational writing mechanics in formal junior high settings remains severely underexplored. Aims: This quantitative research investigates the application of Canva-based interactive videos on the basic writing mastery of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo. Results: Utilizing a one-group pretest-posttest experimental design with 30 purposively selected learners, the analytical data demonstrated a substantial mean score progression from 24.00 to 63.33. The paired t-test yielded a significance value of 0.000, accompanied by a moderate N-Gain score of 0.52, with 17 participants ultimately achieving perfect evaluation scores. Novelty: The intervention distinctly shifts rote vocabulary memorization into an active visual process, utilizing dynamic animations and synchronized audio to systematically model accurate letter formation. Implications: Integrating such accessible, multimedia-rich pedagogical tools provides language educators with a highly engaging strategy to fulfill foundational literacy requirements while addressing the technological inclinations of modern learners.
Highlights:
Animated audiovisual tools elevate pretest orthography scores from an initial 24.00 to a 63.33 average.
Seventeen out of thirty participants achieved perfect evaluation marks following the digital multimedia intervention.
Statistical analysis confirms a moderate N-Gain progression alongside significant p-value metrics for foundational literacy acquisition.
Keywords: Language Learning, Multimedia Pedagogy, Digital Instruction, Vocabulary Mechanics, Educational Technology
Keterampilan menulis dalam bahasa Arab atau maharah kitabah menempati posisi sentral dalam capaian pembelajaran bahasa Arab di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Di antara berbagai komponen yang membentuk maharah kitabah, imla' yakni kompetensi menulis mufrodat atau kosakata bahasa Arab dengan tepat, meliputi penulisan huruf, perangkaian huruf menjadi kata, serta penempatan harakat yang sesuai, merupakan fondasi yang sangat penting dan menjadi prasyarat utama dalam pembelajaran bahasa Arab. Sebab, ketiadaan penguasaan imla' yang memadai akan berimplikasi pada kesulitan siswa dalam menulis kalimat maupun paragraf berbahasa Arab di jenjang pendidikan berikutnya. Rathomi menjelaskan bahwa imla' merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai sebelum siswa mampu menulis kalimat sempurna. Muslimin pun menegaskan bahwa penguasaan imla' menjadi prasyarat mutlak bagi penguasaan literasi Arab secara utuh.[1][2] Dengan demikian, penguasaan imla' tidak hanya menjadi tuntutan kurikulum, melainkan juga kebutuhan fundamental bagi keberlanjutan pembelajaran bahasa Arab siswa di masa mendatang.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara tuntutan kurikulum dengan kondisi aktual. Hasil observasi langsung yang telah peneliti lakukan di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo menemukan bahwa kemampuan imla' siswa kelas 7 masih perlu mendapatkan penguatan yang berarti. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, peneliti mengetahui bahwa sebagian besar siswa belum bisa menulis huruf hijaiyah dengan benar, baik secara lepas maupun bersambung. Kesalahan penempatan harakat seperti fathah, kasrah, dan dhammah masih sering terjadi, bahkan pada kata-kata sederhana. Guru juga mengakui bahwa selama ini kegiatan menulis lebih banyak dilakukan dengan cara menyalin teks dari papan tulis. Menurut Kuraedah, pendekatan seperti ini bersifat pasif karena siswa hanya berperan sebagai peniru, bukan sebagai pembelajar yang aktif menggali dan memahami sendiri aturan penulisan yang tepat.[3][4]
Selain itu, permasalahan ini menjadi semakin kompleks jika dikaitkan dengan profil siswa kelas 7 yang merupakan bagian dari generasi digital. Mereka tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sarat dengan stimulus visual yang disajikan secara dinamis melalui gawai dan berbagai platform media sosial.[5] Karakteristik ini jelas berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih akrab dengan bacaan tekstual dan penjelasan verbal dari pendidik. Syamsuddin mengingatkan bahwa ketidakselarasan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dengan gaya belajar siswa dapat mengakibatkan penurunan motivasi dan daya serap terhadap bahan ajar. Afif juga menyoroti dan menganjurkan seorang guru agar mampu dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran agar lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, mempertahankan metode konvensional tanpa melakukan inovasi dinilai bukan lagi pilihan yang bijak. Pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan karakteristik peserta didik menjadi keniscayaan.[6][7][8][9]
Suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif yang dapat diciptakan oleh seorang guru karena teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat sesungguhnya menyediakan beragam peluang tersebut.[5]Salah satu media pembelajaran yang cukup familiar, interaktif dan mudah digunakan adalah platform Canva. Menurut Ramadhan dan Anwar, Canva menawarkan kemudahan bagi pengguna dalam mendesain beragam materi pembelajaran, termasuk video.[10]Keunggulan Canva terletak pada fiturnya yang memungkinkan penggabungan teks, animasi, ilustrasi bergerak, dan rekaman suara secara terpadu dalam satu tayangan.[11]Dalam pembelajaran bahasa Arab, video dari Canva bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan kosakata baru, memperlihatkan struktur kalimat, dan menampilkan contoh tulisan Arab secara bertahap.Noho dkk. menambahkan bahwa pemanfaatan video dalam pembelajaran bahasa Arab memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk memutar ulang tayangan secara mandiri, tanpa sepenuhnya bergantung pada penjelasan guru di kelas.[12]Fitur ini dinilai sangat relevan untuk keterampilan yang bersifat prosedural seperti imla', yang memang memerlukan pengamatan cermat dan pengulangan yang intensif.[13][14]
Sejumlah kajian terdahulu telah menganalisis efektivitas media berbasis video dan Canva dalam konteks pembelajaran bahasa Arab. Rosyada dan kawan-kawan melaporkan temuan bahwa video interaktif memberikan kontribusi positif terhadap penguasaan keterampilan berbicara (maharah kalam) siswa di tingkat SMP.[15] Sementara itu, Mahmudah S. beserta timnya menemukan bahwa intervensi menggunakan Canva dalam pembelajaran maharah kitabah di lingkungan pondok pesantren berdampak pada peningkatan kompetensi imla' siswa.[16]Penelitian serupa juga dilakukan oleh Azizah dkk. yang menyimpulkan bahwa Canva efektif dalam menumbuhkan partisipasi aktif dan kreativitas siswa dalam kegiatan menulis Arab.[17] Meskipun hasil-hasil tersebut tergolong positif, ketiga studi tersebut masih memiliki sejumlah keterbatasan yang cukup signifikan. Penelitian Rosyada dkk., misalnya, tidak menyentuh aspek keterampilan menulis (kitabah) sama sekali, melainkan terfokus pada keterampilan berbicara (kalam). Adapun dua penelitian lainnya, yaitu Mahmudah S. dkk. dan Azizah dkk., dilakukan di lingkungan pesantren yang memiliki karakteristik siswa, pola manajemen waktu, serta konteks sosio-kultural yang sangat berbeda dengan sekolah formal di tingkat SMP. Lebih lanjut, kedua studi tersebut juga belum secara spesifik mengeksplorasi fitur video dari Canva sebagai media pembelajaran, melainkan lebih pada pemanfaatan Canva secara umum. Dengan demikian, kajian terdahulu belum secara spesifik membahas penggunaan video interaktif berbasis Canva untuk meningkatkan kemampuan imla' siswa di tingkat SMP, sehinggan memerlukan penelitian yang secara khusus menganalisis pengaruh video interaktif berbasis Canva terhadap peningkatan kemampuan imla' siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo.[18][19][20] Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis serta mengetahui seberapa besar pengaruh tersebut secara empiris. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menambah khazanah keilmuan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran bahasa Arab berbasis audiovisual. Bagi para pengajar dan pengelolah sekolah dapat menjadikan temuan ini sebagai bahan pertimbangan dan masukan serta dapat dimanfaatkan untuk dijadikan bahan literasi, sedangkan untuk peneliti lain yang tertarik untuk mengembangkan kajian serupa pada masa mendatang, temuan ini juga bisa dimanfaatkan.
Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen untuk menguji pengaruh video interaktif berbasis Canva terhadap peningkatan kemampuan imla' siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo.[21] Peneliti menggunakan desain one group pretest posttest, yaitu rancangan dimana hanya satu kelompok yang terlibat dalam penelitian tersebut, di mana pengukuran pertama (pretest) dilakukan sebelum intervensi, kemudian intervensi diberikan, dan setelah itu dilakukan pengukuran kedua (posttest) untuk mendeteksi perubahan yang terjadi.[22]
Penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 30 siswa. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan kesamaan tingkat kompetensi awal, ketersediaan akses terhadap fasilitas pendukung, serta kesesuaian jadwal pembelajaran dengan durasi intervensi yang telah ditentukan.[23]
Dalam penelitian ini ada dua varaibel utama, yaitu:
1. Variabel bebas (independen): Dalam pembelajaran bahasa Arab menggunakan video interaktif berbasis canva.
2. Variabel terikat (dependen): Melalui tes tulis pada saat pretest dan posttest peneliti dapat mengukur kemampuan imla’ siswa.
Penelitian ini menggunakan Instrumen berupa tes tulis berbentuk soal uraian terbatas yang disusun berdasarkan indikator pencapaian pembelajaran menulis Arab (maharah kitabah). Soal-soal dalam instrumen ini mencakup lima aspek utama, yaitu:
1. Menyebutkan mufrodat secara tertulis: Siswa diminta menulis mufrodat atau kosakata bahasa Arab berdasarkan gambar yang telah ditampilkan di video, terdiri dari 5 kosakata benda-benda dan 5 kosakata tempat-tempat di sekolah.
2. Melengkapi kata yang hilang dalam sebuah kalimat: Siswa diminta mengisi bagian kalimat berbahasa Arab yang kosong dengan kata yang tepat dan sesuai.
3. Menyusun dan menyempurnakan kalimat acak: Siswa diminta menyusun dan myempurnakan kata-kata yang tersusun secara acak menjadi kalimat bahasa Arab menjadi kalimat yang utuh dan benar.
4. Menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Siswa diminta menerjemahkan kalimat bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.
5. Menerjemahkan ke dalam bahasa Arab: Siswa diminta menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab.
Sebelum digunakan, instrumen terlebih dahulu divalidasi oleh dosen ahli bahasa Arab dan praktisi (guru mata pelajaran) untuk memastikan kesesuaiannya dengan tingkat kemampuan siswa kelas VII. Hasil validasi instrumen disajikan pada berikut:
Tabel 1. Kisi-Kisi dan Hasil Validasi Instrumen Tes Kemampuan Imla' (Maharah Kitabah)
Keterangan Tabel:
a. Validitas Isi: Dinilai oleh dosen ahli bahasa Arab dan guru mata pelajaran berdasarkan kesesuaian soal dengan indikator, tingkat kesulitan, dan kejelasan redaksi.
b. Kriteria Kelayakan: Soal dinyatakan layak jika memenuhi aspek kesesuaian dengan indikator, ketepatan bahasa, dan keterbacaan bagi siswa kelas 7.
c. Jumlah Butir: Setiap aspek terdiri dari 5 butir soal, kecuali untuk soal pertama terdapat 10 butir soal sehingga total keseluruhan butir soal adalah 30.
Setiap butir soal diberi skor dengan ketentuan sebagai berikut:
• Skor 4 = Sangat tepat
• Skor 3 = Tepat
• Skor 2 = Cukup tepat
• Skor 1 = Kurang tepat
• Skor 0 = Tidak menjawab / salah total
Skor maksimal keseluruhan adalah 100 (setelah dikonversi dari skor mentah). Instrumen telah melalui proses validasi isi oleh dosen ahli bahasa Arab serta praktisi (guru mata pelajaran) dan dinyatakan layak digunakan dalam penelitian.Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu empat hari dengan alur sebagai berikut:
1. Hari Pertama: Pengenalan Media Canva dan Mufrodat
Pada hari pertama, kegiatan pembelajaran difokuskan untuk pengenalan media pembelajaran yang akan dipakai, yakni video interaktif berbasis Canva. Guru menyampaikan kepada siswa mengenai tujuan pemakaian media tersebut dan bagaimana cara mengoperasikannya. Kemudian, siswa dikenalkan dengan mufrodat atau kosakata bahasa Arab dasar dengan menampilakn video interaktif berbasus Canva yang akan menjadi materi selama intervensi berlangsung. Langkah awal ini dilakukan agar siswa lebih siap sebelum memasuki tahapan penelitian berikutnya.
2. Hari Kedua: Pretest
Pada hari kedua, untuk mengetauhi dan mengukur kemampuan menulis siswa, maka peneliti melaksanakan pretest atau set awal sebelum diberikan intervensi. Pretest dilaksanakan dengan alokasi waktu 60 menit menggunakan instrumen yang telah disusun. Peneliti meminta siswa untuk mengerjakan soal secara individu tanpa bantuan dari siapa pun. Hasil pretest ini kemudian dicatat sebagai data awal (O₁) yang akan menjadi pembanding dengan hasil posttest.
3. Hari Ketiga: Intervensi (Pembelajaran dengan Video Canva Secara Keseluruhan)
Pada hari ketiga, materi secara keseluruhan disampaikan oleh guru kepada siswa melalui tampilan video interaktif berbasis Canva. Adapun materi yang disampaikan meliputi lima aspek kemampuan imla', yaitu: pengenalan dan penulisan mufrodat, cara mengisi bagian kalimat bahasa Arab yang hilang, cara menyempurnakan kata yang acak menjadi kalimat yang benar dan tepat, cara menerjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, dan sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab.Setiap siswa menyaksikan tayangan video secara klasikal, kemudian guru memandu siswa dalam melakukan latihan tertulis. Kesempatan bertanya dan berdiskusi kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami. Durasi intervensi pada hari ketiga adalah 2 × 40 menit.
4. Hari Keempat: Posttest
Pada hari keempat, dilaksanakan posttest atau tes akhir untuk mengukur kemampuan imla' siswa setelah diberikan intervensi. Posttest dilaksanakan dengan alokasi waktu 60 menit menggunakan instrumen yang sama dengan pretest. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal secara mandiri tanpa bantuan dari siapa pun. Hasil posttest ini kemudian dicatat sebagai data akhir (O₂) dan dibandingkan dengan hasil pretest untuk melihat perubahan yang terjadi setelah pemberian intervensi.
Teknik analisis data yaitu setelah seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20 for windows.
1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan data hasil pretest dan posttest siswa. Data yang disajikan meliputi nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai maksimum, nilai minimum, dan jumlah siswa (n). Statistik deskriptif ini berfungsi untuk memberikan gambaran awal tentang kemampuan imla' siswa sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa video interaktif berbasis Canva.
2. Uji Prasyarat (Uji Normalitas)
Sebelum peneliti melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu peneliti melakukan uji prasyarat berupa uji normalitas terhadap data pretest dan posttest. Tujuan dari uji normalitas yaitu untuk mengetahui data yang diperoleh berdistribusi normal, sehingga dapat ditentukan jenis uji statistik yang akan digunakan (parametrik atau non-parametrik) [24]. Peneliti menggunakan Shapiro-Wilk dalam uji normalitas karena jumlah sampel dalam penelitian ini kurang dari 50 (n=30). Data dianggap berdistribusi normal apabila nilai signifikansi (p) > 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%.
3. Uji Hipotesis (Paired Sample T-Test)
Setelah syarat normalitas terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis dengan menggunakan uji-t berpasangan. Uji ini dipilih karena data berasal dari subjek yang sama dan diukur pada dua kondisi yang berbeda (pretest dan posttest).
Hipotesis yang diajukan adalah:
• H₀: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest kemampuan imla' siswa.
• Hₐ: Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest kemampuan imla' siswa. Kriteria pengambilan keputusan adalah:
• Jika nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05, maka H₀ ditolak (berarti terdapat pengaruh yang signifikan).
• Jika nilai signifikansi (2-tailed) ≥ 0,05, maka H₀ diterima (berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan).
4. Uji N-Gain
Untuk mengetahui besaran peningkatan yang terjadi antara pretest dan posttest, dilakukan perhitungan N-Gain (Normalized Gain) dengan rumus: N-Gain = (Skor Posttest - Skor Pretest) / (Skor Maksimal - Skor Pretest). Hasil N-Gain kemudian diinterpretasikan dengan kategori sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Interpretasi Kaegori N-Gain
Kategorisasi ini digunakan untuk menafsirkan seberapa efektif intervensi video interaktif berbasis Canva dalam meningkatkan kemampuan imla' siswa.[24]
Peneliti melaksanakan penelitian ini di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo dengan melibatkan 30 siswa kelas 7 sebagai sampel. Pelaksanaan penelitian mengikuti prosedur yang telah dirancang, dimulai dari pengenalan media pada hari pertama, pretest pada hari kedua, intervensi dengan video Canva secara keseluruhan pada hari ketiga, dan posttest pada hari keempat untuk mengukur kemampuan imla' siswa.
1. Deskripsi Data Hasil Pretest dan Posttest
Berdasarkan data hasil penilaian pretest dan posttest yang telah terkumpul, diperoleh skor masing-masing siswa sebagai berikut:
Tabel 3. Data Nilai Pretest dan Posttest Siswa Kelas 7
Berdasarkan temuan dari analisis statistik deskriptif, terlihat bahwa terjadi kenaikan pada nilai rata-rata maharah kitabah (imla') peserta didik apabila dibandingkan antara kondisi sebelum perlakuan (pretest) dengan kondisi setelah perlakuan diberikan (posttest). Seluruh data secara lengkap ditampilkan pada tabel di bawah ini:
Tabel 4. Statistik Deskriptif Pretest dan Posttest
Berdasarkan tabel di atas, skor rata-rata pretest siswa adalah 24,00 dengan standar deviasi 25,704 dan standar error mean 4,693. Setelah diberikan pembelajaran menggunakan video interaktif Canva, skor rata-rata posttest meningkat menjadi 63,33 dengan standar deviasi 40,416 dan standar error mean 7,379. Peningkatan skor rata-rata ini mencapai 39,33 poin. Berikut ini adalah histogram penilaian pretest:
Gambar 1. Histogram Penilaian Pretest
Berdasarkan data pretest, skor siswa terkonsentrasi pada rentang nilai yang sangat rendah. Dari 30 siswa, sebanyak 10 siswa memperoleh skor 0. Jika dikelompokkan berdasarkan rentang nilai, diperoleh distribusi frekuensi sebagai berikut:
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Skor Pretest
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas, terlihat bahwa sebanyak 18 siswa (60%) berada pada rentang nilai 0-20, 6 siswa (20%) pada rentang 21-40, 5 siswa (17%) pada rentang 41-60, dan hanya 1 siswa (3%) yang berada pada rentang 81-100. Tidak ada satupun siswa yang berada pada rentang 61-80. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebelum diberikan intervensi, kemampuan imla' siswa secara umum berada pada kategori sangat rendah hingga rendah. Mayoritas siswa belum mampu menulis mufrodat, melengkapi kalimat, menyusun kalimat acak, maupun menerjemahkan kalimat dengan benar. Kondisi ini mengonfirmasi bahwa maharah kitabah khususnya imla' memang menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dan metode pembelajaran sebelumnya belum mampu mengangkat kemampuan mereka secara optimal. Berikut ini adalah histrogram penilaian postest:
Gambar 2. Histogram Penilaian Posttest
Berbeda dengan data pretest, sebaran data posttest menunjukkan pergeseran yang sangat signifikan ke arah skor tinggi. Dari 30 siswa, sebanyak 17 siswa berhasil mencapai skor 100. Jika dikelompokkan berdasarkan rentang nilai, diperoleh distribusi frekuensi sebagai berikut:
Tabel 6. Distribusi Frekuensi Skor Posttest
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas, terlihat bahwa sebanyak 18 siswa (60%) berada pada rentang 81-100, 2 siswa (7%) pada rentang 61-80, 2 siswa (7%) pada rentang 41-60, 3 siswa (10%) pada rentang 21-40, dan 5 siswa (16%) masih berada pada rentang 0-20. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan intervensi berupa video interaktif Canva, kemampuan imla' siswa mengalami peningkatan yang signifikan dan merata. Sebagian besar siswa berhasil mencapai skor tinggi, dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa media video Canva efektif dalam peningkatan kemampuan imla' siswa secara keseluruhan.
2. Analisis Peningkatan per Aspek Instrumen
Berdasarkan lima aspek instrumen yang telah diujikan, diperoleh peningkatan nilai rata-rata pada setiap aspek sebagai berikut:
Tabel 7. Peningkatan Nilai Rata-Rata per Aspek Instrumen
Data yang ditujukkan pada tabel di atas diketahui bahwa seluruh aspek kemampuan imla' siswa mengalami peningkatan setelah diberikan intervensi berupa video interaktif berbasis Canva. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek melengkapi kata yang hilang dalam kalimat, dengan peningkatan sebesar 8,60 poin.
3. Uji Prasyarat Analisis
Sebelum pengujian hipotesis dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas pada data dengan tujuan untuk menetapkan metode statistik yang akan dipakai. Uji normalitas tersebut diterapkan pada data pretest dan posttest dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, mengingat ukuran sampel yang kurang dari 50 (n=30).[25] Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk data pretest yaitu 0,078, sementara untuk data posttest sebesar 0,092. Karena kedua angka tersebut lebih tinggi dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan terjaminnya asumsi normalitas, uji statistik parametrik dapat dilanjutkan, yaitu menggunakan paired sample t-test.[26]
4. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah diberikan perlakuan. Hipotesis yang diajukan adalah:
• H₀ : Tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest
• Hₐ : Terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest Kriteria pengujian: H₀ ditolak jika nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05.[27]
Tabel 8. Peningkatan Nilai Rata-Rata per Aspek Instrumen
Tabel korelasi di atas menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,739 dengan nilai signifikansi 0,000. Angka korelasi 0,739 ini masuk dalam kategori hubungan yang kuat dan positif. Artinya, secara umum, siswa yang memiliki skor pretest lebih tinggi cenderung juga memiliki skor posttest lebih tinggi, dan begitu pula sebaliknya.
Tabel 9. Uji Sampel Berpasangan
Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar -7,820 dengan derajat kebebasan (df) 29 dan nilai signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka H₀ ditolak.[28] Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest kemampuan imla' siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo.
5. Uji N-Gain Ternormalisasi
Untuk mengetahui besarnya peningkatan kemampuan imla' siswa, dilakukan perhitungan gain ternormalisasi (N-Gain). Hasil perhitungan menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,52 yang termasuk dalam kategori sedang.[29] Peningkatan ini menunjukkan bahwa intervensi berupa video interaktif Canva memberikan dampak yang cukup berarti terhadap kemampuan menulis bahasa Arab siswa.
Penelitian ini dirancang khusus untuk menganalisis seberapa besar peran video interaktif berbasis Canva terhadap peningkatan kemampuan imla' siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diketahui bahwa kemampuan menulis bahasa Arab (imla') siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah mereka mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan media video Canva. Temuan ini mengindikasikan bahwa video interaktif terbukti efektif apabila digunakan dalam pembelajaran maharah kitabah, khususnya pada aspek imla'.
Adanya kenaikan nilai rata-rata dari 24,00 pada tahap pretest menjadi 63,33 pada tahap posttest memperlihatkan bahwa para peserta didik mengalami kemajuan yang cukup signifikan dalam keterampilan menulis bahasa Arab. Pada tahap sebelum perlakuan diberikan, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis mufrodat, melengkapi kalimat, menyusun kalimat acak, serta menerjemahkan kalimat. Hal ini terlihat dari masih banyaknya siswa yang memperoleh skor pretest di bawah 30, bahkan beberapa siswa memperoleh skor 0. Akan tetapi, setelah para siswa mengikuti proses pembelajaran dengan memanfaatkan video Canva, kemampuan mereka dalam berbagai aspek tersebut memperlihatkan kemajuan yang cukup jelas dan berarti. Sebanyak 17 dari 30 siswa berhasil mencapai skor posttest sempurna (100), sementara 1 siswa lainnya masih memerlukan bimbingan dan penguatan lebih lanjut karena belum mencapai ketuntasan minimal
Efektivitas video Canva dalam upaya peningkatan imla' dapat diuraikan melalui beberapa faktor penyebab.
Faktor pertama yaitu video Canva menyuguhkan materi secara visual dan dinamis dengan memadukan elemen teks, gambar, animasi, serta audio. Kondisi ini membantu peserta didik dalam memahami bentuk mufrodat, cara penulisan, serta struktur kalimat secara lebih jelas. Para siswa dapat mengamati secara langsung proses penulisan kosakata atau mufrodat secara bertahap melalui tampilan animasi, sehingga mempermudah mereka dalam meniru sekaligus mempraktikkannya. Hal ini menjelaskan mengapa aspek melengkapi kata yang hilang dalam kalimat dan menyebutkan mufrodat mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan aspek lainnya.
Faktor kedua adalah video Canva memungkinkan penyajian materi secara sistematis dan berjenjang. Dalam penelitian ini, video dirancang secara sistematik, dimulai dari tahap pengenalan mufrodat hingga pada tahap penyusunan kalimat dan penerjemahan. Adanya struktur yang jelas tersebut dapat membantu siswa membangun pemahaman secara bertahap tanpa mengalami rasa terbebani dan kesulitan dalam pembelajaran kitabah.
Faktor ketiga adalah pemanfaatan media video ini selaras dengan karakteristik siswa generasi digital yang telah terbiasa mengakses konten audiovisual. Siswa lebih antusias dan termotivasi ketika materi disajikan dalam format yang menarik dan interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan siswa lebih fokus serta tidak mudah bosan.
Penelitian ini juga memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa media berbasis video dan Canva memberikan dampak positif terhadap pembelajaran bahasa Arab. Hasil ini menunjukkan bahwa format video yang dihasilkan dari Canva efektif untuk meningkatkan imla' dalam konteks sekolah formal tingkat SMP, sekaligus menjawab celah ilmiah yang selama ini belum banyak dieksplorasi. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa guru bahasa Arab dapat memanfaatkan video interaktif Canva sebagai alternatif media pembelajaran yang menarik dan mudah dikembangkan.
Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data yang telah dilaksanakan mengenai pengaruh video interaktif berbasis Canva terhadap peningkatan kemampuan imla' siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan kategori efektivitas sedang (N-Gain
= 0,52). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t sampel berpasangan yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Peningkatan skor rata-rata siswa dari 24,00 pada pretest menjadi 63,33 pada posttest, serta peningkatan pada seluruh aspek instrumen kitabah meliputi: mufrodat, melengkapi kalimat, menyusun kalimat acak, dan menerjemahkan kalimat. Maka dari hal tersebut semakin memperkuat kesimpulan bahwa media video interaktif berbasis Canva efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan imla'.
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, yang telah memberikan dukungan dan fasilitas selama proses penelitian berlangsung. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (MIOSI) yang telah memberikan izin dan kerja sama selama penelitian dilakukan.
Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, para guru, staf, serta siswa-siswi kelas 7 yang telah berpartisipasi dan membantu kelancaran penelitian. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab ke depan.
T. Publishing and T. H. Cipta, “Pembelajaran keterampilan bahasa Arab: Teori dan aplikasi,” Saepudin, M. Pd., penulis; Muchlasin, editor; Alazuka, desain cover; Aep SH, desain isi. Cetakan I, April 2012. ISBN. Penerbit: CV. Orbittrust Corp.
M. A. A. ’Abbas, Al-I’rab Al-Muyassar.pdf.
Sa’id K. Al-Faqi, Kullu Qawa‘idi an-Nahwi ‘Ala Syakli Su’alin wa Jawab.pdf.
F. Mubarok and F. M. Ammar, “Application of Froggy Jump interactive media in motivation of students to writing Arabic in Arabic language learning [Penerapan media interaktif Froggy Jump dalam motivasi menulis bahasa Arab siswa pada pembelajaran bahasa Arab],” pp. 1–7.
N. N. Amalia and F. M. Ammar, “Trends in Arabic language learning using interactive applications at the secondary school level: Systematic literature review [Tren pembelajaran bahasa Arab menggunakan aplikasi interaktif di tingkat sekolah menengah: Systematic literature review],” pp. 1–7.
P. B. Arab, “Pembelajaran keterampilan menulis (Maharah al-Kitabah) dalam bahasa Arab,” Loghat Arabi: Jurnal Bahasa Arab & Pendidikan Bahasa Arab, vol. 1, no. 2, pp. 22–34, 2020.
A. Rathomi, “Maharah Kitabah dalam pembelajaran bahasa Arab,” vol. 1, pp. 1–8, 2020.
M. Muslimin, “Pembelajaran Maharah Al-Kitabah pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bima,” vol. 5, no. 2, pp. 17–29, 2021.
L. Triastuti, I. Negeri, S. Utara, and Y. P. I. Al-Munawwarah, “Urgensi Maharah Kitabah (keterampilan menulis) dalam pembelajaran kaligrafi Al-Qur’an,” SATHAR, vol. 2, no. 1, 2024, doi: 10.59548/js.v2i1.143.
S. A. Z. B. Said and K. Hikmah, “Analysis of Maharah Istima’ wal Kitabah in the Al-Lughatu Al-Arabiyyah textbook based on Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan’s theory,” pp. 1–9, 2023. [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.21070/ups.2199
T. J. Pendidikan, V. No, M. A. Haq, U. Kiai, and A. Faqih, “Paradigma pembelajaran bahasa Arab (analisis kontrastif metode pembelajaran konvensional dan kontemporer),” Takuana, vol. 02, no. 1, pp. 63–75, 2023, doi: 10.56113/takuana.v2i1.71.
Sitti Kuraedah, “Aplikasi Maharah Kitabah dalam pembelajaran bahasa Arab,” Al-Ta’dib, vol. 8, no. 2, pp. 82–98, 2015.
N. Syamsuddin, “Bahasa Arab di era digital,” CV. Eurela Media Aksara, pp. 1–23, 2024.
N. Afif, “Pengajaran dan pembelajaran di era digital,” vol. 2, no. 01, pp. 117–129, 2019.
Moh. Zulkifli Paputungan, Chaterina Puteri Doni, Fira Sutira Damulawan, and Ceysi Yuliana Hasan, “Respon kognitif dan afektif siswa terhadap media pembelajaran berbasis Android,” Al-Kilmah, vol. 2, no. 2, pp. 37–48, 2023, doi: 10.58194/alkilmah.v2i2.1857.
M. D. Ramadhan and N. Anwar, “Optimalisasi Maharah menyimak melalui media Canva di MA Darul Fikri Sidoarjo,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 9, no. 3, pp. 1–6, 2024. [Online]. Available: https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/download/18566/8004
Sintia S. Noho, Ibnu Rawandhy N. Hula, Muhammad Nur Iman, and Abdul Yaumil Achir Akub, “Pemanfaatan aplikasi Canva dan KineMaster sebagai media pembelajaran bahasa Arab,” Al-Kilmah, vol. 2, no. 2, pp. 1–12, 2023, doi: 10.58194/alkilmah.v2i2.1377.
P. Hunaeda and H. Rahmat, “Cordova Journal: Language and Culture Studies,” vol. 14, no. 1, pp. 40–61, 2024.
S. M. S., A. Saat, M. J. Langkau, M. Huda, and U. Machmudah, “Arabic language learning design to optimize Maharah Kitabah (Imla’) through Canva media at Islamic Boarding School Nurul Qur’an Kraksaan Probolinggo,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 6, no. 3, pp. 2507–2518, 2024, doi: 10.31004/edukatif.v6i3.6872.
W. Azizah, N. A. Oktavia, and A. Mudinillah, “The use of the Canva application in the learning of Maharah Kitabah at the Islamic Boarding School Prof. Hamka Maninjau Class VII,” Scientific Journal of Science and Technology, vol. 1, no. 1, pp. 15–24, 2022, doi: 10.55849/scientechno.v1i1.2.
M. Waruwu, S. Natijatul, P. R. Utami, and E. Yanti, “Metode penelitian kuantitatif: Konsep, jenis, tahapan dan kelebihan,” vol. 10, pp. 917–932, 2025.
A. Sholihuddin, “Spinning-Wheel,” vol. 03, 2025, doi: 10.30762/alwasil.v3i1.5011.
R. A. Siroj et al., “Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran,” vol. 7, pp. 11279–11289, 2024.
U. Press, Buku Ajar Statistik Pendidikan.
M. Siswa, K. VIII, S. M. P. A. Buduran, M. D. Waliyuddin, M. Bahak, and U. By, “This investigation explores the efficacy of Arabic Scrambled Card Games in facilitating vocabulary mastery among eighth-grade students at Al-Fattah Buduran Middle School. Penerapan permainan kartu Arabic Scrambled terhadap penguasaan,” pp. 1–7.
P. Eksperimen, G. Pretest, P. Design, K. Kunci, P. Kooperatif, and G. Tournament, “Penggunaan model pembelajaran,” vol. 20, pp. 40–51, 2019.
B. Kritis and S. Dasar, “Jurnal Basicedu,” vol. 4, no. 4, 2020, doi: 10.31004/basicedu.v4i4.459.
H. Belajar, “Pengaruh model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan media video terhadap hasil belajar siswa,” Aprilia Rahmayani, vol. 04, pp. 59–62, 2019, doi: 10.26740/jp.v4n1.p59.
M. A. Al Muhandis and A. Riyadi, “Analisis efektivitas Customer First Quality First Approach pada Training Quality Dojo dengan metode quasi eksperimen One Group Pretest Posttest Design,” vol. 07, no. 02, pp. 98–106, 2023.