Wahyu Kurniawan (1), Najih Anwar (2)
General Background: Learning achievement is an important indicator of students’ academic development and can be associated with internal and external factors within the educational environment. Specific Background: Learning motivation and learning facilities are two factors considered relevant to students’ achievement, particularly in Arabic language learning at the elementary school level. Knowledge Gap: Previous studies have reported different findings regarding the relationships of learning motivation and learning facilities with learning achievement, indicating the need for further investigation in specific educational contexts. Aims: This study aimed to analyze the partial and simultaneous relationships of learning motivation and learning facilities with Arabic language achievement among students at SD Alam Ar-Rohmah Malang. Results: A quantitative associative approach was applied to 32 students of class VB using total sampling. Data were collected through questionnaires with a Likert scale and analyzed using multiple linear regression, t-test, F-test, and the coefficient of determination. The results showed significant positive relationships between learning motivation and Arabic language achievement, as indicated by t = 5.227 and Sig. = 0.000, and between learning facilities and achievement, with t = 2.962 and Sig. = 0.006. Simultaneously, both variables were significant, with F = 34.735 and Sig. = 0.000. The adjusted R² was 0.685, while learning motivation had the larger standardized coefficient. Novelty: This study examines these variables within the specific context of Arabic language learning at an Islamic elementary school. Implications: The findings indicate that attention to students’ motivation and the provision of adequate learning facilities are relevant considerations in supporting Arabic language achievement.
Key Findings Highlights
Higher learner motivation corresponded with stronger Arabic subject achievement.
Adequate classroom facilities showed a significant statistical relationship with academic attainment.
Motivation had the larger standardized coefficient, while both predictors jointly explained 68.5% of model variation.
Keywords : Learning Motivation, Learning Facilities, Arabic Language, Learning Achievement, Elementary Education
Pencapaian dari seorang siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan disekolah dapat dikatakan sebagai pencapaian prestasi belajar. Pencapaian prestasi belajar siswa dapat ditunjukkan dengan nilai yang diberikan oleh guru sesuai bidang studi yang ditempuh oleh siswa dapat dikatakan sebagai pencapaian dari nilai belajar siswa. Dalam aktivitas pembelajaran yang dilakukan siswa selalu berharap untuk mendapatkan nilai terbaik sesuai harapan siswa . Pencapaian hasil belajar siswa selama mengikuti proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dari pencapaian nilai yang diperoleh . Tidak keberhasilan siswa di sekolah tidak dipengaruhi oleh satu faktor. Sebaliknya, keberhasilan mereka secara keseluruhan dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Oleh karena itu, untuk meningkatkan prestasi belajar, Anda harus mengetahui dengan tepat apa yang mempengaruhi prestasi belajar. .
Faktor internal (dalam diri siswa) dan eksternal (di luar siswa) mempengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor-faktor ini menganggap penting untuk memberikan tingkat pencapaian maksimum yang diharapkan dari siswa. [3]. Faktor biologis muncul dari diri anak-anak, sementara keluarga, sekolah, komunitas, adalah faktor-faktor eksternal terhadap anak-anak. Beberapa hal yang dapat ditemukan dalam diri siswa (atau faktor intern) antara lain: kemampuan, kecerdasan, bakat, minat, serta motivasi.
Sedangkan faktor yang berasal dari luar siswa adalah (faktor ekstern) yaitu keadaan keluarga, keadaan sekolah, fasilitas belajar di sekolah dan lingkungan masyarakat . Dalam penelitian ini fokus pada faktor motivasi siswa dan fasilitas belajar yang mempengaruhi pretasi belajar siswa. Motivasi belajar adalah salah satu faktor yang turut menentukan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa [5]. Siswa akan belajar dengan baik jika mereka memiliki motivasi belajar mereka sendiri. Jika siswa sangat bersemangat, mereka akan belajar dengan sungguh-sungguh. . Motivasi belajar adalah semua daya penggerak yang ada di dalam diri siswa untuk mendorong kegiatan belajar dan memastikan bahwa kegiatan belajar terus berlanjut dan bahwa tujuan belajar yang diinginkan dapat dicapai. .
Hasil penelitian , , , , , dan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dengan pencapaian prestasi belajar. Jadi dengan kata lain, pretasi belajar siswa akan meningkat seiring dengan peningkatan motivasi belajar mereka. Namun, temuan yang berbeda ditemukan dalam penelitian [14] dan [15], yang menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh antara motivasi belajar siswa dengan pencapaian prestasi belajar. Dalam menentukan variabel motivasi siswa yang mempengaruhi pencapaian akademik siswa, ada perbedaan hasil penelitian, atau gap penelitian
Selanjutnya, fasilitas belajar siswa memengaruhi hasil belajar mereka [13]. Kelengkapan fasilitas belajar membantu kegiatan belajar mengajar siswa dan harus dipenuhi dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan. Pembelajaran akan lebih mudah jika fasilitasnya lebih lengkap [16]. Siswa mengharapkan perubahan, seperti siswa menjadi lebih bersemangat untuk belajar, ketika mereka memiliki fasilitas belajar yang lengkap. Sekolah yang efektif juga harus memiliki fasilitas belajar yang lengkap dan memadai. Berbagai sumber daya adalah proses pembelajaran yang efektif. Bantuan belajar dapat mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu. .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap pretasi belajar siswa [18], [10], [11], [19], dan [13], yang berarti bahwa semakin lengkap fasilitas belajar siswa, semakin tinggi pretasi belajar mereka. Namun, temuan yang berbeda ditemukan dalam penelitian [20], [8] [12], [21], dan [22], yang menemukan bahwa fasilitas belajar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pretasi belajar. Dalam menentukan variabel fasilitas belajar yang mempengaruhi pencapaian akademik siswa, ada variasi dalam hasil penelitian, juga dikenal sebagai gap penelitian.
Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena subjeknya dan lokasinya. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian juga berbeda. Penelitian ini berfokus pada pengaruh motivasi siswa dan fasilitas belajar terhadap pretasi belajar siswa pada sekolah yang berbasis sekolah Islam, bukan hanya satu.
Salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar yang berbasis Islam, termasuk SD Alam Ar-Rohmah, adalah bahasa Arab. Guru mengajar siswa untuk menjadi mahir dalam membaca, menulis, menyimak, dan berbicara bahasa Arab. Untuk mencapai tujuan ini, siswa harus memiliki motivasi untuk belajar bahasa Arab. Hal ini sangat berdampak pada kemampuan siswa dalam belajar bahasa Arab [23].
SD Alam Ar-Rohmah berkomitmen untuk memikirkan bagaimana para siswa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan zaman mereka kelak dan mengeksplorasi potensi mereka. Menanamkan tauhid, adab-akhlak, dan pengetahuan harus dimulai dengan pemahaman Tauhid. SD Alam Ar-Rohmah di Malang memiliki fasilitas belajar seperti ruang kelas permanen dan sistem manajemen kurikulum Ulumuddin. Sekolah Dasar Alam Ar-Rohmah meluncurkan e-learning Salamah sebagai bagian dari fasilitas sekolah untuk memberi peserta didik lebih banyak kemudahan dan fokus pada pembelajaran online. Tujuan dari peluncuran e-learning Salamah adalah untuk memberi peserta didik lebih banyak kenyamanan dan fokus dalam pembelajaran online.
Berdasarkan latar belakang dan celah penelitian, fokus atau rumusan masalah penelitian adalah: 1) Bagaimana motivasi belajar dan fasilitas belajar berpengaruh secara parsial terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang; dan 2) Bagaimana motivasi belajar dan fasilitas belajar berpengaruh secara simultan terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang.
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian asosiatif, yang berarti menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih dan menggunakan model hubungan kausal sebab akibat [24]. Oleh karena itu, variabel independen (variabel yang mempengaruhi) adalah fasilitas belajar (X1) dan motivasi belajar (X2). Sementara itu, variabel dependen (variabel yang dipengaruhi) adalah hasil belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. SD Alam Ar-Rohmah Malang adalah pilihan penulis karena sekolah ini berlokasi di Jl. Jambu No.1, Semanding, Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65151, dan memiliki kurikulum khusus pendidikan agama Islam yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa.. Kurikulum yang dimiliki bernama Kurikulum Ulumuddin dengan didukung dengan fasilitas belajar yang memadai.
Penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas VB. Metode pengambilan sampel total, juga dikenal sebagai teknik sensus, menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian. Oleh karena itu, sampel terdiri dari 32 orang yang menjawab. Rekomendasi [25] menentukan jumlah sampel yang diambil, menyatakan, “Jika subjek diambil jika kurang dari 100, maka seluruh populasi yang digunakan sebagai sampel penelitian. Namun demikian apabila jumlah populasi melebihi dari jumlah 100 responden maka ketentuan yang digunakan yaitu jumlah sampel ditentukan sebanyak 10%-15% dan 25% sampai 25% tergantung dari kemampuan dari peneliti terkait dengan kondisi wilayah penelitian, kemampuan dana, waktu, dan tenaga yang dimiliki oleh peneliti.
Dalam kajian ini terdapat dua variabel yang digunakan, dimana variabel tersebut yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar (X1) dan fasilitas belajar (X2). Adapun untuk variabel terikatnya adalah prestasi belajar bahasa Arab di SD Alam Ar-Rohmah. Seseorang yang memiliki kemampuan untuk mendorong atau mendorong seseorang secara fisik dan mental untuk melakukan perubahan, seperti mengubah tingkah laku, sikap, keterampilan, kecakapan, dan kebiasaan, disebut motivasi belajar (X1). Fasilitas Belajar (X2), alat penunjang, terdiri dari sarana yang digunakan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar dan sarana yang digunakan secara tidak langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Alat penunjang ini membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran sekolah dengan membantu mereka belajar dengan lebih baik. Prestasi belajar Bahasa Arab di SD Alam Ar-Rohmah (Y) merupakan pencapaian dari nilai siswa dalam mengikuti pelajaran Bahasa Arab pada periode tertentu di SD Alam Ar-Rohmah, pencapaian nilai siswa tersebut dapat berwujud angka-angka atau symbol yang memiliki nilai. Hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh [26], untuk memungkinkan pengukuran variabel, diperlukan penjelasan tentang konsep operasional variabel dan parameter atau indikatornya. Variabel independen dan variabel dependen akan digunakan untuk menentukan indikator dan pengukuran variabel. Tabel berikut menunjukkan indikator variabel penelitian:
Tabel 1. Indikator Variabel
Penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yang berupa angka atau bilangan. Untuk menguji hipotesis yang telah dibuat, analisis statistik akan digunakan untuk mengolah data kuantitatif. Segala sesuatu yang dapat memberikan informasi tentang data disebut sumber data. Data disebut sebagai data primer dan data sekunder, tergantung pada sumbernya. Penulis menggunakan sumber data primer dan sekunder dalam penelitian ini. Menurut [24], data primer merupakan data yang secara langsung diperoleh oleh peneliti dari sumber utamanya. Dalam proses pengumpulan data primer menggunakan angket atau kuesioner yang diberikan secara langsung kepada siswa kelas VB SD Alam Ar-Rohmah mengisi kuesioner ini.
Penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yang berupa angka atau bilangan. Untuk menguji hipotesis yang telah dibuat, analisis statistik akan digunakan untuk mengolah data kuantitatif. Segala sesuatu yang dapat memberikan informasi tentang data disebut sumber data. Data disebut sebagai data primer dan data skunder, tergantung pada sumbernya [24]. Adapun pengukuran data penelitian menggunakan skala Likert yang dapat ditunjukkan dengan ketentuan yaitu jawaban Sangat Setuju (SS) diberi nilai 5, Setuju (S) diberi nilai 4, Netral (N) diberi nilai 3, Jawaban Tidak Setuju (TS) diberi nilai 2 dan Sangat Tidak Setuju (STS) diberi nilai 1.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan alasan yaitu penelitian ini melakukan kajian mengenai pengaruh variabel bebas dalam hal ini mengenai motivasi belajar dan fasilitas belajar dengan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa. Adapun persamaan regresi linier berganda dalam penelitian yaitu sebagai berikut:
Y = a+b1X1+b2X2 + e
Dimana:
Y = Variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa
a = Konstanta
b = Nilai regresi variabel bebas
X1 = Variabel independen motivasi belajar
X2 = Variabel independen fasilitas belajar
e = standart error
Ketentuan dalam pengujian hipotesis yaitu dapat diuraikan sebagai berikut:
Uji F dilakukan untuk menguji variabel bebas dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar dan fasilitas belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa
Nilai dari koefisien determinasi menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskaan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi simultan yang adalah hasil pengkuadratan koefisien korelasi membagikan kontribusi presentasi efek variabel bebas secara simultan yang terdiri asal variabel motivasi belajar (X₁) dan fasilitas belajar (X₂) terhadap Variabel terikat yaitu prestasi belajar Bahasa Arab di SD Alam Ar-Rohmah. Presentase nilai atau besarnya pengaruh variabel bebas terhadap terikat oleh koefisien determinasi simultan (Rsquard / R2).
Hasil statistik mengenai pengaruh motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang, dengan hasil penelitian yang telah diolah komputer melalui program SPSS dengan analisis regresi linier berganda (multiple regression) secara parsial dan simultan, secara lengkap dapat disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Analisis Regresi Berganda
Sumber: Data primer diolah, Tahun 2025
Perhitungan regresi linier berganda untuk memprediksi besarnya variabel terikat terhadap variabel bebas. Persamaan regresi yang digunakan yaitu sebagai berikut:
Y = 4,698 + 0,348X 1 + 0,325X 2
Berdasarkan Tabel 2, maka secara parsial masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang (Y). Dari persamaan garis regresi linier berganda, maka dapat diartikan bahwa: a = 4,698 merupakan nilai konstanta, yaitu estimasi prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang, jika variabel bebas yaitu motivasi belajar dan fasilitas belajar tidak ada atau nol maka terdapat prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang.
b1= 0,348 merupakan slope atau koefisien arah variabel motivasi belajar (X1) yang mempengaruhi prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang (Y), artinya variabel motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang, jika variabel lainnya dianggap konstan. Artinya bahwa dengan semakin meningkatnya motivasi belajar maka prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang akan mengalami peningkatan. b2= 0,325 merupakan slope atau koefisien arah variabel fasilitas belajar (X3) yang mempengaruhi prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang (Y), artinya variabel fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang, jika variabel lainnya dianggap konstan. Artinya bahwa dengan semakin baik fasilitas belajar maka prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang akan mengalami peningkatan.
Nilai Koefisien Determinasi (R 2 )
Dari hasil perhitungan analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent adalah besar, hal tersebut dapat dilihat pada nilai Adj. R. Square (R2) yaitu sebesar 0,685. Hasil nilai koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini dapat disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Nilai Koefisien Determinasi (R2)
Dengan demikian berarti bahwa model regresi yang digunakan mampu menjelaskan pengaruh variabel motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang sebesar 68,5%, sedangkan sisanya sebesar 31,5% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dari masing-masing variabel motivasi belajar dan fasilitas belajar hasilnya menunjukkan bahwa adanya korelasi berganda (R) sebesar 0,840. Angka tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil pengujian Hipotesis
Hasil Uji F
Untuk mengetahui apakah variabel independent secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependent atau tidak berpengaruh maka digunakan uji F (F-test), dengan membandingkan Fhitung dan FTabel pada taraf nyata 5% ( =0,05) atau perbandingan nilai signfikan F. Apabila Fhitung > FTabel atau nilai Sig.F < 0,05 berari Ho ditolak, sebaliknya Fhitung < FTabel atau nilai Sig.F > 0,05 berari Ho diterima. Berdasarkan hasil analisis maka hasil uji F dapat disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Hasil Uji F
Dari hasil analisis regresi berganda dengan menggunakan Df1 = 2 dan Df2 = 29 pada alpha sebesar 5% diperoleh F Tabel sebesar 1,450 sedangkan F hitungnya diperoleh sebesar 34,735 sehingga dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa Fhitung > FTabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Hasil Uji t
Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independent, yaitu variabel motivasi belajar dan fasilitas belajar berpengaruh secara parsial terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang, maka digunakan uji t (t- test) yaitu dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan tTabel, sedangkan nilai t Tabel pada alpha sebesar 5% dapat diperoleh angka sebesar 2,042 pada taraf nyata 5% ( =0,05) atau perbandingan nilai signfikan t. Di bawah disajikan hasil perbandingan antara nilai t hitung dengan t.
Tabel 5. Perbandingan Antara Nilai thitung Dengan tTabel
Hasil analisis secara parsial yang dapat diuraikan sebagai berikut: Pengaruh variabel motivasi belajar (X1) terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang (Y), dari hasil perhitungan parsial menunjukkan bahwa pada taraf nyata 5% ( =0,05) dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai Tabel sebesar 2,042. Dengan pengujian statistik diperoleh nilai t hitung sebesar 5,227, karena nilai thitung > t Tabel (5,227> 2,042) maka disimpulkan bahwa maka secara parsial variabel motivasi belajar (X1) berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Pengaruh variabel fasilitas belajar (X2) terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang (Y), dari hasil perhitungan parsial menunjukkan bahwa pada taraf nyata 5% ( =0,05) dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai Tabel sebesar 2,042. Dengan pengujian statistik diperoleh nilai t hitung sebesar 2,962, karena nilai thitung > t Tabel (2,962> 2,042) maka disimpulkan bahwa maka secara parsial variabel fasilitas belajar (X2) berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang.
Adapun untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat maka dapat diketahui dari hasil perbandingan koefisien regresi masing-masing variabel. Dengan menggunakan standardized Coeficient Beta mampu mengeliminasi perbedaan unit ukuran pada variabel independent (bebas) yang terdiri dari variabel motivasi belajar dan fasilitas belajar.
Tabel 6. Hasil Standardized Coeficient Beta
Sumber: Data Primer Diolah, Tahun 2025
Berdasarkan hasil koefisien regresi (b) masing-masing variabel motivasi belajar mempunyai pengaruh dominan terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Hal tersebut dikarenakan koefisien regresi (Standardized Coeffucients Beta) pada variabel tersebut mempunyai nilai terbesar jika dibandingkan dengan variabel motivasi belajar dan fasilitas belajar.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka pembahasan hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:
Pengaruh Motivasi belajar Terhadap Prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang
Hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Artinya bahwa dengan semakin tingginya motivasi belajar maka prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang juga akan mengalami peningkatan. Semakin tingginya motivasi belajar dapat ditunjukkan dengan memiliki hasrat dan keinginan untuk belajar bahasa Arab, memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar bahasa Arab, tekun menghadapi tugas bahasa Arab yang diberikan guru, selalu bersikap ulet menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa Arab dan merasakan adanya kegiatan menarik dalam belajar bahasa Arab dan senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal bahasa Arab.
Motivasi belajar yang dimilik oleh siswa-siswi dalam setiap kegiatan pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tertentu [25]. Siswa-siswi tersebut akan mememahami apa yang dipelajari dan dikuasai serta tersimpan dalam jangka waktu yang lama. Siswa menghargai apa yang telah dipelajari sehingga merasakan kegunaannya di dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi pula, artinya semakin tinggi motivasinya semakin intensitas usaha dan upaya yang dilakukan, maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya. Siswa melakukan usaha atau upaya untuk meningkatkan keberhasilan dalam belajar sehingga mencapai keberhasilan yang cukup memuaskan sebagaimana yang diharapkan. Disamping itu motivasi juga menopang upaya-upaya dan menjaga agar proses belajar siswa tetap jalan. Hal ini dijadikan siswa gigih dalam belajar.
[26] menyatakan prestasi belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan akan semakin berhasil pula pelajaran itu. [27] siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan lebih tekun, bersemangat, lebih tahan dan memiliki ambisi yang lebih tinggi dalam mencapai prestasi belajar yang lebih baik, dibandingkan dengan siswa yang kurang atau tidak memiliki motivasi belajar. mereka yang tidak memiliki motivasi belajar akan kelihatan kurang atau tidak bergairah dalam belajar maupun mengikui pembelajaran di kelas, tidak menaruh perhatian terhadap pelajaran yang dipelajari, apatis dan tidak berpartisipasi aktif dalam belajar. [28] mengungkapkan motivasi belajar siswa dapat menjadi lemah. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu prestasi belajar akan rendah. Oleh karena itu, mutu prestasi belajar pada siswa perlu diperkuat terus-menerus. Dengan tujuan agar siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, sehingga prestasi belajar yang diraihnya dapat optimal. [29] dalam penelitianya menyatakan bahwa pengaruh motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [30], [31], [32], [33], [34], [35] dan [36] menyatakan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar.
Pengaruh Fasilitas belajar Terhadap Prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang
Hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Artinya bahwa dengan semakin baiknya fasilitas belajar maka prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang juga akan mengalami peningkatan. Semakin baiknya fasilitas belajar dapat ditunjukkan dengan merasakan ruang atau tempat belajar di sekolah nyaman, merasakan pencahayaan dikelas memiliki kualitas pencahayaan yang baik, merasakan perabotan belajar yang lengkap dan mendapatkan perlengkapan belajar yang efisien.
Ketersediaan fasilitas belajar merupakan sarana dan prasarana pendidikan dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Hal ini sebagaimana disampaikan [37] yang menyatakan bahwa fasilitas dalam dunia pendidikan berarti segala sesuatu yang bersifat fisik maupun material yang dapat memudahkan terselenggaranya dalam proses belajar mengajar. Misalnya dengan tersedianya tempat perlengkapan belajar di kelas, alat peraga pengajaran, buku pelajaran, perpustakaan, berbagai perlengkapan pratikum laboratorium dan segala sesuatu yang dapat menunjang terlaksananya proses belajar mengajar.
Fasilitas belajar meliputi sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar baik bergerak maupun tidak bergerak agar tujuan pendidikan dapat berjalan lancar, teratur, efektif dan efisien. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, sedangkan prasarana pembelajaran meliputi semua komponen yang langsung menunjang jalannya proses pembelajaran disekolah. Fasilitas belajar merupakan sarana dan prasarana pembelajaran. Prasarana meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangan olah raga, ruang ibadah, ruang kesenian. Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, buku bacaan, alat dan media pembelajaran lainnya. Sarana pembelajaran yaitu semua peralatam serta kelengkapan yang digunakan dalam proses pembelajaran disekolah, sedangkan prasarana pembelajaran meliputi semua komponen yang langsung menunjang jalannya proses pembelajaran sekolah [38]. Fasilitas belajar merupakan salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa [39]. Hasil penelitian yang dilakukan oleh [40] [41] [42] [43] dan [44] menyatakan bahwa fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Artinya bahwa dengan semakin tingginya motivasi belajar maka prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang juga akan mengalami peningkatan. Hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang. Artinya bahwa dengan semakin baiknya fasilitas belajar maka prestasi belajar Bahasa Arab siswa di SD Alam Ar-Rohmah Malang juga akan mengalami peningkatan.
Ucapan Terima Kasih
Terimakasih sedalam-dalamnya kami tujukan kepada orangtua, isteri, keluarga, serta kepada Dosen Pembimbing kami, kepala sekolah SD Alam Ar-Rohmah beserta seluruh jajaran struktural dan guru, dan juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan artikel ilmiah ini.
F. D. Serin, “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik,” Journal on Education, vol. 6, no. 1, pp. 3908–3915, 2023.
V. Fitriyanti, “Pengaruh Implementasi Manajemen Peserta Didik Terhadap Prestasi Belajar di SMA Negeri 14 Kota Bandung,” UPI Repository, p. 1, 2020.
Salsabila and Puspitasari, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Pandawa: Jurnal Pendidikan dan Dakwah, vol. 2, no. 2, pp. 278–288, 2020.
M. I. N. Salim, P. S. Alyah, I. S. Asan, A. F. Rja, R. A. Ptra, and Y. Wirtomi, “Perkembangan Kognitif dan Kaitannya dengan Prestasi Siswa Kelas XII SMAN Pusaka I,” Prosiding Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, pp. 169–174, 2023.
S. Rahman, “Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar,” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, Nov. 2021.
Suparman, “Upaya Sekolah Dalam Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 7, no. 6, 2023.
D. F. Yeni, “Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa SMPN 1 X Koto Diatas,” Jurnal Promosi: Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, p. 133, 2022.
Novitasari, “Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Siswa terhadap Prestasi Belajar,” Jurnal EduTech, vol. 8, no. 2, 2022.
Salmiah, “Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Siswa terhadap Prestasi Belajar,” Perspektif Pendidikan dan Keguruan, vol. 12, no. 2, 2021.
K. Japar, “Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Siswa terhadap Prestasi Belajar,” Jurnal Mirai Management, vol. 8, no. 3, p. 181, 2023.
M. Maulina, “Pengaruh Kelengkapan Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi SMK PAB 2 Helvetia Medan T.A 2022/2023,” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, vol. 6, no. 2, 2023.
Sholeh, “Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa SMP Nurul Iman Parung Bogor Tahun Ajaran 2017/2018,” PEKOBIS Jurnal Pendidikan, Ekonomi dan Bisnis, vol. 3, no. 2, 2018.
N. S. Putri, “Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar serta Kepercayaan Diri terhadap Prestasi Belajar,” Student Research Journal, vol. 2, no. 5, 2024.
H. R. Jazari, “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi SMAN,” Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Untan, 2017.
N. F. Sari, “Dampak Kemandirian Belajar dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas 3 SD 1 Sadang,” Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Jurnal PGSD UNU NTB, vol. 3, no. 1, 2023.
N. Palupi et al., Peningkatan Literasi di Sekolah Dasar. Madiun: CV. Bayfa Cendekia Indonesia, 2022.
E. Mailani, “Analisis Kualitas Fasilitas Ruang Kelas dan Dampaknya Terhadap Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar,” Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, vol. 2, no. 2, 2024.
T. Utami, “Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar,” Jurnal Sekretari & Administrasi (Serasi), vol. 18, no. 2, pp. 13–23, 2020.
N. Islamiyah, “Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar serta Kepercayaan Diri terhadap Prestasi Belajar,” Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan, vol. 3, no. 1, 2019.
S. Jumiati, “Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Pembelajaran terhadap Prestasi Akademik Siswa,” Journal of Education Research, vol. 5, no. 2, 2024.
F. Fahriadi, M. N. Partha, and V. P. Rahayu, “Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 21 Samarinda,” Educational Studies: Conference Series, vol. 2, no. 1, pp. 150–163, 2022.
M. Sitompul and H. Banjarnahor, “Pengaruh Motivasi Belajar, Fasilitas Belajar dan Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Mahasiswa Prodi Akuntansi di Kota Batam,” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, vol. 9, no. 25, pp. 548–558, 2023.
S. Halimah, “Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Membacakan Naskah Berita Menggunakan Strategi Practice-Rehearsal Pairs,” Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial, vol. 3, no. 2, pp. 35–40, 2017.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
S. Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2016.
Burhan, Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010.
S. Jumiati, “Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Pembelajaran terhadap Prestasi Akademik Siswa,” Journal of Education Research, vol. 5, no. 2, pp. 23–39, 2024.
E. Mailani, “Analisis Kualitas Fasilitas Ruang Kelas dan Dampaknya Terhadap Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar,” Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, vol. 2, no. 2, pp. 44–49, 2024.
Novitasari, “Pengaruh Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS di UPTD SDN Wilayah I Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros,” Jurnal EduTech, vol. 8, no. 2, pp. 77–84, 2022.
N. S. Putri, “Pengaruh Motivasi Belajar, Fasilitas Belajar dan Kepercayaan Diri terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta,” Student Research Journal, vol. 2, no. 5, pp. 67–70, 2024.
T. Utami, “Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Kuliah Korespondensi Indonesia,” Jurnal Sekretari & Administrasi (Serasi), vol. 18, no. 2, pp. 13–23, 2020.
Sholeh, “Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa SMP Nurul Iman Parung Bogor Tahun Ajaran 2017/2018,” PEKOBIS Jurnal Pendidikan, Ekonomi dan Bisnis, vol. 3, no. 2, pp. 44–49, 2018.
M. Maulina, “Pengaruh Kelengkapan Fasilitas Belajar dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi SMK PAB 2 Helvetia Medan T.A 2022/2023,” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, vol. 6, no. 2, pp. 45–49, 2023.
N. Palupi and N. Aprida, Peningkatan Literasi di Sekolah Dasar. Madiun: CV. Bayfa Cendekia Indonesia, 2022.
S. Rahman, “Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar,” Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, vol. 5, no. 3, pp. 110–116, 2021.
Salmiah, “Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Bisnis di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Pekanbaru,” Perspektif Pendidikan dan Keguruan, vol. 11, no. 2, pp. 34–40, 2021.