Login
Section Elementary Education Method

Visual Media Development for Social Values in Primary Classrooms

Pengembangan Media Visual untuk Nilai Sosial di Kelas Dasar
Vol. 21 No. 2 (2026): May:

Khoirun Nisa (1), Feri Tirtoni (2)

(1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background: Pancasila education plays a crucial role in shaping elementary school students' character and social relationships. Specific Background: Teaching materials must be concrete and contextual to help students understand self-awareness, hobbies, and religious diversity in their daily lives. Knowledge Gap: While current curricula promote active learning, there is a need for interactive media to fully engage young learners in understanding these concepts instead of relying on verbal delivery. Aims: This study develops a poster-based learning module designed to visualize social concepts in a simple and engaging manner for the "Me and My Friends" lesson. Results: The resulting module successfully integrates illustrations, student activities, and collaborative projects focusing on hobbies and togetherness, featuring specific visual materials on physical differences and religious symbols. Novelty: The module offers a structured visual approach combining contextual observation with hands-on creative tasks, shifting instruction toward interactive participation. Implications: Utilizing this approach provides teachers with an interactive tool that fosters students' tolerance, cooperation, and self-confidence.


Highlights:




  • Poster modules simplify abstract concepts regarding religious diversity and personal hobbies.




  • Collaborative projects build cooperation and self-confidence among young learners.




  • Interactive tasks shift character education from verbal delivery to active participation.




Keywords: Visual Media, Poster Module, Character Education, Religious Diversity, Active Learning.

I. Deskripsi Produk

Pendidikan Pancasila merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter bangsa sejak usia dini. Pada jenjang sekolah dasar, peserta didik berada pada fase perkembangan awal yang sangat menentukan dalam pembentukan sikap sosial, emosional, dan moral [1]. Pada fase ini, anak mulai belajar mengenal dirinya sendiri, memahami orang lain, bekerja sama, serta membangun sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran Pendidikan Pancasila harus disajikan secara konkret, kontekstual, dan menyenangkan agar nilai-nilai yang diajarkan dapat benar-benar dipahami dan dihayati oleh peserta didik [2]. Materi “Aku dan Teman-temanku” dipilih karena sangat dekat dengan kehidupan nyata siswa. Melalui materi ini, siswa diajak untuk mengenal hobi diri sendiri, memahami perbedaan yang ada di antara teman-temannya, serta mengenal simbol-simbol keragaman agama sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Materi ini menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai toleransi, kerja sama, saling menghargai, dan persatuan sejak dini.

Sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, serta berpusat pada peserta didik. Pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi secara verbal, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna [3]. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah melalui pengembangan modul pembelajaran berbasis poster. Modul pembelajaran poster ini dirancangasebagai media visualayang menampilkanamateri pembelajaranadalam bentukagambar, simbol,awarna, dan pesanasingkat yang mudahadipahami oleh siswaasekolah dasar [4]. Posteradipilih karenaamemiliki keunggulanadalam menarik perhatian,amerangsang minat belajar, serta membantuasiswa mengingat konsep melaluiavisualisasi yang sederhana danakonkret [5]. Selain itu, penggunaan posterajuga mendorong siswa untuk aktif melalui kegiatan mengamati, berdiskusi, menggambar, menulis, dan mempresentasikan hasil karya mereka.

Modul ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar, tetapi juga sebagai media interaktif yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas pembelajaran [6]. Di dalam modul terdapat tujuan pembelajaran, materi bergambar, aktivitas siswa, proyek pembuatan poster, refleksi, serta evaluasi yang disusun secara sistematis. Dengan demikian, modul ini diharapkan mampu membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif dan membantu siswa dalam memahami materi secara utuh. Secara khusus, modul pembelajaran poster pada materi “Aku dan Teman-temanku” difokuskan pada tiga submateri utama, yaitu : Hobi, sebagai sarana mengenal minat dan potensi diri serta menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan minat antar teman [7]. Berbeda Tetap Bersama, sebagai penguatan nilai persatuan, kerja sama, dan sikap menerima perbedaan dalam kehidupan sosial [8]. Simbol Keragaman Agama, sebagai pengenalan awal terhadap keberagaman agama di Indonesia serta penanaman sikap toleransi antarumat beragama [9].

Setiap submateri dikembangkan dalam bentuk poster yang dilengkapi dengan pesan moral, aktivitas pembelajaran, pemantik diskusi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila [10]. Dengan pendekatan ini, modul diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus mendukung pencapaian karakter Profil Pelajar Pancasila.

II. Isi Produk

Berikut adalah aplikasi dan platform yang digunakan dalam proses pembuatan modul pembelajaran poster :

1. Canva untuk merancang poster dan layout modul.

2. Google Images & Pinterest sebagai sumber inspirasi ilustrasi bebas komersial.

3. PowerPoint / PDF Editor untuk menyusun modul menjadi dokumen siap cetak.

4. Foto Kamera / HP apabila siswa diminta membuat poster dan mengunggah hasilnya.

Berikut adalah komponen isi modul pembelajaran poster [11] :

1. Poster Submateri

Modul memuat tiga jenis poster sesuai dengan materi:

a. Poster “Macam-Macam Hobi” Berisi ilustrasi berbagai hobi anak seperti menggambar, membaca, bersepeda, hingga bermain musik, disertai pesan moral “Setiap anak punya hobi yang berbeda, dan kita harus saling menghargai.”

b. Poster “Berbeda Tetap Bersama” Berisi gambar anak-anak dengan perbedaan fisik, minat, dan latar belakang yang tetap bermain bersama. Pesan moral: “Perbedaan membuat kita unik. Kebersamaan membuat kita kuat.”

c. Poster “Simbol Keragaman Agama” Berisi gambar simbol-simbol tempat ibadah: masjid, gereja, pura, wihara, dan klenteng. Dilengkapi pesan: “Kita hidup rukun meskipun berbeda agama.”

2. Ayo Diskusi

Berupa pertanyaan pemantik berdasarkan setiap poster, seperti: Apa hobi kalian? Apa saja perbedaan yang kalian lihat pada teman? Apa nama tempat ibadah yang kalian ketahui? Komponen ini mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa.

3. Ayo Berlatih

Aktivitas siswa yang dirancang untuk memperdalam pemahaman seperti :

• Menuliskan dua hobinya sendiri.

• Menggambar hobi favorit.

• Menyebutkan tiga perbedaan dengan teman.

• Menghubungkan simbol agama dengan nama tempat ibadah.

4. Proyek Kreatif: “Ayo Membuat Poster!”

Bagian ini memuat kegiatan kolaboratif berupa pembuatan poster kelompok. Isi proyek:

• Tema: “Aku dan Teman-temanku: Berbeda Tapi Tetap Bersama”

• Langkah-langkah kegiatan proyek

• Rubrik penilaian (kreativitas, kerja sama, pesan moral, kerapian)

5. Penguatan Nilai Pancasila

Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kegiatan, seperti gotong royong, toleransi, saling menghargai, kerja sama. Penguatan diberikan dalam bentuk pesan reflektif atau contoh perilaku sehari-hari.

6. Refleksi Peserta Didik

Siswa menjawab pertanyaan seperti:

• Apa yang aku pelajari hari ini?

• Bagaimana aku bisa menghargai perbedaan teman?

• Apa hal baru tentang keragaman agama yang aku ketahui?

• Refleksi membantu siswa menginternalisasi nilai yang dipelajari.

7. Evaluasi Akhir

Berisi:

• 5 soal pilihan ganda

• Penilaian proyek kelompok

• Observasi sikap (kerja sama, toleransi, komunikatif)

Cara penggunaan modul pembelajaran poster [12] :

1. Guru melakukan beberapa langkah sebelum memulai pembelajaran : Mempelajari struktur modul, termasuk tujuan pembelajaran, poster materi, aktivitas, dan lembar evaluasi. Menyiapkan media, seperti poster yang telah dicetak, LCD proyektor, atau versi digital modul. Mempersiapkan alat tulis dan bahan gambar, misalnya kertas HVS, krayon, spidol, atau kertas karton untuk kegiatan proyek. Mengatur ruang kelas sehingga siswa dapat bekerja dalam kelompok lebih leluasa. Tahap ini memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan tertata dan efisien.

2. Guru memulai pembelajaran dengan:

Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari siswa: hobi mereka, teman di kelas, serta pengalaman hidup rukun di sekolah. Menampilkan poster submateri pertama (Hobi) sebagai pemantik diskusi. Tujuannya adalah membangun ketertarikan dan kesiapan siswa untuk belajar.

3. Tahap Kegiatan Inti, kegiatan inti menggunakan ketiga poster utama dalam modul:

a. Mengamati Poster

Guru menampilkan poster sesuai submateri:

• Poster “Macam-Macam Hobi”

• Poster “Berbeda Tetap Bersama”

• Poster “Simbol Keragaman Agama”

Siswa diminta mengamati gambar, warna, dan pesan moral pada poster.

b.Diskusi Terarah

Guru memberikan pertanyaan pemantik sesuai modul, seperti:

• “Apa hobi kalian?”

• “Apa saja perbedaan yang kalian miliki dengan teman?”

• “Tempat ibadah apa saja yang kalian ketahui?”

Diskusi membantu siswa mengembangkan kemampuan komunikasi, saling mendengarkan, serta keterampilan berpikir kritis.

c. Aktivitas Individu dan Kelompok

Setiap poster memiliki aktivitas yang berbeda, misalnya:

• Menulis dua hobi sendiri.

• Mengidentifikasi perbedaan dengan teman.

• Menghubungkan simbol agama dengan nama tempat ibadah.

Aktivitas ini menegaskan pemahaman siswa pada konsep yang disampaikan secara visual.

4. Tahap Proyek Kreatif: “Ayo Membuat Poster!”, guru membagi siswa dalam kelompok kecil (3–4 orang). Masing-masing kelompok membuat poster bertema: “Aku dan Teman-Temanku: Berbeda Tapi Tetap Bersama”

5. Tahap Presentasi dan Apresiasi, setiap kelompok mempresentasikan poster yang mereka buat, menjelaskan pesan moral yang ingin disampaikan, mendapatkan apresiasi dari guru dan teman berdasarkan kriteria kreativitas, kerja sama, dan kesesuaian pesan. Apresiasi membangun rasa percaya diri dan motivasi siswa [13].

6. Tahap Refleksi, di akhir pembelajaran, siswa mengisi lembar refleksi yang berisi: hal baru yang dipelajari, cara menghargai perbedaan di sekolah, hobi teman yang baru dikenali. Refleksi penting untuk membantu siswa mengevaluasi diri dan menginternalisasi nilai Pancasila [14].

7. Tahap Evaluasi, guru menggunakan: lembar penilaian proyek, kuis pilihan ganda, penilaian sikap selama diskusi dan bekerja kelompok. Evaluasi dilakukan secara holistik untuk menilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap [15].

Gambar 1. PosteraMacam-Macam Hobi

Gambar 2. Poster Berbeda Tetap Bersama

Gambar 3. Poster Keberagaman Agama

III. Simpulan

Modul pembelajaran poster pada materi "Aku dan Teman-temanku" dikembangkan untuk mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih aktif, menarik, dan kontekstual. Melalui pendekatan visual dan aktivitas kreatif, peserta didik dapat lebih mudah memahami konsep hobi, perbedaan, dan keragaman agama. Modul ini juga menguatkan nilai-nilai Pancasila terutama gotong royong, saling menghargai, dan toleransi. Diharapkan modul ini menjadi media pembelajaran yang bermanfaat dan dapat diterapkan baik dalam pembelajaran kelas maupun proyek kelompok.

References

Kemendikbud, Kurikulum Merdeka: Panduan Pembelajaran Pendidikan Pancasila. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.

A. Aminah, H. Hairida, and A. Hartoyo, “Penguatan pendidikan karakter peserta didik melalui pendekatan pembelajaran kontekstual di sekolah dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 5, pp. 8349–8358, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i5.3791.

F. Ardiansyah and T. Wijaya, “Implementasi model pembelajaran kontekstual pada siswa SD untuk meningkatkan keterampilan sosial dan akademik,” Jurnal Pendidikan Dasar, 2025.

D. M. Putri, D. Suryadi, and Y. Rahmawati, “Student engagement as a predictor of learning outcomes in 21st century classroom: A case study in Indonesian primary schools,” International Journal of Educational Research and Innovation, 2024.

S. Wahyuni and R. Hidayat, “The effectiveness of visual media on students’ concept retention in primary education,” Jurnal Pendidikan Dasar, 2024.

A. Rahman and L. Sumitra, “Implementing poster-based instruction to enhance student engagement in elementary classrooms,” Journal of Innovative Teaching and Learning, 2025.

A. Santoso and M. Pratiwi, “Interest-oriented learning to improve social sensitivity in early grades,” Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 2023.

J. P. Dwihana et al., “Implementasi pembelajaran kontekstual terhadap pengalaman nilai Pancasila pada siswa SD,” Jurnal Binagogik, 2025.

R. Musfirotun and S. T. Widodo, “Enhancing elementary students’ understanding of Pancasila values: Exploring an interactive learning tool,” International Journal of Elementary Education, 2025.

H. Widiani, “Pengembangan media komik digital berbasis contextual teaching learning pada proyek penguatan profil pelajar Pancasila,” Universitas Pendidikan Indonesia, 2024.

L. Hanim and I. A. Camelia, “Pengembangan modul poster pendidikan menggunakan aplikasi Picsart,” Jurnal Seni Rupa, 2023.

H. A. Nurfadilah et al., “Pengembangan modul pembelajaran desain poster bagi siswa,” Universitas Negeri Makassar, 2023.

Triana et al., “Meningkatkan minat belajar melalui pemberian apresiasi dan penguatan positif pada peserta didik di kelas IV UPT SPF SD Negeri Parang Tambung 1,” CJPE: Cokroaminoto Journal of Primary Education, 2024.

D. Qondias et al., “Refleksi nilai Pancasila dalam sikap dan perilaku siswa di lingkungan Sekolah Dasar Inpres Ngedubhaga,” Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa, 2025.

S. A. Fernanda et al., “Penerapan evaluasi autentik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar,” Jurnal Penelitian Nusantara, 2025.