<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Website-based Scratch Media Improves Cognitive Learning Outcomes in Science for Junior High School Students</article-title>
        <subtitle>Media Scratch Berbasis Website Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa SMP</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-a8ab64f7da4a79f40dc3254f1271060b" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Restu</surname>
            <given-names>Firda Dini</given-names>
          </name>
          <email>firdadini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-7ce5f1db0207cdc12d8381d37aea5c0f" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>abidin</surname>
            <given-names>Fityan izza noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-989ecfecbeee99ab8482dd16ca252959">
      <title>
        <bold id="bold-e4302b38898d7e7e08a125c3308befda">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Pendidikan merupakan salah satu bagian utama untuk membantu pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing dan cerdas di era globalisasi. Pendidikan berperan dalam pembentukan kepribadian, pengetahuan, dan spiritualitas anak. Pendidikan ini mempengaruhi dan mencerminkan perkembangan anak. Ciri-ciri tersebut berlaku ketika kita berinteraksi dengan lingkungan, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial [1]. Hal ini sejalan dengan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau sains yang bertujuan untuk mendidik dan memahami alam dan segala isinya. IPA mengajarkan tentang lingkungan sebagai objek pembelajaran langsung [2]. Pemahaman siswa terhadap pembelajaran IPA terjadi melalui pengalaman siswa dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA yang dialami siswa akan mempengaruhi hasil belajar kognitif [3].</p>
      <p id="_paragraph-5">Hasil belajar kognitif adalah pencapaian yang diperoleh siswa setelah melakukan upaya dalam belajar [4]. Keberhasilan hasil belajar kognitif terlihat dari sejauh mana siswa mampu memahami, menerapkan, dan menginternalisasi konsep-konsep yang diajarkan. Pembelajaran IPA memiliki penilaian dalam menentukan keberhasilan pada proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pembelajaran IPA membutuhkan penilaian reliabel untuk menganalisis proses pembelajaran dan mengukur keterampilan, sikap, serta pengetahuan yang diperoleh. Penilaian reliabel ini diperoleh dari pemecahan masalah yang dapat dianalisis melalui penilaian pengetahuan (kognitif) [5]. Hasil belajar dalam ranah kognitif berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam memahami, mengetahui, menghafal, membedakan, menganalisis, dan mengevaluasi. Proses pembelajaran dalam ranah kognitif melibatkan aktivitas mental untuk mengembangkan kemampuan berpikir, termasuk ide, tanggapan, dan nilai. Oleh karena itu, hasil belajar kognitif dalam ranah kognitif memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, karena berpikir dan mengingat adalah elemen penting dalam setiap pembelajaran. Hasil belajar kognitif siswa bisa bervariasi, dan perbedaan tersebut dipengaruhi oleh model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik. [6].</p>
      <p id="_paragraph-6">Model pembelajaran IPA memerlukan adanya kreasi atau kreativitas dalam kegiatan belajar sehingga menciptakan menarik dan menyenangkan serta mendapatkan hasil belajar kognitif yang maksimal. Hal ini sejalan dengan hasil pengamatan peneliti di SMP salah satu Sidoarjo pada mata pelajaran IPA di kelas VII, banyak siswa yang masih dibawah KKM, dengan nilai KKM yaitu 75. Hasil ulanagan harian yang diperoleh siswa kelas VII pada pelajaran IPA, dengan persentase sebesar 70% atau sejumlah 28 siswa dari 40 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM dan dengan persentase sebesar 30% atau sejumlah 12 siswa dari 40 siswa mendapatkan nilai di atas KKM. Guru IPA menyampaikan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan. Selama proses pembelajaran, guru menggunakan buku ajar siswa dan sesekali memanfaatkan PPT sebagai bahan utama. Hal tersebut menjadi salah satu faktor dalam mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa. Menurut Surachmad, proses belajar mengajar memerlukan metode yang tepat dan dukungan alat bantu untuk meningkatkan hasil belajar kognitif. Dengan demikian, agar hasil belajar kognitif siswa meningkat, perlu adanya dukungan dari alat bantu atau media pembelajaran [7].</p>
      <p id="_paragraph-7">Berdasarkan permasalahan tersebut, penggunaan media pembelajaran seperti gambar, video, atau alat peraga dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif bagi siswa [8]. Hal ini dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, sehingga mereka lebih bersemangat dalam belajar dan lebih mudah memahami materi. Media pembelajaran juga membuat guru untuk memvisualisasikan konsep-konsep abstrak yang mungkin sulit dimengerti melalui penjelasan lisan saja. Dengan bantuan media pembelajaran, konsep-konsep tersebut dapat dijelaskan dengan lebih konkret dan mudah dimengerti oleh siswa [9]. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-1">website</italic>, seperti Scratch adalah salah satu solusi yang efektif. Scratch menggunakan bahasa pemrograman visual, di mana pengguna dapat membuat proyek dengan memanfaatkan gambar. Pengguna cukup memilih gambar yang mewakili perintah tertentu, lalu melakukan sedikit pengaturan, dan menjalankan perintah tersebut agar komputer melakukan tindakan yang sesuai dengan gambar yang dipilih [10]. Media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-2">website</italic> Scratch menawarkan pendekatan interaktif dan kreatif dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPA dapat menjadi solusi. <italic id="_italic-3">Website</italic> Scratch ini mendukung pembelajaran melalui eksplorasi, eksperimen, dan pembuatan proyek yang relevan dengan konsep-konsep yang diajarkan di kelas. [11].</p>
      <p id="_paragraph-8">Penerapan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-4">website</italic> Scratch dalam konteks IPA menawarkan sejumlah keuntungan. Pertama, media ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan materi pembelajaran, sehingga mendorong pembelajaran aktif dan partisipatif. Kedua, dengan menggunakan Scratch, siswa dapat mengembangkan keterampilan kognitif mereka, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreativitas, yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran IPA [12]. Pada penilitian yang telah dilakukan oleh Sudarno [13] menghasikan adanya dampak penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini diperkuat dengan terdapat perbedaan rata-rata hasil <italic id="_italic-5">post-test</italic> antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai di kelas eksperimen lebih tinggi, yaitu 89,64, dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya mencapai 76,57. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Scratch berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas III dalam pembelajaran tematik di SDN 03 Madiun Lor.</p>
      <p id="_paragraph-9">Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-6">website</italic> Scratch dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-7">website</italic> scratch terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa SMP. Sebagai pembeda dari penelitian terdahulu, peneliti menggunakan <italic id="_italic-8">website</italic> Scratch sebagai media pembelajaran IPA pada SMP kelas VII dengan materi ekologi dan kenaekaragaman hayati. Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan smartphone masing-masing untuk menyimak materi dari konten yang telah disediakan oleh peneliti. Penggunaan <italic id="_italic-9">website</italic> Scratch dalam pembelajaran materi ekologi dan keanekaragaman hayati dapat membuat penjelasan materi lebih jelas dan konkret [14]. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran IPA yang didukung oleh media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-10">website</italic> Scratch terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII di salah satu SMP kabupaten Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6bc74151dfe6135eadba3396d963b8c8">
      <title>
        <bold id="bold-dc2d2a2faefed530030e539a9cc6ee74">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-10">Peneliti dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian yang berdasarkan nilai dan tindakan kelas. Bentuk penelitian yang digunakan pada metode eksperimen yaitu <italic id="_italic-11">Quasi</italic><italic id="_italic-12">Experiemental</italic><italic id="_italic-13"> Design </italic>dengan<italic id="_italic-14"> Nonequivalent Control Group Design</italic>. Bentuk penelitian <italic id="_italic-15">Quasi</italic><italic id="_italic-16">Experiemental</italic><italic id="_italic-17"> Design</italic> yaitu jenis desain penelitian yang memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dipilih secara random. Penelitian ini menggunakan populasi penelitian sebanyak 100 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu teknik menentukan sampel dengan secara acak [15]. Berdasarkan teknik ini, sampel yang terpilih adalah 40 peserta didik terdiri dari kelas VII A dan kelas VII B. Kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Peneliti memanfaatkan variabel bebas dalam pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-18">website</italic> Scratch, sementara variabel terikatnya adalah hasil belajar kognitif siswa.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-ad79916ccd0789095e897e206ec6d0eb">Desain Penelitian</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-12" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-6d15517cfc615ca8e57b669863fed311">
              <th id="table-cell-e2eafc60cd27fa0509a8b61409b02174">Kelas</th>
              <th id="table-cell-d1ee804be80a3258b78535f79cb5d62e"> Pre-Test </th>
              <th id="table-cell-a0f67aad0e7e3cf4721c47fbaeee6583">Perlakuan</th>
              <th id="table-cell-17ad3b82935349161f950372ba9e3730"> Post-Test </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-60da0d51588d31031a58a10cedcd6830">
              <td id="table-cell-1001cffa91950f30ca0a0cf5824b00cd">Eksperimen</td>
              <td id="table-cell-afa83ebc14ecc596c748d34b949b9d2a">O1</td>
              <td id="table-cell-7184e2616c36add32ad0a33f628b8efc">X1</td>
              <td id="table-cell-edafec887748ebb84a8cd835b274008c">O2</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2dbebc6a668255f7d0115d56eff49091">
              <td id="table-cell-98ee60953b5f4a85d7223cf64ef6efb3">Kontrol</td>
              <td id="table-cell-f508894a3338ac754c4a66148343075d">O1</td>
              <td id="table-cell-9282f693477bf5138696c68c2582796b">X2</td>
              <td id="table-cell-b5fbb523fead41eb16f2044e1afb7e83">O2</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-13">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-14">Eksperimen: Kelas Eksperimen</p>
      <p id="_paragraph-15">Kontrol : Kelas Kontrol</p>
      <p id="_paragraph-16">O<sub id="_subscript-7">1 </sub>: <italic id="_italic-21">Pre-Test</italic> Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol</p>
      <p id="_paragraph-17">O<sub id="_subscript-8">2</sub> : <italic id="_italic-22">Post-Test</italic> Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol</p>
      <p id="_paragraph-18">X<sub id="_subscript-9">1</sub> : Perlakuan menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-23">website</italic> Scratch</p>
      <p id="_paragraph-19">X<sub id="_subscript-10">2</sub> : Perlakuan menggunakan media pembelajaran PPT</p>
      <p id="_paragraph-20">Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah soal kognitif yang sudah terbukti valid dan reliabel. Validitas instrumen diuji oleh dua ahli, yaitu kedua dosen prodi Pendidikan IPA. Peneliti memperoleh hasil validitas soal kognitif memperoleh skor 94,29%. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan sangat valid serta layak dijadikan sebagai bahan penelitian. Setelah dinyatakan valid, instrumen ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian. Soal kognitif digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yang berupa soal pilihan ganda. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pada kelas eksperimen dan kontrol yang diberikan perlakuan berbeda. Media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-24">website</italic> Scratch diberikan pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol menggunakan media PPT. Setelah diberi perlakuan, kelas eksperimen dan kontrol diberikan soal <italic id="_italic-25">post-test</italic> untuk melihat pengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa.</p>
      <p id="_paragraph-21">Teknik pengolahan data yang dilakukan menggunakan uji T (<italic id="_italic-26">Independent Sample T-Test</italic>) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar kognitif siswa dengan melalui tahapan uji <italic id="_italic-27">N-Gain</italic> <italic id="_italic-28">Score</italic>, uji normalitas, dan uji homogenitas. Hasil yang telah didapatkan setelah melakukan penelitian yaitu menghitung hasil nilai <italic id="_italic-29">pre</italic><italic id="_italic-30">-</italic><italic id="_italic-31">tes</italic>t dan <italic id="_italic-32">post</italic><italic id="_italic-33">-</italic><italic id="_italic-34">tes</italic>t siswa menggunakan aplikasi SPSS 24. Uji yang pertama dilakukan yaitu uji N-Gian <italic id="_italic-35">Score</italic> digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa dengan menghitung menggunakan rumus sebagai berikut :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-22" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-87c3d383ba89b37c7891e61a70ceec7d">
              <td id="table-cell-ac08d3b0e57ea70e20840df450390ce2" rowspan="2">N-Gain =</td>
              <td id="table-cell-4a909d4c167204b92e21b0708b3eff06">Spost - Spre</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c8b05c9c158ad4c8a8d024dd00ac4891">
              <td id="table-cell-3abf2df420a2cd1a5df32b3864f1c365">Smax - Spre</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-23">Uji <italic id="_italic-42">N-Gain</italic> dikategorikan berdasarkan interpretasi Gain termomalisasi (g). Kriteria <italic id="_italic-43">N-Gain</italic> dianggap rendah jika <italic id="_italic-44">n-gain</italic> &lt; 0,3; sedang jika 0,3 &lt; <italic id="_italic-45">n-gain</italic> &lt; 0,7; dan tinggi jika <italic id="_italic-46">n-gain</italic> &gt; 0,7 [16]. <italic id="_italic-47">N-Gain</italic> dianggap baik jika <italic id="_italic-48">n-gain</italic> &gt; 0,3, yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-49">website</italic> Scratch dengan materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati berdampak pada hasil belajar kognitif siswa. Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah hasil <italic id="_italic-50">pre-test</italic> dan <italic id="_italic-51">post-test</italic> berdistribusi normal atau tidak, dengan kriteria <italic id="_italic-52">Shapiro-</italic><italic id="_italic-53">Wilk</italic>. Menurut kriteria ini, jika nilai lebih dari 0,05, data dianggap memiliki distribusi normal; jika kurang dari 0,05, data dianggap tidak berdistribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-24">Uji homogenitas dilakukan untuk menentukan apakah data memiliki penyebaran yang seragam atau tidak. Jika dua kelompok menunjukkan hasil yang sama, maka data dianggap homogen. Syarat homogenitas terpenuhi jika nilai uji lebih besar dari 0,05, sedangkan jika nilainya kurang dari 0,05, data dianggap tidak homogen. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis T <italic id="_italic-54">(Independent Samples T-Test)</italic> untuk membandingkan perbedaan antara dua sampel berpasangan dari data yang berdistribusi normal. Interpretasi uji T <italic id="_italic-55">(Independent Samples T-</italic><italic id="_italic-56">Test)</italic> ini adalah jika nilai signifikan (sig) &lt; 0,05, maka H0 diterima, yang menunjukkan adanya pengaruh dari media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-57">website</italic> Scratch. Sebaliknya, jika nilai signifikan &gt; 0,05, maka H1 ditolak, yang menunjukkan tidak ada pengaruh dari media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-58">website</italic> Scratch [17].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ba2901379161596fa8212f1f81156fed">
      <title>
        <bold id="bold-73d0ff0c690ea15b3bffa6789c2d372b">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-25">Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII A dan VII B dengan masing-masing jumlah siswa perkelas yaitu 20 siswa. Materi yang digunakan yaitu Ekologi dan Keanekaragaman Hayati. Kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakukan berupa media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-59">website</italic> Scratch pada saat pembekajaran dan kelas kontrol diberikan perlakuka berupa <italic id="_italic-60">PowerPoint</italic> sebagai media pembelajaran. Hasil analisis deskriptif <italic id="_italic-61">Pre-Test</italic> dan <italic id="_italic-62">Post-Test</italic> baik dari kelas kontrol ataupun eksperimen untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa disajikan pada tabel 1.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-6">Hasil Uji <italic id="_italic-63">N-Gain Score</italic> </bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-27" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5da87e948970fd3d2d8cfd81435cb2fe">
              <th id="table-cell-6522c06e86b85542f8242dac1deb2823">Kelas</th>
              <th id="table-cell-150c0dd657cdba3ee90a13f9e312f5ce"> Pre-Test </th>
              <th id="table-cell-a74a9fe22968e134075ff2305f645cb2"> Post-Test </th>
              <th id="table-cell-592406c6887d8e2919125bc2fa652b5b">&lt;g&gt;</th>
              <th id="table-cell-475b7122f5520dee184c6312bcaeb525">Kategori</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-2f39753ba64bb7c43bf1cdb0b853b220">
              <td id="table-cell-308c4cef6c35a104630738fbe44de964">Eksperimen</td>
              <td id="table-cell-4273d15589ac4db76c631556a2b5b0e0">46</td>
              <td id="table-cell-f8657d4055564f48ad8999f28b740a9f">76</td>
              <td id="table-cell-0b548cf92674d23007e387da8fee80ef">0,56</td>
              <td id="table-cell-fad2d01169c02b574953a3701e0b0c16">Sedang</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1b74d8a33097b60ab105850a5bd1a1c7">
              <td id="table-cell-26fcab57d0b1574a0b11237d8b49dfe9">Kontrol</td>
              <td id="table-cell-246fda82cd044ae6ea9a69e78fd2da15">37,25</td>
              <td id="table-cell-f6eda39dbac75009146c95fb4b588a5e">62,75</td>
              <td id="table-cell-2b3a8cfe096e849c6760b5672d3b5378">0,41</td>
              <td id="table-cell-c244c0c7ad7d6bb8503edacb20d9a227">Sedang</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-28">Pada tabel 2 terdapat dua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dinilai untuk mengetahui seberapa efektif metode <italic id="_italic-66">N-Gain</italic> dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Kelompok eksperimen menerima skor rata-rata <italic id="_italic-67">pre-test</italic> 46, dan <italic id="_italic-68">post-test</italic> 76, dengan <italic id="_italic-69">N-Gain</italic> sebesar 0,56, yang masuk kategori peningkatan sedang. Kelompok kontrol menerima skor rata-rata <italic id="_italic-70">pre-test</italic> 37,25 dan <italic id="_italic-71">post-test</italic> 62,75. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih besar daripada kelompok kontrol, meskipun kedua kelompok menunjukkan peningkatan sedang. Ini menunjukkan bahwa teknik yang digunakan pada kelompok eksperimen adalah efektif.</p>
      <p id="_paragraph-29">Sehingga berdasarkan hasil <italic id="_italic-72">N-Gain</italic> dapat diketahui media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-73">website</italic> Scratch di kelas VII A telah terbukti dapat mempengaruhi peningkatan terhadap hasil belajar kognitif siswa. Media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-74">website</italic> Scratch dapat memudahkan siswa untuk memhamai suatu konsep ekologi dan keanekaragaman hayati.</p>
      <p id="_paragraph-30">Guna menentukan pengaruh media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-75">website</italic> Scratch terhadap hasil belajar kognitif siswa, perlu dilakukan uji T (<italic id="_italic-76">Independent Samples T-Test</italic><italic id="_italic-77">)</italic>. Namun, sebelum melakukan uji T (<italic id="_italic-78">Independent Samples T-Test</italic><italic id="_italic-79">)</italic>, harus dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Data perhitungan yang diperoleh oleh peneliti disajikan dalam bentuk tabel 3.</p>
      <table-wrap id="table-figure-9dc629173a556d2849c1d05062873578">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-13">Hasil Uji </bold>
            <bold id="_bold-14">Normalitas</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-01f5f07354100ee0a2bd01a2fd6682a6" />
        </caption>
        <table id="table-c5d35f824a8492c3dafffb013cc1ed69">
          <tbody>
            <tr id="table-row-784586fed4c619623840dcdeaec78e6b">
              <th id="table-cell-7c38ec40ca5dfe837d908312ea2ed681" rowspan="2" />
              <td id="table-cell-2f5e939c79c55e280dc7555858c829d5">Kelas</td>
              <td id="table-cell-7ce3ad5f942dc3aa33acf39bee33f45f" colspan="7"> Shapiro-Wilk </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-16926fe309e8dbfe552b9f9a40f8a870">
              <td id="table-cell-90dc8586aa8e11cba2329c7aa0aca089" />
              <td id="table-cell-cb673d981688593c8299dfb696de50d4">Statistic</td>
              <td id="table-cell-d4db7bc873ca1b60f7f3dbb740b3eb20">df</td>
              <td id="table-cell-f53a2b5e25aaf3171b976568e5bba8fa" colspan="5">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7c3e5defc9acd08378c1436437fd3d7c">
              <td id="table-cell-1aedf9c9fdc9ce66cbe8f295d454380b">Hasil Belajar Kognitif Siswa</td>
              <td id="table-cell-724c559d8373f25b33f1812c05a1f9fb">Pre-Test Eksperimen</td>
              <td id="table-cell-370d0d7c34795138674f9332041f747b">.963</td>
              <td id="table-cell-0477fbc5ad7fde5e5c14c69dfe29a7f1">20</td>
              <td id="table-cell-d25a9f4054ede9eda664d1860dcead63" colspan="5">.602</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-46efa2c28d95c957e816907ecc112a72">
              <td id="table-cell-abbb6e21ad325a4b17b638bc8433c81a" rowspan="4" />
              <td id="table-cell-f6e269ba335e2c3ccbeb10a5a2ab95bb">Post-Test Eksperimen</td>
              <td id="table-cell-c2e9d853a74247eaa469fea83416b8ce">.940</td>
              <td id="table-cell-6b6ce1d73b8ff4bc8cb34e5412821ae7">20</td>
              <td id="table-cell-0c0d80cfa39ed3dedb6d2fbcfcf7effd" colspan="5">.238</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-89792d42116e8511dbafa323a0e1415c">
              <td id="table-cell-d7a6d801797b9ff26a8c4fb554575639">Pre-Test Kontrol</td>
              <td id="table-cell-bc3504960d6c18cf5e1e96015369cddd">.959</td>
              <td id="table-cell-59dfcf58a3bae85127660346c305bd40">20</td>
              <td id="table-cell-8006db2845f6942f26a1f21bf447de81" colspan="5">.525</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2fe39301b8c0bae6bcbcf04235f226db">
              <td id="table-cell-436dc3b88adabe84bb2bddbab1a5d701" rowspan="2">Post-Test Kontrol</td>
              <td id="table-cell-78f062ac2604063190f2c732e952231b" rowspan="2">.961</td>
              <td id="table-cell-6a1717aed8325e562a7719ac7e7f1973" rowspan="2">20</td>
              <td id="table-cell-749fcd2549b3e9e6609d5d954f99ebee" rowspan="2" colspan="5">.559</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5679f09f78c6344fddeef7fadf6884b6" />
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-33">Uji normalitas yang digunakan peneliti yaitu analisis Shapiro-Wilk dengan alat bantu SPSS 24. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 2 dapat di ketahui nilai signifikansi (Sig) dari kelas eksperimen memperoleh nilai pre-test dan post-test sebesar 0,602 dan 0,238 serta dari kelas kontrol memperoleh nilai pre-test dan post-test sebesar 0,525 dan 0,559. Hasil pre-test dan post-test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih dari harga probabilitas α 0.05 maka dapat dikatakan hasil kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Setelah data berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji homogenitas [18]. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui data sampel berasal dari populasi dengan varians yang sama. Hasil uji homogenitas disajikan pada tabel 4.</p>
      <table-wrap id="table-figure-84d42ef4e790e7d5de6b791d4d7b1cd5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-24">Hasil Uji </bold>
            <bold id="_bold-25">Homogenitas</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-3000804686f40a713ebfbe02f4712fed" />
        </caption>
        <table id="table-bb0d94b6a325456e048a07a675e30baa">
          <tbody>
            <tr id="table-row-bf0af60f1c4b3dbf8ed786c0b1a9d725">
              <th id="table-cell-317196b49c580b28bce60ae21319aa5c" />
              <th id="table-cell-a1b52644f6c4166c159acc02bb2895c0" />
              <th id="table-cell-760fcbf5f8e84cd52e9715e03feee9a7">Levene Statistic</th>
              <th id="table-cell-6c8def0f3c4d7acde7b05bdae0f92add">df1</th>
              <th id="table-cell-e1853680981b2fce3d383ce2d69f240f">df2</th>
              <th id="table-cell-13a072f91399c9d5d4d6f74ed3db0a39">Sig.</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-1783b1dc7237902118630b55264ccae9">
              <td id="table-cell-88aba55915ac00ed22472fef4149abcb" rowspan="4">
                <bold id="bold-62e8b2da27338cb04886830a3b5bd611"> Pre-Test </bold>
              </td>
              <td id="table-cell-f1a681e2483c9786995ad2348a4b982e">Based on Mean</td>
              <td id="table-cell-60ba36fc2e50e738af813fd1fd274980">.394</td>
              <td id="table-cell-4e214c911e9f3cdb61e20ce4b66a3ee2">1</td>
              <td id="table-cell-bcbac36196221860d6a0b496cb1f2a85">38</td>
              <td id="table-cell-8fb1c819fb08085ab9d42f9f126566f6">.534</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7ac64af78b207947762498c996dc2f6a">
              <td id="table-cell-c90aa0fd9445cc1589b43bfc926d0a92">Based on Median</td>
              <td id="table-cell-8fda448670b447d2c156458d73c9c16c">.402</td>
              <td id="table-cell-ec419eaa905c8314530a326d52c782cc">1</td>
              <td id="table-cell-17780ea2386dbac720febecefcba631f">38</td>
              <td id="table-cell-9ebaf396bae725e857aa400f3dd7ed8f">.530</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e3c06d86b3175a91c69e539663497f33">
              <td id="table-cell-61d568ab921d4aceb7baa54fcf440620">Based on Median and with adjusted df</td>
              <td id="table-cell-6c24fde9b0a32d93db9b79786e1d4a85">.402</td>
              <td id="table-cell-4e0f4456177c5c75c3bdf38d6f2da51b">1</td>
              <td id="table-cell-4e4354acc8056398bc88cadcb47c33cd">37.681</td>
              <td id="table-cell-d6f4b136435a240c848ed6cf726b7df7">.530</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9dbe1a2c20ee29efd8331245d29f7dfc">
              <td id="table-cell-f0cb0ca1213229187b5ca994da32a8f7">Based on trimmed mean</td>
              <td id="table-cell-7ee0d24ecd9465686f67302f92e474fa">.369</td>
              <td id="table-cell-2199e2c48a65e4d6a72d7981e6a05e81">1</td>
              <td id="table-cell-2a64540c1c0f5e11bf73edf638e8783c">38</td>
              <td id="table-cell-40ff39a1ce964b61bc4c732bd8ee3eac">.547</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a849084d71788abd1da61b0256208b6f">
              <td id="table-cell-691b0097aa9bcf8c1ade28d93233448c" rowspan="4">
                <bold id="bold-9a2e4aa955acdc3b2d2a0f33ad90a788"> Post-Test </bold>
              </td>
              <td id="table-cell-915ef2cb2fc667690d5716ed2bf7cbb8">Based on Mean</td>
              <td id="table-cell-d7eb489b16c8fcb5bb023c83b9ee4b6d">9.171</td>
              <td id="table-cell-69bb7e3ce2290469351948ac57402ca4">1</td>
              <td id="table-cell-9aa4bbcb18c3fe740ee95ba902f4e128">38</td>
              <td id="table-cell-7f80700c6c2702337367f14b25befd50">.004</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5e7c6cf09fb3e5770bf907c2c1bcc8d8">
              <td id="table-cell-dcc9f1985933af3257475928594592b2">Based on Median</td>
              <td id="table-cell-c72e54aff57ef09280aad559f8a99dc4">9.563</td>
              <td id="table-cell-e112df05c2f6ca0cfc1401cca6e966cf">1</td>
              <td id="table-cell-4098daac5580115181ba6990304824fe">38</td>
              <td id="table-cell-9c842517d9b0a4d9919df7749d6dc207">.004</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f52bf998db51faf209eec8cd978b5a8c">
              <td id="table-cell-1fee5c31898a361fac4abf5b7aee598f">Based on Median and with adjusted df</td>
              <td id="table-cell-52437220b3fff7558e6e218e7fc7d66c">9.563</td>
              <td id="table-cell-b157f0d5e69aeb3cb3d37b476759ff28">1</td>
              <td id="table-cell-ad61940cc83747f7138dfb3001730aa1">32.960</td>
              <td id="table-cell-7c81b3c56f0cebe18d8b48fb61f7bf1f">.004</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-319ed1a55207b896ba2d3dd7ab3e6429">
              <td id="table-cell-09fdb0c64d34f319da7b01e07ad1b709">Based on trimmed mean</td>
              <td id="table-cell-b97abb9ae87557703beb8d83a0353ef3">9.257</td>
              <td id="table-cell-460fa91e05e9c677882539fd7de9ecc4">1</td>
              <td id="table-cell-877c5346a646884594f7f930c7f824da">38</td>
              <td id="table-cell-f18f37b57e556fb5ee8e616df491cdde">.004</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-36">Pada tabel 3 dapat diketahui nilai median dengan df yang disesuaikan, median trimmed, dan median masing-masing menunjukkan p-value lebih besar dari 0.05 untuk data<italic id="_italic-97"> pre-test</italic>, berdasarkan hasil uji homogenitas varians Levene. Nilai statistik ini masing-masing berjumlah 0,534, 0,530, 0,530, dan 0,547. Ini menunjukkan bahwa varians pada data <italic id="_italic-98">pre-test</italic> antara kelas kontrol dan eksperimen sama atau homogen. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam varians antara kedua kelompok, sehingga dapat dianggap bahwa varians kedua kelompok adalah sama. Dengan demikian, analisis lebih lanjut dapat dilakukan dengan asumsi bahwa varians adalah homogen.</p>
      <p id="_paragraph-37">Sebaliknya, hasil uji homogenitas varians untuk data <italic id="_italic-99">Post-Test</italic> menunjukkan p-value yang lebih kecil dari 0.05 (yaitu, 0.004 untuk semua metode penghitungan: median, median dengan df yang disesuaikan, median, dan median trimmed). Ini menunjukkan bahwa variasi dalam data <italic id="_italic-100">Post-Test</italic> tidak homogen atau berbeda antara kelompok kontrol dan eksperimen. Variansi yang tidak sama ini dapat mempengaruhi cara hasil ANOVA diinterpretasikan. Dalam situasi seperti ini, ketika varians tidak homogen, kita mungkin perlu mempertimbangkan metode analisis yang berbeda. Misalnya, kita dapat menggunakan uji yang tidak bergantung pada asumsi bahwa varians homogen atau melakukan transformasi data untuk mengurangi ketidakhomogenan varians.</p>
      <p id="_paragraph-38">Setelah tes homogenitas telah dilaksanakan dianjutkan dengan tes Uji-T, uji tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar kognitif kelas eksperimen dan kontrol dipengaruhi dikarenakan<italic id="_italic-101"> Post-Test</italic> tidak homogen dan analisis dua kelas. Berikut adalah intepretasi dalam bentuk tabel 5.</p>
      <table-wrap id="table-figure-d6ba52ce332fc47f63b2c9ea680d8b54">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-32">Uji T (</bold>
            <italic id="_italic-102">
              <bold id="_bold-33">Independent Sample T-test)</bold>
            </italic>
            <bold id="_bold-33" />
          </title>
          <p id="paragraph-aac537d6fb7bcce08573bed9660b1c80" />
        </caption>
        <table id="table-6f2dc01bcc0393cdf4be3c416cd1e24b">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f3b70d85c7709ea95b446cd14094e474">
              <td id="table-cell-48b7fbf11de6a0910a9d5996fa0f0e63" rowspan="3" colspan="2" />
              <th id="table-cell-a0a3c70fa72a6ed394be40f2f427439e" colspan="2"> Levene's Test for   Equality of Variances </th>
              <th id="table-cell-2904b62c7bdbabcabd777bd41a4960ef" colspan="7"> t-test for   Equality of Means </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-f607d19ba752fb69c3d3c73e0f1f59c0">
              <td id="table-cell-57583e3a322f78c9d47013ef5e404ba4" rowspan="2"> F </td>
              <td id="table-cell-c16980f24819e166737ac72705d2f8e3" rowspan="2"> Sig. </td>
              <td id="table-cell-68f37da2933cb32fdc19bf440b3935d2" rowspan="2"> t </td>
              <td id="table-cell-f031f200aff0cebaaf1bd4c859862919" rowspan="2"> df </td>
              <td id="table-cell-98bfbd9b4278f05a858a9624ebb15ab6" rowspan="2"> Sig. (2-tailed) </td>
              <td id="table-cell-d000fe1c8213b57c2b2eb975612e79a9" rowspan="2"> Mean Difference </td>
              <td id="table-cell-5d5b2c25b23bd3121256f6f903bcca5e" rowspan="2"> Std. Error   Difference </td>
              <td id="table-cell-14d0ff22bf06e18606cf28f4cb7aa644" colspan="2"> 95% Confidence   Interval of the Difference </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2f73a2bc88fb871f0cffd06b2e7d2194">
              <td id="table-cell-954ba2a292b38260eb20a59eec308ef8"> Lower </td>
              <td id="table-cell-3200f951acd9a16eb2e7feeab16ce0fb"> Upper </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a1d6b5752904bd562f61d9d493bd2698">
              <td id="table-cell-555665d61003302988d35d311715f8a4" rowspan="2"> NGain </td>
              <td id="table-cell-4305d172571f8c5abd7d5b954c9b127b"> Equal variances assumed </td>
              <td id="table-cell-3146fe733907401419ee7ca7cf1f8735"> .552 </td>
              <td id="table-cell-05c380ea5bd5824a16cf6ed9be817c70"> .462 </td>
              <td id="table-cell-73225f786e29cba7d9e9b8eabe3e1730"> 2.134 </td>
              <td id="table-cell-03d79bd2d54b4da7c22511bb058292ff"> 38 </td>
              <td id="table-cell-be3505b90fb98f9ecaddf25d5e377214"> .039 </td>
              <td id="table-cell-ceeffbadb41af4a42148a920151c9987"> -.129 </td>
              <td id="table-cell-0232dd911a28c6ba56dc76dd1ecadd03"> .06 </td>
              <td id="table-cell-91aa29c633a481adb829ed57d8ada958"> .252 </td>
              <td id="table-cell-3757cad0f12bf8f2b90ea6ab0a0122d3"> .006 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-83813d35eb1463036606a821ba48e9ed">
              <td id="table-cell-f31071dcd099641fc3a6fc964312d5b8"> Equal variances not   assumed </td>
              <td id="table-cell-a6e48f59555d24fa343153688055b123" />
              <td id="table-cell-c72a7ff25593e1bdf038217467141655" />
              <td id="table-cell-c34edc4df3edc4e3b953792981db5728"> 2.134 </td>
              <td id="table-cell-b9e6e8b6ce180526d06694793c232f50"> 37.971 </td>
              <td id="table-cell-dee02a4a7fa9a401b3f6b240157d1b96"> .039 </td>
              <td id="table-cell-2a770c9baaf39443162266a1e201b19d"> -.129 </td>
              <td id="table-cell-0fc87cc7965863bd3da9d80dcc9ce83b"> .06 </td>
              <td id="table-cell-89021d383593ecc1402d87f58f151b6b"> .252 </td>
              <td id="table-cell-058ee4cde56b68569458a8d8ad053cec"> .006 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Berdasarkan data pada tabel 5, nilai signifikansi (2-tailed) adalah &lt; 0,05, yaitu 0,039, yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak. Ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-104">website</italic> Scratch memiliki pengaruh terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa. Pengaruh tersebut terlihat dari peningkatan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-105">website</italic> Scratch.</p>
      <p id="_paragraph-42">Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-106">website</italic> Scratch memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas VII A. Kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-107">website</italic> Scratch memperoleh skor rata-rata naik dari 46 pada <italic id="_italic-108">pre-test</italic> menjadi 76 pada <italic id="_italic-109">post-test</italic>, dengan <italic id="_italic-110">N-Gain</italic> sebesar 0,56, yang masuk dalam kategori peningkatan sedang. Tetapi peningkatan yang lebih besar pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-111">website</italic> Scratch lebih baik membantu siswa memahami pelajaran IPA.</p>
      <p id="_paragraph-43">Penelitian ini terlebih dahulu melakukan uji prasyarat sebelum melaksanakan uji T (<italic id="_italic-112">independent sample T-test</italic>), yaitu dengan melakukan uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas dan homogenitas ini dilakukan berdasarkan hasil <italic id="_italic-113">pre-test</italic> dan <italic id="_italic-114">post-test</italic>. Hasil uji normalitas ditunjukkan pada Tabel 3, di mana nilai signifikansi (sig.) untuk kelas eksperimen pada <italic id="_italic-115">pre-test</italic> adalah 0,602 dan pada <italic id="_italic-116">post-test</italic> adalah 0,238. Sementara itu, untuk kelas kontrol, nilai sig. <italic id="_italic-117">pre-test</italic> adalah 0,525 dan <italic id="_italic-118">post-test</italic> adalah 0,559. Karena semua nilai sig. &gt; 0,05, kedua kelas tersebut dianggap berdistribusi normal. Setelah uji normalitas, dilakukan uji homogenitas dengan hasil yang tercantum pada Tabel 4, di mana nilai sig. sebesar 0,534. Karena nilai sig. &gt; 0,05, dapat dinyatakan bahwa data dari kedua kelas homogen, atau memiliki variansi yang sama.</p>
      <p id="_paragraph-44">Setelah uji prasyarat tersebut terpenuhi, dilakukan uji T (<italic id="_italic-119">independent sample T-test</italic>) untuk melihat apakah pembelajaran menggunakan <italic id="_italic-120">website</italic> Scratch berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Hasil uji independent sample T-test yang terdapat pada Tabel 5 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,039 &lt; 0,05, sehingga Ho diterima dan H1 ditolak. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis <italic id="_italic-121">website</italic> Scratch memiliki dampak pada hasil belajar kognitif. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan, di mana kelas eksperimen yang menggunakan <italic id="_italic-122">website</italic> Scratch menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan PPT. Skor <italic id="_italic-123">N-Gain</italic> pada kelas eksperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol.</p>
      <p id="_paragraph-45">Penggunaan media Scratch merupakan faktor eksternal yang berkontribusi dalam peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Lebih jauh lagi, integrasi media pembelajaran seperti Scratch tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar kognitif tetapi juga berperan dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa [19]. Scratch membuat siswa untuk terlibat dalam proyek-proyek yang mengaplikasikan konsep-konsep IPA, memberikan mereka kesempatan untuk memahami dan menerapkan teori secara praktis [9]. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Kusumawati [20], dalam penelitiannya tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Scratch ini cukup efektif digunakan dalam pembelajaran. Uji yang dilakukan mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan media berbasis <italic id="_italic-124">website</italic> Scratch dengan pembelajaran media PPT. Penelitian ini mendukung bahwa <italic id="_italic-125">website</italic> Scratch dapat dijadikan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, penelitian oleh Lenggogeni &amp; Roqoyyah, juga menunjukkan hasil yang positif. Analisis instrumen observasi dalam penggunaan media ini menunjukkan hasil yang sangat baik, di mana pembelajaran menjadi lebih menarik bagi siswa, meningkatkan keterlibatan mereka, serta membuat komunikasi antara siswa dan guru lebih efektif [21].</p>
      <p id="_paragraph-46"><italic id="_italic-126">Website</italic> Scratch bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa lebih mudah memahami materi ekologi dan keanekaragaman hayati dan menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan. Scratch menawarkan berbagai fitur yang mendukung proses belajar mengajar. Siswa juga dapat menggunakan Scratch dengan cara yang positif melalui proyek-proyek dan materi pembelajaran yang tersedia. Meskipun Scratch dapat berfungsi sebagai media pembelajaran, pendidik perlu menyesuaikan bahan ajar dan mempertimbangkan karakteristik siswa agar pembelajaran menjadi lebih interaktif. Dengan demikian, penggunaan media seperti Scratch berfungsi sebagai alat yang signifikan dalam pendidikan, meningkatkan efektivitas pembelajaran dan berpengaruh pada hasil belajar kognitif siswa yang lebih tinggi.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5740d1d6d806a8adfb589f9b00d48daf">
      <title>
        <bold id="bold-8acb5a1f46e9ef09631285da2c7d6400">Kesimpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-47">Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-127">website</italic> Scratchdapat mempengaruhi hasil belajar kognitif yang lebih baik dibanding dengan penerapan media PPT. Pembelajaran online berbasis <italic id="_italic-128">website</italic> Scratch memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas VII A. Kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran berbasis Scratch memperoleh skor rata-rata naik dari 46 pada <italic id="_italic-129">pre-test</italic> menjadi 76 pada <italic id="_italic-130">post-test</italic>, dengan <italic id="_italic-131">N-Gain</italic> sebesar 0,56, yang masuk dalam kategori peningkatan sedang. Tetapi peningkatan yang lebih besar pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Scratch lebih baik membantu siswa memahami pelajaran IPA. Pada Uji t-test tidak berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok eksperimen rata-rata <italic id="_italic-132">N-Gain</italic> dan kelompok kontrol. Ini menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan metode PPT, penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.</p>
      <p id="_paragraph-48">Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan, seperti adanya siswa yang tidak memperhatikan penjelasan materi dengan baik dan penggunaan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-133">website</italic> Scratch yang tidak terdapat di semua sintaks pembelajaran. Peneliti menyarankan agar diperlukan pengawasan yang lebih ketat untuk menertibkan siswa saat menggunakan <italic id="_italic-134">website</italic> Scratch dalam pembelajaran dan pendidik bisa menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-135">website</italic> Scratch dalam semua sintaks pembelajaran, guna mencapai hasil belajar kognitif siswa yang lebih memuaskan.</p>
      <p id="_paragraph-49">Ucapan Terima Kasih</p>
      <p id="_paragraph-50">Peneliti mengucapkan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dalam penyelesaian tugas akhir ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada guru IPA serta siswa kelas VII di salah satu SMP kabupaten Sidoarjo, serta kepada semua pihak yang turut berperan dalam proses penyusunan tugas akhir ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>