Abstract

This quantitative research examines the influence of free Wi-Fi availability in coffee shops on teenagers' worship practices. Utilizing observation and questionnaires, the study finds that a substantial percentage of teenagers frequently use Wi-Fi for various tasks, social media access, and gaming. Interestingly, this frequent Wi-Fi usage is also associated with increased rates of prayer and fasting. Statistical analysis reveals a significant effect of free Wi-Fi in coffee shops on teenagers' observance of worship, with a p-value of 0.002 and the calculated f-value surpassing the critical f-table value. These findings highlight the potential impact of technology accessibility on religious behaviors within the community environment. 

Highlights:

  • Wi-Fi accessibility and Teenagers: Investigating the Influence in Coffee Shops.
  • Significant Impact of Free Wi-Fi on Teenagers' Worship Practices.
  • Observance of Worship in Coffee Shops: A Quantitative Analysis

Keywords: Free Wi-Fi, Coffee shops, Teenagers, Worship practices

PENDAHULUAN

Di era yang semakin maju ini dengan tersebarnya warung kopi dimana-mana khususnya di kota Sidoaarjo, potensi untuk orang-orang untuk membuka berbgaai mcam usa untuk memikat perhatian para masyarakat terutama remaja, seperti warung kopi, kedai, angkringan dan lain sebagainya,[1] dengan berbagai penyajian makanan minuman dan fasilitas yang telah disediakan oleh pemilik warung kopi tersebut. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumen warung kopi, mulai dari anak muda, orang tua, yang berstatus sebagai pelajar, mahasiswa juga pekerja menjadikan aktivitas nongkrong di warung kopi sebagai sebuah gaya hidup.[2] Warung kopi juga menjadi bagian dari ruang publik yang memberikan ruang sosial atau kebebasan bagi pengunjung untuk mengobrol, nongkrong, bercengkerama, atau mencari sumber informasi. Ruang publik yang disematkan pada warung kopi seperti yang dikemukakan Habermas (1993) merupakan bagian dari ranah publik yang memungkinkan para warga negara datang bersama-sama mengartikulasikan kepentingan-kepentingannya untuk membentuk opini dan kehendak bersama secara diskursif.[3]

Ibadah sholat lima waktu adalah kewajiban bagi semua muslim, apalagi di zaman sekarang yang semakin berkembang dan banyak Masjid jadi sangat mudah bagi para remaja yang sedang berpendidikan, ketika sedang memasuki waktu ibadah bisa menuju kemasjid terdekat disekitarnya. [4] Dengan adanya warung kopi free Wifi dapat menyebabkan pola hidup remaja menjadi tidak teratur, ibadah shalat mungkin bisa dilupakan, bagi para individu yang mempunyai riwayat penyakit bisa memicu penyakit tersebut yang akhirnya tidak dapat melaksanakan kegiatan yang lainnya seperti sekolah, terutama dalam melaksanakan ibadah. [5]

METODE

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuisisoner.[6] Penyebaran kuisisoner ini merupakan kegiatan yang dilakukan peneliti dengan membuat pernyataan yang dibuat dengan website google form setelah itu disebarkan kepada responden yang nongkrong di warung kopi. Subyek penelitian yang ada di warkop sedulur, warkop prend dan warkop biasae yaitu remaja[7]. Teknik pengumpulan data Observasi, dan kuisioner.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penggunaan Free Wi-Fi Remaja di Warung Kopi

Dari hasil perhitungan presentase, jadi dapat digolongkan ke dalam interval yaitu nilai prosentase 26% - 50% yaitu Sering menggunakan Wi-Fi untuk mengerjakan tugas, mengakses sosial media, dan bermain game di warung kopi.[8]

Ketaatan Ibadah Remaja Saat Di Warung Kopi Free Wi-Fi

Dari hasil perhitungan presentase, jadi dapat digolongkan ke dalam interval yaitu nilai prosentase 26% - 50%, yaitu sering melaksanakan ibadah sholat maupun puasa ketika berada di warung kopi.[9]

Pengaruh Warung Kopi Free Wi-Fi Terhadap Ketaatan Ibadah Remaja

Hasil dari Output Tabel 4.8 nilai r square sebesar 0,342 atau 34,2% artinya variabel bebas mampu mempengaruhi variabel terikat sebesar 34, 2%. sementara sisanya 65,8 % di pengaruhi variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.[10] Nilai R sebesar 0,584atau 58,4% artinya variabel bebas mempresdiksi hasil dari variabel terikat sebesar 58,4 %. Dapat simpulkan pengaruh variabel Warung Kopi Free Wi-Fi mempengaruhi terhadap variabel Ketaatan Ibadah siswa dengan presentase 34,2%.[11]

Selanjutnya dari Tabel 4.9 Anova digunakan untuk memprediksi variabel x pengaruh Warung Kopi Free wI-Fi terhadap Ketaatan Ibadah Remaja, dari tabel kolog (sig) Nilai signifikan 0,002 lebih kecil dari nilai signifikan yang di tentukan yaitu 0,05 dan nilai f hitung lebih besar dari nilai f tabel sehingga varibel X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap y.[12] Dapat diartikan berarti ada pengaruh pada variabel Warung Kopi Free Wi-Fi terhadap Ketaatan Ibadah Remaja, berarti ada sebgaian remaja yang tidak melakasnakan, ada yang melaksanakan tapi kadang-kadang, dan ada yang tetap melaksanakan.[13]

Hasil dari Tabel 4.10 nilai constant -0,199, artinya jika semua variabel bebas bernilai konstan atau 0 maka variabel terikat sebesar -0,199 Nilai b Free Wifi 0,427, artinya jika variabel Free Wifi naik satu satuan maka variabel ketaatan ibadah naik 0,427. Begitupun sebaliknya. Tanda positif menunjukan adanya pengaruh yang searah.[14] Artinya saat free wifi naik maka ketaatan ibadah juga akan naik[15].

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis diatas yang dilakukan oleh peneliti dengan menyebarkan angket kepada responden dan hasilnya dapat disimpulkan berikut ini:

1. Dari hasil perhitungan presentase, jadi dapat digolongkan ke dalam interval di atas dengan nilai prosentase 26%-50% yaitu Sering menggunakan Wi-Fi untuk mengerjakan tugas, mengakses sosial media, dan bermain game;

2. Dari hasil perhitungan presentase, jadi dapat digolongkan ke dalam interval di atas dengan nilai prosentase 26%-50% yaitu Sering Melaksanakan melaksanakan ibadah sholat maupun puasa;

3. Nilai r square sebesar 0,342 atau 34,2% artinya variabel bebas mampu mempengaruhi variabel terikat sebesar 34,2%. sementara sisanya 65,8 % di pengaruhi variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Nilai R sebesar 0,584 atau 58,4% artinya variabel bebas mempresdiksi hasil dari variabel terikat sebesar 58,4%;

4. Nilai b Free Wifi 0,427, artinya jika variabel Free Wifi naik satu satuan maka variabel terikat naik 0,427. Begitupun sebaliknya. Tanda positif menunjukan adanya pengaruh yang searah. Artinya saat free wifi naik maka ketaatan ibadah juga akan naik. Selannjutnya Uji Hipotesis, diketahui bahwa kriteria pengambilan keputusan Uji Hipotesis sebagai berikut:

- Nilai signifikan 0,002 lebih kecil dari nilai signifikan yang di tentukan yaitu 0,05 dan nilai f hitung lebih besar dari nilai f tabel sehingga warung kopi free wifi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Ketaatan Ibadah.

References

  1. T. Solikatun, T. Kartono, and A. Demartoto, "Perilaku Konsumsi Kopi Sebagai Budaya Masyarakat Konsumsi," J. Anal. Sosiol., vol. 4, no. 1, pp. 60–74, 2015.
  2. L. Santoso, "Etnografi Warung Kopi: Politik Identitas Cangkrukan di Kota Surabaya dan Sidoarjo (The Etnography of Coffee Shop: Identity Politics of Cangkrukan in the City of Surabaya and Sidoarjo)," Mozaik Hum., vol. 17, no. 1, pp. 113–125, 2017.
  3. E. C. Maulidiyah, "Penanaman Nilai-Nilai Agama Dalam Pendidikan Anak Di Era Digital," Martabat J. Peremp. dan Anak, vol. 2, no. 1, pp. 71–90, 2018, doi: 10.21274/martabat.2018.2.1.71-90.
  4. R. D. Sari, "Pengaruh Pemahaman Agama Terhadap Perilaku Keagamaan Remaja Desa Ngestirahayu Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah," IAIN Metro, vol. 51, no. 1, pp. 51, 2018.
  5. A. P. Sari, A. Ilyas, and I. Ifdil, "KontrolDiridenganTingkatAgresivitasRemajayangMemiliki OrangtuaTNIatauPOLRI," JPPI (Jurnal Penelit. Pendidik. Indones., vol. 3, no. 2, pp. 45, 2017.
  6. D. Dolet Unaradjan, "Metode Penelitian Kuantitatif," 2019.
  7. M. P. Drs. Syahrum, M.Pd & Drs Salim, "Buku Metodologi penelitian kuantitatif.pdf."
  8. L. Hadiawati, "Pembinaan Keagamaan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa Melaksanakan Ibadah Shalat (Penelitian Di kelas X dan XI SMK Plus QurrotaAyun Kecamatan Samarang Kabupaten Garut)," J. Pendidik. UNIGA, pp. 18-25, 2017.
  9. H. Maros and S. Juniar, "Analisa Perubahan Perilaku Konsumen Terhadap Pertumbuhan Warung Kopi DI Kecamatan Rungkut Surabaya," vol. II, no. 1, pp. 1–23, 2016.
  10. F. I. Qismullah, N. Fakriah, and N. Safira, "Penggunaan Cafes Dan Warung Kopi Sebagai Thinking Space Oleh Mahasiswa Di Aceh," vol. 05, no. 02, pp. 161–176, 2022.
  11. Ansori, "Ibadah Shalat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PadangSidimpuan Yang Berdomisili Di Lingkungan III Kelurahan Sihitang," Pap. Knowl. Towar. a Media Hist. Doc., vol. 3, no. April, pp. 49–58, 2015.
  12. I. Maulana, A. Akhyar, and T. Tamarli, "Pengaruh Warung Kopi terhadap Perilaku Siswa," Pros. SEMDI-UNAYA (Seminar Nas. Multi Disiplin Ilmu UNAYA), vol. 3, no. 1, pp. 713–718, 2019.
  13. H. Maros and S. Juniar, "Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua Dan Ketaatan Beribadah Dengan Perilaku Sopan Santun Peserta Didik," vol. 2, no. 2, pp. 1–23, 2016.
  14. S. Y. Hasibuan, "Problematika OrangTua Dalam Membina Ibadah Shalat Anak Di Desa Ujung Batu Julu Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Padang Lawas Utara."
  15. H. Maros and S. Juniar, "Perilaku Pengguna Internet Terhadap Komitmen Salat Lima Waktu Pada Warkop Rumah Kopi Sweetness Kecamatan Soreang Kota Parepare," pp. 1–23, 2016.