<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>STATUS KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH HASIL REKLAMASI OLEH SUBJEK HUKUM ASING</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-3b3365a40f4eeb79badd847a77b7fa31" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>suganda</surname>
            <given-names>yosua</given-names>
          </name>
          <email>simon.yosuaa@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-02-28">
          <day>28</day>
          <month>02</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-e83a2de3268fdc185533c64bf2b6541c">
      <title>
        <bold id="bold-d6ef0e0e7acd3ab6201cab2863105048">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-13">Pengajaran sejak dini perlu diadakan untuk melakukan pengembangan bahasa Indonesia, yaitu dengan penguasaan standar kompetensi yang terdiri dari empat keterampilan, diantaranya: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis[1]. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan pertama yang harus dikuasai oleh manusia karena keterampilan menyimak itu merupakan dasar untuk menguasai suatu bahasa[2]. Penguasaan bahasa, komunikasi lisan, dan penguasaan fonologi dapat dilakukan bila ada penguasaan keterampilan menyimak[3].</p>
      <p id="_paragraph-15">Pembelajaran yang menuntut keaktifan peserta didik menjadi peran penting dari keterampilan menyimak terhadap penguasaan keterampilan berbahasa yang didukung oleh pembelajaran yang baik[4]. Hal tersebut dikarenakan keaktifan peserta didik merupakan unsur penting bagi keberhasilan proses belajar. Aktif dalam berpartisipasi terhadap keterampilan menyimak menjadikan kemampuan peserta didik semakin terampil dalam kegiatan menyimak[5]. Hal ini diperkuat oleh pendapat ahli yang menyatakan bahwa suatu keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasi dengan praktik dan dan banyak berlatih[6]. Namun sangat jarang ditemukan peserta didik yang aktif dalam pembelajaran menyimak dan berdampak pada kemampuan menyimak peserta didik yang rendah.</p>
      <p id="_paragraph-16"><italic id="_italic-34">YouTube</italic> adalah sebuah situs website berbagi vidio online terbesar dan paling populer di dunia internet. Saat ini pengguna <italic id="_italic-35">YouTube</italic> tersebar di seluruh dunia dari berbagai kalangan usia, dari tingkat anak-anak sampai dewasa[7]. Para pengguna <italic id="_italic-36">YouTube</italic> dapat mengupload video, search video, menonton video, diskusi/tanya jawab tentang video dan sekaligus berbagi klip video secara gratis. Setiap hari terdapat jutaan orang bahkan lebih yang mengakses <italic id="_italic-37">YouTube</italic> sehingga tidak salah jika <italic id="_italic-38">YouTube</italic> sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran[8].Pemanfaatan <italic id="_italic-39">YouTube</italic> sebagai media pembelajaran bertujuan untuk menciptakan kondisi dan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan interaktif. Pembelajaran di <italic id="_italic-40">YouTube</italic> dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yang melibatkan peserta didik di kelas. Serta penggunaan <italic id="_italic-41">YouTube</italic> sebagai media pembelajaran dapat digunakan setiap saat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu dengan syarat komputer atau gadget terhubung dengan internet[9].</p>
      <p id="_paragraph-17">Pada awal perkembangannya, kemampuan menyimak pada pembelajaran keterampilan berbahasa dianggap tidak sepenting kemampuan berbahasa yang lainnya. Namun pada tahun 1960-an para ahli mulai melihat pentingnya kemampuan menyimak pada pengajaran bahasa[10]. Teori mengenai pentingnya kemampuan menyimak semakin berkembang pada tahun 1980-an, ketika Gillian Brown menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan menyimak dan berbicarasama pentingnya dengan kemampuan membaca dan menulis[11]. Dengan demikian, menyimak merupakan proses penerimaan sekaligus pemahaman akan suatu hal. Hal ini penting karena jika anak memiliki kemampuan menyimak yang baik maka anak akan lebih memahami apa yang dijelaskan oleh guru ataupun orang dewasa lainnya dan dengan mudah juga untuk menginterpretasikannya pada kehidupan sehari-hari[12].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menyimak merupakan suatu keterampilan berkomunikasi yang masih sering terabaikan, padahal menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan yang dimana anak berusaha untuk memahami maknaakan suatu hal yang disampaikan. Hal tersebut juga didukung oleh observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di SDN Cemeng Bakalan 2 pada hari Jumat, 27 Mei 2022 dengan salah satu guru kelas 3 menunjukkan bahwa dalam pelajaran Bahasa Indonesia, masih banyak siswa yang kurang dalam menangkap informasi dari teks yang dibacakan oleh guru, hal tersebut menandakan dari 17 siswa, hanya 3 orang yang dapat memahami teks yang dibacakan, yang berarti siswa tersebut terampil dalam menyimak. Terbukti dengan 3 siswa tersebut dapat menjawab pertanyaan dari guru berdasar hasil menyimak teks yang telah dibacakan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Dalam keberhasilan pembelajaran,terdapat beberapa sub-sistem yang dapat menentukan keberhasilan dalam pembelajaran, diantaranya yakni media atau alat bantu pembelajaran, teknologi, serta tenaga pengajar. Penggunaan media tersebut dapat memberikan keuntungan diantaranya dapat diakses dengan mudah[13]. Guru yang kreatif akan selalu berusaha untuk memberikan media pembelajaran yang terbaik bagi peserta didiknya agar materi yang disampaikan</p>
      <p id="_paragraph-20">dapat diterima dan mudah dimengerti oleh peserta didiknya. Kemampuan guru dalam memilih media pembelajaran menjadi dasar berbagai manfaat media pembelajaran bagi peserta didik. Seorang guru seharusnya dapat lebih terampil dalam menggunakan media pembelajaran yang digunakan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-9f3ec6a69042f8d53e9e8137fb5bcbe8">
      <title>
        <bold id="bold-9b76d89f985871ef594d607b74d4568b">METODE</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-21">Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sebuah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan eksperimen yaitu sebuah penelitian yang digunakan untuk mencari perlakuan terhadap yang lain untuk mengetahui situasi yang terkendalikan. Desain dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-42">Pre-Experimental Design</italic> dalam bentuk <italic id="_italic-43">One Group Pretes-Postest Design</italic>[14]. Populasi yag digunakan adalah seluruh siswa kelas III SD di SDN Cemeng Bakalan 2 yang berjumlah 17 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh atau sampling populasi. Sumber data penelitian ini diambil dari nilai <italic id="_italic-44">pretest </italic>dan <italic id="_italic-45">posttest</italic>. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan Uji t dalam bentuk T-Test[15].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-3ff8ccd06c2ebe1ee56e3f312bd18e24">
      <title>
        <bold id="_bold-14">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-22">Peneliti melaksanakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media <italic id="_italic-46">YouTube</italic> terhadap keterampilan menimak intensif siswa SD kelas III di SDN Cemeng Bakalan 2. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi terlebih dahulu di kelas III untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Selain melakukan observasi peneliti juga memberikan soal <italic id="_italic-47">pretest </italic>dan <italic id="_italic-48">posttest </italic>yang diberikan kepada responden yaitu siswa kelas III SDN Cemeng Bakalan 2 yang berjumlah 17 siswa. Data yang ada pada penelitian ini berasal dari hasil tes berupa <italic id="_italic-49">pretest </italic>dan <italic id="_italic-50">posttest </italic>. Adapun tes <italic id="_italic-51">pretest </italic>kegiatan dilakukan sebelum diberikan treatment yaitu kegiatan menyimak yang dilakukan masih menggunakan dongeng yang dibacakan oleh peneliti. Sedangkan pada tahap <italic id="_italic-52">posttest </italic>dilakukan setelah diberi treatment. Kegiatan menyimak menggunakan media <italic id="_italic-53">YouTube</italic>. Selain dengan tes <italic id="_italic-54">pretest </italic>dan <italic id="_italic-55">posttest </italic>, data akan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji t-test, dan uji eta squared.</p>
      <p id="_paragraph-23">Penelitian ini peneliti menggunakan seluruh siswa kelas III SDN Cemeng Bakalan 2 yang terdiri dari 17 siswa. Peneliti melakukan 2x pertemuan yaitu pada tanggal 21 Juni 2022 dan tanggal 22 Juni 2022 dengan materi unsur-unsur dongeng. Dapat diketahui bahwa data nilai <italic id="_italic-56">p</italic><italic id="_italic-57">re</italic><italic id="_italic-58">-</italic><italic id="_italic-59">test </italic>tertinggi adalah 67 dan nilai terendah adalah 40. Pada posttest yang diberikan setelah diberikan perlakuan media pembelajaran <italic id="_italic-60">YouTube </italic>diperoleh nilai terendah 73 dan tertinggi 87, dengan nilai rata-rata 78,37. Peneliti menggunakan bantuan SPSS 25 untuk menghitung uji normalitas data. Apabila sig. &gt; 0,05 berarti data dinyatkan berdistribusi normal. Dan sebaliknya, jika sig. &lt; 0,05 berarti data tidak normal. Berikut hasil uji normalitas dengan bantuan SPSS 25.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Hasil Normalitas Data</title>
          <p id="_paragraph-25" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a775cf3d78545bf37d0604851d8cad2e">
              <td id="table-cell-0ea8b76f5c5a9e6c35ed3e2c862d230a" colspan="3">Kolmogorov-Sminov</td>
              <td id="table-cell-ebd56a543dbc248e8b03446c9edd7c2b" colspan="3">Shapiro-Wilk</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e40979406839fbe1a398658730cae34b">
              <td id="table-cell-b825cc4216500e876565d6cb59317447">PretestPostest</td>
              <td id="table-cell-2372ca740b6a1139f21f8df76833ba2c">Statistic,229,201</td>
              <td id="table-cell-3fd04b78098623b20aa375ba12fe4887">df1818</td>
              <td id="table-cell-1f5397810c63dbe07d348b84fd3a6469">Sig.,013,054</td>
              <td id="table-cell-9ac021d0439c2b48e3a15fe18d2a0ccc">Statistic,887,918</td>
              <td id="table-cell-9a2e007b9f2bf205e971f27f66d6f40f">df1818</td>
              <td id="table-cell-7739fa2d6b3568e0e36ac00739b4cacd">Sig.,023,118</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="bold-d23185a39b7760a553103fb561cbb315">a. Lilliefors Significance Correction</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari media pembelajaran, maka pengujian hipotesis dapat dilakukan. Pengujian hipotesis ini menggunakan teori dari <italic id="_italic-61">Shapiro-</italic><italic id="_italic-62">Wilk</italic>dengan bantuan SPSS 25, yang mana pada teori ini menggunakan metode yang digunakan untuk sampel</p>
      <p id="_paragraph-28">berjumlah kecil. Adapun kaidah dalam menyimpulkan uji hipotesis. Berikut ini kaidah keputusannya:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-47006e5463df35dcb2620f259ac92d74">
        <list-item>
          <p>Jika nilai sig (t hitung) &lt; 0,482 (t tabel) artinya Ho tidak diterima dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh dari media pembelajaran <italic id="_italic-63">YouTube </italic>untuk meningkatkan keterampilan menyimak intensif siswa kelas III SDN Cemeng Bakalan 2.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai sig (t hitung) &gt; 0,482 (t tabel) artinya Ha diterima dan Ho tidak diterima, yang berarti tidak ada pengaruh dalam penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-64">YouTube </italic>dalam meningkatkan keterampilan menyimak intensif siswa kelas III SDN Cemeng Bakalan 2.</p>
        </list-item>
      </list>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Uji Hipotesis One Sample T-Test</title>
          <p id="_paragraph-30" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-dea786d5aea18fe390c2d5ddb6cd7a2c">
              <td id="table-cell-4b4db1837ca44745694adf1cbd84697d" colspan="3">Test Value = 75 95% Confidence Interval of the Difference</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8c5bfa73617b1e0cc30da0bac420bc1a">
              <td id="table-cell-ff5c36e549f0816cbb9c7db46c02ea18" colspan="3">t df Sig. (1-tailed) Mean Difference Lower Upper</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aaa2b09eaf7d35c3df0217a9755a546c">
              <td id="table-cell-580dd8ada3860dddf5d6ae8a77b703c5" rowspan="2">PretestPostest</td>
              <td id="table-cell-6b325edf35a478ac19c8ec0b11c84a2d" rowspan="2">-9,724 2,089</td>
              <td id="table-cell-74139a365ec7971faf124ecf3805b96e">17 ,000 -21,647 -26,37 -16,93</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-800a4db8a930fd3c396e0f5792cd3719">
              <td id="table-cell-5593c94fe0eca4f14dfb3d332d19b4c9">17 ,003 3,882 -,06 7,82</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="heading-658cc8b5a67059e4526be75d6fde0c7d">
      <title>
        <bold id="bold-a514c477b7e56451bc442db4620e7067">KESIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-31">Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh media pembelajaran <italic id="_italic-65">YouTube</italic> terhadap keterampilan menyimak intensif siswa kelas III SDN Cemeng Bakalan 2. Dibuktikan dengan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata <italic id="_italic-66">pretest</italic> dan <italic id="_italic-67">postest</italic> adalah 53,75 dan 78,37. Hasil uji hipotesis dilihat dari nilai signifikansi .000 yang artinya kurang dari 0,05, jadi terdapat hubungan atau korelasi antara pretest dan postest. Untuk menjawab hipotesis dari penelitian ini, yaitu pada tabel sig(1-tailed) diatas adalah 0,000 yang berarti kurang dari 0,05. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran <italic id="_italic-68">YouTube</italic> terhadap keterampilan menyimak intensif siswa kelas III SDN Cemeng Bakalan 2 artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga jika pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran <italic id="_italic-69">YouTube </italic>maka menunjukkan perbedaan</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>