Abstract

This study investigates the association between reading interest and reading comprehension ability among fifth-grade students at BalongGabus Candi State Elementary School. Employing a quantitative correlational approach, data collection involved questionnaires and comprehension tests for 23 students. The computed correlation coefficient (r = 0.756) demonstrated a robust relationship between the two variables, signifying a 57.15% connection strength. This significant finding suggests that reading interest greatly influences reading comprehension prowess in this cohort.

Highlights: 

  • Strong Correlation: A robust correlation coefficient (r = 0.756) highlights a substantial and positive relationship between reading interest and reading comprehension ability among fifth-grade students.

  • Influential Factors: The study underscores the significance of reading interest as a determining factor in enhancing reading comprehension skills among young learners.

  • Quantitative Insights: Employing a quantitative approach with a sample of 23 fifth graders, this research provides valuable insights into the interplay between reading engagement and comprehension proficiency.

Keywords:Reading interest, Reading comprehension, Fifth graders, Correlation, Quantitative approach

PENDAHULUAN

Membaca merupakan kemampuan kognitif yang berupa pengenalan huruf, tanda baca, dan pemahaman isi teks. Selain itu membaca juga merupakan suatu keterampilan yang harus dipelajari pada usia sekolah, karna membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan bahasa [1]. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yang berasal dari individu tersebut yang meliputi motivasi, sikap, kebiasaan belajar, konsep diri dan salah satunya adalah minat membaca, yang dimana jika siswa tersebut memiliki minat yang tinggi dalam membaca maka siswa dapat membaca tanpa paksaan dari orang lain, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya [2].

Minat membaca merupakan dorongan untuk memahami kata demi kata dan isi yang terkandung dalam teks bacaan tersebut, sehingga pembaca dapat memahami hal-hal yang dituangkan dalam bacaan tersebut. Oleh karna itu siswa dapat mengetahui maksut dari bacaan yang ia baca sehingga dibutuhkan minat membaca yang baik [3]. Selain itu minat membaca adalah keinginan siswa yang kuat yang disertai usaha siswa untuk membaca bacaan yang ia senangi. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan mewujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri[4].

Disekolah dasar kegiatan membaca melalui dua tahapan, yaitu tahap pertama disekolah pada kelas 1,2,3 yang disebut membaca permulaan. Sedangkan pada tahap yang kedua pada kelas 4,5,6 yang sudah mampu menguasai tahap membaca pemahaman. Karena yang harus diperhatikan dalam kegiatan membaca siswa adalah kemampuan dalam memahami makna bacaan yang ia baca secara menyeluruh. Tingkat pencapaian kemampuan membaca pemahaman seseorang sangat di pengaruhi oleh hal yang disebut dengan kesiapan membaca [5]. Kesiapan membaca tersebut yang nantinya akan meningkatkan tingkat kematangan emosi dan minat dalam membaca.

Berdasarkan hasil observasi awal peneliti di SDN BalongGabus Candi, diketahui bahwa masi banyak siswa yang kurang bisa memahami isi bacaan, dimana siswa hanya membaca suatu teks secara sekilas tanpa memahami isi bacaan tersebut, serta kesadaran siswa dalam membaca masih kurang. Dimana tingkat membaca pemahaman siswa sangat dipengaruhi oleh suatu hal yang disebut dengan kesiapan membaca. Dimana kesiapan membaca tersebut bersifat kematangan emosi dan minat dalam membaca, pemahaman siswa terhadap bacaan disertai dengan minat baca yang mumpuni maka dari itu perlu adanya strategi yang relevan yang dapat dijadikan suatu solusi untuk pemecahan masalahnya [6].

Dalam penelitian yang dilakukam oleh amelia yang menunjukkan adanya hubungan yang positif antara minat membaca dengan kemampuan membaca pemahaman [7]. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terkait hubungan minat membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa. Yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara minat membaca dengan membaca pemahaman siswa kelas V.

METODE

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dengan melakukan analisis data bersifat kuantitatif statistik [8] Sampel pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas V SDN BalongGabus atau disebut dengan pengambilan tekhnik sampling jenuh, dikarenakan peneliti tidak memberikan kesempatan sama bagi setiap unsur anggota populasi yang menjadi sampel [9]. Data yang diambil oleh peneliti melalui penyebaran kuisioner dan pemberian tes pemahaman.

Pada penelitian ini menggunakan tekhnik korelasional yaitu tekhnik analisis statistik mengenai hubungan antara dua variabel atau lebih, dimana tekhnik korelasional ini hanya mempertanyakan besaran hubungan antara dua variabel [10]. Peneliti melakukan perhitungan analisis data dengan menggunakan uji hipotetsis dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Berikut tahapan dalam analisis data: pertama peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada wali kelas V terkait kebiasaan membaca siswa. Tahapan kedua, yakni penuebaran kuisioner untuk siswa dimana jumlah soal pada kuisioner sebanyak 30 pertanyaan dengan skala 1-3. Dengan kriteria 1 tidak setuju, 2 setuju, 3 sangat setuju. Setelah itu pemberian tes pemahaman yang terdiri dari pemberian naskah teks bacaan kemudian terdapat 10 pertanyaan yang dapat dijawab oleh siswa sesuai dengan bacaan. Tahapan terakhir perhitungan data dan pengambilan kesimpulan. Berikut daftar instrumen yang digunakan:

Indikator minat membaca Sub indikator minat membaca Indikator tes pemahaman Aspek
1.Senang dengan kegiatan membaca buku a. Membaca buku berdasarkan keinginan sendiri b. Tidak suka dengan kegiatan membaca buku c. Memahami bacaan yang ia baca d. Senang membaca buku e. Membaca buku hanya untuk mendapatkan nilai f. Membaca buku apabila ada teman yang mengajak 1. Menjelaskan watak tokoh dalam cerita C2
2. Mampu mencari jenis bacaan yang akan dibaca a. Mampu memilih jenis bacaan yang ia baca b. Rajin mengunjungi perpustakaan sekolah c. Tidak suka mencari bahan bacaan d. Lebih suka membaca komik dari pada buku pelajaran e. Suka membeli buku bacaan terbaru dari pada membeli mainan 2. Menjelaskan tema, latar tempat, waktu, dan suasana dalam cerita C2
3. Menyukai kegiatan membaca dibandingkan dengan kegiatan lain a. Lebih suka membaca dari pada melakukan hal lain b. Menghabiskan waktu luang dengan membaca c.Lebih suka melakukan hal lain dari pada membaca 3. Menjelaskan amanat dalam cerita 4. Menyebutkan tokoh dalam cerita 5. Menjelaskan pokok pikiran dalam cerita C2
6. Menjawab pertanyaan dengan sesuai C1
Table 1.Instrumen Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata perolehan skor kuisioner sebesar 98,95 sedangkan padates pemahaman memperoleh skor rata-rata sebesar 78,26. Kemudian peneliti melakukan perhitungan analisis data menggunakan uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi productmomentdengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% atau 0,05 dengan df = n – 2 (23 - 2 = 21), yang menyatakan apabila, rhitung ≥ rtabel maka Ha diterima Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara minat membaca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman. Namun jika rhitung ≤ rtabel maka Ho diterima Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara minat membaca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman. Perolehan hasil alisis data sebagai berikut:

N - 2 21
r hitung 0,756
r tabel 0,433
Kesimpulan Ha diterima Ho ditolak
Table 2.Hasil perhitungan analisis data

Berdasarkan tabel diatas bahwa nilai koefisien (r) korelasi minat baca dengan kemampuan membaca pemahaman sebesar 0,756 yang menunjukkan tingkat hubungan yang kuat karena nilai 0,756 berada pada interval 0,60 – 0,799 dan dapat dinyatakan signifikan dengan taraf 5% hal itu karena rhitung ≥ rtabel atau 0,756 ≥ 0,433. Dengan itu dapat disimpulkan bahwa Ha diterima Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara minat membaca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman yang dimiliki oleh siswa kelas V SDN BalongGabus Candi. Untuk mengetahui besaran kedua hubungan tersebut peneliti menggunakan perhitungan dengan menggunakan uji koefisien determinan yang diperoleh hasil hubungan minat membaca dengan kemampuan membaca pemahaman sebesar 57,15%. , Hal ini membuktikan bahwa minat membaca terdapat hubungan terhadap kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dimana dengan tingkat minat membaca yang rendah kemampuan membaca pemahaman siswa pun rendah karena siswa tidak dapat memahami betul apa dari isi bacaan yang ia baca sebab siswa hanya membaca sekilas saja materi yang ia pelajari [11]

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakuakn oleh Rahmawati dkk, yang menyatakan bahwa minat membaca memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan membaca pemahaman namun meningkat atau menurunnya minat membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain [12]

Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Ika Safitri dkk, yang menyatakan dimana hubungan positif yang dimaksudkan adalah besarnya kontribusi keterampilan membaca pemahaman terhadap minat membaca siswa [13]. Untuk dapat menumbuhkan minat membaca siswa tentunya guru berperan penting sebab guru sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu memberikan motivasi siswa dalam mewujudkan minat membaca siswa [14]. Sedangkan faktor yangmemperngaruhi tinggi rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa diantaranya adalah: siswa yang bersangkutan, keluarga, kebudayaan, dan situasi sekolah [15].

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait minat membaca dengan kemampuan membaca pemahaman terdapat hubungan yang kuat dalam hubungan minat membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SDN BalongGabus Candi yang berada pada interval koefisien 0,60 – 0,799 yang dinyatakan signifikan dengan taraf 5% karena rhitung ≥ rtabel yaitu (0,756 ≥ 0,433). yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan besarnya hubungan antara kedua variabel mempunyai kontribusi sebesar 57,15%.

References

  1. Rahim, "Pengajaran membaca di sekolah dasar," Jakarta: Bumi Aksara, 2018.
  2. Herlinyanto, "Membaca pemahaman dengan strategi KWL (pemahaman dan minat membaca)," Yogyakarta: Deepublish, 2015.
  3. S. Satriani, "Hubungan Antara Minat Baca Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD Gugus I Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone," JIKAP PGSD J. Ilm. Ilmu Kependidikan, vol. 5, no. 1, pp. 92, 2021. doi: 10.26858/jkp.v5i1.16825.
  4. Z. Ahsan, "Definisi minat manusia," J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2016.
  5. N. Halawa, "Kontribusi Minat Baca Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa," J. Edukasi Khatulistiwa Pembelajaran Bhs. dan Sastra Indones., vol. 3, no. 1, pp. 27, 2020. doi: 10.26418/ekha.v2i2.32786.
  6. D. Z. Sumira, D. Deasyanti, and T. Herawati, "Pengaruh Metode Scramble dan Minat Baca terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar," Indones. J. Prim. Educ., vol. 2, no. 1, pp. 62, 2018. doi: 10.17509/ijpe.v2i1.11673.
  7. R. Amelia, "Hubungan Antara Minat Baca Dengan Keterampilan Membaca Pemahaman Bagi Siswa Kelas V Mi Darul Istiqamah Kec. Pattalassang Kab. Gowa," vol. 53, no. 9, 2013.
  8. Sugiyono, "Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D," Bandung: Alfabeta, 2015.
  9. Sugiyono, "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (Mix Methods)," Bandung: Alfabeta, 2020.
  10. Y. Rahmi and I. Marnola, "Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)," J. Basicedu, vol. 4, no. 3, pp. 662–672, 2020. doi: 10.31004/basicedu.v4i3.406.
  11. S. Istiningsih, N. Nurlelah, and H. Setiawan, "Hubungan Minat Baca Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Cerita Fiksi Siswa Kelas V SDN Gugus 5 Cakranegara," J. Ilm. Mandala Educ., vol. 8, no. 1, pp. 796–803, 2022.
  12. S. Rahmawati, N. Latifah, and D. Fadhillah, "Hubungan Antara Minat Baca Dengan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDIT Gunung Jati Perumnas Karawaci Kota Tangerang," J. Elem. Kaji. Teor. dan Has. Penelit. Pendidik. Sekol. Dasar, vol. 5, no. 1, pp. 51–54, 2022.
  13. K. Utami, V. Oktaviany, and R. Dwiprabowo, "Hubungan Minat Membaca Dengan Keterampilan Menulis Narasi," pp. 369–375, 2021.
  14. H. R. Ramadhan, "Hubungan Antara Dukungan Sosial Orangtua Dengan Minat Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Minomartani 6," vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2017.