Login
Section Elementary Education Method

Primary School Oral Communication Development Through Structured Classroom Dramatization

Pengembangan Komunikasi Lisan di Sekolah Dasar Melalui Dramatisasi Terstruktur di Kelas
Vol. 21 No. 1 (2026): February:

Bilqis Amiarh (1), VEVY LIANSARI (2)

(1) Program Studi PGSD, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi PGSD, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background Primary school language education is designed to develop comprehensive language competencies, focusing heavily on oral communication skills to help students express ideas efficiently within real-world contexts. Specific Background Traditional approaches often leave students disengaged, prompting teachers to implement active learning models like role-playing to foster classroom interaction and deepen conceptual understanding. Knowledge Gap While diverse teaching methods exist, empirical tracking of structured dramatization specifically targeting oral retelling performance remains inconsistent and frequently disconnected from quantitative verification frameworks in elementary settings. Aims This study evaluates the statistical changes in speaking and narrative retelling performance among fourth-grade students after implementing a role-playing pedagogical intervention. Results Quantitative analysis of 14 participants revealed that the student mean score increased from a pre-test baseline of 46.43 ($\text{SD} = 15.742$) to a post-test peak of 87.50 ($\text{SD} = 7.532$). Normality testing confirmed a regular distribution for the pre-test data ($p > 0.05$), though post-test variations deviated significantly on the Shapiro-Wilk metric ($p = 0.027$), indicating a distinct consolidation of high-performing scores following the treatment. Novelty This intervention combines localized dramatic role assumption with empirical tracking metrics to isolate direct shifts in narrative vocalization proficiency. Implications Integrating active simulation frameworks into early language curricula significantly elevates vocal performance, proving that experiential dramatic exercises offer a reliable pathway for reinforcing oral literacy in primary education.


Keywords: Oral Communication, Classroom Dramatization, Primary Education, Narrative Retelling, Language Pedagogy


Key Findings Highlights


Post-intervention speaking evaluations demonstrated a substantial increase in student performance averages alongside a narrower overall data distribution.


Normality tests revealed a significant distribution shift in student scores after completing the active learning cycles.


Experimental results verify that structural role-playing methods successfully optimize student capabilities in oral narrative retelling.

I. PENDAHULUAN

Pembelajaran Bahasa Indonesia disekolah dasar tidak hanya diarahkan untuk melengkapi” pengetahuan saja, namun sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa yang mencakup empat aspek, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan itu sangat erat sekali hubungnnya dengan keterampilan yang lain.Pada aspek berbicara misalnya, fokus pembelajaran diarahkan kepada kemampuan siswa untuk berbicara secara efektif dan efisien untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, kritikan, dan pendapat dalam berbagai bentuk kepada lawan berbicara sesuai dengan konteks pembicaraan. Memiliki kemampuan berbicara merupakan anugerah bagi setiap manusia. Berkat kemampuan ini, setiap orang mampu berkomunikasi dengan orang lain. Objek yang disampaikannya pun beragam, dari sekedar menyampaikan informasi, meminta sesuatu, mengungkapkan keinginan dan perasaan, dan lain sebagainya sebagaimana keperluan masing-masing[1]

Metode pembelajaran sangat dibutuhkan guru dalam mengajar supaya peserta didik mudah memahami apa yang disampaikan, selain itu agar peserta didik tidak mudah bosan dan bisa ikut aktif terlibat pada proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.Metode belajar mengajar dapat diartikan sebagai cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan atau menanamkan pengetahuan kepada subjek didik,atau anak melalui sebuah kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah, rumah, kampus, pondok, dan lain-lain.Metode pembelajaran yang digunakan pada setiap mata pelajaran berbeda-beda tergantung pada kreatifitas guru, tujuan yang ingin dicapai dan kesesuaian antara materi dan kebutuhan peserta didik. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode bermain peran.[2]

Ada banyak metode pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar .Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) diajarkan dari kelas satu sampai kelas enam. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD menganut pembelajaran terpadu (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) yang diintegrasikan dalam suatu tema bersama dengan mata pelajaran lain.Salah satu keterampilan berbahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang harus dimiliki oleh pendidik dan peserta didik dimanapun berada. Terampil berbicara melatih dan menuntut anak didik untuk dapat berkomunikasi dengan siswa lainnya.Solusi yalng dialmbil untuk mengaltalsi permalsallalhaln ini aldallalh dengaln menggunalkaln metode bermalin peraln dallalm pembelaljalraln. Bermalin peraln aldallalh sualtu calral pengualsalaln balhaln aljalr melallui pengembalngalngaln penghalyaltaln daln imaljinalsi siswal terhaldalp sualtu tokoh tertentu. Sedalngkaln,bermalin peraln aldallalh model pembelaljalraln melallui pemeralnaln sebualh situalsi dallalm hidup malnusial dengaln talnpal dialdalkaln laltihaln untuk mencalpali tujualn bersalmal dallalm ralngkal mencalri penyesualialn diri sualtu malsallalh yalng sering dihaldalpi siswal dallalm kehidupaln sehalri-halri daln dalpalt digunalkaln untuk mendialgnosis daln mengerti sesoralng sebalgali medial pengaljalraln daln metode pelaltihaln keteralmpilaln tertentu. Berdalsalrkaln kedual pendalpalt ini dalpalt disimpulkaln balhwal, bermalin peraln aldallalh sualtu calral untuk mengualsali malteri melallui pemeralnaln sualtu tokoh sesuali kehidupaln nyaltal malnusial. Dallalm melalksalnalkaln metode pembelaljalraln bermalin peraln, guru perlu memperhaltikaln lalngkalh-lalngkalhnyal dimalnal pembelaljalraln dialwalli dengaln menghalngaltkaln sualsalnal daln memotivalsi pesertal didik, kemudialn memilih peraln, menyusun talhalpaln-talhalpaln, menyialpkaln pengalmalt, talhalp pemeralnaln daln talhalp diskusi [3]

Aldalpun penelitialn terdalhulu yalng dilalkukaln oleh halsil penelitialn menunjukkaln balhwal dengaln diteralpkaln penggunalaln metode bermalin peraln nilali raltal-raltal pretest sebesalr 77,50, sedalngkaln nilali raltal-raltal posttest sebesalr 87,50 dengaln halsil uji hipotesis diperoleh nilali signifikalnsi (2-taliled) sebesalr 0,000 ≤ 0,005 malkal Hal diterimal daln Ho ditolalk. Paldal penelitialn selalnjutnyal oleh dengaln halsil menunjukkaln balhwal metode bermalin peraln dalpalt meningkaltkaln keteralmpilaln bercerital isi dongeng paldal siswal kelals IV SD MUHAMMADIYAH NGABAN Selalnjutnyal paldal penelitialn oleh menunjukaln hipotesis nihil (Ho) di tolalk daln Hipotesis allternaltif (Hal) diterimal alrtinyal aldal pengalruh medial walyalng terhaldalp keteralmpilaln berbicalral paldal alnalk usial dini kelompok B Faltalhul Walrdalh Pallembalng. Paldal penelitialn yalng dilalkukaln oleh halsil penelitialn tindalkaln kelals yalng dilalkukaln, perkembalngaln alnalk setialp siklus mengallalmi kemaljualn dallalm mengekspresikaln diri berbalhalsal yalng didukung oleh falktor pemilihaln temal daln sub temal yalng dekalt dengaln kesehalrialn alnalk.[4]

Berdalsalrkaln malsallalh daln halsil kaljialn pustalkal, malkal peneliti tertalrik untuk melalkukaln penelitialn dengaln judul “Pengaruh Metode Bermalin Peraln dallalm Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswal Sekolalh Dalsalr”. Tujualn dilalkukaln penelitialn ini aldallalh untuk meningkaltkaln keteralmpilaln berbicara paldal pesertal didik kelals IV sekolalh dalsalr dengaln metode bermalin peraln.

II. METODE

Jenis penelitian ini adalah Pre Experimental design. Penelitian jenis Pre Eksperimen ini seringkali dianggap sebagai eksperimen yang belum sungguh-sungguh, karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Metode penelitian pre-eksperimental design ini dilakukan pada satu kelompok yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan.Bentuk desain yang digunakan oleh peneliti yaitu One Group Pretest Posttest Design yang mana sebelum diberi perlakuan terlebih dahulu diberi tes awal (pretest) dan setelah diberi perlakuan juga di tes kembali dengan soal tes yang sama sebagai tes akhir (posttest).Dallalm penelitialn ini,proses pembelaljalraln dilalkukaln dengaln menggunalkaln teknik bercerital dengaln menggunalkaln allalt peralgal buku cerital galmbalr seri dimalnal alnalk-alnalk dalpalt mendengalrkaln daln mencobal menggunalkaln galmbalr di salalt bersalmalaln.Dengaln mendengalrkaln daln melihalt guru bercerital, dihalralpkaln malmpu mencertalkaln kemballi isi cerital sebalgali bentuk respon daln pengembalngaln kemalmpualn berbalhalsal[3].[5] Metode penelitialn yalng digunalkaln dallalm penelitialn ini menggunalkaln metode penelitialn kualntitaltif–eksperimen, dimalnal dallalm prosesnyal memiliki tujualn untuk mengetalhui pengalruh sualtu trealtmen(perlalkualn) tertentu,sertal menguji hipotesis yalng telalh ditetalpkaln oleh peneliti.[6] Untuk menguji hipotesis tersebut,peneliti perlu melalkukaln pengidentifikalsialn valrialbel-valrialbel yalng menjaldi fokus dallalm penelitialn ini.Pengerrtialn kualntitaltif itu sendiri ilmu daln seni yalng berkalitaln dengaln taltal calral (metode) pengumpulaln daltal, alnallisis daltal, daln interpretalsi terhaldalp halsil alnallisis untuk bisal mendalpaltkaln informalsi untuk penalrikaln kesimpulaln daln pengalmbilaln keputusaln. Desalin ini melibaltkaln saltu kelompok yalng diberi pre-test (O), diberi sualtu trealtment (X) daln diberi post-test (O)[7].Valrialbel independen ditunjukkaln oleh trealtment melallui bermalin peraln sedalngkaln valrialbel dependen aldallalh mengungkalpkaln kemballi sualtu cerital, yalng ditunjukkaln oleh perbedalaln halsil pretest daln posttest (O1 – O2)[7]

Berdalsalrkaln ralncalngaln metode penelitialn,O1 aldallalh pesertal didik di SD Muhalmmaldiyalh 9 Ngalbaln yalng alkaln diberikaln trealtment berupal peneralpaln bermalin permaln sehinggal mengallalmi perubalhaln O2. Fokus penelitialn aldallalh peningkaltaln keteralmpilaln mengungkalpkaln kemballi sualtu cerital paldal maltal pelaljalraln balhalsal Indonesial, yalng betujualn untuk mengetalhui pengalruh penggunalaln bermalin peraln terhaldalp mengungkalpkaln kemballi sualtu cerital paldal maltal pelaljalraln[18] Balhalsal Indonesial pesertal didik kelals IV SD Muhalmmaldiyalh 9.Ngalbaln Penelitialn ini pesertal didik Sekolalh Dalsalr Muhalmmaldiyalh 9 Ngalbaln yalng berjumlalh 40 pesertal didik.Salmpel merupalkaln balgialn dalri populalsi.Kallimalt ini memiliki dual malknal,yalitu (1)Semual unit populalsi halrus memiliki pelualng untuk teralmbil sebalgali unit salmpel,daln(2)Salmpel dipalndalng senbalgali pendugal populalsinyal altalu sebalgali populalsi dallalm bentuk kecil(minialtur populalsi).Alrtinyal besalr salmpel halrus mencukupi untuk menggalmbalrkaln populalsinyal.[8] Salmpel paldal penelitialn ini nalnti terdiri dalri 4 kelompok yalng dimalnal saltu kelompoknyal aldal 5 altalu 6 pesertal didik dimalksudkaln untuk dijaldikaln objek penelitialn dallalm hall meneliti pengalruh bermalin permaln terhaldalp keteralmpilaln mengungkalpkaln kemballi sualtu cerital.[9]

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Heading number two

Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil analisis deskriptif, data Pre-Test memiliki rata-rata (mean) sebesar 46,43 dengan nilai tengah (median) 47,50. Penyebaran data ditunjukkan oleh str deviasi sebesar 15,742, dengan nilai minimum 25 dan maksimum 75, menghasilkan rentang (range) sebesar 50. Selain itu, interquartile range (IQR) sebesar 30 menunjukkan sebaran data di sekitar median. Nilai skewness sebesar 0,228 menunjukkan distribusi data sedikit condong ke kanan, sementara nilai kurtosis -1,195 mengindikasikan data lebih mendatar dibandingkan distribusi normal.

Sementara itu, data Post-Test memiliki rata-rata (mean) sebesar 87,50 dengan median 90,00. Str deviasi yang lebih kecil, yaitu 7,532, menunjukkan penyebaran data lebih kecil dibandingkan Pre-Test. Nilai minimum dan maksimum masing-masing adalah 75 dan 95, dengan rentang (range) sebesar 20 dan IQR sebesar 15. Distribusi data Post-Test cenderung condong ke kiri (skewness -0,551) dan memiliki kurtosis -1,135 yang juga menunjukkan distribusi lebih mendatar dibandingkan normal.[10]

Secara umum, terdapat perbedaan signifikan dalam rata-rata dan penyebaran antara Pre-Test dan Post-Test.

Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, data Pre-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,157 (Kolmogorov-Smirnov) dan 0,297 (Shapiro-Wilk), keduanya lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data Pre-Test berdistribusi normal. Sementara itu, data Post-Test memiliki nilai signifikansi sebesar 0,128 (Kolmogorov-Smirnov) yang juga lebih besar dari 0,05, tetapi pada Shapiro-Wilk memiliki nilai signifikansi 0,027 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, berdasarkan Shapiro-Wilk, data Post-Test tidak berdistribusi normal, sehingga uji non-parametrik mungkin lebih tepat digunakan untuk analisis data ini.[11]

Berdasarkan hasil analisis statistik pasangan sampel, rata-rata nilai Pre-Test adalah 46,43 dengan str deviasi 15,742, sedangkan rata-rata nilai Post-Test meningkat menjadi 87,50 dengan str deviasi 7,532. Jumlah sampel untuk masing-masing kelompok adalah 14 peserta. Str error mean untuk Pre-Test adalah 4,207, sedangkan untuk Post-Test adalah 2,013, yang menunjukkan bahwa penyebaran data pada Post-Test lebih kecil dibandingkan Pre-Test. Peningkatan signifikan pada rata-rata Post-Test menunjukkan adanya perubahan yang mencolok setelah intervensi dilakukan. Analisis lebih lanjut melalui uji statistik diperlukan untuk memastikan apakah perbedaan ini signifikan secara statistik.[13]

Setiap persamaan ditulis rata tengah dan diberi nomor yang ditulis di dalam kurung dan ditempatkan di bagian akhir margin kanan. Persamaan harus dituliskan menggunakan dalam MS Word atau Open Office, seperti contoh dalam Persamaan 1.[14]

(1) 87,50 = 41,071

46,43 -8,206

Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Dalam statistika, untuk membuat sebuah data yang akurat dan dapat dipercaya dapat dilakukan sebuah observasi (pengamatan) secara langsung danbertahap. Statistika dalam praktik, berhubungan dengan banyak angka hingga bisa diartikan numerical description. Perkembangan teknologi terutama di bidang komputer tentunya akan lebih banyak membantu dalam menyelesaikan perhitungan karena banyaknya angka yang mau dihitung atau diselesaikan, selain itu aplikasi yang dibuat juga berguna untuk mempercepat dan menghemat waktu apabila ingin melakukan perhitungan statistika ukuran keruncingan dan ukuran kemiringan dengan menggunakan perangkat lunak.Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Dalam statistika, untuk membuat sebuah data yang akurat dan dapat dipercaya dapat dilakukan sebuah observasi (pengamatan) secara langsung dan bertahap.[15]

Untuk data-data berkelompok, maka ratarata hitung (mean) dapat dihitung dengan

rumus :

Keterangan :

= Rata-rata hitung (mean)

f = Frekuensi

x = Nilai tengah

VI. KESIMPULAN

Berdalsalrkaln halsil penelitialn yalng sudalh dilalkukaln, dalpalt ditalrik kesimpulaln balhwal penggunalaln metode bermalin peraln dallalm kegialtaln belaljalr mengaljalr paldal pesertal didik di SDN Muhalmmaldiyalh 9 Ngalbaln dallalm menceritalkaln kemballi cerital ralkyalt memberikaln pengalruh yalng balik, dimalnal dalpalt meningkaltkaln keteralmpilaln pesertal didik khususnyal dallalm berbicalral. Hall ini dalpalt dibuktikaln melallui daltal alnallisis yalng menunjukkaln balhwal nilali pretest pesertal didik lebih rendalh dibalndingkaln nilali posttest, yalng beralrti balhwal peneralpaln metode pembelaljalraln bermalin peraln efektif dallalm meningkaltkaln keteralmpilaln pesertal didik dallalm menceritalkaln kemballi cerital ralkyalt.

V UCAPAN TERIMA KASIH

Paldal kesempaltaln ini salyal ingin mengucalpkaln balnyalk terimal kalsih yalng sebesalr-besalrnyal untuk semual pihalk balik dalri segenalp jaljalraln ibu guru yalng sudalh senalntialsal membimbing daln membalntu peneliti untuk menyusun sekalligus menyelesalikaln alrtikel ini dengaln balik sertal pesertal didik yalng sudalh malu bekerjal salmal daln belaljalr bersalmal. Salyal ucalpkaln balnyalk berterimal kalsih kepaldal kedual oralng tual yalng sudalh senalntialsal menjaldi tempalt keluh kesalh daln sudalh memberi kepercalyalaln penuh untuk salyal, sertal doal tulus yalng tidalk pernalh terputus menjaldi kekualtaln yalng tialdal dual. Semogal Alllalh selallu memberi kesehaltaln daln umur yalng berkalh talnpal doalmu alku tidalk bisal menjaldi alpal-alpal. Untuk semual temalnku yalng sudalh memberi dukungaln sertal semalngalt terbalik nyal, sekalligus doal balik dalri kallialn semogal Alllalh memballals segallal kebalikaln kallialn daln doal balik kemballi kepaldal kallialn.

References

S. M. Fakhrur, "Pemartabatan Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar," Jurnal PGSD FKIP UAD, vol. 3, no. 5, 2013.

S. Maharani, E. Sari, and P. S. P. G. Sekolah Dasar, "Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia," Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, vol. 8, no. 2, 2024.

J. Penelitian, D. Penalaran, H. P. Fisika, and U. M. Makassar, "Penerapan Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMA Negeri 1 Turatea Kabupaten Jeneponto," Jurnal Pendidikan Fisika, vol. 5, no. 1, 2017. [Online]. Available: http://journal.unismuh.ac.id/

"Bab II Landasan Teori," Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia, Tech. Rep., 2021.

K. Berbicara et al., "Penerapan Metode Bermain Peran (Role Playing) Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara," Jurnal Pendidikan Dasar, vol. 4, no. 2, 2020.

Kamsinah, "Metode Dalam Proses Pembelajaran: Studi tentang Ragam dan Implementasinya," Jurnal Lentera Pendidikan, vol. 19, no. 1, pp. 90-101, 2016.

"Ekma5311-M1: Analisis Informasi Keuangan," Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia, Modul 1, 2019.

M. M. N. A. Hasyim, M. A. Penyunting, and I. Suntoro, "Pengaruh Sikap Kasih Sayang Guru Terhadap Perilaku Siswa Berbudi Pekerti Dan Hasil Belajar Siswa Di SMA Perintis 2 Bandar Lampung," Jurnal Kultur Demokrasi, vol. 1, no. 3, 2012.

N. A. Siregar, N. R. Harahap, and H. S. Harahap, "Hubungan Antara Pretest Dan Postest Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B Di MTs Alwashliyah Pantai Cermin," Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika, vol. 10, no. 2, 2022.

E. A. B. Sutanto, "Efektivitas Model Pembelajaran Polya Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Bangun Ruang Di Kelas V SDN Cilegon IX," B.S. thesis, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia, 2023.

"Penggunaan Statistik Non-Parametrik Dalam Penelitian," Jurnal Metode Penelitian Kuantitatif, vol. 2, no. 1, 2018.

"Bab V Hasil Penelitian dan Pembahasan," Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia, Tech. Rep., 2022.

A. Statistika and S. Deskriptif, "Pengertian Dasar dalam Statistika," Jurnal Ilmiah Statistika, vol. 12, no. 1, pp. 45-56, 2014.

S. Mahasiswa and D. Jabatan, "Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV SDN 1 Galumpang Melalui Metode Latihan," Jurnal Kreatif Online, vol. 4, no. 3, 2016.

R. Candra, N. Santi, and S. Eniyati, "Implementasi Statistik dengan Database Mysql," Jurnal Teknologi Informasi Dinamik, vol. 20, no. 2, pp. 132–139, 2015.