Susilawati Maulid (1), Lina Revilla Malik (2), Kartika Fajriani (3)
General Background Early childhood education requires a comprehensive curriculum that supports children’s cognitive, affective, psychomotor, moral, spiritual, health, nutritional, care, protection, and welfare needs. Specific Background In Islamic early childhood education, the PIAUD curriculum is expected to adapt to modern realities while maintaining Islamic values through child-centered and faith-based learning. Knowledge Gap However, the implementation of holistic integrative curriculum practices remains constrained by limited teacher competence, inadequate facilities, weak coordination, and the lack of practical examples for learning implementation. Aims This study aims to collect and analyze previous literature on the development of the holistic integrative PIAUD curriculum. Results The literature shows that holistic integrative PIAUD is necessary because early childhood learning requires comprehensive services involving education, health and nutrition, parenting, protection, and welfare. The findings also indicate that teachers, parents, communities, stakeholders, and academic actors have complementary roles in supporting curriculum implementation. Curriculum development can be carried out through guidebook preparation, expert validation, revision, and continuous evaluation. Novelty This study synthesizes recent literature to position holistic integrative PIAUD as a collaborative curriculum framework that connects Islamic values, child-centered learning, and multisector participation. Implications The findings provide a conceptual basis for strengthening curriculum planning, teacher readiness, institutional collaboration, and child-friendly Islamic early childhood education practices.
Highlights• Comprehensive services include education, health, nutrition, care, protection, and welfare.• Teachers, parents, communities, and stakeholders share implementation responsibilities.• Guidebooks, expert validation, revision, and evaluation structure curriculum development.
KeywordsPIAUD Curriculum; Holistic Integrative; Early Childhood; Islamic Education; Curriculum Development
Pendidikan merupakan pembekalan dan pelatihan yang ditujukan kepada seseorang mulai dari lahir hingga kapanpun. Semenjak lahir, manusia diberikan Pendidikan oleh alam, sekitar, dan sesama manusia secara berkala. Mulai dari Pendidikan anak usia dini bagi anak dengan usia 0-6 tahun [1]. Anak di usia dini diberikan Pendidikan supaya melatih stimulus dan rangsangan yang memicu pertumbuhan dan perkembangannya . Tujuan umum dari Pendidikan usia dini tentu saja untuk mencerdaskan anak dan mengembangkan manusia seutuhnya, jika di Indonesia anak dididik supaya beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berbudi pekerti, memiliki nilai kognisi, afeksi, psikomotorik, Kesehatan, dan pebribadian [2]. Kalau ditinjau dari tujuan khusus dalam keagamaan, Pendidikan menjadi fondasi penting dalam membesarkan generasi yang memiliki nilai moral dan spiritual. Pendidikan Islam memiliki landasan teori yang kuat dalam konsep Tarbiyah yakni bukan hanya transfer pengetahuan agama tetapi juga pada pengembangan akhlak, keteladanan, dan pemahaman lahir batin pada setiap apa yang dilakukan [3].
Kebutuhan hari ini terhadap Pendidikan Islam yang lebih modern semakin nyata, karena pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru sudah banyak ditinggalkan. Maka perlu adanya penggunaan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan anak [4]. Prinsip yang digunakan dalam pelaksanaan dan pengevaluasian pembelajaran Islam adalah pendidikan tidak berfokus pada pencapaian nilai akademik, tetapi mengukur perkembangan anak secara menyeluruh berdasarkan nilai Islam (Akhlak, adab, spiritual, ibadah) [5]. Prinsip tersebut bisa direalisasikan dengan mengadopsi kurikulum PAUD kedalam Pendidikan Islam, yangmana disebut dengan PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini). Identifikasi kompetensi guru yang mampu menerapkan kurikulum berpusat pada anak yakni guru yang memiliki pemahaman mendalam tentang filosofis anak usia dini, prinsip nilai islam, dan konsisten dalam mengajar [6].
Kurikulum PIAUD di era modern hari ini dituntut untuk inovatif dan mengadaptasi kondisi realita tanpa kehilangan nilai-nilai Islam. Melalui sinergi Islam dan modern, kurikulum dapat menyajikan model pembelajaran yang tidak hanya mendidik tetapi beriman [7]. Gagasan untuk mengembangkan kurikulum yang ada tidak berhenti pada wacana tetapi menyentuh pada ranah implementasi dan strategi pembelajaran. yang menjadi permasalahan adalah kultur yang masih berpikir bahwa Pendidikan mementingkan pembiasaan akademik semata. Bahkan pemilihan guru dipandang dari relasi dan jabatan [8].
Kurikulum PIAUD berbasis Holistik Integratif merupakan kurikulum yang sudah lama ada diterapkan di Indonesia. Namun, pelaksanaannya masih terbatas oleh kemampuan guru dan fasilitas yang tidak memadai. Perlu strategi khusus yang melibatkan stakeholder lain demi kelancaran sistem ini [9]. Holistik memandang bahwa Pendidikan untuk anak usia dini harus dilakukan menyeluruh, karena kebutuhan anak bukan hanya akademik intelektual tetapi ada Kesehatan, gizi, dan perlindungan yang harus mereka dapatkan.
Integratif berarti Pendidikan harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan pertumbuhan anak. Pendidikan dilakukan dengan komprehensif, relevan, dan sistematis. Dari sudut pandang Islam, Pendidikan qur’ani bisa menjadi alternatif yang menunjang HI, namun permasalahannya adalah pengembangan kurikulum yang belum massif dilakukan oleh kebanyakan PIAUD [10]. Padahal kebutuhan anak usia dini tidak semudah orang dewasa, perlu pembiasaan dan kerelevanan kepada minat bakat anak [11]. Banyak literatur yang membahas tentang kurangnya Lembaga yang kesulitan menerapkan HI karena belum ada contoh dalam pelaksanaannya [12].
Urgensi penerapan kurikulum HI di pendidikan usia dini terlihat dari masa krusial anak yang memiliki istilah “Golden Age” maka tidak seharusnya Lembaga Pendidikan melegitimasi sistem Pendidikan konvensional. Spiritualitas anak bisa tercipta dari pembelajaran yang menyeluruh, misalnya dengan anak melakukan diskusi dan proyek maka ada nilai spiritual yang bisa didapatkan seperti berperilaku baik dengan sesama, saling menghormati, mengikuti arahan guru. Jadi bukan hanya mendengarkan kajian dan ibadah saja tetapi berbasis dari pengalaman langsung [13].
Dari latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai topik yang dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur atau penelitian terdahulu mengenai pengembangan kurikulum PIAUD-HI. Maka dari itu, penelitian ini diberi judul “Urgensi Pengembangan Kurikulum Piaud Berbasis Holistik Integratif : Sebuah Studi Literatur”
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau biasanya disebut juga literature review yangmana penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Menurut Sarjono (2004) penilitian kepustakaan dilakukan dengan pengumpulan data dari berbagai literatur yang tidak terbatas pada buku atau jurnal saja, tetapi bisa bersumber dari majalah, surat kabar, dalil, gagasan, dan lain sebagainya. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis dan memecahkan masalah yang diteliti oleh peneliti sehingga menghasilkan kesimpulan yang berdasar. Pendekatan kualitatif yang digunakan menekankan pada analisis penyimpulan komprasi serta pada fenomena yang diamati menggunakan logika ilmiah sehingga menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata.
Penelitian ini menggunakan 30 bahan referensi berupa artikel jurnal, skripsi, dan berita. Peneliti hanya menggunakan tiga pustaka tersebut karena penelitian ini akan mengumpulkan literatur terbaru sesuai dengan kondisi di lapangan. Peneliti mengumpulkan 30 studi literatur dari database platform publikasi ilmiah yakni google schoolar. Google schoolar adalah mesin pencari yang mudah, cangkupannya luas, dan website ini gratis. Layanan ini masih menjadi pilihan mahasiswa dan peneliti dalam mencari referensi kredibel dari berbagai disiplin ilmu. Kriteria pemilihan artikel/jurnal yang dijadikan literatur penelitian ini meliputi :
Langkah-langkah sistematis yang dilakukan dalam penelitian ini melalui proses tahapan yang lengkap, dimana peneliti melakukan proses seleksi pemilihan dan skrining melalui abstrak penelitian supaya bisa terlihat kesesuaian permasalahan dan kesimpulan yang kongkrit. Kemudian, analisis data dilakukan dengan kritis supaya bisa mendapatkan pembaruan argumen pada akhir penelitian. Seperti kerangka penelitian yang digunakan sebagai acuan tahapan penelitian dibawah ini :
Gambar 1. Kerangka Penelitian
Urgensi terhadap pengembangan dan massif penerapan kurikulum Holistik Integratif didasarkan pada kebutuhan hari ini terhadap pembelajaran yang ramah terhadap anak usia dini [14]. Holistik Integratif memiliki hubungan erat dengan hak perkembangan yang optimal. Melalui tabel literatur, peneliti mengumpulkan kajian yang bisa menguatkan keharusan PIAUD untuk menerapkan kurikulum yang berbasis Holistik Integratif. Hal tersebut didasarkan pada temuan fenomena peneliti yang meyakini kepentingan dari pengembangan kurikulum PIAUD. PAUD-HI (PAUD-Holistik Integratif) menjadi basis kurikulum terbaru yang masih relevan digunakan hari ini, dasar penerapannya berpusat pada kebutuhan anak.
Tabel 1 . Tabel Literatur
Secara urgensi kebutuhan anak, pemenuhan kebutuhan anak secara holistik integratif berarti perlu mengadopsi pendekatan atau metode pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa. misalnya aktivitas gerak dengan proyek, eksperimen, eksplorasi, diskusi, dan observasi yang berbasis pengalaman [15]. Kemudian Secara kebijakan, kurikulum PAUD-HI sudah final dan memiliki akurasi dalam pelaksanannya. Sistem kurikulum sudah dirancang matang sebelum dipakai oleh seluruh PAUD, mulai dari SK, MOU, SOP, Komponen kurikulum. Kurikulum ini memiliki rincian jenis kegiatan siswa, tujuan, sasaran, waktu, pelaksanaan, sumber dana, dan timeline yang menentukan kurikulum ini berlaku dalam masa pertumbuhan anak yang seperti apa. Proses penjaminan mutu anak dipantau langsung oleh orangtua, guru, dan stakeholder terkait [16].
Hal tersebut didukung dalam penelitian lain membahas tentang sisi integratif merujuk pada keterpaduan layanan anak dan kolaborasi penuh semua pihak. Dukungan ini mendukung perkembangan anak dengan terjaminnya Pendidikan, Kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan [17]. Kalau semua berperan, maka pelaksanaan HI bisa maksimal. Seperti yang dilakukan di beberapa tempat menggunakan strategi pedagogis yang dirancang untuk membentuk manusia. Fokus utamanya adalah pengembangan aspek kognitif, afektif, spiritual, sosial, dan prikomotorik. PIAUD disini berperan sebagai sarana pembinaan karakter dan jati diri melalui Pendidikan yang relevan dengan realitas kebutuhan anak [18]. Terbukti dari penelitian yang mengatakanbahwa anak dengan usia 5-6 tahun sudah mampu melaksanakan tugas kelompok, bekerjasama dan bermain bersama teman, sabar, menaati peraturam, mau menolong, memberi, dan meminta maaf .
Urgensi diatas perlu direalisasikan dalam pembelajaran anak. Perencanaan pembelajaran yang terintegrasi dengan HI menempatkan anak sebagai pelaku utama. Anak diberikan ruang untuk menentukan aktivitas yang diminati, berpendapat, aktif, dan langsung dari pengalaman (Lerning by doing) [19]. Beberapa layanan yang ditawarkan dalam PIAUD-HI ada layanan Pendidikan, layanan Kesehatan dan Gizi, layanan Pengasuhan, layanan perlindungan, layanan kesejahteraan [20]. Dari pemerintah, perhatian terhadap penerapan PIAUD-HI menjadi dukungan moral dan finansial kepada guru dan Yayasan supaya sumber pemahaman dan kebutuhan lainnya bisa terakomodasi dengan baik [14]. Sisi lain, sekolah berperan untuk menyediakan seluruh fasilitas yang sudah dianggarkan oleh pemerintah. Fasilitas ini menunjang seluruh keperluan anak dalam belajar. Orangtua senantiasa membimbing anak dirumah sebagai follow up pebelajaran di sekolah. Kemudian untuk stakeholder dan masyarakat berperan aktif dalam menciptakan suasana kehidupan yang inklusif. Selain kepemimpinan, keluarga, dan masyarakat. Maka pentingnya kolaborasi lintas sector secara menyeluruh. Keluarga memiliki peran aktif karena dukungan dan dorongan kepada anak untuk tetap exited dengan pembelajaran [21].
Pengembangan Kurikulum PIAUD-HI dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, dengan merealisasikan penuh buku panduan dengan menyesuaikan spesifikasi produk pembelajaran. kegiatan ini merupakan internalisasi dari konsep pada alat peraga dan bentuk kegiatan yang sesuai dan integratif. Kedua, melakukan validasi kepada ahli untuk menilai kelayakan visual. Pembelajaran yang inklusif berarti mampu menerima saran dan masukan dari pihak lain sebelum dieksekusi oleh guru dalam ruang belajar. Perlu adanya validasi supaya lebih maksimal. Ketiga, melakukan revisi sesuai saran ahli. Pengembangan ini bisa menjadi langkah kongkrit untuk menciptakan pembelajaran anak usia dini [22]. Pengembangan ini bisa dibantu oleh akademik eksternal yang fokus dalam pendampingan HI. Misalnya, mahasiswa sebagai akademik berperan juga sebagai penggerak inovasi yang memastikan bahwa praktik PIAUD-HI terus berkembang dan beradaptasi [23]. Mahasiswa memiliki kesadaran akademik dan pedagogis yang tinggi terhadap pembelajaran yang berbasis lapangan [24].
Keberhasilan HI tercermin dari terpenuhinya kebutuhan esensial peserta didik. Selain itu, kepemimpinan dari kepala Madradah harus mendominasi, kuat, visioner, jejaring kerja luas. Penerapan HI jika tidak dibarengi dengan ligkage maka akan terbentur pada kurangnya referensi pembelajaran [25]. Dari kepemimpinan yang ideal, implementasi program PIAUD-HI dapat dilakukan dengan pendekatan multisector dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak [26]. Hal ini bisa memungkinkan kreatifitas pembelajaran yang lebih luas seperti audio visual, blended learning, qur’ani sains, dan teknologi lain [27].
Kesimpulan kajian sistematis ini mengungkap bahwa literatur yang digunakan oleh peneliti mendukung adanya kurikulum PIAUD-HI dalam membentuk karakter dalam masa pertumbuhan anak usia dini. Beberapa layanan yang ditawarkan dalam PIAUD-HI ada layanan Pendidikan, layanan Kesehatan dan Gizi, layanan Pengasuhan, layanan perlindungan, layanan kesejahteraan. Pendekatan ini berkontribusi dalam membentuk sisi kognitif, afektif, psikomotorik, moral, dan spiritual.
Berdsarkan temuan menunjukkan bahwa peran kolaboratif berbagai pihak sangat penting dalam implementasi kurikulum ini. Guru berperan sebagai fasilitator, teladan; orangtua berperan sebagai pendukung dan penerapan pola asuh; masyarakat dan stakeholder sebagai pihak lain membantu secara nilai sosial serta kebijakan structural. Maka perlu ada kolaborasi antara berbagai pihak untuk mendukung pembelajaran holistik integratif ini.
Pengembangan Pengembangan Kurikulum PIAUD-HI dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, dengan merealisasikan penuh buku panduan dengan menyesuaikan spesifikasi produk pembelajaran. Kedua, melakukan validasi kepada ahli untuk menilai kelayakan visual. Ketiga, melakukan revisi sesuai saran ahli. Pengembangan ini bisa menjadi langkah kongkrit untuk menciptakan pembelajaran anak usia dini.
Adnan Syah Sitorus, & Isna Maulidya. (2025). Model Pengembangan Spiritualitas Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Spiritual Keagamaan. Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak, 6(3), 292–303. https://doi.org/10.46773/alathfal.v6i3.2064
Aldi, M., & Khairanis, R. (2025). Membangun Karakter Islami pada Anak Usia Dini melalui Pendidikan Agama yang Holistik. Pijar Pelita : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 9–17.
Anggia, R. A. (2022). Implementasi Pembelajaran Holistik Integratif dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisiyah 1 Labuhan Ratu Bandar Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Anliani, N., Melia, Z., & Rifmasari, Y. (2025). Analisis Kurikulum Dan Perencanaan Pembelajaran PAUD : Tantangan Dan Strategi Implementasi. Global : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 86–93.
Ashri Hidayati, Purwoko, P., Ifah Khadijah, & Usep Suherman. (2025). Membaca Pendidikan Islam dalam Lensa Madzhab Kritis: Kritik terhadap Hegemoni Kurikulum Konservatif di Era Kurikulum Merdeka. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 899–909. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1495
Chidayatiningsih, R., Cahyani, O. D., Sobri, A. Y., & Wahyuni, S. (2026). Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Melalui Penguatan Holistik Integratif ( HI ). Jurnal Pendidikan, 35(1), 217–224.
Fitriya, Y., Putri, M. D., & Rohman, M. F. (2025). Montessori dan Pendidikan Islam: Sinergi Metode Pembelajaran Modern dalam Kurikulum PIAUD. SYURO: Jurnal …, 01(01), 22–30. https://ejournal.stiesbabussalam.ac.id/index.php/syuro/article/view/121%0Ahttps://ejournal.stiesbabussalam.ac.id/index.php/syuro/article/download/121/177
Fitriyah, F., Formen, A., & Suminar, T. (2022). Implementasi PAUD Holistik Integratif dalam Upaya Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 418–422. http://pps.unnes.ac.id/pps2/prodi/prosiding-pascasarjana-unnes
Fuadi, N., & Sari, M. (2026). Peran Akademik dalam Pengembangan PAUD : Pendampingan Holistik Integratif oleh Program Studi PIAUD IAIN Lhokseumawe. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 19295–19305.
Gulo, I. K., & Ridha, N. (2025). Integrasi Metode Pembelajaran Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak. AUD Cendekia: Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(1), 17–31. https://doi.org/10.53802/audcendekia.v5i1.575
Gunara, G., & Zakiyah, M. (2025). Kesiapan Guru dalam Merancang dan Mengimplementasikan Kurikulum Islam pada Pendidikan Anak Usia Dini. Bimbi: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 29–37.
Hanafi, A. R. B., Sekar, A., & Nurhasanah, A. (2025). Persepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Tentang Urgensi Program Manasik Haji Bagi Siswa Usia Dini. AUD Cendekia: Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(1), 63–76. https://doi.org/10.53802/audcendekia.v5i1.568
Hendrowati, T. Y., Aswat, F. H., & Lin, I. (2024). Implementasi Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif di Satuan PAUD. Manajemen Pendidikan, 19(2), 247–258. https://journals2.ums.ac.id/jmp/article/view/7572/2444
Irawati, S. N., Mauliyah, A., Wahyudi, M., Kustini, N., & Fitrianti, N. (2025). Pendampingan Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan , Bali. JPMD : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Desa, 6(2), 450–467.
Kusmara, E. F., Syaodih, E., & Agustin, M. (2025). Bermain Bermakna Melalui Pendekatan Qur’anic Sains Pada Fase Fondasi. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 11(1), 10–26. www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/awlady
Manikam, D. R. M. (2026). KONSEP PEMBELAJARAN HOLISTIK INTEGRATIF DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI : ANALISIS TEORETIS DAN REGULASI DI ERA DIGITAL. Mustanir : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan, 8(1), 1–26.
Mardia, R., Andini, D. S., & Wildenty, D. A. (2026). Strategi Pembiasaan Nilai Moderasi Beragama pada Anak Usia Dini di Lingkungan Raudlatul Athfal. Al Ma’rifah : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 14–22.
Minawasti, Martoyo, & Yohanes, Y. (2026). Implementasi Layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif pada Lembaga Paud Tk. Negeri Pembina Sekadau Hilir. Jurnal Multi Disiplin Dehasen (Mude), 5(1), 7–14.
Neng Ade Rodiawati, Sifa Muziah, & Mumu Zainal Mutaqin. (2025). Implementasi Pendekatan Holistik Terhadap Perkembangan Siswa Di Taman Kanak-Kanak Al-Azzam Munjul Pandeglang. EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 46–57. https://doi.org/10.59166/edumulya.v3i1.339
Ningrum, M. A., Hasibuan, R., Mas’udah, M., & Fitri, R. (2023). PAUD Holistik Integratif Berdimensi Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 563–574. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3730
Nisviati, S., Handayani, N. A., Udmah, S., & Sianturi, R. (2025). Pendidikan Holistik Integratif dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini: Systematic Literature Review. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN), 5(2), 1195–1202. https://doi.org/10.54082/jupin.1439
Novianti, I., & Budiarti, E. (2024). Penerapan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif dalam Upaya Pemenuhan Hak Anak Usia Dini. Atthufulah : Jurnal Pendidikan Anak Usia DIni, 5(1), 62–69. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5583
Nurdianah, M. A. N. (2025). Inovasi Kepemimpinan Kepala Raudhatul Athfal dalam Meningkatkan Mutu Layanan Berkualitas melalui RA Holistik Integratif (HI) Studi Kasus RA HaeFa Madani Kota Binjai. Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, 11(1), 1–12.
Nurhasanah, L. R., & Zakiyah, M. (2025). Pendekatan Islami dalam Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini. Bimbi: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 97–104.
Putra, D. T. P., Sari, E. W., Robi’ah, E., & Handajani, S. (2025). Perencanaan Strategi Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini di PG Anak Cerita Kota Bandung. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 339–352.
Wahidah, F., & Saiful, M. (2025). Pengembangan Pembelajaran Responsif Anak: Transformasi Pembentukan Sosial Emosional AUD sebagai Solusi Holistik di RA Darul Ulum 1 Jember. Journal of Early Childhood Education …, 2(2025), 1–13. https://journal.stai-ypbwi.ac.id/index.php/JOECES/article/view/486%0Ahttps://journal.stai-ypbwi.ac.id/index.php/JOECES/article/download/486/527
Yani, Salehudin, M., Yatun, S., Komariah, D. L., Aminda, N. E. R., Hidayati, P., Latifah, N., & Aisyah. (2020). Persepsi Guru Dalam Implementasi Holistik Integratif Pendidikan Anak Usia Dini Pada Kondisi New Normal. Jurnal Golden Age, 4(02), 394–406. https://doi.org/10.29408/jga.v4i02.2767
Ziliwu, Y., & Sahyan, S. (2025). Integrasi Kurikulum Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Literasi Keagamaan Anak Prasekolah. AUD Cendekia: Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(2), 77–92. https://doi.org/10.53802/audcendekia.v5i2.576
Zukhairina, Yani, L. P., Purwati, A., Khoni’ah, N., Yanti, N., & Marlina, L. (2025). Inovasi Media dan Alat Permainan Edukatif Islami untuk Pengembangan Motorik Anak Usia Dini. INOMATEC : Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer, 01(02), 871–883.