<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Scrapbook Media Improves Fifth Grade Science Learning Outcomes</article-title>
        <subtitle>Media Scrapbook Meningkatkan Hasil Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas Lima</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Nuha</surname>
            <given-names>Fanina Ulin</given-names>
          </name>
          <email>fitriaekawulandari@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Wulandari</surname>
            <given-names>Fitria Eka</given-names>
          </name>
          <email>fitriaekawulandari@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-02-27">
          <day>27</day>
          <month>02</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>25</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-4dd2023d180aac9f40dbdb6cc92cfb27">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-14">Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada siswa sekolah dasar. IPA merupakan Ilmu yang mempelajari tentang alam semesta beserta isinya, termasuk benda, peristiwa, dan fenomena alam. Hal ini menunjukkan bahwa IPA adalah pengetahuan tentang berbagai benda alam, proses alam, dan gejala yang dapat diamati di lingkungan sekitar [1]. Pembelajaran IPA bertujuan untuk memahami dan menerapkan berbagai fakta dan gagasan ilmiah pada fenomena alam sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. [2]. Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar yaitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran [3]. Pembelajaran IPA di sekolah dasar diharapkan mampu dijadikan sarana bagi peserta didik untuk memahami tentang alam dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari [4]. Pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar, guru memiliki kemampuan untuk menguasai materi pembelajaran dan merencanakan berbagai media, serta menggunakan model pembelajaran, dan menguasai sumber belajar yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Adapun bukti dari berhasilnya pelaksanaan pembelajaran dalam mata pelajaran IPA tercermin dari pencapaian hasil belajar yang diperoleh siswa. Hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil dalam proses pembelajaran [5]. Hasil belajar merupakan tingkat pencapaian peserta didik dalam memahami pelajaran di sekolah, yang diukur melalui skor yang didapatkan dari hasil tes pada berbagai materi yang dipelajari [6]. Hasil belajar adalah prestasi yang diraih siswa secara akademis melalui ujian dan tugas [7]. Adapun hasil belajar menurut taksonomi bloom meliputi tiga ranah utama tujuan pembelajaran, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik [8] Dari ketiga ranah tersebut, yang paling sering digunakan untuk menilai hasil belajar yaitu ranah kognitif. Hasil belajar kognitif adalah tingkat pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan berpikir kritis yang dicapai siswa setelah melalui</p>
      <p id="_paragraph-15">proses pembelajaran [9]. Hasil belajar kognitif mencerminkan sejauh mana siswa menguasai mata pelajaran yang dipelajari, atau seberapa baik siswa memahami pengetahuan atau teori yang diajarkan dalam kegiatan pembelajaran [10]. Ranah kognitif memiliki peran penting dalam pembelajaran karena merupakan tujuan utama dari proses belajar [11]. Dalam pembelajaran IPA, untuk mencapai tujuan kognitif yang diuraikan dalam Taksonomi Bloom terdapat enam tahapan yaitu mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6) [12].</p>
      <p id="_paragraph-16">Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode pengajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered). Dalam metode ini, guru memberikan ceramah kepada siswa sementara siswa hanya mendengarkan dan mencatat informasi yang disampaikan. Selain itu, pendidik juga belum sepenuhnya memanfaatkan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk mendukung pemahaman siswa selama proses pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-17">Berdasarkan data dari penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022, hasil PISA tersebut menunjukkan penurunan hasil belajar secara internasional akibat pandemi. Oleh karena itu, peringkat Indonesia di PISA 2022 meningkat 5 hingga 6 posisi dibandingkan dengan tahun 2018. Kenaikan peringkat ini mencerminkan ketangguhan sistem pendidikan Indonesia dalam mengatasi dampak learning loss akibat pandemi. Khususnya pada literasi sains, peringkat Indonesia naik 6 posisi dibanding sebelumnya, meskipun skor Indonesia turun 13 poin, hampir setara dengan penurunan rata-rata internasional sebesar 12 poin. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19. Sebagai tanggapan atas rendahnya hasil belajar siswa, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk menerapkan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia [13]. Penelitian oleh Aulia Fatwa mengenai hasil belajar siswa di SDN Sidomulyo 1 menunjukkan bahwa KKM untuk mata pelajaran IPA di kelas V adalah 70. Namun, banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa masalah, salah satunya adalah kurangnya kegiatan pengamatan langsung dalam pembelajaran IPA. Sehingga peserta didik cenderung hanya mendengarkan penjelasan guru dan menghafal dari buku teks [14]. Penelitian yang sama dilakukan oleh Herodiani mengenai hasil belajar siswa di SDN 023893 Jl. Jambi No. 10Rb, Kecamatan Binjai Selatan, untuk mata pelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA masih di bawah KKM, yaitu 75 [15].</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan permasalahan terkait rendahnya hasil belajar siswa, hal ini juga terjadi di SD Muhammadiyah 1 Waru. Observasi yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa di sekolah tersebut masih rendah. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai ulangan harian siswa kelas V pada mata pelajaran IPA, di mana banyak siswa memperoleh nilai di bawah KKM, yaitu 75. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA di kelas V masih rendah. Hasil observasi juga menunjukkan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, termasuk penggunaan media pembelajaran yang kurang optimal. Metode pembelajaran yang menggunakan ceramah dan minimnya penggunaan media membuat siswa merasa bosan, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa masih rendah. Dari permasalahan tersebut, diperlukan solusi berupa pemanfaatan media pembelajaran yang mampu menarik minat siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan mendukung partisipasi siswa dalam berbagai aktivitas belajar. Solusi ini bertujuan untuk membuat guru lebih mudah menyampaikan materi dan meningkatkan keterlibatan aktif siswa. Pada proses pembelajaran, sangat penting untuk menyediakan alat bantu yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran adalah sarana yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain, media ini berfungsi sebagai alat bantu yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penerapan media yang sesuai dapat menghasilkan proses belajar yang efektif dan memuaskan[16]. Media pembelajaran adalah komponen dalam kegiatan belajar mengajar, di mana guru sering memanfaatkan media ini sebagai alat untuk menyampaikan informasi supaya siswa mampu memahami materi yang dipelajari [17]. Salah satu media pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah scrapbook. Istilah scrapbook berasal dari bahasa Inggris, di mana “scrap” berarti sisa atau potongan, dan “book” berarti buku. Menurut Sari Indah Puspita, scrapbook adalah seni menempelkan berbagai elemen pada media, seperti kertas, yang dapat berupa foto, gambar, hingga hiasan kreatif. Scrapbook juga dapat berisi potongan catatan penting yang berkaitan dengan gambar, kata-kata, atau materi pelajaran [18]. Menurut Quroesin, scrapbook merupakan media visual karena di dalamnya terdapat kata-kata dan gambar [19]. Indah Veronica menambahkan bahwa scrapbook adalah media yang berasal dari album foto yang dimodifikasi menggunakan bahan-bahan bekas yang dihias agar tampak lebih menarik [20]. Media scrapbook memiliki beberapa kelebihan, yaitu: (a) menarik, karena terdiri dari foto, gambar, kalimat sederhana, dan hiasan yang indah; (b) realistis dalam menyajikan materi, karena gambar atau foto dapat menghadirkan objek nyata sehingga memudahkan pemahaman; dan (c) mudah dibuat, dengan menyusun dan menggabungkan gambar, catatan, dan hiasan sesuai kebutuhan, serta bahan yang mudah didapatkan sehingga siswa dapat membuatnya sendiri [21].</p>
      <p id="_paragraph-20">Berdasarkan penelitian sebelumnya, terdapat penelitian terdahulu yang berjudul tentang pengaruh penggunaan media scrapbook terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Menurut penelitian Ruhiat dan Elsah Novianti, penerapan media scrapbook meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, bahan ajar</p>
      <p id="_paragraph-21">scrapbook dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Penggunaan media ini tidak hanya meningkatkan pemahaman materi pelajaran tetapi juga menambah minat belajar dalam proses pembelajaran [22]. Sejalan penelitian yang di lakukan oleh Dwi Octaviani, pemanfaatan media scrapbook dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, media scrapbook dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan pemahaman materi yang diajarkan [23]. Menurut penelitian Dessy Linda, guru dapat menggunakan media scrapbook sebagai media pembelajaran pada saat proses belajar mengajar dan memberikan pengaruh yang baik terhadap hasil belajar siswa [24]. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media scrapbook dalam pembelajaran memberikan dampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh penggunaan media scrapbook terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media scrapbook terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V sekolah dasar.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-818b1e8e1e88c8d894ff920b51a318b0">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-23">Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Sugiono (2022) Adapun gambaran penelitian sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-982c0829a222745113a239d74a56d7bf">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Gambar 1. Desain penelitian</title>
          <p id="paragraph-b714e0a612b8fa2354bb22dc3e8602c4"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-b3eaf512b8c72621d2d239a31f6a8b27" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11265-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-26">𝑂1= Pre-test, ialah tes awal sebelum adanya perlakuan menggunakan media scrapbook</p>
      <p id="_paragraph-27">X= Perlakuan berupa penerapan pembelajaran dengan media scrapbook</p>
      <p id="_paragraph-28">𝑂2= Post-test, ialah tes akhir setelah adanya perlakuan menggunakan media scrapbook</p>
      <p id="_paragraph-29">Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Waru yang berjumlah 27 siswa. Pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga semua siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Waru yang berjumlah 27 siswa yang dijadikan sampel. Sampling jenuh adalah teknik pengambilan sampel di mana semua anggota populasi dipergunakan sebagai sampel [25]. Adapun sumber data penelitian ini didapatkan melalui nilai pretest dan posttest siswa terkait penggunaan media scrapbook materi sistem pernapasan manusia. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu hasil tes sebelum diberikan media scrapbook yaitu pretest dan hasil tes sesudah diberikan media scrapbook yaitu posttest. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah soal kognitif berupa pilihan ganda, dengan indikator ranah kognitif dari C1 sampai C6, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh ahli. Pada uji validasi konstruk diperoleh hasil 3,92 yang artinya sangat baik dan hasil validasi isi dengan nilai tertinggi 0,849 yang artinya valid untuk digunakan. Serta hasil uji reliabilitas soal yang didapatkan nilai cronbach alpha sebesar 0,949 yang berarti reliabilitas soal sangat tinggi. Analisis data hasil belajar kognitif dilakukan dengan uji N-Gain, menggunakan rumus N-Gain untuk menganalisis perbedaan antara nilai pretest dan posttest yang digambarkan sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-761f43af18620c5f0b5aa154d9ab6786">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-020cc7d610af9f266d74ea94101dc77f"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-eec967c04067147e6a1b5e1f33bb4067" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11265-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-30">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-31">〈g〉= gain score ternormalisasi Spost= Skor post test</p>
      <p id="_paragraph-32">Spre= Skor pre test</p>
      <p id="_paragraph-33">Normal Gain = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑜𝑠𝑡 𝑇𝑒𝑠𝑡 − 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑟𝑒 𝑇𝑒𝑠𝑡</p>
      <p id="_paragraph-34">𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 − 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑃𝑟𝑒 𝑇𝑒𝑠𝑡</p>
      <p id="_paragraph-35">Peningkatan hasil pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel kriteria interpretasi skor N-Gain sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="table-figure-b868abe1fde399f8b8ce0b0a3cc4d051">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-1">Tabel 1. </bold>Kriteria normal gain</title>
          <p id="paragraph-bb628376116fd159cb06614cf9ba6d37"/>
        </caption>
        <table id="table-dbc02ab86fc1c62a6e1ea565b4ea7b52">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5a9bda938813b894c1e392d2379b9f6d">
              <th id="table-cell-66dcd95679905dacfc9d1ce76e5b415e"> N-Gain </th>
              <th id="table-cell-06508a8252315628c9c9a7b2ae56efaa" colspan="3"> Kriteria </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-bc36195d53aff8e5f3d22bdb87e67322">
              <td id="table-cell-78ea72a52e4c55556b97ff50749c14cd"> g &gt; 0,7 </td>
              <td id="table-cell-55d5f14ede08fa907fc9c159edd85dca" colspan="3"> Tinggi </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-360199e5112a232b76077ba14c07c101">
              <td id="table-cell-e1e21120a37cd1c015d1f067229d4ec0"> 0,3 ≤ g ≤ 0,7 </td>
              <td id="table-cell-44b1627d950c9432ee2a44047a0a2b47" colspan="3"> Sedang </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cc383c472788bd1e7a0aabdb8ff68ef4">
              <td id="table-cell-1847826c6f35e0f6eaba09d27f6f2222"> 0 &lt; g &lt; 0,3 </td>
              <td id="table-cell-ce1ed2e92c4cff1fd30e35f559aa2845" colspan="3"> Rendah </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-42">g &gt; 0,7= Tinggi 0,3 ≤ g ≤ 0,7   = Sedang 0 &lt; g &lt; 0,3= Rendah</p>
    </sec>
    <sec id="heading-b4a4bec58826ac6be5fc0d8cda395a03">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-44">Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Muhammadiyah 1 Waru yang berjumlah 27 siswa, pada pembelajaran IPA menggunakan media scrapbook materi Sistem Pernapasan Manusia. Scrapbook yang merupakan buku tempel dengan berbagai kegunaan, dipilih sebagai media pembelajaran karena materi, gambar, dan desainnya yang menarik dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Media ini cocok dengan karakteristik siswa SD yang masih berada pada tahap operasional konkret. Dalam penelitian ini, buku scrapbook didesain dengan berbagai elemen seperti kertas karton, kertas buffalo, kertas lipat, dan bingkai gambar,materi pembelajaran untuk menarik perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan. Hal ini sesuai dengan penelitian Damayanti yang menunjukkan bahwa media scrapbook memiliki kelebihan dalam menarik perhatian siswa melalui warna, gambar, dan desain[26]. Hasil nilai pretest dan posttests siswa diperoleh sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="table-figure-cf63de3ada05bb21e919c6f44e6e0f90">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Tabel 2. Data hasil nilai pretest dan posttest</title>
          <p id="paragraph-5f3a4bcad914b188a56b07ed09fa5754"/>
        </caption>
        <table id="table-28e83a63dabae98846e2c25aa8c2e3ab">
          <tbody>
            <tr id="table-row-cd64de1648509a11bcff36e43863ee4e">
              <th id="table-cell-533216f2ce9966b5a08e20874fb9b1d0"> Data hasil nilai </th>
              <th id="table-cell-ad0d982b650599a21f3284fa5c43a0d4"> Pretest </th>
              <th id="table-cell-0f08ea2bf2229fccf891924fa6b6a171" colspan="2"> Posttest </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-d9fa52d2efdf1d5bba171834767d2d13">
              <td id="table-cell-f2b78e946ac0b498400ce2803206d1eb"> Jumlah siswa </td>
              <td id="table-cell-522b48da41e5700668bbe2bf16273d7a"> 27 </td>
              <td id="table-cell-f67569d4d53fcfe7c973d95d6d2cc069" colspan="2"> 27 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad665fb851454ef410b2faedea2ef73f">
              <td id="table-cell-69d9a2aa344c73e6aa66cad7ada16e5b"> Minimum </td>
              <td id="table-cell-89a7c3b2cfbdfde6bcdc01f777f4541b"> 80 </td>
              <td id="table-cell-9212b745739ef8c1a0ca8dedd46bcd2a" colspan="2"> 96 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4858c05cf57a896d7b4985c0045abae">
              <td id="table-cell-1cfb25a7c2b42e7df47fe9085c6be071"> Maximum </td>
              <td id="table-cell-e66e02558cf650fc33ab83c3775e4352"> 40 </td>
              <td id="table-cell-8a3f0f37da70c1a667b5740d0129965a" rowspan="2" colspan="2"> 70 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6e41ca8c653f1f6e48564b1b870581b6">
              <td id="table-cell-533a50ed6b16683ce7183f39fc5e8a60"> Mean </td>
              <td id="table-cell-a23a5829e0e96a42f4990bbbf3af20c0"> 60,8 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-51">Berdasarkan tabel 2, data hasil belajar nilai pretest dan posttest menujukkan peningkatan pada nilai pretest dan posttest siswa. Nilai rata-rata pretest adalah 60,8, sedangkan nilai rata-rata posttest mencapai 88,9, yang menunjukkan bahwa nilai posttest lebih baik daripada nilai pretest. Analisis data pretest dan posttest dengan menggunakan rumus N-Gain, nilai N-Gain sebesar 0,71 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran scrapbook efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena media ini dirancang dengan tampilan menarik berupa materi pembelajaran, gambar dan warna [27]. Dengan demikian, penerapan media scrapbook dapat meningkatkan hasil belajar siswa.</p>
      <fig id="figure-panel-59bfc6a71ed6ce68334273868e25c864">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Gambar 2. Nilai pretest dan posttest</title>
          <p id="paragraph-d0e629f60b5257b9d3787e603ed6ac29"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-e8a81785d1debd2c362f1dea737de2d7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11265-03.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-53">Pada gambar 2, terlihat bahwa nilai pretest siswa sebelum menggunakan media scrapbook masih rendah, sedangkan nilai posttest setelah penggunaan media scrapbook mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media scrapbook dalam mata pelajaran IPA berdampak positif terhadap hasil belajar kognitif siswa. Selama proses pembelajaran, respon siswa pada media scrapbook sangat baik, terlihat dari keaktifan siswa dalam bertanya</p>
      <p id="_paragraph-54">dan menjawab, yang menunjukkan minat dan keingintahuan yang meningkat serta perhatian yang lebih besar terhadap materi yang diajarkan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Luky mengenai kelebihan media scrapbook yaitu menarik karena menggunakan hiasan berupa gambar, foto dan catatan penting [28]. Sesuai dengan penelitian Dewi bahwa media pembelajaran scrapbook efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa[29]. Media scrapbook dianggap praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran karena melibatkan siswa secara aktif sehingga membuat pelajaran lebih bermakna dan memudahkan pemahaman materi, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian dari Azizah [30]. Penelitian Safitri juga menyatakan bahwa penggunaan media scrapbook meningkatkan minat siswa dan hasil belajar siswa. Hasil belajar merujuk pada pencapaian dalam proses pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang konkret dapat menciptakan proses belajar yang lebih baik[31]. Menurut Heryanto, taksonomi Bloom menguraikan tingkat kognitif dari mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6) [32]. Penelitian ini fokus pada tingkat kognitif C1-C4, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, dan menganalisis, dengan hasil belajar kognitif yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest.</p>
      <table-wrap id="table-figure-49fbe91def47edb9b2afd5584e896829">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Tabel 3. Hasil belajar kognitif siswa</title>
          <p id="paragraph-3db999299b5a92f90f4685c93e36d459"/>
        </caption>
        <table id="table-c42c891d239bca714f18a28951798514">
          <tbody>
            <tr id="table-row-75d0e4e249fc7a8b99892590135534ed">
              <th id="table-cell-b81ff5a1aae47b1e930dca19f8e4c9a8"> No. </th>
              <th id="table-cell-aab306633df93c584d30c2962274c9b9"> Indikator </th>
              <th id="table-cell-a81ea73f640ac6d64014185f99330b72"> Nilai </th>
              <th id="table-cell-67690a42a32abb5936b308c505332442"> Nilai </th>
              <th id="table-cell-abf13cb68260f50ad71b029b05bc24dd"> NGain </th>
              <th id="table-cell-c66fb907df1c7b085a288769e928172c"> Kategori </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-e51d1d8555dd710423117877724684fe">
              <td id="table-cell-18c06a916aea3daa3b96f958cb975cd4"/>
              <td id="table-cell-0cc7bdf8dcddaa33204a23dce05588c2"/>
              <td id="table-cell-d4d7a591ac969745d5b808491ec0f365"> Pretest </td>
              <td id="table-cell-18747b89f3707ee7e7f59cf9dd1faa59"> Posttest </td>
              <td id="table-cell-ff6dec3c59dd3f48554263322fdb1ce5"/>
              <td id="table-cell-853887dcd9cd902e8055de54fb51fad4"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-9d77ea0268a9a37ba8240c1802139576">
              <td id="table-cell-ad9c36cc1f646329f1ab9421b0cfc916"> 1 </td>
              <td id="table-cell-cf854dc6c5a36671c14d2c7354274478"> Mengingat(C1) </td>
              <td id="table-cell-efeead510306d8d8cc49a958b01e69dc"> 14,96 </td>
              <td id="table-cell-ce7d908187d04ae57921c6cf41b73eb2"> 27,78 </td>
              <td id="table-cell-47010c6d0a9e4e6d8cf9ad9481bb385c"> 0,85 </td>
              <td id="table-cell-bcbb92b718b9e0eac5992e6ebb9cf993"> Tinggi </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9954ac754a848b7d4f52d0bb206c655f">
              <td id="table-cell-cf6a092ebeb80edcc9b5d6ca58a38a9c"> 2 </td>
              <td id="table-cell-2c60505623e33495bdc34ac2a70a2249"> Memahami(C2) </td>
              <td id="table-cell-1451848faf3cd2820cdb38005236c095"> 10,79 </td>
              <td id="table-cell-cba490ae18255fe51ec1560e93912745"> 20,29 </td>
              <td id="table-cell-ce4b9d625040435c433b308176b7619d"> 0,81 </td>
              <td id="table-cell-08192b71338ad992d8cb3275e1ab3a78"> Tinggi </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b3993b297bee4f67a87e220c1183cc3d">
              <td id="table-cell-ef5225b33e7c80d0c6d324d5fca95e0d"> 3 </td>
              <td id="table-cell-ccca652bb786e393166cc1f16dd93c1e"> Menerapkan(C3) </td>
              <td id="table-cell-9d819432b3bdedfea7fd0bd7cef61b00"> 9,92 </td>
              <td id="table-cell-fa13c2b3ed3e5b495c6148939475fc36"> 19,64 </td>
              <td id="table-cell-ffa5f6607c73b4f420472b082f88dcde"> 0,76 </td>
              <td id="table-cell-3e55ea9f29f7019376266e8e52f1d0ef"> Sedang </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7d415f62e0248dae7bbb20a3d7b1d818">
              <td id="table-cell-b38866d43cd015ece3f42b93da08a59d"> 4 </td>
              <td id="table-cell-81e023de0320de2535f19cfecf8019d1"> Menganalisis(C4) </td>
              <td id="table-cell-9c8ff7f7b325db0256e780e3d9912c60"> 11 </td>
              <td id="table-cell-761e96c44eced4ef87f031c263ad3e6b"> 15,71 </td>
              <td id="table-cell-d1cb477f6f85d7612816aedf33c3eb15"> 0,60 </td>
              <td id="table-cell-4cd336e84780c270757ccea5ab60723b"> Sedang </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8ee88bae55b0d98d7480b582564d25fb">
              <td id="table-cell-d11177d1fba6881dff9cedecb41857bd"/>
              <td id="table-cell-6c32a76d341f95e7ae7ae06387694214"> Rata-rata </td>
              <td id="table-cell-966037cb1b4198a415cb5cea64060077"/>
              <td id="table-cell-6b18c6ea226cd0f69c1e0860266d1649"/>
              <td id="table-cell-76ed108b15ef7c9d6e5fd23e0e3fa286"> 0,71 </td>
              <td id="table-cell-947cfad39de77917a1f3a3c5253f43fe"> Tinggi </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-68">Berdasarkan hasil belajar kognitif siswa pada tabel 3, Hasil menunjukkan bahwa persentase jawaban benar pada indikator mengingat (C1) adalah 0,85 yang termasuk dalam kategori tinggi, pada indikator memahami (C2) sebesar 0,81 termasuk dalam kategori tinggi, pada indikator menerapkan (C3) sebesar 0,76, termasuk dalam kategori sedang, dan pada indikator menganalisis (C4) sebesar 0,60 dalam kategori sedang. Pada soal indikator mengingat (C1) hasil N-Gain yang diperoleh adalah 0,85 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut karena dalam proses pembelajaran siswa sangat antusias serta mempelajari materi sistem pernapasan pada manusia dengan menggunakan media pembelajaran scrapbook, sehingga siswa dapat mengingat dan mengidentifikasi pengertian sistem pernapasan manusia serta struktur organ pernapaan pada manusia. Pada soal indikator mengingat ini siswa dapat menujukkan pengertian sistem pernapasan manusia. Rata- rata jawaban siswa pada indikator mengingat rata-rata jawaban benar karena aspek mengingat merupakan aspek yang mendasar karena aspek ini melibatkan kemampuan siswa untuk mengingat materi yang telah dipelajari. Hal ini karena dalam proses pembelajaran siswa diminta untuk menjelaskan pengertian sistem pernapasan manusia setelah mempelajarinya dengan menggunakan media scrapbook, kemampuan siswa untuk memberikan jawaban yang benar menujukkan efektivitas proses pembelajaran dalam menggunakan media scrapbook dapat membantu siswa mengingat materi yang dipelajari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa tidak hanya memahami materi tetapi juga mampu mengingatnya dengan baik.</p>
      <p id="_paragraph-69">Indikator memahami (C2) hasil N-Gain adalah 0,81 pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah memahami materi sistem pernapasan manusia dengan baik. Kemampuan memahami ini mengacu pada kemamapuan siswa untuk mengerti materi yang diajarkan. Tingkat pencapaian indikator pemahaman yang tinggi disebabkan oleh tingkat berpikir siswa yang masih pada level dasar yakni dengan memahami materi melalui gambar dan penjelasan dalam media scrapbook. Pada indikator mengingat ini siswa berhasil menyebutkan fungsi organ sistem pernapasan manusia dengan tepat. Rata-rata jawaban siswa pada indikator ini benar sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa telah memahami materi sistem pernapasan manusia dengan baik. Hal ini sesuai dengan penelitian Nanik Wijayanti, yang menyatakan bahwa kemampuan kognitif siswa telah mencapai tingkat pemahaman, karena siswa mampu memahami materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran[33].</p>
      <p id="_paragraph-70">Indikator menerapkan(C3) menunjukkan bahwa hasil N-Gain yaitu 0,76 pada kategori sedang. Hal ini bahwa siswa dapat menerapkan hasil belajarnya dengan baik. Pada indikator penerapan, siswa dapat menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari seperti cara menjaga kesehatan organ pernapasan manusia. Tingginya pencapaian indikator ini disebabkan oleh antusias siswa terhadap gambar-gambar cara memelihara kesehatan pernapasan manusia yang terdapat dalam media scrapbook sehingga siswa lebih mudah memahami dengan baik. Hal ini berarti siswa mampu menerapkan materi sistem pernapasan manusia dengan baik meskipun ada sebagaian siswa yang masih belum memahami materi tersebut. Sejalan dengan penelitian Arfan pada indikator menerapkan siswa diharapkan dapat menggunakan informasi yang telah dipelajari dalam situasi nyata atau konteks baru selama proses pembelajaran[34].</p>
      <p id="_paragraph-71">Indikator menganalisis (C4) menunjukkan bahwa hasil N-Gai adalah 0,60 yang termasuk pada kategori sedang. Berdasarkan jawaban siswa terhadap butir soal menujukkan bahwa kemampuan siswa dalam menganalisis materi sistem pernapasan manusia masih kurang. Tingkat indikator analisis ini lebih tinggi dibandingkan dengan indikator mengingat, memahami dan menerapkan. Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPA telah disesuaikan dengan indikator perkembangan kognitif, seperti mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. Data hasil nilai pretest dan posttest juga menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media scrapbook dapat memberikan pengaruh signifikan dan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Muhammadiyah 1 Waru.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-e3cd723be1d0737b38c071c31474390b">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-73">Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan media scrapbook pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Waru, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media scrapbook memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Sebelum penerapan media scrapbook, nilai rata-rata pretest adalah 60,8 sedangkan setelah penerapan media scrapbook nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 88,9 sehingga didapatkan selisih pada ranah kognitif sebesar 28 dengan indeks n-gain sebesar 0,71 dalam kategori tinggi. Hasil N-Gain menunjukkan bahwa penggunaan media scrapbook dalam pembelajaran efektif dan berpengaruh sebesar 0,71 dan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SD Muhammadiyah 1 Waru.</p>
      <p id="_paragraph-74">
        <bold id="bold-efe3e4d7ed3490db3fb59c5e1c1cbb33">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-75">Puji syukur diucapkan atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga artikel yang berjudul “ Pengaruh Media Scrapbook Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar” ini dapat diselesaikan dengan baik. Saya mengucapkan terimakasih kepada SD Muhammadiyah 1 Waru terutama kepada kepala sekolah, para guru, staf, wali kelas 5 usman yang telah mengizinkan dan membantu saya untuk melakukan penelitian ini, saya juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing, orang tua, teman-teman yang telah memberikan doa serta dukungan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan sebaik-baiknya.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
