<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Problem Based Learning Increases Fifth Grade Social Sensitivity</article-title>
        <subtitle>Pembelajaran Berbasis Masalah Meningkatkan Kepekaan Sosial Siswa Kelas Lima</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname> Rahayu</surname>
            <given-names>Christianti Ellis</given-names>
          </name>
          <email>vanda1@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Rezania</surname>
            <given-names>Vanda</given-names>
          </name>
          <email>vanda1@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-02-27">
          <day>27</day>
          <month>02</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>25</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Era society 5.0 menjadikan pendidikan karakter sama pentingnya dengan pendidikan kognitif. Era society 5.0 mengintegrasikan teknologi ke dalam penyelesaian masalah sosial. Terintegrasinya teknologi menjadikan masyarakat banyak menggantungkan kebutuhannya pada teknologi seperti penggunaan AI, Kota Cerdas, aplikasi pendidikan, dll. Masuknya teknologi ke dalam ranah pendidikan menjadikan anak-anak jaman sekarang menjadi melek teknologi. Penggunaan telepon genggam sudah bukan hal baru lagi. Dampak dari penggunaan <italic id="_italic-19">handphone </italic>bisa dirasakan mulai banyak anak-anak yang paham dengan berbagai teknologi digital seperti contohnya game online. Penggunaan game online berlebihan menjadikan anak acuh terhadap lingkungan, boros waktu, mempunyai imajinasi ingin menjadi seperti tokoh game, mudah emosi, dan mengabaikan perintah orangtua <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Selain itu juga pernah mengalami pandemi sehingga sekolah dilakukan secara daring dan mengakibatkan minimnya interaksi sosial siswa. Oleh karenanya perlu adanya pembinaan karakter yang bisa meningkatkan kualitas dari interaksi sosial siswa di sekolah. Pendidikan karakter dapat mengembangkan Era Society 5.0 agar memiliki kualitas hidup yang tinggi secara aktif dan menyenangkan <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Pentingnya penanaman karakter sejak dini juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Karakter yang dikuatkan yakni religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-13">Dewasa ini banyak siswa yang mulai rusak karakternya, sehingga hal tersebut menjadi perhatian khusus dalam pembelajaran di kelas. Resty Fauziah, dkk dalam penelitiannya melakukan observasi dan wawancara dengan guru yang ada di SDN 21 Cindakir. Berdasarkan hasil pengamatan dijumpai beberapa permasalahan yang disebabkan oleh minimnya pembinaan karakter di sekolah tersebut seperti kurang sopan terhadap guru, kurang menghargai teman, berbohong, saling mengejek, berkelahi, merusak barang teman, merusak fasilitas sekolah, serta mudah meninggalkan ruang kelas saat jam pembelajaran berlangsung <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Penelitian yang dilakukan oleh Andi Arma Zuhriana juga menunjukkan permasalahan serupa yakni kurangnya kepedulian terhadap teman, berperilaku tidak sopan, dan tidak mau membantu teman yang kesulitan <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Pada penelitian Putu Agus Gunawan juga dijumpai perilaku seperti pasif, belum mampu berbaur, tidak menghargai pendapat teman, dan belum mampu bekerjasama <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Di berbagai platform berita online juga bisa kita jumpai banyak berita kurang mengenakkan tentang aksi bullying yang dilakukan oleh antar pelajar. Diantaranya yakni siswa SD yang dianiaya kakak kelas hingga koma, anak SD dan TK dibully siswa SMA, dan siswa SMA di Pasuruan yang depresi hingga masuk RSJ akibat dibully 15 orang temannya. </p>
      <p id="_paragraph-14">Rusaknya nilai karakter siswa ini berkaitan erat dengan kepekaan sosial yang dimiliki oleh masing-masing individu. Kepekaan sosial adalah tindakan seseorang untuk bereaksi secara cepat dan tepat terhadap objek atau situasi sosial di lingkungan sekitar <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Kepekaan sosial yang dimaksudkan meliputi perilaku seseorang dengan lingkungan sosialnya seperti suka menolong, suka membagikan apa yang dimilikinya kepada orang lain, mau bekerjasama, jujur, dermawan, dan memperhatikan hak serta keseahteraan orang lain. Adaya kepekaan sosial di dalam diri seseorang mampu menumbuhkan rasa saling menghargai, menghormati, dan saling percaya satu sama lain <xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-15">Kepekaan sosial dilihat dalam literatur, memiliki empat aspek diantaranya <italic id="_italic-20">perspective-taking, </italic>regulasi emosi, empati, dan <italic id="_italic-21">theory</italic><italic id="_italic-22">of</italic><italic id="_italic-23">mind</italic>. <italic id="_italic-24">Prespective-taking</italic>yaitu perilaku untuk mengadopsi sudut padang psikologis orang lain <xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Regulasi Emosi yaitu kapasitas untuk mengelola respon emosional sendiri dalam interaksi sosial <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. Empati yakni perasaan simpati dan peduli terhadap orang lain <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. <italic id="_italic-25">Theory of Mind </italic>yakni Kemampuan untuk memahami bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan, dan niat yang mungkin berbeda dari diri sendiri <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-16">Peneliti juga melakukan wawancara di kelas 5 Nyai Walidah (NW) SD Plus Muhammadiyah Brawijaya. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas 5 NW yakni Zulfa Inayati, S.Pd, didapatkan informasi bahwa saat pembelajaran berlangsung, siswa sering kurang memperhatikan guru, kurang bekerjasama, sering izin ke toilet, kurang mengaplikasikan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan tersebut sangat berpengaruh pada pola pikir siswa yang kurang berikir kritis dan logis. Penugasan juga seringnya individu sehingga menimbulkan kurangnya interaksi sosial antar siswa dan menimbulkan minimnya kepekaan sosial diantara siswa kelas 5 NW. Oleh karenanya perlu adanya tindakan preventif untuk mengatasi permasalahan tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-17">Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kepekaan sosial adalah <italic id="_italic-26">Problem Based Learning </italic>(PBL). Model pembelajaran PBL adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata yang tidak terstruktur dan bersifat terbuka agar peserta didik dapat mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta membangun pengetahuan baru. Sintaks PBL menurut Faturrohman diantaranya: mengorientasikan peserta didik terhadap masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Penggunaan model pembelajaran PBL digunakan untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa karena dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam proses pebelajaran. Kerjasama bisa memunculkan interaksi antar siswa, sehingga dalam praktiknya siswa harus bisa memahami satu sama lain agar tercipta kerjasama yang harmonis dan tercapai tujuan pembelajarannya. Selain itu siswa juga dilatih untuk menyelesaikan masalah dalam situasi yang nyata. Oleh karenanya model pembelajaran PBL mampu membentuk karakter yang cepat tanggap dalam menyelesaikan permasalahan nyata termasuk permasalahan sosial <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Keterampilan ini peting untuk membentuk karakter peserta didik yang mampu mengatasi permasalahan sosialnya di sekolah. Belajar IPS menggunakan model PBL dapat melatih keterampilan sosial peserta didik khususnya dalam hal bekerjasama dan berkomunikasi dengan orang lain sehingga mampu berkolaborasi dan lebih memiliki rasa percaya diri dalam menjalani hidup <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-18">Peningkatan kepekaan sosial dengan menggunakan model pembelajaran PBL sebenarnya pernah dilakukan penelitian melalui skripsi dengan judul “Efektivitas Model Pembelajaran <italic id="_italic-27">Problem Based Learning </italic>Terhadap Kepekaan Sosial Siswa Pada Pembelajaran IPS Kelas VIII MTS Nurul Iman” yang disusun oleh Putri Nur Widiyani. Putri melakukan observasi kepada siswa kelas VIII dengan indikator kepekaan sosial diantaranya memahami dan menganalisis masalah, berpikir kritis dan logis, dan mampu mengadakan interaksi sosial yang baik <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Dari hasil observasi diperoleh data kurangnya kepekaan siswa kelas VIII MTS Nurul Iman yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya keluarga yang tidak bisa diajak kerjasama untuk membentuk karakter siswa, faktor ligkungan pertemanan, dan faktor lingkungan sekitar sekolah yang mendukung perilaku menyimpang siswa. Pada penelitian Rasdinah Muri juga didapatkan hasil bahwa model pembelajaran PBL mampu meningkatkan kepekaan sosial siswa setelah melakukan penelitian dan membandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri Nur Widiyani dan Rusdianah Muri, peneliti kemudian ingin mengaplikasikan model pembelajaran serupa untuk diterapkan di kelas 5 NW SD Plus Muhammadiyah Brawijaya. Lantas, “Apakah model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kepekaan sosial siswa?”. Inilah yang mendasari tujuan penelitian yang dilakukan, yakni meningkatan kepekaan sosial siswa kelas 5 NW dengan menggunakan model pembelajaran <italic id="_italic-28">Problem Based Learning </italic>(PBL) dalam pembelajaran IPAS. Model Pembelajaran PBL akan diaplikasikan dalam materi IPAS Kelas 5 NW. Penelitian ini menggunakan indikator yang berbeda dengan penelitian sebelumnya dan menggunakan perlakuan khusus yakni mengaplikasikan model pembelajaran PBL di dalam pembeljaran IPAS sehari-hari di luar siklus. Penggunaan model pembelajaran PBL diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial siswa kelas 5 NW. Manfaat penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh model PBL dalam meningkatkan kepekaan sosial siswa. Seiring dengan meningkatnya kepekaan sosial siswa kelas 5 NW di SD Plus Muhammadiyah Brawijaya juga dapat meningkatkan lingkungan yang lebih inklusif. Selain itu juga siswa lebih mampu bekerjasama serta berpikir kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-20">Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas atau sekolah yang bertujuan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran atau meningkatkan mutu hasil belajar di kelas. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Taggart (1989) yang meliputi: (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Berikut adalah diagram alur desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemis dan Taggart <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Gambar 1. Siklus PTK</title>
          <p id="_paragraph-21"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-23">Sumber: <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref></p>
      <p id="_paragraph-24">Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis yang bisa diukur. Data akan diperoleh melalui angket yang diisi oleh peserta didik di setiap akhir siklus. Analisis data kuantitatif akan dilakukan dengan rumus berikut ini:</p>
      <fig id="figure-panel-015a4e6cc2b12e4cdd789b288c733dad">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Gambar 2. Rumus Menghitung Tingkat Kepekaan Sosial Siswa </title>
          <p id="paragraph-d6cda181d10233d8b37070f1205d445c"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-986738508dc004415ef2ea923727c323" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11247-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-27">Sumber: <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref></p>
      <p id="_paragraph-28">Analisis data akan menunjukkan tingkat kepekaan sosial siswa kelas 5 NW yang diperoleh melalui hasil penerapan siklus. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada pemahaman mendalam <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Data kualitatif akan diperoleh melalui hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti.</p>
      <p id="_paragraph-29">Subjek dalam penelitian ini difokuskan pada kelas 5 Nyai Walidah di SD Plus Muhamdiyah Brawijaya. Jumlah siswa di kelas 5 NW yakni 15 siswa. Penelitian dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu selama proses siklus 1 dan 2 berlangsung. Sebelum masuk ke siklus 1, peneliti akan melakukan observasi kepada siswa kelas 5 NW dengan menggunakan guru model. Selanjutnya dari hasil observasi akan dilakukan penelitian tindakan melalui siklus 1 dan siklus 2 sesuai dengan model Kemmis dan Taggart.</p>
      <p id="_paragraph-30">Proses pembelajaran pada siklus 1 dan 2 menggunakan model pembelajaran <italic id="_italic-29">Problem Based Learning (PBL).</italic> Sintaks PBL yang akan digunakan menggunakan sintaks dari Faturrohman yakni orientasi masalah, mengorganisir peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan kelompok, menyajikan hasil karya,  menganalisis dan mengevaluasi proses. Penerapan PBL akan difokuskan pada studi kasus yang akan didiskusikan penyelesaiannya melalui kerja kelompok. Selama proses pembelajaran akan dilakukan pengamatan dan pada akhir bagian setiap siklus, peserta didik akan diberikan angket kepekaan sosial.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-de09135ab6f6bb9c34fcf12cd7504127">
        <title>Hasil</title>
        <p id="_paragraph-31">Penelitian PTK ini menggunakan model Kemis dan Taggart dengan menggunakan dua siklus. Pada siklus 1 dilakukan <bold id="_bold-11">perencanaan</bold> meliputi identifikasi masalah, analisis, hipotesis, perencanaan, dan rencana pelaksanaan. Dari hasil observasi dan yang dilakukan wawancara terhadap guru kelas 5 NW didapatkan fakta banyak siswa yang kurang bisa berpikir kritis, logis, serta kurang memiliki kepekaan sosial yang salah satu diantaranya dikarenakan model pembelajaran yang monoton. Kepekaan sosial sangat penting berkaitan dengan karakter siswa yang mulai rusak seiring dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran <italic id="_italic-30">Problem Based Learning (PBL)</italic> dengan metode Penelitian Tidakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa. Instrumen yang disiapkan diantaranya modul ajar dan angket kepekaan sosial. </p>
        <fig id="fig2">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Gambar 3. Pelaksanaan Siklus 1</title>
            <p id="_paragraph-32"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-34"><bold id="_bold-12">Pelaksanaan </bold>penelitian siklus 1 di kelas 5 Nyai Walidah dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 15 siswa. Hasil dari pelaksanaan siklus 1 bisa dilihat dari diagram berikut ini:</p>
        <fig id="figure-panel-5a4b79dcfb577452b2133c288c1d631e">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Gambar 4. Diagram Perbandingan Hasil Masing-masing Indikator di Siklus 1</title>
            <p id="paragraph-daef899eadd4dc8ee15df2a19648bb35"/>
          </caption>
          <graphic id="graphic-e747c72faa8e059a4f56b1f8caa9a87c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11247-02.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-36">Data yang telah diperoleh dari hasil angket siswa dihitung dalam presentase dan disajikan dalam bentuk diagram batang dengan membandingkan hasil dari masing-masing aspek yang dinilai. Hasil penerapan siklus 1 juga disajikan berdasarkan masing-masing indikator sebagai berikut ini:</p>
        <table-wrap id="table-figure-560bb95c8b90eed9928a949c7d7aab1e">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Tabel 1. Hasil Penerapan Siklus 1</title>
            <p id="paragraph-b26413928d8fd68be693f76855875536"/>
          </caption>
          <table id="table-0e29b5dba81f075c84d5bcd181a9c8c9">
            <tbody>
              <tr id="table-row-df099a887e33bbccc90025f9ad7690f4">
                <td id="table-cell-efa36fe9750a8079b2241f41b76b99f8"> No </td>
                <td id="table-cell-bc83c2be71a1697b464a96cd91a28f90"> Aspek </td>
                <td id="table-cell-097eb4bc8197224addc2893ee61607e6"> Indikator </td>
                <td id="table-cell-ef543a2e5debc14e7a51025b07f1c2c5"> Tingkat Kepekaan Sosial Peserta Didik </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bc2252cd08de2bb9132b4f2fe1490237">
                <td id="table-cell-fcb9e4f2feee6969df74ddb2210298de">1.</td>
                <td id="table-cell-df164d28369a4724e9e1c5b5a6112cbe">Perspective Taking</td>
                <td id="table-cell-56bd2808930500f20c616fe62b956018">Siswa mau menghargai pendapat teman sekelompoknya</td>
                <td id="table-cell-9f0f94e6b593610a755812369588436c">79%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bdb224e7cbf3a1087a9c19131d25365f">
                <td id="table-cell-6d6a29b244a39da49047337a195d47ef">2</td>
                <td id="table-cell-b96ff3e9e9da4be7cbf3583fbb58189b"/>
                <td id="table-cell-0170baa0adc7ad6a8efafe0c48cbcf65">Siswa merasa lebih tahu akan suatu informasi</td>
                <td id="table-cell-ef355828655922a3b42e241c244e5c05">63%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4ad190f06f11478cf6695e4a00ca3369">
                <td id="table-cell-8d9084e737c29c8b1b98ba70c880e2fd">3</td>
                <td id="table-cell-3103262e9bf6d88bcc44cde1a3555265"/>
                <td id="table-cell-578d06615cfe7054a66738297e33b470">Siswa mampu menunjukkan hubungan interpersonal</td>
                <td id="table-cell-936d11cbf387f670958afe67ee98adfd">58%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f3058670d548bb06b89821a6c4b4ba0c">
                <td id="table-cell-4703168b496d4fe0b0a8f96e7913e216">4</td>
                <td id="table-cell-5697d6bdf5d16b013b8db0232fb69eba">Empati</td>
                <td id="table-cell-4e14783c07d8f1869ac6d21d5a845c9f">Menunjukkan kepedulian dari jawaban yang diberikan terkait contoh kasus</td>
                <td id="table-cell-937f0abf68673098513b8453abcac810">67%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6bc8fb843799d4cc5b8634bb33cf6592">
                <td id="table-cell-fb6a5911e90d52a7bd10ae5eb65c8f49">5</td>
                <td id="table-cell-0a02bb84d72a0e7656300ea7d8a321df"/>
                <td id="table-cell-4ae7b141580d6d90d2005a6242c6fd17">Menunjukkan sikap ramah terhadap teman satu kelompok</td>
                <td id="table-cell-3f86584e50ab3f169f819c56880c38f5">70%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8ddc19e4a5c0edef4012f0626cb84194">
                <td id="table-cell-d8836c59b5a0683e171ddab5ba390372">6</td>
                <td id="table-cell-b71cb2441f74495eed3ae6c159a87f55">Regulasi Emosi</td>
                <td id="table-cell-a1f2977b98e9b400750e48e6b027e6e7">Menunjukkan sikap mampu mengelola emosi saat berdiskusi</td>
                <td id="table-cell-fecfbbbd9561f5fea36b97742a45d0e2">70%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0360c4d9106adb0e6a5a9f3cadf9a240">
                <td id="table-cell-257b4649a77972d79c294d6b63791b08">7</td>
                <td id="table-cell-08d601fcef2032c9a30ae3d2e87242c3"/>
                <td id="table-cell-4eb099485ce16f2e8c9eb741bf6011c2">Menunjukkan sikap mampu mengalasis tindakan orang lain</td>
                <td id="table-cell-aca8bbb738fc73cc469eacb265fd0e14">59%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-72bf6afbb1bd244a8a05f46b51e411d3">
                <td id="table-cell-49bed957d55e5e3aea52c68fa5d67dd4" rowspan="2">8</td>
                <td id="table-cell-1ed9e32c1997ef2d8a5889c501aee7f4" rowspan="2">Theory of Mind</td>
                <td id="table-cell-f2d465a3be44c9ee30b236465993f34a" rowspan="2">Menunjukkan sikap mampu bernteraksi dengan cepat</td>
                <td id="table-cell-24e719152a43ab02726aa97e8a516687" rowspan="2">69%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-95e9aace84aa33653374062012ed55e5"/>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Hasil <bold id="_bold-17">pengamatan</bold> menyatakan bahwa peserta didik mampu bersikap baik dengan teman satu kelompoknya seperti menyapa, mengajak berbicara, dan berusaha menghargai pendapat teman. Pada saat diskusi juga dilakukan dengan tenang meskipun ada beberapa siswa yang cukup emosional dalam mempertahankan pendapatnya. Namun saat pembagian kelompok masih dijumpai siswa yang masih canggung saat bertemu teman-teman kelompoknya sehingga diskusi berjalan lebih lambat dari yang seharusnya. Hanya beberapa siswa yang mudah beradaptasi pada kelompok-kelompok baru. Melalui kasus yang dibahas yakni tentang bencana banjir, banyak siswa yang bingung untuk mengungkapkan bentuk penyelesaian yang harus dilakukan, beberapa diantaranya pasif saat diskusi. Hal tersebut menunjukkan kurangnya sifat peduli pada diri siswa.</p>
        <p id="_paragraph-40">Hasil angket pada siklus 1 yang telah dihitung keseluruhannya menunjukkan hasil tingkat kepekaan siswa kelas 5 NW sebesar 66,8%. Hasil tersebut tentu belum memenuhi indikator keberhasilan peneliti. Peneliti kemudian melakukan <bold id="_bold-18">refleksi </bold>terhadap penerapan siklus 1. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa saat melakukan diskusi kelompok sebagian besar siswa sudah bisa menyesuaikan diri dengan anggota kelompoknya, saling bertukar pendapat, dan mampu menghargai satu sama lain. Namun hasil menunjukkan masih ada sebagian siswa lainnya yang pasif saat melakukan diskusi kelompok sehingga perlu adanya pergantian kelompok pada siklus 2. Selain itu kepedulian akan topik yang dibahas masih kurang sehingga perlu adanya topik berita yang lebih erat kaitannya dengan isu sosial populer yang mudah dipahami siswa.</p>
        <p id="_paragraph-41">Pada siklus 2 tahap <bold id="_bold-19">perencanaan </bold>dimulai dengan mempersiapkan modul ajar dengan materi yang berbeda dan isu sosial yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya mengusung tema isu lingkungan, pada siklus 2 tema warisan budaya Indonesia yakni mengangkat isu tentang batik yang kerap di klaim oleh negara lain.  Selanjutnya pada tahap <bold id="_bold-20">pelaksaaan </bold>dilakukan dengan pembelajaran PBL di kelas namun dengan anggota kelompok yang kembali diacak.</p>
        <fig id="fig3">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Gambar 5. Pelaksanaan Siklus 2</title>
            <p id="_paragraph-42"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-44">Pada pelaksanaan siklus 2 di kelas 5 NW jumlah siswa yang hadir 15 siswa. Saat berkelompok siswa dibagi kedalam kelompok besar yakni 5 siswa per kelompok, sedangkan sebelumnya hanya 3-4 siswa per kelompok. Tujuan dibentuk kelompok yang lebih besar dan diacak yakni untuk memperluas sosialisasi masing-masing siswa. Hasil pelaksanaan siklus 2 disajikan dalam diagram berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-382d5c7821ff762f3387b03338112bd9">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Gambar 6. Diagram Perbandingan Hasil Masing-masing Indikator di Siklus 2</title>
            <p id="paragraph-1f4b508a6e33fea68b2b8c65547d52ff"/>
          </caption>
          <graphic id="graphic-df6c249bae7ea96f1e43328dbcf75a04" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11247-03.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-46">Data hasil penelitian siklus 2 juga disajikan dalam bentuk tabel untuk masing-masing indikator. Berikut adalah tabel hasil perhitungan tingkat kepekaan siswa kelas 5 NW:</p>
        <table-wrap id="table-figure-dcabbabc383ae96dd2cf72f7233bd8c3">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Tabel 2. Hasil Penerapan Siklus 2</title>
            <p id="paragraph-ade45751f9a937a8fb84c82c6a0a99e5"/>
          </caption>
          <table id="table-3ad2423550d01e2c29597eb364565919">
            <tbody>
              <tr id="table-row-6f2dc90f7c98ae21a647fae0a8712038">
                <td id="table-cell-715c120d7b72bd815992b3e722137dab"> No </td>
                <td id="table-cell-47971f474c4fa2c84188abef6107bd0d"> Aspek </td>
                <td id="table-cell-28fa6a7e9f82fe6ba8551cebf565a6ad"> Indikator </td>
                <td id="table-cell-6d60cd22447288ed6f79a55f6a210c28"> Tingkat Kepekaan Sosial Peserta Didik </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-35faf003e8bcddbfa73a930aa2f7dac5">
                <td id="table-cell-d171068fef11cbecdd5e783963f3afc5">1.</td>
                <td id="table-cell-de1fee5a5ea59a6bf632e3a7a1c12c5b">Perspective Taking</td>
                <td id="table-cell-d0bdf6bffa3bfc41142aa7713e37ad2b">Siswa mau menghargai pendapat teman sekelompoknya</td>
                <td id="table-cell-871deaa9b7f832cd2a3b4649af418c95">99%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-17c9e017d4ff53b2c1fbcbd514cea071">
                <td id="table-cell-f2ff0cc9dc92ccecd78e5a0da5dc0c06">2</td>
                <td id="table-cell-9fb24ce9a66fe7e6ffa3e62622a6b1e3"/>
                <td id="table-cell-148a9730dc1b1124a14ae5028dfbd7b5">Siswa merasa lebih tahu akan suatu informasi</td>
                <td id="table-cell-f6122dab2b03ddec537ced6e4118a78f">95%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4a88e4f964729aa8f67e20282388f861">
                <td id="table-cell-4210ff3001d055235c812e094dfc0055">3</td>
                <td id="table-cell-af9cb8ebd60d761b3a5c59828ffc8dec"/>
                <td id="table-cell-9eaebc5171bdb8f48dacb4b5ee3e85ad">Siswa mampu menunjukkan hubungan interpersonal</td>
                <td id="table-cell-bce3f9cbcd5c67c4e55f0fc058aa5db4">98%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-79efa85a241c92d938bb92b350b46f51">
                <td id="table-cell-9658fb7937a59e00e803696ebbe00e7d">4</td>
                <td id="table-cell-7eacc2e8c67d82e443de7821f68eb545">Empati</td>
                <td id="table-cell-347df0d383f5256bc601e334da1f3b09">Menunjukkan kepedulian dari jawaban yang diberikan terkait contoh kasus</td>
                <td id="table-cell-a88929e69ce8c702d2b6107e95ca2d6d">95%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0664a88e060e4402c9b6bd818f747274">
                <td id="table-cell-deeae473942ca49593d50b2790bf6bec">5</td>
                <td id="table-cell-4f19083ded4dcc2a99f2852a46a44863"/>
                <td id="table-cell-5ac0a5536009897d2612afccba777a85">Menunjukkan sikap ramah terhadap teman satu kelompok</td>
                <td id="table-cell-4f14be5d536a39b4d7429c860506f820">99%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c6ae021bdf1406ba8f8401db62d33cd8">
                <td id="table-cell-14e5c56e81a12988405d71d03c8321d4">6</td>
                <td id="table-cell-1049e1b8d5566386af4a5d6f8c528109">Regulasi Emosi</td>
                <td id="table-cell-1f3f450206a894c8a9ffb48ff474eba5">Menunjukkan sikap mampu mengelola emosi saat berdiskusi</td>
                <td id="table-cell-af9ba4a156d483d5a8edee1ed7ddcf5c">98%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f40bb34f572d630233edec33414d4706">
                <td id="table-cell-09858d4855329d4c6881633ad1bf2cdb">7</td>
                <td id="table-cell-523552ef2358169df206b690806d91b6"/>
                <td id="table-cell-76ac0399bd135cb2e77bc76380337be6">Menunjukkan sikap mampu mengalasis tindakan orang lain</td>
                <td id="table-cell-994877e91b1dcdbb08261ca6bfe5d903">98%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-269da1c2009a67d817bbcbb3342b8ba9">
                <td id="table-cell-8f4028965774f1616e5336051106a49d" rowspan="2">8</td>
                <td id="table-cell-009e2d9fa002114b73fb513c9cec11ab" rowspan="2">Theory of Mind</td>
                <td id="table-cell-4074db4862c27740cb28c91c6598bc24" rowspan="2">Menunjukkan sikap mampu bernteraksi dengan cepat</td>
                <td id="table-cell-ce01339ecffb9b878364b004432dff6b" rowspan="2">98%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-341c591daa780c62b82c151ac33381e7"/>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">Isu yang dipaparkan pada siklus 2 mampu mendongkrak rasa keingintahuan siswa. Hal tersebut berdampak pada keaktifan belajar dan menjalankan peran sebagai anggota kelompok. Hasil <bold id="_bold-25">pengamatan</bold> pada siklus 2 menunjukkan banyak peningkatan interaksi sosial siswa selama proses proses diskusi kelompok. Peningkatan interaksi satu sama lain ditunjukkan dari antusias siswa dalam menyatakan pendapat, memberikan saran, dan membahas permasalahan yang disajikan. Dalam diskusi kelompok juga sudah banyak peserta didik yang mampu menghargai pendapat teman, membantu teman yang kesulitan dalam memahami materi, menunjukkan kepedulian terhadap kasus yang dipaparkan, bersikap ramah, dan mampu menjaga emosi selama proses diskusi. Hasil meningkatnya kepekaan sosial siswa juga bisa diamati melalui presentasi yang dilakukan dalam menanggapi isu yang dibahas. Selain itu selama proses tunggu antara pelaksanaan siklus 1 an siklus 2, peneliti memberikan perlakuan khusus dengan senantiasa memantau perkembangan siswa selama menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Peneliti berkoordinasi dengan guru kelas untuk membenahi karakter sosial siswa sehingga pada siklus 2 nantinya bisa mendapatkan dampak yang diinginkan. Sehingga dapat dilihat peningkatan signifikan pada siklus 2 dengan perolehan total skor yakni 96,5%. Hasil pada siklus 2 sudah memenuhi indikator keberhasilan peneliti. Dengan demikian maka penelitian dihentikan pada siklus 2. Hasil <bold id="_bold-26">refleksi </bold>pada siklus 2 melalui catatan siswa bahwa banyak diantara siswa yang sudah mampu meningkatkan kepekaan sosialnya terhadap teman sejawat.</p>
        <fig id="figure-panel-74b609e4551d7d282173e05580a1679e">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Gambar 7. Diagram Perbandingan Hasil Siklus 1 dan Siklus 2</title>
            <p id="paragraph-4e89b303c328b3acc431545e64b7821c"/>
          </caption>
          <graphic id="graphic-b59d4dc8e050ae95541c0f97ceae8a60" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11247-04.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-51">Perbandingan hasil penelitian pada siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat melalui diagram diatas. Hasil siklus 1 menunjukkan tingkat kepekaan sosial siswa sebesar 66,8% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 96,5%. Meningkatnya kepekaan sosial siswa menunjukkan keberhasilan penerapan PBL untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa kelas 5 NW SD Plus Muhammadiyah Brawijaya.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-5cb69778b6795bfe8e7a22aef73bd874">
        <title>
          <bold id="_bold-28">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-52">Pendidikan karakter dewasa ini penting diajarkan di sekolah-sekolah. Karakter seseorang dapat berpengaruh pada kehidupan sosialnya. Dalam kehidupan sosialnya, manusia selalu bergantung satu sama lain sehingga menimbulkan interaksi sosial <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Dalam melakukan interaksi sosial agar timbul hubungan yang harmonis, maka diperlukan adanya kepekaan sosial. Menurut penelitian Ananda (2019) 57,4% siswa yang tidak memperhatikan guru saat mengajar, melakukan bullying, berkata kasar, dan enggan menolong teman saat kesulitan <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Di kelas 5 NW SD Plus Muhammadiyah Brawijaya juga terjadi hal demikian. Melalui hasil observasi dan wawancara, banyak diantara siswa yang masih kurang memiliki kepekaan sosial terlihat dari karakter siswa yang kurang memperhatikan saat pembelajaran, kurang peduli dengan teman yang kesulitan, dan beberapa siswa kurang memiliki interaksi sosial dengan teman lainnya. Salah satu penyebab kurangnya kepekaan sosial ada model pembelajaran yang digunakan cenderung monoton sehinga anak-anak mudah bosan dan kurang mengaplikasikan pembelajaran sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pada penelitian yang dilakukan Dwi Novaria juga mengalami kejadian serupa. Model pembelajaran monoton yakni menggunakan metode ceramah, sehingga berimbas pada prestasi mahasiswa. Penerapan PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga preatasi meningkat <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>. Penelitian oleh Eko Mulyadi juga bermula pada monotonnya model pembelajaran yakni menggunakan model klasikal sehingga anak kurang percaya diri dan enggan berpendapat. Penerapan PBL mampu meningkatkan prestasi belajar IPAS siswa <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Menurut penelitian Alful dkk, teknik PBL mampu meningkatkan interaksi sosial siswa <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. Model PBL adalah model pembelajaran yang menuntut siswa untuk memecahkan masalah melalui berbagai tahapan ilmiah, sehingga dalam praktiknya siswa akan menjadi aktif dalam proses pembelajaran <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref>. Seiring dengan penggunaan metode diskusi kelompok, maka keaktifan siswa akan meningkatkan interaksi sosialnya. Meningkatnya interaksi sosial akan berdampak pada kepekaan sosial yang dimiliki oleh siswa. Oleh karenanya penelitian dengan menggunakan model PBL pada pembelajaran IPAS dilakukan di kelas 5 NW. </p>
        <p id="_paragraph-53">Hasil penelitian pada siklus 1 dan 2 menunjukkan perubahan signifikan penerapan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa. Perubahan yang signifikan terjadi karena ada beberapa faktor seperti penggunaan isu sosial yang menarik dalam pembelajaran dan adanya monitoring KBM siswa. Media pembelajaran mampu digunakan untuk meningkatkan semangat belajar dan memfokuskan perhatian siswa <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref>. Penggunaan masalah yang menarik dan konkret mampu digunakan siswa untuk belajar mengidentifikasi dan memecahkan isu sosial yang tengah dibahas dan mengkaitkan dengan pengetahuannya <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>. Target pembelajaran IPAS salah satunya yakni mempersiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang baik sehingga mampu melanjutkan warisan budaya dan bangsanya <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>. Pemilihan isu sosial yang tepat pada siklus 2 mampu meningkatkan empati dan regulasi emosi siswa. </p>
        <p id="_paragraph-54">Sama halnya dengan ciri utama PTK yakni adanya perlakuan khusus <xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref>. Peningkatan signifikan pada penelitian ini juga banyak dipengaruhi adanya perlakuan khusus yakni monitoring KBM yang merupakan kerjasama antara peneliti dan guru kelas untuk memantau perkembangan siswa. Guru kelas menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menggunakan model pembelajaran PBL dalam pembelajaran IPAS. Namun, monitoring dilakukan di luar siklus. Tujuan adanya monitoring khusus ini adalah mengamati proses KBM yang berlangsung dan meningkatkan kecakapan berpikir dan sosial siswa <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>. Dengan demikian target penelitian meningkat di siklus 2. Seperti yang diharapkan terjadi peningkatan dari siklus 1 sebesar 66,8% menjadi 96,5%. </p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-55">Berdasarkan data hasil penelitian dari siklus 1 dan siklus 2 menyatakan bahwa model pembelajaran <italic id="_italic-31">Problem Based Learning </italic>(PBL) mampu digunakan untuk meningkatkan kepekaan sosial siswa. Siklus 1 mendapatkan hasil data sebesar 66,8%, sedangkan siklus 2 yakni 96,5%. Peningkatan hasil penelitian sebesar 29,7% disebabkan oleh isu sosial yang menarik minat siswa dan monitoring di luar siklus PTK. Melalui penelitian ini siswa mampu memiliki empati yan kuat, mampu menghargai orang lain, mengelola emosi dengan baik, dan cepat beradaptasi dengan lingkungannya.</p>
      <p id="paragraph-1102bc59a977efcd7db7ca4a1c3477cd">
        <bold id="bold-1292e593a631ce230c9bc90e2279da2b">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">Terimakasih atas seluruh pihak baik keluarga, dosen pembimbing, dosen penguji, dan kepala sekolah SD Plus Muhammadiyah Brawijaya yang telah mendukung terlaksananya penelitian ini sehingga bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31289/jsa.v1i1.1101</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Aulia</surname>
              <given-names>Sri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Chandra</surname>
              <given-names>Andy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Khairuddin</surname>
              <given-names>Khairuddin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi</source>
          <article-title>Hubungan Antara Kecanduan Game Online Dengan Perilaku Agresif Pada Remaja Di Mabar Hilir Kota Medan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Arip</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wijayanti</surname>
              <given-names>Sekar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahmatillah</surname>
              <given-names>Arsi Fitri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bara</surname>
              <given-names>Hengkang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Astuti</surname>
              <given-names>Tri Puji</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dahlan</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Purwodiningratan</surname>
              <given-names>Sd Muhammadiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>2023 Prosiding Hasil Pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan; e-Implementasi Pendidikan Karakter di Era Society 5.0 Pada Siswa SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <day>3</day>
          <issue>2</issue>
          <month>2</month>
          <volume>2</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24176/jpp.v2i2.4503</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pertiwi</surname>
              <given-names>Novi Putri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sumarwiyah</surname>
              <given-names>Sumarwiyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hidayati</surname>
              <given-names>Richma</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Prakarsa Paedagogia</source>
          <article-title>Peningkatan Kepekaan Sosial Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Home Room Pada Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <day>1</day>
          <issue>6</issue>
          <month>12</month>
          <page-range>6357-6366</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31004/basicedu.v5i6.1727</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fauziah</surname>
              <given-names>Resty</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Montessori</surname>
              <given-names>Maria</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Miaz</surname>
              <given-names>Yalvema</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hidayati</surname>
              <given-names>Abna</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Basicedu</source>
          <article-title>Pembinaan Karakter Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013 Sekolah Dasar</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-10</page-range>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Zuhriana</surname>
              <given-names>Andi Arma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tolla</surname>
              <given-names>Ismail</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Makkasau</surname>
              <given-names>Andi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Administrasi</surname>
              <given-names>Jurusan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kekhususan</surname>
              <given-names>Pendidikan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dasar</surname>
              <given-names>Pendidikan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kunci</surname>
              <given-names>Kata</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Model</surname>
              <given-names>:</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Sosial Terhadap Kepekaan Sosial Siswa Sd Inpres 12/79 Kampuno Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>44</page-range>
          <volume>13</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.23887/jjpe.v13i1.32090</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Gunawan</surname>
              <given-names>Putu Agus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indrayani</surname>
              <given-names>Luh</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha</source>
          <article-title>Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Masalah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>7</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.36706/jbti.v7i1.11415</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nurhayati</surname>
              <given-names>Nurhayati</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pitoweas</surname>
              <given-names>Bercah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Devi Sutrisno</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yanzi</surname>
              <given-names>Hermi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn</source>
          <article-title>ANALISIS KEPEKAAN SOSIAL GENERASI (Z) DI ERA DIGITAL DALAM MENYIKAPI MASALAH SOSIAL</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>6</issue>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31004/basicedu.v5i6.1698</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Shodiq</surname>
              <given-names>Sadam Fajar</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Basicedu</source>
          <article-title>Pengaruh Kepekaan Sosial terhadap Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Erle</surname>
              <given-names>Thorsten M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Topolinski</surname>
              <given-names>Sascha</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Personality and Social Psychology</source>
          <article-title>Journal of Personality and Social Psychology The Grounded Nature of Psychological Perspective- Taking The Grounded Nature of Psychological Perspective-Taking</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>FEB</issue>
          <volume>9</volume>
          <year>2018</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.3389/fpsyg.2018.00217</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Herd</surname>
              <given-names>Toria</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Li</surname>
              <given-names>Mengjiao</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Maciejewski</surname>
              <given-names>Dominique</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lee</surname>
              <given-names>Jacob</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Deater-Deckard</surname>
              <given-names>Kirby</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>King-Casas</surname>
              <given-names>Brooks</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kim-Spoon</surname>
              <given-names>Jungmeen</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Frontiers in Psychology</source>
          <article-title>Inhibitory control mediates the association between perceived stress and secure relationship quality</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>63</volume>
          <year>2016</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1037/cou0000093</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Berkhout</surname>
              <given-names>Emily Teding</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Malouff</surname>
              <given-names>John M.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Counseling Psychology</source>
          <article-title>The efficacy of empathy training: A meta-analysis of randomized controlled trials</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>191</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.cognition.2019.06.009</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Warnell</surname>
              <given-names>Katherine Rice</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Redcay</surname>
              <given-names>Elizabeth</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Cognition</source>
          <article-title>Minimal coherence among varied theory of mind measures in childhood and adulthood</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <publisher-name>AR-RUZZ MEDIA</publisher-name>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Faturrohman</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Model-Model Pembelajaran Inovatif</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="report">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Masrinah</surname>
              <given-names>Enok Noni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aripin</surname>
              <given-names>Ipin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gaffar</surname>
              <given-names>Aden Arif</given-names>
            </name>
          </person-group>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>1</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.57235/hemat.v1i1.2060</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Shinta</surname>
              <given-names>Ayu Lintri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yanzi</surname>
              <given-names>Hermi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mentari</surname>
              <given-names>Ana</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation</source>
          <article-title>Pengaruh Metode Project Based Learning Terhadap Kepekaan Sosial Peserta Didik</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Widiyani</surname>
              <given-names>Nur Putri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>IAIN METRO</source>
          <article-title>Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kepekaan Sosial Siswa Pada Pembelajaran IPS Kelas VIII MTS Nurul Iman</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1584-1589</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33487/edumaspul.v6i2.4405</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Muri</surname>
              <given-names>Rasdianah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nursalam</surname>
              <given-names>Nursalam</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nawir</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Edumaspul: Jurnal Pendidikan</source>
          <article-title>The Effectiveness of Problem-Based Learning Models on Critical Thinking Ability and Social Sensitivity in Social Studies Subjects at SDN 105 Baraka Enrekang Regency</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <publisher-name>ANDI</publisher-name>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ahmad</surname>
              <given-names>Amrullah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zainal</surname>
              <given-names>Aqib</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>PTK Penelitian Tindakan Kelas - Teori dan Aplikasi</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>112-123</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.56248/educativo.v1i1.18</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tyera</surname>
              <given-names>Losicha</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Megawati</surname>
              <given-names>Merty</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rusli</surname>
              <given-names>Mulyadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Educativo: Jurnal Pendidikan</source>
          <article-title>Penerapan Keterampilan Proses Dasar Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="book">
          <volume>01</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kurniawati</surname>
              <given-names>Putri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Olahraga</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>43-52</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Zaman</surname>
              <given-names>Syafira Ghaisani</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Widiastuti</surname>
              <given-names>Haning Tri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan</source>
          <article-title>Pengaruh Layanan Bimbingan KelompokDalam Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>5 (10)</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ananda</surname>
              <given-names>Ikalevi Desti Oktaviani Buti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Efektivitas Modifikasi Perilaku Teknik Positive Reinforcement Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Siswa SMK Negeri 1 Yogyakarta</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>922-928</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31949/educatio.v7i3.1290</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Misidawati</surname>
              <given-names>Dwi Novaria</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sundari</surname>
              <given-names>Pipit</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Educatio FKIP UNMA</source>
          <article-title>Penerapan Model PBL dalam Matakuliah Teori Pengambilan Keputusan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <day>2</day>
          <issue>3</issue>
          <month>8</month>
          <page-range>653-660</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.51169/ideguru.v8i3.684</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mulyadi</surname>
              <given-names>Eko</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru</source>
          <article-title>Penerapan PBL dalam Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Proyek IPAS di Sekolah Menengah Kejuruan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1943-1946</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37985/jer.v5i2.1121</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lailah</surname>
              <given-names>Alful</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Khotimah</surname>
              <given-names>Nur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hariastuti</surname>
              <given-names>Retno Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mardiyas</surname>
              <given-names>Sobi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Education Research</source>
          <article-title>Implementasi Bimbingan Klasikal dengan Teknik Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.23887/pips.v5i1.272</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">N.K. Mardani</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">N.B. Atmadja</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">I.N.Suastika</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan IPS Indonesia</source>
          <article-title>PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="journal">
          <day>30</day>
          <month>9</month>
          <page-range>113-121</page-range>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.55340/fkip.v9i3.507</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahmat</surname>
              <given-names>Ali</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Akademik FKIP Unidayan</source>
          <article-title>MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 15 BUTON TENGAH</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>November</issue>
          <page-range>809-820</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahyuningsih</surname>
              <given-names>Nofi Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syawaluddin</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dahlan</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Pinisi Journal PGSD</source>
          <article-title>Penggunaan Media Konkret Dalam Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>55-66</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2015</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sukardi</surname>
              <given-names>T</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan</source>
          <article-title>Pengembangan Strategi Konstruktivistik dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Mahasiswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>344-350</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rakhmanina</surname>
              <given-names>Lisa</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Melati</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Masitah</surname>
              <given-names>Siti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Marita</surname>
              <given-names>Yosi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</source>
          <article-title>Workshop Penulisan Tindakan Kelas Bagi Guru SMAN 1 Kota Bengkulu : dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>7</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lempang</surname>
              <given-names>Hermin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan</source>
          <article-title>Pembelajaran CTL Sebagai Strategi Peningkatan General Life Skill Khususnya Kecakapan Berpikir Rasional Dan Kecakapan Berpikir Sosial</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
