<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Creative Character Development Through Drawing Activities in Elementary Students</article-title>
        <subtitle>Pengembangan Karakter Kreatif Melalui Aktivitas Menggambar pada Siswa Sekolah Dasar</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Putra</surname>
            <given-names>Yudhistiral Pradana</given-names>
          </name>
          <email>trilinggowati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Wati</surname>
            <given-names>Tri Linggo</given-names>
          </name>
          <email>trilinggowati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-02-27">
          <day>27</day>
          <month>02</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>25</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting dalam kehidupan manusia. pendidikan dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas kehidupan dimasa yang akan datang. Banyak faktor pendidikan yang harus dipertimbangkan karena pengaruhnya tidak dapat diabaikan dan menjadi faktor yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya suatu individu. Pendidikan mempunyai peranan penting bagi manusia untuk mengembangkan individu yang berkualitas dalam mencapai keberhasilan proses pendidikan<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Sekolah merupakan sarana tempat terjadinya interaktif belajar mengajar antara guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, dimana guru sebagai pemegang peranan utama, kedua elemen ini sangat menentukan terjadinya proses belajar mengajar disekolah. Sehingga proses terjadinya belajar di sekolah harus berdasarkan kurikulum pendidikan yang saat ini menerapkan kurikulum merdeka<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-13">Pelaksanaan kegiatan projek penguatan profil pancasila dilaksanakan diluar jam pelajaran yang dimaksudkan bertujuan dapat menunjukkan minat peserta didik pada bidang tertentu dan mengembangkan keterampilan peserta didik untuk membuat proyek yang disesuaikan dengan profil pelajar pancasil<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. P5 dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu fase konseptual dan fase kontekstual. Fase konseptual ini merupakan pembelajaran yang berkaitan dengan pengetahuan dasar dalam struktur keilmuan yang lebih luas untuk mendapatkan pengetahuan baru. Sedangkan fase kontekstual merupakan pembelajaran yang memahami hubungan antara materi pembelajaran dengan fakta dikehidupan nyata<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-14">Dengan memperhatikan perubahan kurikulum saat ini, guru masih sama yaitu dengan menggunakan model pembelajaran atau media pembelajaran guna mempermudah siswa dalam belajar. Terlebih pada pembelajaran di kelas rendah yang seharusnya banyak menggunakan berbantuan gambar sebagai penunjang keberhasilan hasil belajar siswa. Guru sebagai tenaga pendidik dan motivator tentu akan berfikir keras tentang bagaimana pembelajaran yang ia akan ajarkan kepada siswa agar dapat dimengerti dan dipahami oleh siswa dengan cepat. Tidak hanya itu, guru sebagai penggerak kurikulum merdeka belajar juga harus bisa memanfaatkan teknologi dengan baik sebagai bentuk peningkatan cara mengajar guru. Guru juga tetap memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai yang baik dan buruk dengan maraknya efek penggunaan teknologi yang semakin pesat<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-15">Penerapan budaya di tingkat pendidikan Sekolah Dasar sangatlah berdampak baik untuk wawasan kebangsaan serta pemahaman budi pekerti terhadap budaya sekitar. Sehingga peran budaya dijadikan pemulihan pendidikan karakter siswa melalui Pengembangan Projek Penguatan Pancasila<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Sebenarnya, evaluasi implementasi dipaparkan dalam Buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dijelaskan dalam bagian ini bahwa evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya penguatan profil pelajar Pancasila, pada hakikatnya harus melibatkan peserta didik. Penerapan pengembangan projek penguatan profil pelajar pancasila atau sering disebut P5 adalah aksi gelar karya oleh siswa yang bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa yang disesuaikan  berdasarkan pancasila<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Projek P5 pada tingkat SD juga bisa mengimplementasikan kegiatan intrakuler atau ekstrakuliker terlebih yang didalamnya terdapat minat dan bakat siswa yang bersama-sama memberikan sebuah aksi atau gelar karya dengan tidak meninggalkan pendidikan karakter<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Gelar karya tidak semuanya harus berupa penampilan siswa, bisa juga dengan hasil gambar, lukisan, dan lain-lain. </p>
      <p id="_paragraph-16">Melukis sendiri merupakan elemen penting dari kehidupan seorang anak terutama usia 7-8 tahun. Yang mana hasilnya merupakan tuangan dari ide, gagasan, dan kreativitas seorang anak. Mereka dapat menggambar atau melukis sesuai dengan tingkat perkembangan dan kreativitas mereka sendiri. Intinya, kegiatan melukis dapat dikatakan sebagai refleksi pada suasana belajar mereka. Sejalan dengan pemikiran<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. yang mengatakan bahwa pembelajaran melukis dapat mengembangkan kreativitas anak yang mana tidak hanya mengambil dari hasil ekspresi watak, emosi, dan intelektualitas seseorang. Akan tetapi, juga dapat berperan sebagai teka teki simbolik dan mengungkapkan apa yang dirasakan oleh seseorang. Dengan melukis, adalah salah satu cara terbaik untuk mendorong kreativitas siswa Sekolah Dasar melalui menggambar. Sehingga hasil dari gambaran anak-anak mencerminkan pengalaman langsung<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-17">Sesuai dengan visi dan misi profil pelajar pancasila sebagaimana terdapat dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementrian dan kebudayaan Tahun 2020-2024, bahwa “Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila, dengan memiliki 6 ciri utama. Ciri tersebut merupakan dimensi dari profil pelajar pancasila. Semua komponen saling berkaitan dan menguatkan guna mewujudkan profil pelajar pancasila yang utuh. Keenam dimensi tersebut nantinya harus berjalan secara bersamaan. Enam dimensi yang dimaksud adalah beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Maka, dari keenam dimensi tersebut tidak ada satu dimensi yang lebih penting daripada dimensi yang lain karena sifatnya saling berkesinambungan. Dimensi profil projek penguatan pancasila yang diteliti pada penelitian ini adalah pada aspek dimensi kreatif yaitu dimana hasil gambar siswa/siswi kelas 2 dengan berdasarkan instrumen penelitian yang sudah terlampir pada metode peneltiian.</p>
      <p id="_paragraph-18">Beriman bertaqwa kepada tugan YME, seluruh pelajar Indonesia yang berakhlak mulia merupakan pelajar yang berakhlak dalm hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Memhami ajaran dan kepercayaannya dengan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Elemen yang terdapat pada dimensi pertama ini meliputi akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, akhlak bernegara<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Berkebinekaan global, seluruh pelajar Indonesia berkewajiban untuk mempertahankan budaya luhur, lokalitas, serta identitasnya. Memiliki sikap saling terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan membentuk budaya baru yang posiitf.  Elemen yang terdapat pada dimensi kedua ini meliputi, mengenalkan dan menghargai budaya, memiliki kemampuan interaksi interkultural dengan sesama, refleksi, dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan. Gotong royong, dimensi ini mendorong untuk seluruh pelajar Indonesia untuk memiliki kemampuan gotong royong dengan melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan sukarela supaya kegiatan dapat berjalan ringan dan lancar. Elemen yang terdapat pada dimensi ketiga ini meliputi, kolaborasi, kepedulian, berbagai. Mandiri, dimensi ini mengajak seluruh pelajar Indonesia untuk memiliki sikap tanggung jawab atas proses hasil belajarnya. Elemen yang terdapat pada dimensi keempat ini meliputi, kesadaran akan diri dengan situasi yang dihadapi, dan regulasi diri. Bernalar kritis, dimensi ini mengajak untuk seluruh pelajar Indonesia mampu berpikir secara objektif dengan memproses segala informasi dengan baik baik kualitatif maupun kuantitatif. Elemen yang terdapat pada dimensi kelima ini meliputi, memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan ikut serta dalam pengambilan keputusan. Kreatif, dimensi ini mengajak seluruh pelajar Indonesia mampu berpikir kreatif dengan memodifikasi hingga menghasilkan sesuatu yang asli, bermakna, bermanfaat dan berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Elemen yang ada pada dimensi keenam ini meliputi, menghasilkan gagasan yang orisinil, menghasilkan karya, dan tindakan yang orisinil. </p>
      <p id="_paragraph-19">Pengembangan kreativitas pada anak dapat dilatih saat anak berada dalam usia dini. Yang bertujuan agar proses kognitif dari seorang anak dapat dilatih sedini mungkin, sehingga anak sudah terbiasa berpikir kreatif saat mereka menginjak usia dewasa. Fungsi dari pengembangan kreativitas pada anak yaitu 1) perkembangan estetika, hal ini dapat diciptakan melalui tingkat keestetikaan. Seorang anak bisa mengekspresikannya melalui beberapa hal yang diamati misalnya, keindahan, lukisan, tarian dan lain sebagainya. 2) kesehatan jiwa, hal ini dapat diciptakan dengan merasakan apa yang mejadi perasaan yang anak alami. Misalnya, perasaan takut, kwatir, kecewa ataupun senang sehingga perasaan tersebut sebaiknya diungkapkan agar tidak timbul terganggunya kesehatan mental. 3) perkembangan kognitif, hal ini dapat diciptakan dengan menyesuaikan pengalaman belajar yang dimiliki seorang anak. Dimana, seorang anak bebas mengekspresikan apa yang mereka rasakan melalui pembelajaran seni rupa sehingga pengembangan dari sikap kreativitas didukung oleh sikap kreatif yang ditunjukkan oleh seorang anak<xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-20">Merujuk dari teori Kreativitas merupakan sebuah kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang diperoleh dari beberapa data, segala informasi atau unsur-unsur yang ada. Maksudnya, sesuatu yang sudah ada sebelumnya dengan segala pengetahuan yang pernah diperoleh ketika dibangku sekolah, di lingkungan keluarga dan dalam masyarakat. Sehingga, semakin banyak pengalaman atau cerita yang dimiliki seorang anak semakin bagus pula tingkat kreatif nya<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Kreativitas merupakan karakter yang dimiliki seseorang dengan didasari dorongan dalam diri serta didukung oleh lingkungan yang membuatnya dapat menyalurkan ide dan menciptakan hal-hal baru yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sepemikiran dengan<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang sifatnya baru dan unik. Torrance juga mengatakan bahwa kreativitas tidak hanya diperoleh dari bakat kreatif saja, melainkan juga bisa diperoleh dari proses mental individu dalam melakukan proses pembelajaran dan pengalaman yang dialami pada lingkungan sekitarnya. Aspek kreativitas menurut Torrance ada 4 karakteristik. Yaitu: <italic id="_italic-40">Fluency, Elaboration, </italic><italic id="_italic-41">Flexibility</italic> dan<italic id="_italic-42"> Originality</italic>. <italic id="_italic-43">Fluency</italic> merupakan kemampuan untuk menghasilkan serta memproduksi beberapa ide, gagasan, dan jawaban yang bervariasi. <italic id="_italic-44">Elaboration</italic> merupakan kemampuan untuk mengembangkan suatu ide atau gagasan secara detail untuk menghasilkan hasil yang lebih menarik dan kreatif. <italic id="_italic-45">Flexibility</italic> merupakan kemampuan untuk menghasilkan suatu gambar atau karya yang bersifat abstrak. Originality merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide atau gagasan yang bersifat unik dan pastinya asli bukan menjiplak dari karya orang lain. </p>
      <p id="_paragraph-21">Pada teori Torrance menekankan bahwa dukungan, dorongan serta motivasi merupakan hal yang penting untuk pengembangan kreativitas anak. Adapun motivasi eksternal yang digunakan untuk mendorong krrativitas anak, antara lain : 1.) Keluarga : rasa emosional yang diberikan kepada anak mampu menjadi rasa aman, senang, disayang dan juga dilindungi, Penunjang dan mendorong minat dan bakat yang disukai anak supaya anak merasa didukung dan selalu diperhatikan, Menghabiskan waktu atau menemani segala apapun aktivitas anak sehingga anak merasa punya teman saling bertukar cerita, Selalu memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan anak, dan memberikan ruang agar anak dapat bereksperimen dan berekplorasi. 2.) Sekolah : guru harus bersikap terbuka terhadap minat dan bakat yang dimiliki anak, memberikan waktu atau kesempatan anak untuk mengembangkan ide atau gagasannya, mengajak anak untuk ikut berperan dalam mengambil keputusan, saat di sekolah guru harus menciptakan suasana yang menyenangkan agar anak selalu aktif dalam kegiatan, mengajak anak untuk selalu mendengar pendapat orang lain dan harus menghargai pendapat orang lain<xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-22">Selain faktor pendorong, terdapat faktor penghambat kreatvitas pada anak yaitu karena tidak adanya dorongan bereksplorasi, dimana anak tidak mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi atau mencoba hal baru dilingkungannya. Melarang pun dapat menghambat pemikiran kreatif anak untuk berkembang sehingga mereka tidak bisa menjelajahi lingkungan baru. Oleh karena itu, faktor penghambar kreativitas tersebut harusnya diperhatikan dan dipahami oleh guru maupun orang tua agar dapat memberikan stimulasi yang tepat dalam merangsang petensi yang dimiliki anak sejak dini<xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-23">Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif fenomenologi. Fenomenologi sendiri merupakan ilmu yang berasal dari kesadaran atau dapat terjadi dari peristiwa secara sadar. Fenomenologi juga merupakan pendekatan filosofis dari pengembangan pemikiran oleh manusia. Pendekatan ini bersifat logis, sistematis, dan kritis guna untuk mengembangkan pengetahuan yang ada. Fenomenologi juga berkaitan dengan penampakan suatu objek , peristiwa, atau suatu kondisi atas dasar persepsi kita. Dalam hal ini, fenomenologi membiarkan sesuatu yang datang dengan sendirinya yang sebagaimana mestinya. Terdapat 2 sisi, yakni dengan membiarkan realistis atau fenomena yang terjadi atau pengalaman yang dialaminya dengan membuka dirinya<xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. Di sisi lain, dengan munculnya hasil interkasi antara subjek dengan fenomena yang dialaminya. Terdapat pengertian fenomenologi lainnya, antara lain : 1.) fenomenologi merupakan studi tentang esensi-esensi, misalnya esensi persepsi dan esensi kesadaran. 2.) fenomenologi merupakan ilmu filsafat yang menempatkan kembali esensi-esensi dalam eksistensi bahwa manusia dan dunia tidak dapat dimengerti kecuali bertitik tolak pada aktivitasnya. 3.) fenomenologi merupakan ilmu filsafat transendental yang menangguhkan sikap natural dengan maksud memahaminya secara lebih baik. 4.) fenomenologi merupakan ilmu filsafat yang menganggap dunia selalu ada, mendahului refleksi, sebagai suatu kehadiran yang tak terisi, yang berusaha memulihkan kembali kontak langsung dan wajar dengan dunia sehingga dunia dapat diberi status filosofis. </p>
      <p id="_paragraph-24">Partisipan pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 5 hasil karya anak perempuan dan 5 hasil karya anak laki-laki. Varibel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karakteristik dari aspek kreativitas (Torrance) yang terdiri dari Fluency, Flexibity, Originality, dan Elaboration dengan menggunakan alat ukur berupa kreativitas figural. Terdapat tiga aktivitas untuk penelitian, yaitu : 1.) menggambar atau membuat sebuah gambar 2) menyelesaikan sebuah gambar 3) menghasilkan berbagai pola  dengan menggunakan garis paralel<xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. Adapun instrumen penelitian yang digunakan sebagai berikut : </p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Tabel 1.1 Instrumen Penelitian</title>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="_italic-46">Tabel Indikator dan Sub Indikator</italic>
          </title>
          <p id="_paragraph-25"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-257223b3ebf3cf0f5314d548b31ba9cf">
              <td id="98ead8bbe4ac43e3194908363c284103">Indikator</td>
              <td id="92ffa505a91b9e03bf763730eb605ae1">Sub Indikator</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bf9dba8d50ba816fcaee63a53595b84a">
              <td id="9322d610c364672fb373e131b90aae00">1. Mengelompokkan berbagai ukuran : bintik, garis, bidang, warna, dan bentuk pada benda dua dimensi dan tiga dimensi di alam sekitar              2. Mengungkapkan perasaan ketertarikan pada objek imajinatif yang diamati dari berbagai usnur rupa pada benda alam sekitar </td>
              <td id="3c7169547a176eed060f3e639535bcb0">-Dapat membuat garis lurus dan lengkung          -Dapat membuat garis pada gambar pemandangan                                                       -Dapat mengamati gambar objek alam yang menarik                                                                 -Dapat menentukan warna dan tekstur dalam gambar                                                                   -Dapat menggambar dasar bentuk binatang             -Dapat menggambar dasar bentuk tanaman        -Dapat menggambar dasar bentuk bangunan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="figure-panel-b631382661bd785fffb3fdf0b3c1a447">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-96d9cc34c80fbb79e3ed9fca8b6bb53f"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-1d02092f25758984b2a2318dfeaaadb9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11209-03.png"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <fig id="figure-panel-1ade20bbe618482602171c2410145e7c">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-95a5e13cc8746963c424990a1ce70b18"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-0423c117902bf6a529c377760e7b816d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11209-01.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-3302c28c79c4dc00b17705907fa045ad">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-f6a95d41d139a6a755eccbbd649366eb"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-9c219249e49382e2ff5bd9cf839abd37" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11209-01,1.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-50dd1115b4b15ce4e535977b96099728">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-e20f5e9a9e147e737945c8a35f4366c9"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-9109bd779a30754eec62a888c7d7e3a1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11209-02.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-01c1a5240738cabee223d2f7373595c1">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-a57affab3437a202e5a51e4f5a3a46a9"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-7025bcbb1c7a8f773bde4682c04d0d62" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="11209-02,2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-31">Mengacu pada teori kreativitas Torrance yang mana anak usia 8 tahun mampu mengemukakan ide gagasan atau pemikirannya dalam berupa gambar yang sederhana (Fluency). Kelima karya di atas baik perempuan maupun laki-laki merupakan hasil karya sendiri tanpa adanya referensi sebelumnya. Beberapa hasil karya <italic id="_italic-55">Hisyam </italic>ada yang hampir mirip dengan karya <italic id="_italic-56">Filza</italic> tetapi keduanya memiliki pembeda yakni hasil gambar, penggunaan variasi objek lain yang kurang sesuai dan kerapian dalam proses pewarnaan (Originality). Hasil karya kedua anak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing<xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Pada karya <italic id="_italic-57">Filza</italic> banyak ditemukan kelebihan dengan hasil karya yang hampir sempurna. Sedangkan, <italic id="_italic-58">Hisyam</italic> sebaliknya sudah mampu menyelesaikan karya nya namun belum maksimal (Flexibility). Selain itu, keduanya sudah dikatakan mampu dalam mengembangkan objek lain agar hasil karya bisa selesai dan dapat dinikmati. Kelima karya <italic id="_italic-59">Filza</italic> sudah membuktikan hasil yang hampir sempurna dengan menambahkan objek lain yang sesuai dan teknik gradasi warna yang bagus. Berbeda dengan karya <italic id="_italic-60">Hisyam</italic> yang mana hasilnya kurang rapi dan pemilihan objek yang kurang sesuai sehingga hasilnya kurang bisa dinikmati (Elaboration).</p>
      <p id="_paragraph-32">Dilihat dari tabel di atas telah dijabarkan bahwa terdapat hasil 5 karya perempuan dan 5 karya laki-laki menunjukkan hasil yang signifikan. Dibuktikan dengan hasil karya mereka yang mana telah didominasi hasil karya anak perempuan (<italic id="_italic-61">Filza</italic>). Sehingga, dengan kata lain pola pikir anak perempuan (<italic id="_italic-62">Filza</italic>) terbukti lebih kreatif dan variatif dalam pemilihan ide, pencampuran warna dan penambahan objek lain untuk memberi kesan agar terlihat nyata<xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-33">Maka hasil karya antara gambar  perempuan dan laki-laki terdapat pembeda yakni dalam kerapian, kebersihan, kreativitas, hingga saat proses mewarnai. Sehingga hasil yang didapat juga dapat memberikan nilai estetika yang tinggi dengan dibuktikan pemilihan dan pengaplikasian warna dengan teknik gradasi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-34">Aspek kreativitas yakni Fluency, Flexibility, Originality, Elaboration yang telah dijadikan alat ukur untuk mengetahui tingkat kreativitas pada anak usia 8 tahun baik laki-laki maupun perempuan masing-masing memiliki tingkat emosional dan kecerdasan yang berbeda-beda. Pada lingkungan sekolah, anak usia 8 tahun telah dikenalkan P5 dalam pembelajaran. Yang mana, di dalam pelajaran P5 telah dikenalkan gambar atau lukisan. Telah dibuktikan bahwa pada tabel hasil dan pembahasan menerangkan bahwa hasil karya anak usia 8 tahun baik laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan yang signifikan. Dari 10 hasil karya telah menunjukkan 1:0 hasil karya anak perempuan (<italic id="_italic-63">Filza</italic>) usia 8 tahun lebih bagus, kreatif dan bervariasi. Maka, dapat disimpulkan karya anak perempuan mampu memiliki pemahaman ide yang luas, pemilihan objek yang tepat, dan penyelesaian gambar yang hampir sempurna.</p>
      <p id="paragraph-7bfec55fe86ed12d9224f2eb177b7064">
        <bold id="bold-5960df804419ac261fff8950c15835b0">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Disini peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak terkait yang sudah membantu dalam pembuatan penulisan skripsi dan artikel penelitian ini. Pertama peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, yaitu kepada Bapak Aman Sari, S.Pd., M.Pd  selaku kepala sekolah SDN Keboananom, Bapak Syahrul Romadhon, S.Pd selaku wali kelas II-D, dan juga seluruh siswa kelas II SDN Keboananom. Kemudian peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Tri Linggo Wati selaku dosen pembimbing, dan juga kepada ibu Dr. Enik Setiowati, S.Pd serta bapak Mukhlasin Amrullah, S.Ud., M.Pd.I selaku dosen  penguji. Peneliti pun banyak mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua serta teman-teman yang sudah membantu dan mendukung dengan penuh peneliti.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-3e981c2488ffa5deef313a36f9814e16"/>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2013</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Novianti</surname>
              <given-names>Rahmah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>3875-Article Text-6790-1-10-20170921</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-37</page-range>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Kemendikbudristek</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Kemendikbudristek</source>
          <article-title>Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>33-54</page-range>
          <volume>21</volume>
          <year>2008</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21831/hum.v21i1.</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Anak</surname>
              <given-names>Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Medan, Restu Printing Indonesia, hal.57</source>
          <article-title>Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>37-48</page-range>
          <volume>15</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pokhrel</surname>
              <given-names>Sakinah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Αγαη</source>
          <article-title>No TitleΕΛΕΝΗ</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>41-57</page-range>
          <volume>Vol 9</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Appulembang</surname>
              <given-names>Yeni Anna</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Psikologi Pendidikan</source>
          <article-title>Norma Kreativitas Menggunakan Torrance Test of Creativity Thinking Untuk Anak Usia 6-12 Tahun</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Handayani</surname>
              <given-names>Wina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Batubara</surname>
              <given-names>Br</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fata</surname>
              <given-names>Nahriyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Islam</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syekh</surname>
              <given-names>Negeri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hasan</surname>
              <given-names>Ali</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Addary</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Utara</surname>
              <given-names>Sumatera</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Internalisasi Karakter dalam Kegiatan P5RA Siswa MIN 1 Labuhanbatu</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>78</page-range>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Alasyary</surname>
              <given-names>S M A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Khoziny</surname>
              <given-names>A L</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>At-tibyan</surname>
              <given-names>S M A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Putra</surname>
              <given-names>S M A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Azhar</surname>
              <given-names>A L</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bonang</surname>
              <given-names>S M A Sunan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Terpadu</surname>
              <given-names>S M A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Darun</surname>
              <given-names>Bumi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Assalam</surname>
              <given-names>Smait</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ulum</surname>
              <given-names>Smait Baitul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Al</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bangil</surname>
              <given-names>Azis</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Al</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hadul</surname>
              <given-names>M A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Beji</surname>
              <given-names>Islami</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Al</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kraton</surname>
              <given-names>Yasini</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Al</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Prigen</surname>
              <given-names>Azhar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Candra</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pandaan</surname>
              <given-names>Widya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Darut</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Purwosari</surname>
              <given-names>Taqwa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Islam</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tauhid</surname>
              <given-names>Darut</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kristen</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tosari</surname>
              <given-names>Baithani</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ma</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pandaan</surname>
              <given-names>Arif</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ma</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sukorejo</surname>
              <given-names>Arif</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sukorejo</surname>
              <given-names>Smas Pgri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Prigen</surname>
              <given-names>Smas Sejahtera</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hidayatullah</surname>
              <given-names>Smas Syarif</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Taman</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Prigen</surname>
              <given-names>Madya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tri</surname>
              <given-names>Smas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wonorejo</surname>
              <given-names>Bakti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>No Title</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>138</page-range>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Satria</surname>
              <given-names>Rizky</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Adiprima</surname>
              <given-names>Pia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sekar</surname>
              <given-names>Wulan Kandi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Harjatanaya</surname>
              <given-names>Tracey Yani</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jakarta</source>
          <article-title>Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>116-131</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Faida</surname>
              <given-names>Putri Eka</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Udin</surname>
              <given-names>Tamsik</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Latifah</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Universal Journal of Educational Reasearch</source>
          <article-title>Pengaruh Metode Eksplorasi Seni Menggambar Terhadap Kreativitas Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>57-65</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.55606/sokoguru.v3i3.2981</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Suci Endrizal</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Ulva Rahmi</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Nurhayati Nurhayati</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan</source>
          <article-title>Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin di MtsN 6 Agam</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>583</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29210/30032075000</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sulastri</surname>
              <given-names>Sulastri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syahril</surname>
              <given-names>Syahril</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Adi</surname>
              <given-names>Nelfia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ermita</surname>
              <given-names>Ermita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)</source>
          <article-title>Penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila bagi guru di sekolah dasar</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>02</issue>
          <page-range>214-225</page-range>
          <volume>04</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fauziah, G. E., &amp; Rohmawati</surname>
              <given-names>A.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ibtida'</source>
          <article-title>Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P2RA) pada Siswa MI: Sebuah Upaya Membangun Karakter</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>38-49</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Cahyono</surname>
              <given-names>nugroho heri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>cilpa Jurnal Pendidikan Seni Rupa</source>
          <article-title>Konstruksi bangunan sebagai ide penciptaan seni rupa dengan eksplorasi teknik seni grafis</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>107-115</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21831/jpa.v8i2.28779</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Sevilia Sujarwo Indrias</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Trisakti</surname>
              <given-names>Trisakti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Anak</source>
          <article-title>Pembelajaran Menggambar dengan Accelerated Drawing Technique (ADT) untuk Anak Usia Dini</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-10</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Amalia</surname>
              <given-names>Ratih</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Komprehenshif</source>
          <article-title>Jurnal komprehenshif</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <page-range>23-47</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.59784/generasi.v1i01.4</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ainur Rofi’ah</surname>
              <given-names>Ulya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Maemonah</surname>
              <given-names>Maemonah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indah Lestari</surname>
              <given-names>Putri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Generasi</source>
          <article-title>Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Fredwrich Wilhelm Froebel</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>CV. Alfabeta</publisher-name>
          <year>2014</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sugiyono</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&amp;D</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>57-64</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35724/musjpe.v5i1.4367</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Anwar</surname>
              <given-names>Moh. Farid Nurul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wicaksono</surname>
              <given-names>Antonius Alam</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pangambang</surname>
              <given-names>Asmira Tamar</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Musamus Journal of Primary Education</source>
          <article-title>Penggunaan Metode SAS Berbantuan Media Kartu Huruf untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>100</page-range>
          <volume>28</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46930/ojsuda.v28i1.466</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>SIMANGUNSONG</surname>
              <given-names>IKA TRISNI</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Damanik</surname>
              <given-names>Dede Parsaoran</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Panjaitan</surname>
              <given-names>Jelita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Darma Agung</source>
          <article-title>Peningkatan Pengetahuan Konseptual Siswa Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>558-563</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29303/jipp.v9i1.1616</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Cotimah</surname>
              <given-names>Nuri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Nurratri Kurnia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suswandari</surname>
              <given-names>Meidawati</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan</source>
          <article-title>Studi Kualitatif: Profil Pelajar Pancasila Melalui Media Kolase Ditinjau Dari Kreativitas Pada Anak Berkebutuhan Khusus</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
