Nabilah Nailah Rahmah (1), Farikh Marzuki Ammar (2)
General Background: Arabic language learning in Islamic educational institutions requires structured pedagogical approaches to achieve communicative competence and mastery of linguistic rules. Specific Background: Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School Malang implements structured Arabic instruction as a compulsory subject supported by institutional language policies and intensive programs. Knowledge Gap: Although various studies discuss Arabic teaching methods, limited research documents the applied instructional models in Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri, particularly at Marhalah Dua level. Aims: This study aims to identify and describe the Arabic language learning methods applied in Marhalah Dua at the institution. Results: Using a descriptive qualitative field research design through interviews, observation, and documentation, the findings indicate that instruction applies the Direct Method for daily communicative practice and vocabulary memorization, supported by Arabic Night activities, alongside the Eclectic Method integrating speaking, reading, writing, and grammatical instruction including nahwu and shorof exercises. Novelty: The study provides contextual documentation of the combined implementation of Direct and Eclectic Methods within a structured boarding school environment. Implications: The findings contribute practical insights for Islamic educational institutions seeking structured and varied Arabic instructional strategies aligned with communicative and grammatical objectives.
Keywords: Arabic Learning Methods, Direct Method, Eclectic Method, Madrasah Diniyah, Qualitative Field Research
Key Findings Highlights:
Classroom instruction integrates structured vocabulary drills with communicative practice activities.
Boarding school language policy reinforces daily spoken Arabic usage.
Grammar instruction is systematically combined with dialogue-based exercises.
Sebagai umat Islam bahasa arab adalah bahasa yg harus di kuasai atau paling tidak dimengerti karena landasan agama islam adalah Al Qur’an dan Hadist yang jelas berbahasa arab. Sebagaimana ditegaskan dalam Al Qurán : “Sesungguhnya kami menurunkan Al Qurán dalam bahasa arab, agar kamu mengerti” (QS Yusuf:2)[1]. Ibnu Ta’imiyyah juga pernah berkata “Belajarlah kalian bahasa arab, karena sesungguhnya bahasa arab adalah sebagian dari agama kalian”[2]. Oleh sebab itu pembelajaran bahasa arab ini di anggap penting untuk di ajarkan kepada seluruh umat islam melalui Lembaga-lembaga Pendidikan islam sejak dini. Pembelajaran bahasa Arab bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa arab baik dengan ucapan ataupun tulisan. Ketrampilan berbahasa arab melipuyi 4 hal, yaitu : a). al-istimaa’ (mendengar), b). al-kalaam (berbicara), c). al-qiraa ah (membaca), d). al-kitaabah (menulis)[3].
Penggunaan metode pengajaran yang tepat menjaddi kunci keberhasilan pembelajaran[4]. Metode berasal dari bahasa Yunani ‘’Greek’’ yaitu Metha dan Hados artinya cara, jalan, alat, atau gaya. Dapat diartikan, metode ialah jalan atau cara yang harus di tempuh untuk mencapai tujuan tertentu[5]. KH. Imam Zarkasyi mengatakan metode lebih penting dari materi “at-tharîqatu ahammu mina-l-mâddati”[6].
Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran bahasa arab setiap pesantren memilik metode pembelajaran yang sebanding dengan keadaan siswa dan materi yang diberikan. Karenanya, perlu di carikan solusi tepat untuk menaikkan kualitas pembelajaran bahasa arab yang banyak orang masih menganggap sulit. Upaya yang bisa dilakukan yaitu mencari beberapa metode yang di anggap mudah dan efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu pengajar juga harus pandai mengemas materi pembelajaran bahasa arab dengan menarik dan inovatif agar murid antusias dan memiliki motivasi untuk mempelajari bahasa arab.
Husni M. Arsyad berpendapat bahwa metode-metode pengajaran berdasarkan pendekatan komunikatif yaitu metode langsung, metode percakapan, metode diam dan metode alamiah sangat efektif diterapkan di dalam pembelajaran bahasa arab[7].
Penelitian metode pembelajaran bahasa arab di Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri belum pernah peneliti temukan dalam penelitian terdahulu, meskipun penelitian tentang metode pembelajaran bahasa arab ini pernah dilakukan. Beberapa judul penelitian dimaksud akan dikemukakan dalam paragraf di bawah ini.
Penelitian Agus Sya’roni berjudul “Metode Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Menengah Pertama” yang menyatakan bahwa metode pembelajara bahasa arab di jenjang Mts/SMP sebaiknya mengedepankan pengayaan kosa kata sehari-hari agar siswa terbiasa dan nyaman. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian kaidah bahasa, percakapan dan menulis[8]. Husni M. Arsyad berjudul “Metode-Metode Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Pendekatan Komunikatif Untuk Meningkatkan Kecakapan Berbahasa” menyatakan bahwa metode pembelajaran yang menggunakan metode berbasis komunikatif lebih memfokuskan pada kemahiran berbicara dan menyimak[9]. R. Umi Baroroh berjudul Metode-Metode Dalam Keterampilan bahasa Arab Reseptif”’ menyatakan bahwa ada banyak metode dalam pembelajaran bahasa arab antara lain metode langsung,as-sham’iyyah al syafawiyyah, dan metode guru diam[10]. Penelitian-penelitan tersebut berbeda dengan penelitian penulis karena sumber primer berbeda dan fokus yang diteliti juga berbeda.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah metode apakah yang di terapkan pada pembelajaran bahasa arab di Madrasah Diniyah Ar Rohmah Putri IIBS yang nantinya hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat, antara lain ; dari penelitian ini di harapkan dapat memberi inovasi dalam pelaksanaan metode pembelajaraan bahasa arab bagi sekolah/pesantren lain, penelitian ini di anggap sebagai pembuktian teori-teori dengan realita yang terjadi dilapangan.
Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS terletak di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Memiliki Visi ”Terwujudnya Lembaga Pendidikan yang Unggul dan Kompettif,sehingga melahirkan generasi yang Berkarakter, Ahlul Qurán,Cerdas dan Komunikatif”. Madrasah Diniyah Ar Rohmah Putri International Islamic Boarding School menerapkan kurikulum cambridge sehingga menyiapkan SDM pengajar yang unggul, sarana dan prasarana yang memadai,buku ajar yang tepat dan metode yang memudahkan serta menyenangkan dan lingkungan yang kondusif. Beberapa program internasional yang sudah berjalan adalah Talaqqi Umroh yaitu umroh dengan tahsin bersama beberapa Syeikh di Mesir, Mekkah dan Madinah. Selain itu ada program Tadarus antar bangsa dengan beberapa negara di Asia Tenggara dan masih banyak lagi. Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS mengajarkan keseimbangan hidup bekal dunia dan akhirat. Mempelajari ilmu pelajaran akademik formal dan pelajaran diniyah (agama).
Penelitian ini bisa di kategorikan sebagai penelitian lapangan atau field research, karena penelitian ini di tulis berdasarkan data-data yang di kumpulkan secara langsung, yaitu di Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS. Jenis pendekatan penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. M. Aslam Samhudi mengatakan pendekatan kualittif adalah cara penelitian yang memanfaatkan dan mengumpulkan informasi dengan mendalami fenomena yang akan diteliti[11].
Objek penelitian adalah sasaran isu yang di bahas dan yang akan dilakukan penelitian atau yang akan diselidiki melalui riset sosial. Dalam penelitian ini objek yang dipilih adalah Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School Malang.
Subjek pada penelitian ini adalah pihak-pihak yang bersangkutan dalam kegiatan pembelajaran bahasa arab yakni, koordinator pembelajaran bahasa arab dan guru pengampu bahasa arab marhalah dua Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS. Selain itu peneliti juga akan meng-observasi langsung kegiatan belajar dan mengajar bahasa arab nya. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terkait dengan segala fenomena yang diteliti baik secara lanngsung ataupun tidak langsung[12].
Dalam penitian ini tidak hanya menganalisis data melalui wawancara dan observasi saja tetapi juga dengan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa arab, program-program, foto/gambarkegiatan yang berkaitan dengan penilitian di Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS.
Setelah proses penumpulan data selesai maka peneliti akan melakukan proses analisis data yang di dalam nya termasuk penggunaan data, organisasi data, penyusunan dan merangkumnya dengan logis dan saling berkaitan. Menurut HB.Sutopo ‘Dalam cara analitik ada 3 unsur utama yang harus benar-benar di pahami setiap peneliti kualitatif. Tiga unsur tersebut adalah ; Reduksi Data, Sajian Data, dan Penarikan Kesimpulan[13]. Reduksi data adalah proses pemilihan atau pemusatan perhatian pada penyederhanaan dari catatan yang tertulis di lapangan. Sajian data adalah dikemas nya data secara visual sedemikian sehingga data lebih mudan di pahami. Sedangkan penarikan kesimpulan adalah penyusunan bukti-bukti dalam suatu pernyataan hingga terbentuk kalimat yang singkat, padat, dan jelas.
Pembelajaran bahasa arab di Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School merupakan pembalajaran wajib karena Bahasa arab sebagai pembelajaran ilmu alat yang digunakan sehari-hari, terlebih pada pelajaran diniyah nya menggunakan kitab-kitab klasik. Metode Pembalajaran Bahasa arab yang digunakan hampir sama dengan pondok pesantren Gontor, hal ini disebabkan oleh pengajar bahasa arab yang banyak di rekrut dari pondok pesantren Gontor. Oleh karena itu metode pembelajaran nya banyak memliki kesamaan. Buku ajar yang digunakan adalah kitab Hamasah Al-Kalamyang disusun oleh tim LIC (Languange Improvement Center) Diniyah & Asrama IIBS Ar-Rohmah 2.
Pengajar pelajaran diniyah di wajibkan memakai bahasa arab sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Hal ini juga menjadi salah satu faktor penunjang proses pembelajaran bahasa arab, sehigga diharapkan dapat terbentuk proses belajar dan mengajar bahasa arab yang baik. Ustadzah Farida mengatakan, pembelajaran bahara arab di Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS khususnya kelas 11 (marhalah dua) lebih menitik beratkan pada tiga keterampilan yaitu : berbicara,mambaca dan menulis. Ketrampilan mendengar hanya ada di kelas 10 saja karena maharah istima’ dirasa sudah termasuk dalam pembelajaran imla’. Penunjang pembelajaran ini juga terdiri dari beberapa media, ada media yang disiapkan oleh pengajar dan media yang dibuat oleh siswa.
Pada dua bulan pertama dalam masa pembelajaran bahasa arab siswa akan diberi masa matrikulasi untuk penguasaan Qowaid, Ta’bir dan Hiwar. Dalam kegiatan matrikulasi terbagi menjadi tiga bagian ,yaitu: Trading, Farewell, dan Arabic Progress Test. Trading dilakukan ditengah masa matrikulasi, sedangkan farewell dilakukan diakhir masa matrikulasi. Arabic post test terdiri dari satu kali pre-test dan empat kali ujian. Dengan masa pembelajaran selama 40 menit selama senin-jum’at. Satu kelas terdiri dari 20 siswa.
Adapun metode pembelajaran bahasa arab yang digunakan di Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS sebagaimana yang telah peneliti amati, yaitu;
Menurut Ibrasyi metode langsung adalah metode yang memilih topik sesuai dengan kemampuan siswa, lalu guru mengucapkan kata atau kalimat yang sesuai dengan kemampuan siswa dengan menggunakan alat peraga jika di perlukan[14]. Dalam pembelajaran bahasa arab di Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS menerapkan metode langsung untuk belajar bicara ringan tanpa harus menggunakan susunan kalimat bahasa arab yang benar agar mudah digunakan dalam percakapan ringan sehari-hari baik didalam kelas maupun diluar kelas. Hal ini diharapkan dapat membantu pembalajaran bahasa arab dan menjadikan siswa lebih percaya diri dalam bertutur menggunakan bahasa arab. Selain itu juga diharapkan membantu siswa dapat memahami apa yang disampaikan oleh pengajar bahasa arab. Adapun jika siswa masih merasa kesulitan dalam memahami apa yang disampaikan oleh guru maka akan dibantu melalui isyarat tangan dan memberikan gambaran di papan tulis.
Metode Langsung yang di terapkan juga meliputi menghafalkan mufrodhat atau kosa kata dalam tema yang telah disesuikan dan ditentukan. Hal tersebut dilakukan agar siswa merasa lebih mudah dalam belajar bahasa arab. Di awali dengan guru yang membacakan kosa kata yang akan dihafalkan beberapa kali dengan menggunakan media berupa benda dalam kosa kata tersebut, kemudian diikuti oleh siswa sampai benar-benar hafal. Setelah itu, antar siswa saling berhadapan dan menyetorkan hafalan kosa kata nya. Jika dirasa sudah cukup hafal atau telah menguasai percakapan yang baru di hafal maka akan dilanjutkan ke percakapan yang berikutnya. Tetapi jika guru menemukan siswa yang masih kesulitan dalam menghafal percakapan tersebut maka diulangi sampai siswa tersebut hafal atau menguasai agar tidak menemukan kesulitan di pembelajaran kedepannya. Pembalajaran dengan metode seperti ini menjadikan kelas aktif, antara pengajar dengan siswa memiliki komunikasi yang baik.
Selama pembelajaran berlangsung guru tidak diperkenankan menggunakan bahasa selain bahasa arab. Jika siswa dirasa masih kesulitan dengan apa yang disampaikan oleh guru maka bisa diberi petunjuk melalui gerakan atau kata ganti. Disebut metode langsung karena pengajar langsung menggunakan bahasa asing [arab] ketika menjelaskan materi ajar dalam proses pembelajaran, sedangkan bahasa siswa [bahasa ibu] tidak dipekenankan untuk digunakan[15].
Ada beberapan kegiatan penunjang pembelajaran Bahasa arab, salah satu yang rutin dilakukan adalah Arabic Night. Kegiatan ini merupakan kegiatan penambahan mufrodat dan melatih siswa menggunakan kata-kata tersebut untuk dijadikan kalimat dengan tema yang sudah ditentukan. Kegiatan tersebut dilakukan setiap pukul 19.30 pada hari senin,selasa,rabu dan kamis. Diawali dengan guru yang mengucapkam mufrodat yang hendak dihafalkan bersama, kemudian dicatat oleh siswa, setelah itu di hafalkan bersama-sama dan merangkai kalimat dari kata-kata yang telah dihafalkan.
Dalam kegiatan Arabic night ini akan ada praktek berbicara Bahasa arab dengan tema yang sudah di tentukan, contohnya tema jual beli. Siswa memperagakan praktek jual beli, ada yang menjadi penjual dan juga pembeli, kemudian kegiatan jual beli berlangsung menggunakan kosa kata Bahasa arab yang telah dihafal atau dikuasai.
Metode eklektik adalah sebuah metode penggabungan yang mengambil nilai-nilai positif dalam ketrampilan berbahasa arab maupun pengetahuan mengenai kaidah-kaidah bahasa arab[16]. Metode ini diciptakan guna mempermudah guru dan siswa dalam belajar dengan menggunakan berbagai macam metode yang dikreasikan. Melalui metode ini siswa diharapkan dapat mendapatkan kemudahan belajar mendengar,berbicara,membaca, dan menulis. Siswa tidak hanya belajar percakapan saja tetapi juga dilatih untuk bisa menjawab soal-soal latihan. Selain itu siswa juga diberi materi tentang kaidah bahasa arab.
Gambaran pelaksanaan metode pembelajaran ini terdiri dari beberapa hal (Andi;2017), antara lain : (1) Siswa di haruskan memiliki kemampuan mendengar dan berbicara, (2) teks percakapan memuat kosa kata yang pasti dipakai sehari-hari, (3) pengajar mengulang-ulang percakapan hingga siswa hafal, (4) siswa wajib menghafalkan mufrodat yang telah diberikan untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, (5) siswa wajib menyelesaikan tugas latihan yang diberikan, (6) siswa ditugaskan membuat kalimat sempurna dengan mufrodat yang telah di hafalkan, (7) siswa diberi materi mengenai qowaid atau kaidah kebahasaan yang sesuai dengan kebutuhan dalam percakapan[17].
Metode eklektik memiliki karakteristik, antara lain : kombinasi yaitu menggabungkan beberapa cara penyampaian materi pembelajaran, fleksibilitas yaitu guru mempunyai kebebasan dalam membuat variasi metode pembelajaran[18].
Prmbelajaran bahasa arab di marhalah dua Madarasah Diniyah Ar-Rohmah IIBS juga menerapkan metode eklektik. Di Marhalah Dua ini selain diberi materi membaca dan menulis, siswa mulai diberi materi terkait dengan kaidah-kaidah bahasa arab. Yang terdapat pada materi nahwu shorof. Siswa juga diberi pemahaman tentang aturan akhir struktur kalimah dan bentuk kalimah arab. Selain itu siswa juga diberi latihan menulis bahasa arab melalui tugas-tugas yang diberi oleh ustadzah pengajar.
Dalam proses pembelajaran yang telah diterapkan oleh pengajar bahasa arab adalah, ustadzah menyiapkan materi berupa bagan dalam power point atau dituliskan dipapan, kemudian menjelaskan nya dan melarang siswa untuk membuka buku pelajaran agar fokus terhdap apa yang dijelaskan sehingga siswa dapat memahami dengan cepat. Kemudian Siswa diberi waktu untuk mencatat materi yang telah ditulis oleh ustadzah pengajar. Setelah itu, diberi sesi tanya jawab. Jika dirasa siswa telah faham dan tidak ada lagi yang ditanyakan maka ustadzah akan memberikan latihan soal. Siswa diberi latihan soal membuat kalimat sempurna bahasa arab dengan menggunakan kaidah-kaidah bahasa arab.
Beberapa metode digunakan dalam pembelajaran bahasa arab di marhalah dua Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri bertujuan untuk mempermudah siswa dalam belajar dan menjadi tidak cepat bosan karena guru tidak terpaku pada satu jenis metode pembelajaran. Pengunaan metode eklektik ini mengharuskan guru memiliki kreativitas dalam mengajar. Siswa merasa akan lebih rileks dalam belajar dalam menggunakan metode eklektik ini karena memiliki cara belajar yang lebih bervariatif.
Berdasarkan uraian-uraian diatas terkait dengan metode pembelajaran bahasa arab di Marhalah Dua Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran bahasa menggunakan metode langsung dan metode eklektik. Metode langsung dalam pembelajaran bahasa arab di Marhalah Dua Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS digunakan untuk belajar bicara ringan tanpa harus menggunakan susunan kalimat bahasa arab yang benar agar mudah digunakan dalam percakapan ringan sehari-hari baik didalam kelas maupun diluar kelas. Ditunjang dengan kegiatan arabic night yaitu, kegiatan penambahan mufrodat dan melatih siswa menggunakan kata-kata tersebut untuk dijadikan kalimat dengan tema yang sudah ditentukan. Metode eklektik dalam pembelajaran bahasa arab di Marhalah Dua Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS digunakan untuk memberi variasi cara belajar dengan media yang disiapkan dalam memberikan tambahan materi terkait dengan kaidah-kaidah bahasa arab. Selain itu juga diberikan soal-soal latihan agar kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa arab menjadi terukur.
Peneliti menyadari bahwa karya ini tidak bisa terselesaikan tanpa bimbingan, dukungan dan doa dari orang-orang disekeliling. Maka dari itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran dosen pengajar program studi bahasa arab,terkhusus kepada dosen pembimbing pada penelitian ini. Peneliti juga menyampaikan banyak terimakasih kepada koordinator bahasa arab dan guru pengampu bahasa arab di Madarasah Diniyah Ar-Rohmah Putri IIBS yang telah bersedia memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Dokumentasi selama penelitian
1). Dokumentasi ketika minta izin penelitian kepada Kepala Madrasah Diniyah.
Figure 1.
2). Dokumentasi ketika observasi dalam kelas
Figure 2.
Figure 3.
Figure 4.
Figure 5.
[1] Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahannya. Bandung: Diponegoro, 2011, QS Yusuf: 2.
[2] Ibnu Taimiyyah, Al-Iqtidha’ Al-Sirath Al-Mustaqim Mukhalafah Ashab Al-Jahim. Riyadh: Dar Al-‘Alam Al-Kutub, 1999.
[3] A. A. I. Al-Fauzan, M. A. T. Hussain, and M. A. K. M. Fadl, Al-‘Arabiyyah Bayna Yadayk Kitab Al-Mu’allim 1. Riyadh: Muassasah Al-Waqf Al-Islami, 2002.
[4] Hamilah, F. Nafisa, and L. Syafaatin, “Thuruq Ta’lim Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Wa Manhajuhu Bi Ma’had Al-Amien Prenduan Sumenep Madura,” El-Buhuth, vol. 2, no. 2, 2020.
[5] H. M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1987.
[6] Al-Islah Ponpes, “Wawancara Calon Guru KMI,” 2020. [Online]. Available: https://alislah.ponpes.id/wawancara-calon-guru-kmi/
[7] M. H. Arsyad, “Metode-Metode Pmbelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Pendekatan Komunikatif Untuk Meningkatkan Kecakapan Berbahasa,” Shaut Al-Arabiyah, 2019.
[8] A. Sya’roni, “Metode Pembelajaran Bahasa Arab Di Sekolah Menengah Pertama,” Rayah Al-Islam, vol. 4, no. 2, pp. 274–287, 2020.
[9] M. H. Arsyad, “Metode-Metode Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Pendekatan Komunikatif Untuk Meningkatkan Kecakapan Berbahasa,” Shaut Al-Arabiyah, 2019.
[10] R. U. Baroroh and F. Rahmawati, “Metode-Metode Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Reseptif,” Urwatul Wutsqo, vol. 9, no. 2, 2020.
[11] M. A. Samhudi, Komposisi Desain Riset. Jakarta: PT Ramdhani, 1991.
[12] M. Singarimbun and S. Effendi, Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES, 1995.
[13] H. B. Sutopo, Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press, 2002.
[14] M. Arif, “Metode Langsung Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,” Al-Lisan, vol. 4, no. 1, 2019.
[15] M. A. Bakri, “Metode Langsung Dalam Pengajaran Bahasa Arab,” Al-Maraji’, vol. 1, no. 1, 2017.
[16] A. Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.
[17] A. F. Tadjuddin, “Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab,” Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, vol. 1, no. 1, 2017.
[18] Ayatullah, “Penerapan Metode Eklektik Pada Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Kelas VI SDIT Anak Sholeh Mataram,” Palapa, vol. 4, no. 1, 2016.