Login
Section Islamic Education Method

Strategic Teacher Development for Integrated Qur’anic Learning in Islamic Elementary Schools

Pengembangan Guru Strategis untuk Pembelajaran Al-Qur'an Terpadu di Sekolah Dasar Islam
Vol. 20 No. 4 (2025): November:

Imam Romli (1), Eni Fariyatul Fahyuni (2)

(1) Program Magister Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Dosen Pembimbing, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background: Islamic education plays a central role in shaping students’ religious character through the integration of faith-based values within formal schooling. Specific Background: SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo implements learning that combines general subjects with tauhid content, worship habituation, and Qur’anic programs (tahsin–tahfidz), yet disparities in teacher competence limit consistent implementation. Knowledge Gap: Limited studies describe structured strategic planning for improving teacher quality to support integrated Qur’anic learning at the elementary level. Aim: This study describes strategic efforts to improve teacher human resources to align instructional practices with the school’s Islamic vision. Results: Findings show the need for systematic planning through team formation, performance review, continuous training in tauhid-based pedagogy, collaboration with Qur’anic institutions, and academic supervision to standardize tahsin competence and instructional integration. Novelty: The study presents a practical strategic framework linking human resource development with integrated Qur’anic character education in elementary settings. Implications: Schools can adopt structured teacher development programs to ensure consistent integration of Islamic values, curriculum, and graduate competencies.


Highlights:




  • Strategic planning connects teacher quality with Qur’anic character formation.




  • Tahsin standardization becomes a core component of teacher competence.




  • Team-based management supports sustainable Islamic instructional practices.




Keywords: Islamic Education, Teacher Development, Qur’anic Learning, Elementary School, Tahsin Tahfidz

Pendahuluan

Kegiatan dakwah Islam yang berkembang telah mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Fungsinya sebagai mediator dalam memasyarakatkan ajaran Islam kepada masyarakat dalam setiap tingkatan. Melalui pendidikan inilah, seluruh elemen masyarakat Indonesia dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan Al-Qur‘an dan As-Sunnah. Dimana tingkat kedalaman pemahaman dan pengamalan masyarakat terhadap ajaran Islam amat tergantung pada tingkat kualitas pendidikan Islam yang telah diterima. Pendidikan Islam tersebut berkembang setahap demi setahap hingga mencapai tingkat seperti sekarang ini. Keberadaan pendidikan Islam inilah yang semakin memudahkan dalam berdakwah dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum.

SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo merupakan satu dari beberapa lembaga pendidikan Islam di Situbondo. Dengan menyinergikan materi pembelajaran dan muatan tauhid serta pembiasaan ibadah agar terbentuk output peserta didik yang memiliki pemahaman Islam lebih baik. Pendidikan sendiri merupakan keindahan proses belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan manusia. Karena pada dasarnya, pendidikan tidak hanya sekedar mencakup kegiatan pendidikan saja, tetapi juga mencakup kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Sistem pembiasaan dan memasukkan muatan tauhid dalam kegiatan pembelajaran dinilai sangat efektif dalam pembentukan karakter peserta didik. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembiasaan menjadi cara yang efektif dalam menanamkan karakter pada anak dimana masa pertumbuhan dan perkembangan pada anak sangat pesat.

Karakter religius adalah karakter induk dan esensi dari karakter lainnya. Salah satu upaya pembentukan karakter yang baik dalam agama Islam dimulai dengan mengajarkan Al-Qur’an sejak dini termasuk di sekolah tingkat dasar. Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca saja tetapi juga dihafalkan. Menghafalkan Al-Qur’an juga melatih peserta didik untuk memiliki karakter yang baik antara lain melatih kesabaran, memiliki adab yang baik, bekerja keras, dan lain-lain. Hal ini bisa dilaksanakan dengan menggunakan metode keteladanan dan pembiasaan. Dimana pendidik yang menjadi panutan bagi peserta didik akan selalu mengajarkan untuk selalu melakukan kebaikan secara berulang dan berkelanjutan sehingga menjadi kebiasaan. Pembentukan pendidikan karakter dengan Al-Qur’an melalui metode tahsin dan tahfidz ini merupakan sebuah wadah bagi peserta didik dalam upaya untuk mengembangkan karakternya.

Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan tujuan untuk mendapat gambaran secara lebih jelas tentang situasi-situasi sosial. Penelitian deskriptif (descriptive research), umumnya disebut juga penelitian taksonomik (taxonomic research), bertujuan untuk melakukan eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variable yang berkaitan dengan masalah dan unit yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dan eksperimen yang biasa digunakan dalam penelitian untuk pengembangan.

Hasil dan Pembahasan

A. Hasil Analisis

a. Analisis Internal

Peran pendidik menjadi hal yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran, seorang pendidik berperan besar untuk membuat setiap ilmu yang diajarkan dapat diterima oleh peserta didiknya. Tak sekedar berperan untuk mengajarkan keilmuan saja, banyak sekali peran pendidik dalam kegiatan proses pembelajaran termasuk pembiasaan melalui keteladanan. Pengelolaan pembelajaran akan terlaksana secara efektif dan efisien jika seorang pendidik mampu melakukan perannya secara integral dalam konteks komunikasi instruksional yang kondusif, untuk mencapai tujuan pendidikan khususnya mengembangkan pembelajaran.

Dari hal tersebut maka sekolah sebagai pengemban fungsi pendidikan membutuhkan seorang pendidik yang mumpuni sebagai motor penggerak yang bisa membentuk karakter peserta didik sesuai dengan tujuan sekolah. Dimana semua sangat mungkin untuk dilakukan jika pendidik juga memiliki karakter integral. Sayangnya dirasa masih banyak kekurangan yang terlihat pada sumber daya manusia di lembaga ini, khususnya pada kemampuan pendidik untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan muatan tauhid yang menjadi jiwa dari SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo. Termasuk kekurangan pendidik dalam kemampuan pembelajaran Al-Qur’an. Sehingga dibutuhkan seorang pendidik dengan kemampuan Tahsin Al-Qur’an yang baik termasuk dalam pemahaman Al-Qur’annya. Dimana dengan pemahaman ini seorang pendidik akan bisa mengajarkan nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sebenarnya dengan input peserta didik yang memiliki kemampuan membaca al-Qur’an dan dukungan orang tua peserta didik untuk mengawal kemampuan peserta didik di rumah sudah sangat membantu para pendidik. Pendidikan akademik yang dibarengi dengan pendidikan moral dan budi pekerti yang terkandung dalam nilai-nilai Islam akan berjalan efektif dan sukses jika diikuti keteladanan moral dan budi pekerti mulia dari seorang pendidik.

SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo yang didirikan mulai tahun 2012 telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang positif. Jumlah peserta didik yang diawal pendiriannya berjumlah 19 anak kini telah bertambah pada tahun 2023 menjadi 456 anak. Banyak juga prestasi yang diraih mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan tingkat Nasional. Kepercayaan masyarakat cukup tinggi berasal dari berbagai lapisan masyarakat terutama dari tingkat ekonomi menengah dan atas. Rata-rata orang tua peserta didik juga mengerti tentang dunia pendidikan sehingga berpotensi untuk kemajuan sekolah. Banyak orang tua yang sadar akan pentingnya penanaman agama bagi anak sejak dini tentu juga menjadi faktor penting bagi sekolah untuk membuat program yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pendidik yang mengajar juga berasal dari beraneka ragam latar belakang pendidikan dan diantaranya ada beberapa pendidik yang selain lulus dari jurusan pendidikan di perpendidikan tinggi juga lulusan pondok pesantren. Hal ini tentu menjadi potensi untuk menjadikan program tahfidz sebagai unggulan di sekolah ini.

Tantangan yang perlu dijawab oleh pengelola lembaga SD Integral Luqman Al Hakim diantaranya :

  1. Kemampuan pendidik dalam mengelola pembelajaran yang sesuai dengan visi dan misi sekolah masih belum merata. Masih ada sebagian pendidik yang belum ideal sesuai dengan kebutuhan sekolah.
  2. Dalam pengajaran Al-Qur’an terutama tahfidz masih belum punya metode yang khas dan masih belum standar tahsin. Hal ini karena pendidiknya juga masih perlu ditingkatkan kemampuan tahsinnya.

b. Analisis Eksternal

Ada beberapa tantangan nyata dari faktor eksternal untuk pengembangan sekolah unggul bagi SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo antara lain :

  1. Dengan adanya perbub nomor 15 tahun 2015 tentang pelajaran muatan lokal diantaranya semua sekolah wajib mengajarkan Al-Qur’an termasuk menghafalkan surat pendek pada peserta didik. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena karena akan banyak pilihan orang tua untuk mencarikan sekolah yang mengajarkan Al-Qur’an bagi putra-putrinya.
  2. Beberapa lembaga sekolah islam lain yang juga mempunyai program yang serupa.
  3. Adanya program P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dari pemerintah yang memungkinkan pendidik sekolah swasta ikut serta sehingga mereka bisa pindah ke sekolah negeri. Hal ini rentan terjadi karena gaji pendidik di SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo masih belum standar UMK (Upah Minimum Kabupaten).

B. Strategi Peningkatan Kualitas SDM

Dalam manajemen pendidikan terdapat manajemen strategik, yang dilaksanakan untuk mengetahui dan merencanakan strategi agar sekolah dapat tetap bertahan dan makin meningkatkan mutunya. Berdasarkan beberapa tantangan yang telah diidentifikasi, muncul beberapa permasalahan yang perlu diselesaikan. Dalam upaya menyelesaikan permasalahan yang dihadapi tersebut, SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo menuangkan dalam bentuk program strategis yang harus dilaksanakan. Cara yang strategis tersebut meliputi perencanaan, pengorganisasian, bimbingan dan pengarahan serta kontrol dan pengawasan, penggunaan segala sumber daya organisasi berupa sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya seefektif dan seefisien mungkin. Program strategis yang dimaksud adalah dengan menentukan sasaran dan rencana kegiatan pertahun berdasarkan skala prioritas sebagaimana yang tertera berikut :

  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran pendidik sesuai dengan standar yang ditetapkan sekolah berdasarkan visi dan misi sekolah.
  2. Meningkatkan kualitas pendidik Al-Qur’an khususnya di bidang tahfidz dengan standar tahsin yang baik.

C. Alur Pelaksanaan

Figure 1.

a. Pembentukan Tim Kerja

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk tim kerja. Upaya peningkatan kerja tim merupakan alternatif utama dalam meningkatkan efisiensi, efektifitas serta produktifitas suatu organisasi termasuk di sekolah.[16]

b. Review

Berikutnya tim kerja yang terbentuk bisa melakukan review untuk mengkaji ulang kebijakan pada sistem kepegawaian kemudian dilakukan perbaikan agar bisa mendapatkan SDM yang memenuhi atau mendekati dengan standar sekolah. Hal tersebut bisa dimulai dengan menilai kinerja dari para pegawai. Kinerja juga menyangkut tentang perilaku yang diarahkan menuju misi organisasi atau tujuan atau produk dan jasa yang timbul dari perilaku.[17]

c. Perencanaan

Perencanaan merupakan suatu upaya dalam menentukan berbagai hal yang ingin dicapai atau tujuan dan juga untuk menentukan berbagai tahapan yang memang dibutuhkan demi mencapai tujuan tersebut.[18] Pada tahap perencanaan ini dilakukan penyusunan program pembinaan pendidik secara berkelanjutan dalam hal peningkatan pola pengajaran bermuatan tauhid dan perbaikan tahsin Al-Qur’an.

d. Realisasi

Kemudian yang tidak kalah penting adalah realisasi dari perencanaan yang sudah dibuat. Dengan melakukan kerjasama dengan lembaga yang kompeten untuk membina pendidik secara rutin dan berkelanjutan. Pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik merupakan usaha mendayagunakan, memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga pendidik yang ada di seluruh tingkatan manajemen organisasi dan jenjang pendidikan (sekolah).[19]

e. Evaluasi

Hal yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi dari program yang telah terlaksana dengan melakukan pengawasan, sebagai acuan untuk menyusun rencana tindak lanjut. Sebagai salah salah satu fungsi manajemen, pengawasan merupakan tindakan terakhir yang dilakukan para manajer pada suatu organisasi untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.[20] Proses pengawasan juga bisa melibatkan pihak berwenang seperti pengawas dengan melakukan serangkaian supervisi akademik. Pelaksanaan supervisi akademik yang sesuai dengan rencana akan memudahkan pengontrolan, terukur, efektif dan efisien sehingga juga akan meningkatkan kualitas tenaga pendidik.[21]

D. Kebaruan yang Diharapkan

Sekolah memiliki SDM, kurikulum dan lulusan yang mampu bersaing di jenjang yang lebih tinggi di bidang akademik serta mepunyai hafalan Al-Qur’an 3-5 juz dengan penguasaan tahsin yang baik. Adapun lulusan peserta didik yang akan di hasilkan adalah terwujudnya generasi masa depan yang taqwa, cerdas dan mandiri serta mempunyai hafalan Al-Qur’an 3-5 juz dengan standar tahsin yang baik.

Simpulan

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa rencana peningkatan kualitas SDM di SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo mencakup ranah kompetensi pribadi dan pengembangan profesional pendidik. Hal tersebut dilaksanakan melalui pendampingan kinerja pendidik dari pihak terkait dan kerjasama dengan lembaga pengembangan tahfidzul Qur’an yang kompeten.

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan rasa Syukur terhadap Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehingga penulisan ini dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya terimakasih penulis ucapkan kepada semua pihak terkait yang telah memberikan dukungan terhadap penulisan ini, besar harapan saya agar tulisan ini menjadi sumbangsih ilmiah yang berarti untuk peningkatan kualitas SDM di SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo.

References

[1] E. Listiowaty, “Konsep Manajemen Pendidikan Berbasis Islam Dalam Upaya Pencapaian Tujuan Pendidikan,” J. Tahdzibi: Manaj. Pendidik. Islam, vol. 5, no. 2, 2020.

[2] M. Fathurrohman, “Dakwah Dalam Konteks Pendidikan,” Mamba’ul ’Ulum, vol. 15, no. 2, 2019, doi: 10.54090/mu.22.

[3] R. Awwaliyah and H. Baharun, “Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional: Telaah Epistemologi Terhadap Problematika Pendidikan Islam,” J. Pendidikan Islam, 2018.

[4] I. Afida, “Historitas Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia,” Falasifa: J. Studi Keislaman, vol. 9, no. 1, 2018, doi: 10.36835/falasifa.v9i1.97.

[5] S. Marwiyati, “Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan,” Thufula: J. Inov. Pendidik. Guru Raudhatul Athfal, vol. 8, no. 2, 2020, doi: 10.21043/thufula.v8i2.7190.

[6] D. D. Azizah and M. Murniyetti, “Pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an Dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik,” An-Nuha, vol. 3, no. 1, 2023, doi: 10.24036/annuha.v3i1.275.

[7] A. R. K. Junita and A. Idi, “Pelaksanaan Program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik,” Muaddib: Islamic Education Journal, vol. 5, no. 2, 2022.

[8] M. Mulyadi, “Riset Desain Dalam Metodologi Penelitian,” J. Studi Komun. dan Media, vol. 16, no. 1, 2013, doi: 10.31445/jskm.2012.160106.

[9] Z. Arifin, “Metodologi Penelitian Pendidikan (Education Research Methodology),” J. Al-Hikmah, vol. 1, no. 1, 2020.

[10] D. K. Yestiani and N. Zahwa, “Peran Guru dalam Pembelajaran pada Siswa Sekolah Dasar,” Fondatia: J. Ilm. Pendidik., vol. 4, no. 1, 2020, doi: 10.36088/fondatia.v4i1.515.

[11] A. Buchari, “Peran Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran,” J. Ilmiah Iqra’, vol. 12, no. 2, 2018, doi: 10.30984/jii.v12i2.897.

[12] I. Ma’arif, “Implementasi Kebijakan Kelas Tahfidz Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Luqman Al-Hakim Surakarta,” J. Kebijak. Pendidik., vol. 8, 2019.

[13] H. Aziz, “Kurikulum Integratif Berbasis Nilai-Nilai Islam: Penelitian di SMP IT Fithrah Insani Kabupaten Bandung Barat,” Tadris: J. Pendidik. Islam, vol. 13, no. 1, 2018, doi: 10.19105/tjpi.v13i1.1535.

[14] Z. Suriono, “Analisis SWOT dalam Identifikasi Mutu Pendidikan,” Alacrity: J. Educ., 2022, doi: 10.52121/alacrity.v1i3.50.

[15] E. Selvia, “Manajemen Sumber Daya Manusia Guru Dalam Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ummi Kota Bengkulu,” Skripsi, IAIN Bengkulu, 2021.

[16] L. T. Maas, “Peranan Dinamika Kelompok dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja Tim,” Univ. Sumatera Utara Library, 2004.

[17] S. Suparjo, “Manajemen Konflik dalam Organisasi Sekolah di SMA Negeri 8 Kota Pontianak,” J. Manaj. Konflik Organ. Sekolah, vol. 8, no. 1, 2010.

[18] Z. Zulkipli, “Perencanaan Manajemen Sumber Daya Manusia,” J. Visionary: Penelit. dan Pengemb. Adm. Pendidik., vol. 10, no. 1, 2022, doi: 10.33394/vis.v10i1.5119.

[19] N. A. D. Prastica and H. Hamidah, “Manajemen Tenaga Pendidik Sekolah Dasar Islam Terpadu di Palangka Raya,” Syntax Idea, vol. 4, no. 2, 2022, doi: 10.46799/syntax-idea.v4i2.1778.

[20] L. Meriza, “Pengawasan (Controlling) dalam Institusi Pendidikan,” At-Ta’dib: J. Ilmiah Pendidik. Agama Islam, vol. 10, no. 1, 2018.

[21] D. Wandra, S. Marsidin, and R. Rifma, “Peranan Supervisi Pengawas Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,” Edukatif: J. Ilmu Pendidikan, vol. 3, no. 6, 2021, doi: 10.31004/edukatif.v3i6.977.