<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Flipbook Learning Module for Pancasila Education on Local Batik Culture</article-title>
        <subtitle>Modul Pembelajaran Flipbook untuk Pendidikan Pancasila tentang Budaya Batik Lokal</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Azri</surname>
            <given-names>Faradisa Hayu Karisma</given-names>
          </name>
          <email>feri.tirtoni@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Tirtoni</surname>
            <given-names>Feri</given-names>
          </name>
          <email>feri.tirtoni@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-12-07">
          <day>07</day>
          <month>12</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>04</day><month>02</month><year>2025</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-3">
      <title>
        <bold id="bold-9047c082f8fa5e7e7070482414b0a0ed">Deskripsi Produk</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-9"> Pendidikan adalah sentra pencarian pengetahuan serta mendidik kepribadian dan karakter secara tegas. Tugas demikian menjadi tanggung jawab yang dilakukan pemerintah, para pemangku kebijakan, guru, dan tenaga pendidik. Sekolah adalah rumah kedua, di mana guru menjadi yang utama dalam mencetak keberhasilan SDM yang tidak hanya produktif melainkan juga berkarakter [1]. Perubahan adalah fenomena yang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Dalam pendidikan terdapat dua dimensi yaitu konservatif dan antisipatif.</p>
      <p id="_paragraph-10"> Pendidikan konservatif dimaknai sebagai pendidikan yang tidak berubah seperti pendidikan pancasila dan kebudayaan, sedangkan yang dimaknai dengan pendidikan antisipatif adalah perubahan kompetensi yang mengadopsi kebutuhan zaman sehingga tumbuh manusia berkarakter dan berdaya saing. Tujuan penerapan kurikulum merdeka di antaranya menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah dan kearifan lokal [2]. Melestarikan kearifan lokal melalui transformasi pendidikan sangat dibutuhkan karena kearifan lokal memuat nilai-nilai kebaikan yang abadi dan penting dalam rangka mempersipkan generasi penerus bangsa pada era sekarang [3].</p>
      <p id="_paragraph-11"> Penerapan kearifan lokal dalam pendidikan karakter dapat memperkuat ikatan sosial siswa, nilai moral, dan meningkatkan kemandirian mereka [4]. Kearifan lokal mengajarkan nilai-nilai yang berkaitan dengan profil pelajar pancasila di antaranya kebersamaan atau gotong-royong, kemandirian, dan berkebinekaan global. Kearifan lokal berperan sebagai sumber nilai dan budaya yang mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan mandiri, di antaranya gotong-royong, kerja keras, dan saling menghormati. Pendidikan karakter menurut Thomas Lickona didefinisikan sebagai usaha yang dibuat sengaja untuk membantu individu sehingga mereka dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika dasar. Berdasarkan pandangan ini, ketika guru berpikir mengenai jenis karakter yang ingin dibangun pada diri peserta didik, guru menjelaskan kepada peserta didik bahwa bersamaan dengan itu guru menghendaki agar siswa mampu memahami nilai-nilai tersebut, memperhatikan secara lebih mendalam mengenai benarnya nilai-nilai tersebut, dan kemudian melakukan apa yang diyakininya tersebut. Dengan kata lain, siswa memiliki kesadaran untuk memaksa diri melakukan nilai-nilai tersebut [5].</p>
      <p id="_paragraph-12"> Flipbook merupakan modul pembelajaran digital yang disajikan dalam bentuk buku digital interaktif dengan efek membalik halaman mirip buku cetak [6]. Setiap halaman mencakup aktivitas di antaranya menyimak, menyaksikan video pembelajaran, praktik mendesain motif batik, presentasi, proyek penerapan desain motif batik ke dalam produk sederhana, dan melaksanakan kuis tes evaluasi. Media ini dapat meningkatkan pemahaman siswa, meningkatkan minat belajar, dan membangun proses belajar menjadi lebih menarik dengan pendekatan teknologi. Media ini menyajikan bilah navigasi, backsound, teks, gambar, dan video sehingga dapat merangsang berbagai indera siswa [7]. Media ini termuat dari tautan di dalam artikel ini serta dapat diakses dengan berbagai perangkat elektronik sehingga mendukung pembelajaran mandiri jarak jauh pada siswa kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan kecepatan dan kebutuhan mereka sendiri [8].</p>
      <p id="_paragraph-13"> Modul pembelajaran merupakan bahan ajar terstruktur sistematis yang disusun guna mendukung pembelajaran mandiri maupun terbimbing kepada siswa dengan menyediakan materi mendetail dan evaluasi, sehingga siswa diharapkan mampu menguasai semua kompetensi secara utuh [9]. Modul ini berisi komponen dan petunjuk kegiatan yang jelas sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran secara runtut tanpa bantuan guru secara langsung [10]. Modul pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa menguasai materi pelajaran secara mandiri dan efektif [11].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>
        <bold id="bold-37b992c84e7369d82fe4709f99d9fa4e">Isi Produk</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-caeb7b1e0592539ab09014fac99a4fd4">Berikut adalah aplikasi dan platform yang digunakan dalam proses pembuatan media flipbook:</p>
      <p id="paragraph-c43e475d3d991faf5deb4ad216d69376">1.Perancangan desain awal visual grafis menggunakan aplikasi online canva dengan tipe ukuran halaman presentation.</p>
      <p id="paragraph-d15bd5ab98d5c0a5eff65a8bb89476a1">2.Pada bagian materi diperoleh dengan sumber jurnal dan buku online.</p>
      <p id="paragraph-1ee1f2010488ced17093f2d38e7742d7">3.Sumber gambar diperoleh dari platform pinterest, google foto, dan aplikasi instagram.</p>
      <p id="paragraph-600fb24d4995252cf52a933e7578eb08">4.Mengunduh file canva dalam tipe file pdf.</p>
      <p id="paragraph-4c5d2af790ddc80389300c310bcd1e18">5.Mengubah atau mengekspor media awal berupa canva menjadi flipbook dengan heyzine flipbook sebagai platform flipbook creator.</p>
      <p id="paragraph-65c8dc924f9414dcc5bcd539b53fd574">Berikut adalah komponen isi modul pembelajaran:</p>
      <p id="paragraph-b18750404b062b15e6ec15c2de5c60ff">1.Materi pelajaran.</p>
      <p id="paragraph-0f9a2596a723c217042f6090404aad02">2.Menyaksikan video pembelajaran.</p>
      <p id="paragraph-9c502ca008239482926147c2dc99180b">3.Praktik menggambar desain motif batik.</p>
      <p id="paragraph-fcdc492fa4225e91ee40413315526979">4.Presentasi hasil desain motif batik.</p>
      <p id="paragraph-52b437ca9a03507524a0c2aa90b6b354">5.Penilaian desain motif batik.</p>
      <p id="paragraph-b6b3b6d3383281d3013ed703cb442546">6.Proyek menerapkan desain motif batik ke dalam produk sederhana.</p>
      <p id="paragraph-8148fb8c52919f7efcc97f4bb34b105f">7.Kuis tes evaluasi online interaktif.</p>
      <p id="paragraph-cab53cb9faf39d00caf30fda8dcabfb6">Cara penggunaan modul pembelajaran flipbook:</p>
      <p id="paragraph-8f9fd268cdd11962c1a6df8ed4967708">1.Menyiapkan satu perangkat elektronik boleh handphone, tablet, laptop, atau komputer. Sebagai tambahan perangkat elektronik yang digunakan jika melaksanakan pembelajaran di kelas diperlukan fasilitas proyektor.</p>
      <p id="paragraph-f1fe2a47fad3ce415766ef64e72f27d7">2.Pastikan koneksi data seluler atau Wi-Fi pada perangkat aktif untuk mengakses layanan daring.</p>
      <p id="paragraph-a87d971a37edf723b5342ad1cfd650e7">3.Mengakses tautan flipbook berikut, </p>
      <p id="paragraph-479a2946342a3a4ebb812b4ae2119e85">4.Materi pokok di dalam modul pembelajaran ini adalah “Batik sebagai budaya lokal masyarakat daerah Sidoarjo”. Selain itu, tujuan pembelajaran yang akan dikuasai dalam proses pembelajaran yang dilakukan di antaranya peserta didik mampu yang pertama, memahami pengertian harfiah kata batik dan pengertian dasar dari pakaian batik; kedua, memahami teknik tradisional dan teknik modern pembuatan batik; ketiga, menggambarkan desain motif batik dengan sumber ide yang dapat dikombinasikan antara lain bentuk bangunan ikonik di Sidoarjo, motif batik Sidoarjo yang telah didistorsi (merubah bentuk asli atau karakteristik sesuatu), representasi atau menunjukkan aspek apa saja yang ada dan mencerminkan Sidoarjo; ke-empat, peserta didik mampu mempresentasikan hasil desain motif batik di depan kelas; dan terakhir kelima, peserta didik mampu menerapkan desain motif batik yang telah dibuat, menjadi produk batik sederhana seperti caping batik.</p>
      <p id="paragraph-26df4212853172ece7df6b14b60b8dc7">5.Sebelum guru masuk ke materi yang lebih dalam, guru memberikan dua pertanyaan pemantik atau pemahaman. Pertanyaan pertama, “apakah kalian mengetahui apa itu pakaian batik?”. Pertanyaan kedua, “sebutkan lokasi produksi batik di Sidoarjo yang kalian ketahui atau pernah kalian lewati!”.</p>
      <p id="paragraph-9763578193617a96b456ef73beb92adf">6.Pada halaman ke-empat sampai halaman kedua puluh enam “Materi Pokok” guru akan membahas lebih dalam terkait materi.</p>
      <p id="paragraph-f9ebca1c37ab243975a99725b6966dbb">7.Pada halaman ketujuh berjudul “Tahukah Kamu?” menerangkan informasi tambahan terkait materi inti mengenai gambaran peristiwa tradisi sebelum membuat batik.</p>
      <p id="paragraph-28af4c30565de572688c12bcb402ee58">8.Pada halaman kedua belas “Ayo Tonton Video Tentang Pembuatan Batik Tulis!” guru membimbing peserta didik menyaksikan video pembelajaran dengan judul “Tahapan Pembuatan Batik Tulis Sebagai Warisan Budaya Indonesia” dari mengklik tautan yang tersedia di halaman.</p>
      <p id="paragraph-767cfa33e47986cf5e026266eb2e2c01">9.Halaman ke-enam belas berjudul “Fakta Unik” guru menyampaikan penguatan pertama mengenai batik yang sangat mendunia sekali dan banyak orang Indonesia terutama pejabat publik sering menggunakan batik di acara-acara penting.</p>
      <p id="paragraph-27a0007d2d48300ff2f04b08760741b6">10.Halaman kedua puluh lima berjudul “Nilai Pancasila Dalam Batik” guru menyampaikan penguatan kedua mengenai nilai-nilai batik sebagai representasi pancasila. Batik mengandung nilai filosofis seperti proses manual yang melibatkan ketekunan dan kesabaran yang menjadi dasar penghargaan terhadap kerja manusia dan budaya. Motif batik memiliki makna kehidupan yang dapat dikaitkan langsung dengan sila-sila pancasila.</p>
      <p id="paragraph-d396d5e5bb7608266bc3020322deb181">11.Halaman kedua puluh tujuh “Praktik Mendesain Motif Batik” siswa dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok dengan anggota 3-4 siswa. Guru menginstruksikan masing-masing ketua kelompok maju ke depan untuk mengambil dua kertas bufalo putih dari guru untuk dibagikan ke setiap anggota kelompok masing-masing yang selanjutnya akan digunakan untuk menggambar desain batik. Waktu yang diperlukan kurang lebih 25 menit. Selanjutnya masing-masing kelompok akan melakukan presentasi dengan selang waktu 5 menit.</p>
      <p id="paragraph-5cf47339667e5c7b0e6177578d279a7a">12.Halaman ketiga puluh “Kuis”, siswa melaksanakan kuis tes evaluasi online interaktif dari mengklik tautan yang tersedia di halaman. Jumlah tes di dalam tautan kuis terdiri dari 10 dengan selang waktu 5 menit. </p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Gambar 1. Tampilan “Cover Modul Pembelajaran Flipbook”</title>
          <p id="_paragraph-14"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Gambar 2. Halaman 4 “Materi Pokok”</title>
          <p id="_paragraph-15"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Gambar 3. Halaman  7 “Informasi Tambahan”</title>
          <p id="_paragraph-16"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig4">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Gambar 4. Halaman  12 “Menyaksikan Video Pembelajaran”</title>
          <p id="_paragraph-17"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig5">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Gambar 5. Halaman  16 “Penguatan Pertama: Fakta Unik”</title>
          <p id="_paragraph-18"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-5" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig6">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title>Gambar 6. Halaman 25 “Penguatan Kedua: Nilai Pancasila Dalam Batik”</title>
          <p id="_paragraph-19"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image6.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig7">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title>Gambar 7. Halaman 27 “Praktik Mendesain Motif Batik”</title>
          <p id="_paragraph-20"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image7.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig8">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <title>Gambar 8. Halaman 30 “Kuis”</title>
          <p id="_paragraph-21"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image8.png"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-45">
      <title>
        <bold id="bold-1c6a3058da5c1ada2be76b09624a82cd">Conclusion</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-22">Kearifan lokal dalam pendidikan merujuk pada pemanfaatan nilai-nilai, pengetahuan lokal, dan praktik tradisional suatu masyarakat untuk meningkatkan karakter dan pengembangan diri anak usia dini. Ini melibatkan integrasi daya tarik yang ada di daerah baik dalam bidang ekonomi, seni dan budaya, sumber daya manusia, bahasa, dan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran, sehingga peserta didik dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang relevan dengan konteks sosial budaya mereka serta agar mereka merasa memiliki dan sadar akan budaya mereka. Di samping itu, juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam persaingan global. Seni tekstil karya asli Indonesia yang sangat mendunia adalah Batik, pakaian ini beberapa kali pernah digunakan oleh orang populer dan beberapa presiden dari negara lain. Batik oleh semua masyarakat Indonesia sering digunakan di acara-acara penting serta pegawai negeri sipil di hari-hari tertentu. Motif-motif batik tidak hanya indah secara visual, melainkan juga sarat akan makna filosofis yang berkaitan dengan potensi daerah, mata pencaharian, dan kearifan lokal. Diharapkan dengan adanya modul pembelajaran pendidikan pancasila materi batik daerah Sidoarjo ini, peserta didik mampu menghargai dan melestarikan kearifan lokal dalam seni tekstil.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
