<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Key Insights on Academic Procrastination for Global Scholars</article-title>
        <subtitle>Wawasan Utama tentang Penundaan Akademik untuk Pelajar Global</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-c794e4cf5ba5b5103f8fe37dedbd5a5e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Dilon</surname>
            <given-names>Affan Afianto</given-names>
          </name>
          <email>affanafianto@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-c85c02e34c063fcb9bea3d1fd13cbc46" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Affandi</surname>
            <given-names>Ghozila Rusyid</given-names>
          </name>
          <email>ghozilarusyid@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-2b00628a978f9e8091297734111166ab" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Cahyowati</surname>
            <given-names>Cahyowati</given-names>
          </name>
          <email>rr.cahyowati@unram.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammaditah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-01-20">
          <day>20</day>
          <month>01</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-39682b74a7f2dc08fb2302649ca58c54">This study investigates the relationship between self-efficacy, self-control, and academic procrastination among students in the Faculty of Psychology and Education Sciences at Muhammadiyah University of Sidoarjo (UMSIDA). Utilizing a quantitative correlational design, data from 327 participants were collected using three psychological scales previously tested for reliability and validity on a sample of 30 individuals. Results from multiple linear regression analysis show that both self-efficacy and self-control significantly predict academic procrastination, collectively explaining 45.8% of the variance, with self-efficacy contributing 24% and self-control 21%. Understanding these dynamics has implications for targeted interventions to mitigate academic procrastination and enhance student success and well-being in this academic context.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">
          <italic id="italic-cebbc13a31dd2a72681d9913d8c60bbf">Self Effycacy; Self Control; Academic Procrastination; College Student</italic>
        </kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-290a34524f4c1db7163eaf054f7da75d">
      <title>
        <bold id="bold-4bce7ac4a236098e5737ba7c9d44feab">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="heading-bce6f695ce39855e28f4d6b96fdb95f7">Mahasiswa adalah seseorang yang belajar di lingkungan perguruan tinggi. Maha berarti besar dan siswa yang berarti pelajar, jadi mahasiswa dapat diartikan sebagai pelajar tingkat tinggi yang terdidik. Mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang secara materi, tetapi juga mengamplikasikan serta mampu menginovasi dan mengkreasikan materi yang telah dipelajari [1]. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, tetapi tidak sedikit mahasiswa yang menunda tugas-tugas tersebut. Mahasiswa terkadang mengeyampingkan dan melakukan prokrastinasi sehingga hal ini berdampak kerugian pada akademik yaitu terhambatnya proses pembelajaran mahasiswa serta menjurus pada terlambatnya mahasiswa dalam menyelesaikan perkuliahan [2]. Prokrastinasi akademik menurut Sidkin [3], adalah aktivitas akademis yang dilaksanakan secara berulang-ulang dengan menunda penyelesaian tugas akademis dengan melakukan aktivitas lain yang merusak proses penyelesaian tugas, sehingga membuat siswa dalam kondisi mental yang tidak menyenangkan. Ferrari [4] mendefinisikan prokrastinasi akademik sebagai penundaan dalam memulai atau membereskan suatu kewajiban sampai individu tersebut mengalami penyesalan atau ketidaknyamanan. Prokrastinasi akademik memiliki sejumlah aspek, antara lain menunda untuk memulai dan menyelesaikan tugas, terlambat menyelesaikan tugas, kesenjangan waktu antara tujuan dan tindakan, dan cenderung untuk terlibat dalam aktivitas yang lebih menyenangkan [5]. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo adalah salah satu universitas di jawa timur yang juga terdampak problematika prokrastinasi akademik. Sari &amp; Hazim [6] dalam surveynya mengatakan bahwa 241 mahasiswa fakultas FPIP di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan prokrastinasi akademik, yaitu 17 orang melakukan prokrastinasi akademik sangat rendah, 29 orang melakukan prokrastinasi akademik rendah, 157 orang melakukan prokrastinasi akademik sedang, 27 orang melakukan prokrastinasi akademik tinggi, dan 11 oranng melakukan prokrastinasi akademik yang sangat tinggi. Effy et al [7] pada tahun 2019 menunjukkan bahwa dari 385 mahasiswa UMSIDA memiliki tingkat rertata prokrastinasi akademik 50,46 dari skala yang bergerak antara 27 hingga 72. Dalam penelitian oleh Putra &amp; Affandi [8] menjelaskan dengan berbagai penelitian ilmiah di tiap tahun dengan prokrastinasi akademik ini masih menjadi topik yang selalu dibahas Putra melakukan beberapa survei awal yang dilakukan pada bulan juni tahun 2021 dengan mengambil masing-masing 5 mahasiswa dari 5 fakultas dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hasil dari survei awal menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan berada pada tingkatan prokrastinasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan fakultas lainnya. Hasil ini juga diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Astari dan Nastiti [9] juga mengatakan hal yang sama pada penelitiannya ditahun 2022 dimana sebanyak 75,5 % mahasiswa fakultas psikologi dan ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan prokrastinasi akademik tingkat sedang, sedangkan 24,5 % melakukan prokrastinasi akademik tingkat tinggi Prawitasari [10] menyatakan jika penundaan secara berkala memunculkan dampak fatal, seperti gagal meraih gelar sarjana dan menimbulkan tambahan biaya kuliah. Dari segi materi, penundaan kuliah seringkali diikuti dengan penyesalan, amarah, dan rasa sia-sia. Ferrari [11] menyatakan bahwa ada dua kategori faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik: faktor internal, yang meliputi kesehatan fisik dan psikologis seseorang, dan faktor eksternal, yang meliputi gaya pengasuhan orang tua, kondisi lingkungan laten, kondisi lingkungan berdasarkan penilaian akhir, dan dukungan sosial. Menurut Iskandar et al [12] satu aspek dari kondisi psikologis individu yaitu <italic id="italic-1">Self effycacy</italic>. <italic id="italic-2">Self effycacy</italic> menurut Bandura [13] yaitu merujuk kepada keyakinan kemampuan mengatur dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengelola situasi yang akan dihadapi. Pendapat lain juga diungkapkan oleh Ghufron [14] bahwa effycacy diri merupakan evaluasi seseorang mengenai kemampuannya atau kompetensi dirinya untuk melakukan tugas atau tanggung jawab, menggapai tujuan, dan mengatasi hambatan. <italic id="italic-3">Self effycacy</italic> menunjuk pada keyakinan individu tentang kemampuannya untuk mengontrol peristiwa dalam hidupnya [15]. Adapun tiga aspek <italic id="italic-4">Self effycacy</italic> menurut Bandura [16], yaitu <italic id="italic-5">magnitude</italic> atau tingkat kesulitan tugas yang dihadapi oleh individu, <italic id="italic-6">generality</italic> atau kemampuan individu dalam menguasai suatu tugas dan <italic id="italic-7">strength</italic> atau kekuatan dan kemantapan individu terhadap keyakinannya. Berdasarkan temuan penelitian Manan dan Widyarto [17] yang melibatkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ditemukan adanya korelasi negatif antara <italic id="italic-8">self eficacy</italic> dengan prokrastinasi akademik, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05. Hasil yang signifikan diamati dengan nilai rhitung sebesar -0,759 yang menunjukkan adanya korelasi negatif yang cukup kuat antara prokrastinasi akademik dan self-eficacy pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. <italic id="italic-9">Self control</italic> adalah kemampuan yang dapat diperoleh dan diterapkan seseorang dalam kehidupan mereka selain <italic id="italic-10">self effycacy</italic>. <italic id="italic-11">Self control</italic> merupakan kemampuan untuk merencanakan, mengarahkan, mengatur, dan mengatur bentuk-bentuk perilaku yang menuju ke arah yang positif [18]. Sedangkan menurut Averill [19] <italic id="italic-12">Self control</italic> merupakan kemampuan individu untuk memodifikasi perilaku, mengelola informasi yang diinginkan dan yang tidak diinginkan, serta memilih salah satu tindakan berdasarkan hal yang diyakini.. Menurut Averill [20] terdapat tiga aspek <italic id="italic-13">self control</italic> yaitu, mengontrol perilaku (<italic id="italic-14">behavior Control</italic>), mengontrol kognitif (<italic id="italic-15">Cognitiv Control</italic>), dan mengontrol Keputusan (<italic id="italic-16">Decision Control</italic>). Dapat disimpulkan bahwa <italic id="italic-17">self control</italic> dianggap sebagai variabel penting untuk mencegah perilaku menunda-menunda. Penelitian yang dilakukan Gökalp [21] mengungkap bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara <italic id="italic-18">self control</italic> dan prokrastinasi, ditemukan bahwa perilaku <italic id="italic-19">self control</italic> secara langsung berperan terhadap penurunan prokrastinasi akademik, yaitu kegagalan dalam pengendalian diri akan berdampak munculnya perilaku menunda-nunda. Selain itu, penelitian juga dilakukan oleh Shelvia &amp; Hidayati [22] berdasarkan hasil uji korelasi <italic id="italic-20">product moment Pearson</italic>, H0 ditolak sedangkan Ha diperbolehkan karena nilai p value 0,000 &lt; 0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pengendalian diri dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tahun terakhir saling berkaitan. Nilai koefisien korelasi (R) ditemukan dengan nilai -0,626, memperlihatkan jika terdapat korelasi negatif yang kuat dari <italic id="italic-21">self control</italic> mahasiswa tingkat terakhir terhadap prokrastinasi akademik. Penelitian yang dilakukan Shelvia &amp; Hidayati memiliki kesamaan pada pada penelitian ini, tetapi adanya faktor geogfrafi dan demografi membuat peneleitan Shelvia &amp; Hidayati menjadi berbeda dengan penelitian ini, yaitu setiap wilayah memiliki perbedaan karakter penduduk yang akan berpengaruh pada hasil akhir penelitian, seperti yang dijelaskan oleh Glass [23] dalam buku Suharto yang berujudul teori kependudukan, mengatakan bahwa karakter suatu penduduk itu dapat dipengaruhi oleh proses demografi, yaitu fertilitas, moralitas, dan migrasi. Hipotesa Mayor dari penelitian ini adalah s<italic id="italic-22">elf effycacy</italic> Bersama dengan <italic id="italic-23">self control</italic> dapat memprediksi tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa FPIP UMSIDA. Adapun Hipotesa Minor yang terbentuk diantaranya adalah: 1. Terdapat Peranan <italic id="italic-24">self effycacy</italic> terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa FPIP Muhammadiyah Sidoarjo 2. Terdapat Peranan <italic id="italic-25">self control</italic> terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa FPIP Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-25c5c12334d6f152692701dab3276c19">
      <title>
        <bold id="bold-20ece68f426abd2edb0cbad4c3e4bb73">Metode</bold>
      </title>
      <p id="heading-cc8db506dcadb803288f2bedb2cf746c">
        <bold id="bold-1">A. </bold>
        <bold id="bold-2">Desain Penelitian<bold id="bold-3"/></bold>
      </p>
      <p id="paragraph-2">Peneliti menggunakan desain penelitian dengan pendekatan kuantitatif untuk menemukan ada atau tidaknya peranan antar variabel. Desain penelitian ini bertujuan untuk menemukan peranan antara <italic id="italic-4962179e8286cec65039da3faf07dbce">self effycacy</italic> dan <italic id="italic-ec9cc1071de2391758d8cd77ad4278f3">self control</italic> terhadap prokrastinasi akademik. Pada penelitian ini akan menggunakan teknik analisis regresi liniear berganda yang dimana mengukur hubungan antara variabel terikat dengan dua atau lebih variabel bebas. Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui arah dan seberapa besar peranan variabel independen terhadap variabel dependen [24].</p>
      <p id="paragraph-3" />
      <p id="paragraph-4">
        <bold id="bold-4">B. </bold>
        <bold id="bold-5">Populasi dan Sampel</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-5">Penelitian ini mengambil populasi sebanyak 2216 mahasiswa FPIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang tercatat dalam data Direktorat Akademik pada tahun 2023 bulan april. Subyek yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 327 mahasiswa yang terdiri dari beberapa prodi, diantaranya Psikologi, Pendidikan IPA, PGSD, PGPAUD, Ilmu Komunikasi, dan Pendndikan Bahasa Inggris. Pemilihan subyek pada penelitian ini menggunakan teknik <italic id="italic-18c738e998f140a88d76682d71b33200">Simple Random Sampling, </italic>yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sampel [25].</p>
      <p id="paragraph-6">
        <bold id="bold-6">C. </bold>
        <bold id="bold-7">Teknik pengumpulan data</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-7">Skala psikologis digunakan sebagai alat ukur dalam metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan tujuan guna mengumpulkan informasi dari responden. Ketiga variabel yng terdiri dari prokrastinasi akademik, <italic id="italic-eb24e00243bce05727c1dd347c19d36c">self effycacy</italic> dan <italic id="italic-4638cd88825e00a057ffb544da3cb1e0">self control</italic> semuanya akan dievaluasi memakai skala <italic id="italic-8816794c247080112c63c197bbc81cc4">Likert</italic> berdasar pada lima kemungkinan yang berkisar antara 1 sampai 5. Skala ini dilakuakan dengan cara adopsi, sehingga validitas dan reliabilitas dapat dinilai secara langsung.</p>
      <p id="paragraph-8">Peneliti menggunakan skala <italic id="italic-2df9bc0432aa31f7660576fa79ca73f7">Self effycacy</italic> Bandura yang diadopsi dari penelitian Aditiya [26]. Skala Bandura memiliki tiga aspek yaitu <italic id="italic-66057b5835920fc70da3989296793034">magnitude</italic> atau tingkat kesukaran tugas yang dihadapinya, <italic id="italic-de103338f9b57145510dae374a3a091b">generality</italic> atau kemampuan dalam memahami tugas dan <italic id="italic-e00b7a509cb053705eca90c66bc314fe">strength</italic> atau kekuatan dan kemantapan individu dalam pandangannya. Item skala ini terdiri atas 33 item. Contoh item pada aspek <italic id="italic-f667a71efb225b6448f27287d8c8bbb8">magnitude</italic> adalah “Mampu menghadapi semua tuntutan-tuntutan dalam mengerjakan tugas perkuliahan” dan “Tuntutan tugas yang diberikan dosen adalah sebuah tantangan”. Contoh item pada aspek <italic id="italic-f3271f2dfb51ad681aa1709680e917ff">generality</italic> adalah “Saya baru akan mengerjakan tugas perkuliahan ketika dead line sudah dekat” dan “Pasrah ketika tidak menemukan refresnsi untuk tugas yang saya kerjakan”. Contoh item pada aspek <italic id="italic-1b79e1d38c683f41fe40639f28b6a742">strength </italic>adalah “Mampu menyelesaikan semua tugas mata kuliah yang diberikan tiap dosen” dan “Segala rintangan akan dihadapi agar mendapat nilai yang baik” Validitas pada penelitian ini mendapat frekuensi validitas antara 0.333-0.632 sedangkan reliabiltas mendapat skor <italic id="italic-1ebce44cb4622113ec73e41050ba82d3">Cronbach’s Alpha</italic> sebesar 0.844. Skala <italic id="italic-6a8efaae28c719246e03271bd6bbec4c">Self control</italic> menggunakan Averill yang diadopsi dari penelitian Azhari [27] berjudul “Hubungan Efikasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Jember. Skala <italic id="italic-cdb7853f487cd789c15481ad35ca0f2c">self control</italic> Averill terdiri dari tiga aspek yaitu mengontrol perilaku (<italic id="italic-91533b2b1f042416b223bf963d7e1897">behavior Control</italic>), mengontrol kognitif (<italic id="italic-c91e272694988bb84ee27a22df790770">Cognitiv Control</italic>), dan mengontrol Keputusan (<italic id="italic-451735967df6c621e74ca847411b51df">Decision Control</italic>). Skala ini terdiri atas 32 item. Contoh item pada aspek <italic id="italic-fde5d001db49df6da5c799e2c177fdf1">behavior Control </italic>adalah<italic id="italic-feeb05335e3b52d50a2acc4f986b19ca"> </italic>“Saya akan menahan diri jika diajak teman bermain dari pada mengerjakan tugas” dan “Jika punya waktu luang, saya akan bermalas-malasan”. Contoh item pada aspek <italic id="italic-e1aeae099993cfadf3c23e424db42fc8">Cognitiv Control </italic>adalah “Ketika saya gagal, saya akan menginstropeksi untuk kembali belajar” dan “Ketika saya sedang malas, saya menunda untuk belajar”. Contoh item pada aspek <italic id="italic-1ff640cfe4ff7f51038965b2c4adbf64">Decision Control </italic>adalah “Dalam mengambil keputusan saya tergesa-gesa” dan “Jika saya tidak mengerti, saya akan bertanya kepada dosen ataupun teman”. Validitas pada penelitian ini mendapat frekuensi validitas antara 0.325-0.510, sedangkan reliabiltas dari alat ukur ini memiliki skor <italic id="italic-71c6a8f2913cda765306f87f90198b51">alpha Cronbach</italic> 0.728. Peneliti menggunakan skala prokrastinasi akademik yang diadopsi dari penelitian Yulianti [28] berjudul “Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Uin Ar-Raniry” dan terdiri atas 42 item. Validitas pada penelitian ini mendapat frekuensi validitas antara 0.346-0.699 sedangkan reliabiltas sedangkan reliabiltas dari alat ukur ini memiliki skor <italic id="italic-716806805604e71adaa44bf70040f727">alpha Cronbach</italic> 0.901. Contoh item pada aspek menunda untuk memulai adalah “Saya berjanji pada diri sendiri agar dapat mengurangi kebiasaan menunda-nunda menyelesaikan tugas” dan “Saya terus meningkatkan kebiasaan menunda tugas”. Contoh item pada aspek keterlambatan dalam mengerjakan tugas adalah “Saya terlambat mengumpulkan tugas jika mengerjakan tugas dengan teman-teman” dan “Saya jenuh dengan tugas-tugas saya”. Contoh item pada aspek cenderung melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan adalah “Saya tunda tugas kuliah saya Sebentar dan melakukan kegiatan yang menyenangkan” dan “Saya rela tidak menonton film/ bermain game demi menuntaskan tugas kuliah”. Contoh item pada spek kesenjangan waktu antara rencana dan aksi “Saya memiliki waktu luang ketika mengerjakan tugas” dan “Saya tetap mengerjakan tugas walaupun batas waktu yang diberikan sangat singkat”.</p>
      <p id="paragraph-9" />
      <p id="paragraph-10">
        <bold id="bold-8">D. </bold>
        <bold id="bold-9">Prosedur Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-11">Sebelum mengisi skala psikologi, responden diberitahu mengenai tujuan penelitian ini dan diminta untuk mengisi secara jujur sesuai dengan diri responden. Selain itu, peneliti juga memastikan kerahasiaan atas informasi yang diberikan responden serta wajib mengisi secara lengkap identitas mereka.</p>
      <p id="paragraph-12" />
      <p id="paragraph-13">
        <bold id="bold-10">E. </bold>
        <bold id="bold-11">Analisis Data</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-14">Regresi linier berganda digunakan sebagai metode analisis data dalam penelitian ini dengan bantuan program JASP. Sebelum melakukan uji hipotesis perlu dilakukan uji asumsi terlebih dahulu. Setelah uji asumsi terpenuhi lanjut melakukan uji regresi linier berganda yang digunakan untuk menguji apakah <italic id="italic-26">Self effycacy</italic> dan <italic id="italic-27">Self control</italic> berperan terhadap Prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-15" />
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>
        <bold id="bold-a7a1ccb90a9edeafc7e66fa8c0a86565">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-dc148928da04d692586e79b0aba5ad8c">
        <title>
          <bold id="_bold-12">HASIL</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-23">Uji Asumsi dilakukan pada data yang telah ditabulasikan menunjukkan hasil yang disajikan pada tabel 1. Uji Normalitas dari uji asumsi menunjukkan bahwa data ini terdistribusi dengan normal (self effycacy=0.995, Self control=0.992, prokrastinasi akademik=0,994) dengan nilai yang signifikan (&lt;0.001) sehingga dapat dikatakan bahwa Uji normalitas dari data ini telah terpenuhi. Untuk nilai Uji Linearitas didapatkan masing masing skor 0.000 dimana skor tersebut lebih kecil dari 0.05 (sig&lt;0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa data ini telah selaras dengan garis linear, sehingga bisa dikatakan Uji Linearitas data ini telah terpenuhi. Selanjutnya, Uji Multikolinieritas pada masing-masing data mendapatkan skor 1.577. hal ini menandakan bahwa data tidak melanggar dan telah memenuhi syarat uji Multikolinearitas dimana nilai skor VIF tidak lebih 10 (VIF&lt;10). Karena seluruh uji normalitas telah terpenuhi maka selanjutnya dapat dilakukan uji Hipotesa.</p>
        <p id="_paragraph-24">
          <bold id="_bold-13">
            <italic id="_italic-69">Tabel </italic>
          </bold>
          <italic id="_italic-70">
            <bold id="_bold-14">1</bold>
          </italic>
          <bold id="_bold-14">
            <bold id="_bold-1" />
            <italic id="_italic-1" />
          </bold>
          <italic id="_italic-71">. Uji Normalitas</italic>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-25" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-91e5ab43fd1fc5e495f52693fcc2d0ba">
                <td id="table-cell-fb4ced7c728cf9df216e48d1d4d1cdfd">Nama Uji</td>
                <td id="table-cell-2de3974c098dc287b022a981ca3f6f52">Variabel</td>
                <td id="table-cell-2ed5a4717f41bbe8fd31969ef520cb1f">Skor Statistik</td>
                <td id="table-cell-cc2c395640cb272b7b2daf8da977cdba">Signifikansi</td>
                <td id="table-cell-ee9cdfddc797dc8bbbc74d60a8138bff">Keterangan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-77f6354dff10d97eeabbae6fdcf6aa3d">
                <td id="table-cell-f5695a34c351cf26094a97a4020b7a36" rowspan="7">Uji Nornalitas</td>
                <td id="table-cell-b54c3235e7667c7f28b74ff78195ce78">Self Effycacy</td>
                <td id="table-cell-608d29961062fab74e8ae815f4df20e9">.995</td>
                <td id="table-cell-1fe50ff69af2c8ae8911a1728ca13364">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-a09652f07fe743cd7787c5fc0b3590f6">Terpenuhi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fddc6c49c77a63c0444fed8f490059fe">
                <td id="table-cell-67e47ea49083f6cc625a5d8e1d63a333">Self Control</td>
                <td id="table-cell-1eaf1d7b224694aef897ec7d2f4deee0">.992</td>
                <td id="table-cell-b98413f73e320638f4c36a9b22781ef5">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-cf64634291d341d4938b2ebafa52a55a">Terpenuhi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-10775d9b2bb10d225d4a2fbbdf5be6d5">
                <td id="table-cell-7576c14967aed98ea151bdcb3f2dca09">Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-cce367ac04519bb1138367340d8029ac">.994</td>
                <td id="table-cell-070fa0201dc6515a6f72a5b67a1b79b2">&lt;0.001</td>
                <td id="table-cell-b23e910e56c2fe80cd2c83b9aaec4c8a">Terpenuhi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-af826de53f607ef14e3801c1e767b5f6">
                <td id="table-cell-5a15d5aa7ac689e7613ab9a415f5d381" rowspan="4">Uji Linearitas</td>
                <td id="table-cell-9d433d011cd73b42fe50acc892e66487">Self Effycacy*Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-6c90f94271406f9ecea20be115d9ff3c">.168</td>
                <td id="table-cell-3bfb30e40c2dfb9df7989b2517df069b">0.00</td>
                <td id="table-cell-f9bddab459fc4602dacde6401d21a6f3">Terpenuhi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0de8af9abc40a6c3454aa02b55b498b4">
                <td id="table-cell-4f02cc560313cbdf20664499ef2e059d">Self Control*Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-a357725bd0be1f4bd24c557cd58d9681">.176</td>
                <td id="table-cell-84f227e4593bcaf397189d10174d8da4">0.00</td>
                <td id="table-cell-a409b41ff73fc4d679a1dbe50238060f">Terpenuhi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bd640c04f232c969f24ca60b9e768b9f">
                <td id="table-cell-c35a61d40c5ca83c91408ac22437bac8" rowspan="2">Uji Multikolinearitas</td>
                <td id="table-cell-9e22cfe6cdb195860c27827c2e3820f4">Self Effycacy*Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-6f6ccc1f24725ad82d0c6c0ea85dc992">1.577</td>
                <td id="table-cell-0bc4c3ff5b295c9e3e164676bc81dbf1">&lt;10</td>
                <td id="table-cell-e6bfbb539e70a6aa41938cd9b20cec45">Terpenuhi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0bad15dd16bc9713d3577f5ff5d255a3">
                <td id="table-cell-eb735f0cd3dbe3dad76826228deb88ed">Self Control*Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-a246e20e0057e016fa231f16df287bc1">1.577</td>
                <td id="table-cell-4a9ea0c2ba7837bf801eb06a2be9d186">&lt;10</td>
                <td id="table-cell-26f6c7ae18e1ded9bfd6ca2686eba92f">Terpenuhi</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-26">
          <bold id="_bold-20">Hipotesa Mayor</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-27">Hipotesa dari penelitian ini adalah <italic id="_italic-72">self effycacy</italic> bersama dengan <italic id="_italic-73">Self control</italic> dapat memprediksi tingkat Prokrastinasi Akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Berikut adalah hasil analisis regresi linear berganda yang telah dilakukan:</p>
        <p id="_paragraph-28">
          <bold id="_bold-21">Tabel 2.</bold>
          <bold id="_bold-22">Uji Korelasi</bold>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Uji Korelasi</title>
            <p id="_paragraph-29" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-2f6bf2152e6fd762879f80e9528c06b8">
                <td id="table-cell-498879e8391f86484908eeb5f430d9ad" />
                <td id="table-cell-0be1beeb927efc0831e8609db28e31ca" colspan="2" />
                <td id="table-cell-2171b18d20d942513bf950808782d17a" colspan="2" />
                <td id="table-cell-c28f594b846da29d9888c911eebdb4af">Pearson's r</td>
                <td id="table-cell-aa13dbe4aebc894d4c55f29f6488a98e">p</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-40ed7728206d0eb4356e9d3ffd72f851">
                <td id="table-cell-8cf05b7374fa2d846bea16274772eb0e">Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-b8d4c70e1fa16b10ee2a1615a83fee04">-</td>
                <td id="table-cell-fb1033dad6b08f0479e6c6ace20abd22">Self e ffycacy</td>
                <td id="table-cell-55749902bc2b8d7cd672f2fb9ac672da">-.614**</td>
                <td id="table-cell-ead7a6fdaac398de30ed6384035b2bb9">&lt; .001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c8bc24cf3fa9e344928213e074e01708">
                <td id="table-cell-3004ed1eae86d2df5c06329a07fede64">Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-7872d72b58b55501fd0d7abe5aedc5f9">-</td>
                <td id="table-cell-8f9a85b7371be49dd9440559fbb3fa82">Self Control</td>
                <td id="table-cell-9cbf3bfea4e33531ff248ad0689bac2d">-.598**</td>
                <td id="table-cell-0b4a067ba07a69a3ed838a0373e1e450">&lt; .001</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-30">Pada tabel 2 menunjukkan bahwa terdapat arah hubungan negatif antara dua variabel x dan variabel y. Lebih lanjut nilai korelasi <italic id="_italic-78">self effycacy</italic> dengan prokrastinasi akademik menunjukkan skor -0.614 dengan signikansi yang baik (p &lt;..001). Variabel <italic id="_italic-79">self control</italic> dan prokrastinasi akademik mendapatkan skor -0.598 dan nilai sig. yang baik (p&lt;.001).</p>
        <p id="_paragraph-31"><bold id="_bold-28">Tabel</bold><bold id="_bold-29">3.</bold> Tabel Uji Regresi</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Uji Regresi</title>
            <p id="_paragraph-32" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3849e6c8bd3579bb95a5d541cfbd494e">
                <td id="table-cell-4419203f3efd264cef1ce0ed04853427" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-98c7b7d42bc26eef35a7530d2de2c302" colspan="2" />
                <td id="table-cell-d68590ea305f49141dec351ba4e6c071" colspan="2">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-ef46caf5b190d906914c07d5fc8f4a9d" colspan="2">Df</td>
                <td id="table-cell-48c32e2009c216231c903a8ec066bd1d" colspan="2">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-a2d205a52a3fff414014ae20deec751e" colspan="2">F</td>
                <td id="table-cell-571d532e34752131bdaee16583cbd4b3" colspan="2">p</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a0dda334dcdc98d37afca767b093d735">
                <td id="table-cell-b4b79213a0c90bf43e678518276867dd">H₁</td>
                <td id="table-cell-5bd7d77aabaeb647c8b8a17383288d60">Regression</td>
                <td id="table-cell-71efa816c53560bd2fd8c641ee047758">8313,144</td>
                <td id="table-cell-d17ba2fe4c7e5ad6fab4587ed4ad76e9">2</td>
                <td id="table-cell-f0d88674da29ad57264a5486aa831b49">4156,572</td>
                <td id="table-cell-859ee5b8b83c133f0355e9c92e407cb9">79,522</td>
                <td id="table-cell-5c6f7407612ff00ee6529c4bbdcb6909">&lt; .001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-142ba04ebac3736101c030977ec0926a">
                <td id="table-cell-53f3a4425cbc9e4c085a935fa82687fc">Residual</td>
                <td id="table-cell-147c4bb9b190b8b94d826f95df1fae63">9826,667</td>
                <td id="table-cell-b6b23b05128615e9c6a87727bb41b270">188</td>
                <td id="table-cell-a0a4cb0e3041c1439f5ace431c5a5220">52,270</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-aae7cc1a36a40d7a49adc3996ca91746">
                <td id="table-cell-8ec08aa7b20fac1a38b87e7d62c8f568">Total</td>
                <td id="table-cell-22ff522f16a3ad5a69f4e7b89b92b2d2">18139,812</td>
                <td id="table-cell-7e0a0fff6effd1d18439eba6fd19dfeb">190</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-33">Lebih lanjut pada tabel 3 hasil uji regresi menunjukkan bahwa Nilai F adalah 79,522 dan nilai p &lt;.001. Hasil ini menandakan bahwa variabel <italic id="_italic-80">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-81">self control</italic> secara bersama-sama memberikan pengaruh kepada variabel dependen prokrastinasi akademik.</p>
        <p id="_paragraph-34"><bold id="_bold-37">Tabel</bold><bold id="_bold-38">4.</bold> Tabel Sumbangan Efektif</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Sumbagan Efektif</title>
            <p id="_paragraph-35" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f5e2eee4aa539122349344f9eeeaeb2a">
                <td id="table-cell-9bde30d0a33e9ae58e13f720e2db7e1d">Model</td>
                <td id="table-cell-9346197e6c7d9d3a7110da443bdd8f65">R</td>
                <td id="table-cell-06592ff08247957f0e40c58d31a089e7">R Square</td>
                <td id="table-cell-9f7e6fbd32f339a5a32d597cff7b5810">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-92305e47edbf2f481e98fcacabb6cbde">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-65dc1b4265f300a6f705633c3ea6b02d">
                <td id="table-cell-9ce77b8abc4709088323ccf71413a491">1</td>
                <td id="table-cell-8177c7ca817be3191786a4b9def4693b">.677a</td>
                <td id="table-cell-5bb441ae24a6d9cc55d5596d3dc88cda">0,458</td>
                <td id="table-cell-d154d37bd69644b79deff238c4b778fa">0,453</td>
                <td id="table-cell-6d5f0f5e1354e70b46347a1549a7f962">7,230</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-36">Uji regresi linear selanjutnya pada tabel 4 menunjukkan bahwa nilai dari tabel R² sebagai sumbangan efektif adalah 0.458. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel indenpeden <italic id="_italic-82">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-83">self control</italic> secara bersamaan memberi sumbangan efektif sebesar 45,8% kepada variabel dependen prokrastinasi akademik.</p>
        <p id="_paragraph-37">Adapun rumus model regresi linear yang didapatkan</p>
        <p id="_paragraph-38">adalah sebagai berikut</p>
        <p id="_paragraph-39">
          <italic id="_italic-84">Y</italic>
          <italic id="_italic-85">=-</italic>
          <italic id="_italic-86">0,440</italic>
          <italic id="_italic-87">*</italic>
          <italic id="_italic-88">x1</italic>
          <italic id="_italic-89">+ -0.</italic>
          <italic id="_italic-90">446</italic>
          <italic id="_italic-91">*</italic>
          <italic id="_italic-92">x2</italic>
          <italic id="_italic-93">+</italic>
          <italic id="_italic-94">92.217</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-40">
          <italic id="_italic-95">Keterangan</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-41">
          <italic id="_italic-96">Y=Nilai Prokrastinasi Akademik</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-42">
          <italic id="_italic-97">x1</italic>
          <italic id="_italic-98">=Nilai Self Effycacy</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-43">
          <italic id="_italic-99">X2=Nilai Self Control</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-44">Nilai C 92.217 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah antara variabel dependen dan variabel indepeden, sehingga dapat dibuat pernyataan bahwa jika seseorang memilik tingkatan <italic id="_italic-100">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-101">self control</italic> sebesar 0. Maka prediksi nilai prokrastinasi akademik dari orang tersebut adalah 92.217. Selanjutnya didapatkan Nilai X1 sebesar -0.446 membuktikan jika memiliki hubungan dengan arah negatif antara <italic id="_italic-102">self effycacy</italic> dengan prokrastinasi akademik. Hasil tersebut menandakan jika seseorang mendapatkan nilai <italic id="_italic-103">self effycacy</italic> 1 dengan asumsi nilai dari <italic id="_italic-104">self control</italic> orang tersebut adalah 0, maka prediksi hasil dari prokrastinasi akademik orang tersebut adalah sebesar 8.863). Lalu didapatkan Nilai X2 Sebesar -.446 yang menunjukkan ada arah hubungan negatif antara <italic id="_italic-105">self control</italic> dan <italic id="_italic-106">prokrastinasi akademik</italic>. Pernyataan ini dapat dicontohkan ketika seseorang memiliki nilai <italic id="_italic-107">self control</italic> sebesar 1 dengan asumsi bahwa nilai s<italic id="_italic-108">elf effycacy</italic> dari orang tersebut adalah 0, maka prediksi nilai prokrastinasi akademik tersebut adalah 9.631.</p>
        <p id="_paragraph-45">
          <bold id="_bold-44">Hipotesa Minor</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-46">Hipotesa minor dari penelitian ini adalah variabel dependen dapat memprediksi nilai prokrastinasi akademik secara terpisah . Untuk membuktikan hal tersebut kita dapat melihat tabel 5</p>
        <p id="_paragraph-47"><bold id="_bold-45">Tabel 5.</bold> Tabel Sumbangan Terpisah</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Sumbangan Terpisah</title>
            <p id="_paragraph-48" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-dda7f3639a7c5a2da8765637fd66543a">
                <td id="table-cell-cd760d7ec353bcd03f448f5b68a7e799" colspan="15" />
                <td id="table-cell-e1ff3f1895fc48919c04f07518b32dc7" colspan="6">Collinearity Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4c3315076e4660d65219816061b7e9e2">
                <td id="table-cell-18e388e9a1dc5ef6520928f550900758" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-b1610f732b903b8981d7d5f0d28fbe65" colspan="2" />
                <td id="table-cell-53bcc7e2b99ae3a1167ca0a459ceffdc" colspan="2">Unstandardized</td>
                <td id="table-cell-e8e35a538272cd1623d7ea7ac445be56" colspan="2">Standard Error</td>
                <td id="table-cell-3b3567774fd03b877792ce943077600a" colspan="2">Standardized</td>
                <td id="table-cell-cb4eb688d853c0a48ba58ac85b450453" colspan="2">T</td>
                <td id="table-cell-b12b27084c495680417be1d1224980b5" colspan="3">P</td>
                <td id="table-cell-0ca1f354e70544921de2df9ee4032f8a" colspan="3">Tolerance</td>
                <td id="table-cell-c8a0024d3569f04edb14996ecd37c171" colspan="3">VIF</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-97e8db5be8f4afe5c86dd181c5c00971">
                <td id="table-cell-58f39a0e4a57d9cdcc5df7da0fee638b">H₁</td>
                <td id="table-cell-6879fd78b9079b7347556bb7e8d1d911">(Intercept)</td>
                <td id="table-cell-28c621dbc8ed85dca01c525232172d84">92.217</td>
                <td id="table-cell-d282652899fb4bd166bcdeda692af999">6,937</td>
                <td id="table-cell-77f390872f9b4e30dcd059c7597265f2">29,214</td>
                <td id="table-cell-a4cd1fea3ae674d5d5e93d3e2f1136e5">&lt; .001</td>
                <td id="table-cell-e7e11ad6bf97432b81288f08d8e23c94" colspan="2" />
                <td id="table-cell-84f3f2f5fa76698197e08f3026c0ebe2" colspan="2" />
              </tr>
              <tr id="table-row-6f47bafacec69725bc23a8e5253de3ef">
                <td id="table-cell-b36912c0a40d0fdcd105293d014e9660">Self Effycacy</td>
                <td id="table-cell-d32735267cee5dde54c5d816a7e0aa75">-0,440</td>
                <td id="table-cell-d2310896fe75f7ea3378a0791faecad2">0,074</td>
                <td id="table-cell-4fe106d395f638a183dc6ffef06a6f12">-0,399</td>
                <td id="table-cell-17d30ca052378c5e424f06c78d2e1cd3">-5,914</td>
                <td id="table-cell-67f996894223534a391a2915a7005c07">&lt; .001</td>
                <td id="table-cell-8340b96cea6bf78e5c5dd7b95e0d11d2" colspan="2">0.634</td>
                <td id="table-cell-a097d615869f62113c64268e9122840b" colspan="2">1.003</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-68f3f6dedd06e2745ccf8e6133636be0">
                <td id="table-cell-7fe9592f0c855f0ee9328d9042e165cc">Self Control</td>
                <td id="table-cell-1c9189df92a673943f54ea6a41ad3b1c">-0,446</td>
                <td id="table-cell-402f046e3b82b1d35ff54e7b59ea3833">0,084</td>
                <td id="table-cell-25263c9dfb1d3b8228fb5476b95a0060">-0.357</td>
                <td id="table-cell-4b9f52369927290803f92b750f4c5236">-5,294</td>
                <td id="table-cell-955a06b7e85fcece5b9e2bfe8c91e011">&lt; .001</td>
                <td id="table-cell-08e661224786050c6f3fdc233ad1f334" colspan="2">0.634</td>
                <td id="table-cell-025b43fc70695fb529370cc0e2a47646" colspan="2">1.003</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">Untuk menghitung besaran efektif yang diberikan oleh masing masing variabel maka dapat digunakan rumus sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-50">.<italic id="_italic-111"> Y=</italic><italic id="_italic-112">Beta</italic><italic id="_italic-113">*</italic><italic id="_italic-114"> Zero Order</italic></p>
        <p id="_paragraph-51">Setelah dilakukan Subtitusi dari nilai yang ada pada tabel 6 maka akan didapatkan masing masing rumus:</p>
        <p id="_paragraph-52">
          <italic id="_italic-115">Self Effycacy= -</italic>
          <italic id="_italic-116">0.399*</italic>
          <italic id="_italic-117">-0,614= 0.244</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-53">
          <italic id="_italic-118">Self Control= -</italic>
          <italic id="_italic-119">0.357*</italic>
          <italic id="_italic-120">-0,589=0.21</italic>
        </p>
        <p id="_paragraph-54">Bedasarkan rumus tersebut, bisa disimpulkan bahwa <italic id="_italic-121">self effycacy</italic> dapat memberikan prediksi sebesar 24,4% sedangkan s<italic id="_italic-122">elf control</italic> 21% dengan nilai yang signifikan yang dapat dilihat di tabel 1 (p&lt;.001). Hasil skor ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-123">self effycacy </italic>memberikan peran yang lebih besar sebanyak 3% dibandingkan <italic id="_italic-124">self control. </italic>Pernyataan tersebut menandakan bahwa hipotesa minor yang mengatakan variabel dependen secara masing masing dapat mempengaruhi variabel independent telah terpenuhi benar.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-2bf7a824f51bdf348093e704d65cdd68">
        <title>
          <bold id="_bold-55">PEMBAHASAN</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-56">Penelitian ini membahas peranan yang diberikan oleh <italic id="_italic-125">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-126">self control</italic> kepada prokrastinasi akademik mahasiswa fakultas psikologi dan ilmu Pendidikan di universitas Muhammadiyah Sidoarjo uji coba membuktikan apabila Hasil kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama maupun individual dapat memberikan peran dan memprediksi variabel dependen prokrastinasi akademik.</p>
        <p id="_paragraph-57">Malkoc &amp; Aynur [29] dalam penelitiannya menjelaskan bahwa <italic id="_italic-127">self effycacy</italic> adalah kunci utama individu dalam meraih keberhasilan akademik karena variabel ini yang akan memberikan peran individu dalam membuat keputusan akademiknya. Sebuah penelitian yang dilakukan ghifary &amp; suhardianto [30] juga menjelaskan bahwa <italic id="_italic-128">self effycacy</italic> memiliki peran terhadap tingkat usaha, ketekunan, dan pilihan kegiatan, mahasiswa dengan kepercayaan diri yang tinggi akan lebih siap dan berusaha lebih keras menghadapi masalah ataupun tantangan daripada mereka yang meragukan kemampuan mereka untuk menyelesaikan suatu tantangan atau masalah. Membahas lebih lanjut, jika dilihat dari faktor kognitif, prokrastinasi akademik dapat dijelaskan dengan <italic id="_italic-129">self effycacy </italic>sebagai salah satu prediktor, karena <italic id="_italic-130">self effycacy</italic> bisa memprediksi kebiasaan yang akan dilakukan seseorang kedepannya atau bahkan dalam jangka panjang.</p>
        <p id="_paragraph-58">Berdasarkan hasil penelitian diatas menyatakan bahwa <italic id="_italic-131">self effycacy</italic> memiliki hubungan yang negatif terhadap prokrastinasi akademik, Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Tuaputmain [31] yang mengatakan jika <italic id="_italic-132">self effycacy</italic> mempunyai korelasi negatif pada prokrastinasi akademik, yaitu jika mahasiswa memiliki tingkat <italic id="_italic-133">self effycacy</italic> yang rendah, maka ia cenderung memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi, sebaliknya, jika mahasiswa memiliki tingkat <italic id="_italic-134">self effycacy</italic> yang tinggi, maka ia cenderung jarang melakukan prokrastinasi dalam akademiknya. Lebih lanjut lagi, penelitian lain yang dilakukan oleh Fitriani &amp; Djamhoer [32] juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang memiliki <italic id="_italic-135">self effycacy</italic> yang tinggi cenderung memiliki kekuatan yang baik dalam jiwanya untuk membuat keputusan, berperilaku, serta berupaya dalam menyelesaikan tugas dalam perkuliahannya, sebaliknya, mahasiswa yang memiliki <italic id="_italic-136">self effycacy</italic> yang rendah akan merasa lebih pesimis, takut, dan tergerak perasaan cemas, sehingga muncul rasa kekhawatiran dalam dirinya yang membuat tuntutan tugasnya jadi tertunda bahkan sampai terbengkalai.</p>
        <p id="_paragraph-59">Selain <italic id="_italic-137">self effycacy</italic>, <italic id="_italic-138">self control</italic> juga ikut menjadi peran penting dalam kasus ini, <italic id="_italic-139">self control</italic> memiliki peranan bagi individu untuk menyusun, mengatur, membimbing, dan mengarahkan perilakunya agar terhindar dari perilaku prokrastinasi [33]. Penelitian dari Pradnyaswari &amp; Susilwati [34] mengungkapkan apabila <italic id="_italic-140">self control</italic> sebagai faktor penting untuk membantu individu guna mengatur atau merubah perilakunya agar memiliki tujuan dan kualitas belajar yang lebih baik, serta dapat menurunkan resiko terjadinya prokrastinasi dalam akademiknya. Indrawati &amp; Rahimi [35] menjelaskan bahwa rendahnya self control dapat berdampak buruk bagi individu, yaitu individu sulit untuk mengarahkan dirinya kearah yang lebih baik, sehingga membuat dirinya sulit mengatur antara tugas kuliah dengan waktu bermainnya.</p>
        <p id="_paragraph-60">Berdasarkan hasil penelitian diatas, menyatakan bahwa <italic id="_italic-141">self control </italic>arah memiliki hubungan yang negatif terhadap prokrastinasi akademik, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Chairunisa dan Sahputra [36] yang mengatakan bahwa terdapat arah hubungan negatif antara <italic id="_italic-142">self control</italic> dengan prokrastinasi akademik, mahasiswa yang memiliki <italic id="_italic-143">self control </italic>tinggi, maka ia condong mempunyai perilaku prokrastinasi akademik rendah dan mahasiswa dengan <italic id="_italic-144">self control </italic>rendah akan mempunyai perilaku prokrastinasi akademik dengan tingkat tinggi. Penelitian lain yang dilakukan Bensiun et al [37] juga menjabarkan, bahwa mahasiswa yang memiliki self control lebih tinggi, memiliki kemampuan mengontrol, mengarahkan dirinya kearah yang positif sehingga ia cenderung memiliki kualitas belajar yang baik, hal ini membuat individu lebih jarang melakukan prokrastinasi dalam akademiknya, lain dengan mahasiswa dengan <italic id="_italic-145">self control</italic> lebih rendah, ego tinggi membuat dirinya lebih mengutamakan keinginannya dibandingkan dengan kewajibannya, sehingga ia sulit mengontrol dan mengarahkan dirinya dalam hal yang positif, karena hal itu ia lebih sering melakukan prokrastinasi dalam akademiknya.</p>
        <p id="_paragraph-61">Dari penjabaran tersebut, dapat ditarik garis besar dimana seluruh faktor yang berhubungan dengan <italic id="_italic-146">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-147">self control</italic> akan berkolerasi negatif dengan prokrastinasi akademik. Mahasiswa yang memiliki tingkatan <italic id="_italic-148">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-149">self control</italic> yang tinggi akan memiliki kecenderungan tidak menunda-nunda pekerjaan akademiknya. Sebaliknya mahasiswa dengan tingkatan rendah pada variabel <italic id="_italic-150">self effycacy</italic> dan s<italic id="_italic-151">elf control</italic> tersebut akan memiliki tingkatan prokrastinasi akademik yang tinggi.</p>
        <p id="_paragraph-62">Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan diantaranya adalah penggunaan survei dalam pengumpulan data yang dapat menimbulkan efek bias survei yang tidak menutup kemungkinan memengaruhi penelitian. Penelitian ini juga hanya mengangkat 2 variabel independent yang bersama-sama memiliki nilai kontribusi efektif 45% persen sehingga masih sangat banyak atribut psikologis yang lain yang mungkin dapat diangkat menjadi permasalahan sebagai pemahaman sekaligus solusi untuk memecahkan permasalahan prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-af00e6f61a7d6b9185dbf25ed3402aa5">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-63">Kesimpulan yang dapat ditarik setelah dilakukan pengumpulan dan juga analisis data adalah <italic id="_italic-152">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-153">self control</italic> sebagai variabel independent dapat memberikan prediksi pada prokrastinasi akademik sebagai variabel dependen. Kedua variabel tersebut secara simultan memberikan sumbangan efektif sebesar 45,8%. Adapun <italic id="_italic-154">self effycacy</italic> dan <italic id="_italic-155">self control</italic> juga dapat mempengaruhi prokrastinasi akademik secara individual. <italic id="_italic-156">Self effycacy</italic> memberikan sumbangan efektif sebesar 24,4% sedangkan <italic id="_italic-157">self control</italic> memberikan 21%.</p>
      <p id="_paragraph-64">Penerapan praktis yang dapat dilakukan sebagai tingkat lanjut bagi pihak pihak terkait adalah dengan meningkatkan tingkat <italic id="_italic-158">self effyacacy</italic> dan juga <italic id="_italic-159">self control</italic> dari mahasiswa Umsida. Hal ini dapat dicapai dengan misalnya melakukan asesmen awal ketika mahasiswa tersebut memasuki kampus, sehingga hal tersebut dapat membantu mahasiswa untuk menurunkan kecenderungan melakukan prokrastinasi akademik. Selanjutnya ketika data telah terkumpul maka akan dilakukan beberapa penanganan tertentu kepada mahasiswa kecenderungan perilaku prokrastinasi dan sekaligus berusaha untuk meningkatkan tingkat <italic id="_italic-160">self effacy</italic> dan <italic id="_italic-161">self control</italic> dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif yang disukai oleh mahasiswa tersebut. Akhirnya, akademik dari mahasiswa tentunya akan menguntungkan universitas karena nantinya akan meningkatkan produktivitas dari mahasiswa tersebut, yang tentunya berkaitan dengan kualitas keseluruhan dari universitas dan perguruan tinggi lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-65">Kekurangan dari artikel penelitian ini adalah persebaran kuesioner yang kurang merata ke berbagai jurusan dalam Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, karena keterbatasan informasi, seperti tidak tersebarnya keseluruh mahasiswa mulai dari semester 1 hingga akhir, dan keterbatasan waktu, seperti adanya beberapa mahasiswa yang mungkin saja sibuk untuk kuliah, ada juga mahasiswa yang memasuki kelas malam, sehingga pengisian kuesioner lebih dominan diisi oleh sedikit jurusan, dan beberapa semester saja. kemudian kuesioner ini juga memiliki kekurangan dalam pengisian kuesioner yang mungkin saja diisi secara random oleh responden.</p>
      <p id="_paragraph-66">Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi terkait pemahaman dari topik-topik terkait. Kepada peneliti baru dimasa yang akan datang yang ingin mengangkat dan melakukan penelitian terkait atau serupa dengan topik penelitian ini dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan. Harapannya peneliti lain di masa mendatang dapat mengembangkan topik-topik yang anda penelitian ini dengan lebih kompleks sehingga dapat memberikan pemahaman kepada prokrastinasi akademik secara lebih komprehensif.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>