<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Unleashing Academic Excellence through Self-Efficacy among New Global Scholars</article-title>
        <subtitle>Melepaskan Keunggulan Akademik melalui Efikasi Diri di antara Cendekiawan Global Baru</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-ddb775c87e1557632ffb2c2ee5aedf10" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Lestari</surname>
            <given-names>Melati Indah</given-names>
          </name>
          <email>melatiindahles@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-c20fa347fb028de6e9156a39cc9c7379" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rosnawati</surname>
            <given-names>Emy</given-names>
          </name>
          <email>emy_lawyer@rocketmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-03-20">
          <day>20</day>
          <month>03</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-fae25f8c72b25b037beae5422ea16a22">This study explores how self-efficacy influences academic self-adjustment among new students in the Faculty of Psychology and Education at the University of Muhammadiyah Sidoarjo. Using quantitative correlational research, we analyzed data from 354 students, with a sample size of 181 determined through the Krejcie-Morgan table. The self-efficacy and academic self-adjustment scales showed high reliability (Cronbach's alpha scores of 0.830 and 0.825, respectively). Results from simple linear regression indicated a positive relationship between self-efficacy and academic self-adjustment, with self-efficacy contributing significantly to 8.2% of the variance. This highlights the importance of bolstering self-efficacy beliefs to aid new students in their academic adaptation during the college transition, particularly in psychology and education faculties.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">Self-efficacy; Academic self-adjustment; New college students; Psychology and Education; Quantitative correlational research;</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-3606a386564aea86f5ddfd1f7eb0c77e">
      <title>
        <bold id="bold-476b73942f1fbe103771373768b87902">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-13">Pendidikan merupakan sebuah keharusan demi tumbuhnya tiap individu dalam kehidupannya. Salah satu be jenjang dari Pendidikan adalah perguruan tinggi dan setingkatnya sebagai sebuah kelanjutan ketika seseorang siswa telah menyelesaikan Pendidikan SMA. Banyak penelitian yang mengatakan bahwa dengan mengambil perguruan tinggi maka seseorang akan mendapatkan kesuksesan dalam urusan finansial, kesehatan, koneksi sosial dan kestabilan keluarga [1]. Keuntungan yang ada ini kenyataanya tidak dapat menutup sepenuhnya fakta bahwa tahun pertama dari perkuliahan adalah sebuah masa-masa yang berat [2]. Masa berat inilah yang dapat menyebabkan seorang mahasiswa baru kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan perkuliahan [3].</p>
      <p id="_paragraph-14">Academic <italic id="_italic-198">self adjustment</italic> didefinisikan sebagai persepsi diri dalam penyesuaian dalam berbagai aspek perkuliahan termasuk dengan hubungan dengan rekan kuliah, belaja, kehidupan kampus, emosi, dan kepuasan akan kegiatan perkuliahan [4]. Baker dan Siryj juga mengatakan hal serupa bahwa <italic id="_italic-199">academic </italic><italic id="_italic-200">self adjustment</italic> adalah adalah penyesuaian yang berhubungan dengan hal akademik, sosial, stabilitas emosi dan komitmen mahasiswa tersebut untuk menyelesaikan studinya [5]. Penyesuaian akademik juga menjadi acuan untuk hasil akhir dari hubungan yang dibangun antara mahasiswa dengan lingkungan perguran tingginya yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir ilmian dan kepribadian pembejelajar dari mahasiswa tersebut[6]. Adapun Garnis[7] dalam penelitiannya mengatakan bahwa aspek-aspek dari <italic id="_italic-201">academic </italic><italic id="_italic-202">self adjustment</italic>adaptasi, konformitas, keunggulan, dan perbedaan individu.</p>
      <p id="_paragraph-15">Mahasiswa baru yang tidak dapat melakukan <italic id="_italic-203">self adjustment</italic> yang baik terhadap linkungan akademik kampus akan menyebabkan beberapa masalah diantaranya stress, kurang dapat berinteraksi sosial dengan orang lain di sekitar lingkungannya, munculnya perasaan kesepian atau yang disebut <italic id="_italic-204">homesickness, </italic>atau yang paling parah adalah memutuskan untuk tidak melanjutkan program pendidikannya [8]. Penyesuaian yang baik juga akan menghindarkan seseorang dari kondisi mental negatif tertentu seperti depresi dan perasaan tertekan yang akhirnya dapat mengarah pada perasaan menderita dan tidak bahagia[9]. Lebih lanjut hal ini juga dapat menyebabkan sebuah siklus yang berulang karena dengan keadaan mental yang tidak sehat sendiri akan menyebabkan seseorang kesulitan untuk melakukan penyesuaian akademik [10]</p>
      <p id="_paragraph-16">Beberapa data menunjukkan bahwa penyesuaian mahasiswa baru adalah hal penting. Data di negara Belanda pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 33% mahasiswa pada tahun pertama di negara tersebut memutuskan untuk drop out [11]. Lebih lanjut juga sekitar 21-50 % orang akan memiliki pemikiran bunuh diri ketika mereka mengalami masa transisi untuk masuk perkuliahan [12]. Mahasiswa Indonesia sendiri juga mengalami tingkat stress yang serupa dengan sebanyak 37,75 persen dan 57 persen mengalami stress berat [13].</p>
      <p id="_paragraph-17">Peneliti juga mencoba untuk melakukan wawancara dengan beberapa mahasiswa yang berasal dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Subjek A mengatakan bahwa dia ketika dia masuk ke dalam perkuliahan, dia kurang dapat mentolerir beberapa perbedaan perilaku ataupun cara kerja berkelompok yang ada di lingkungan kelasnya. Selanjutnya subjek B mengatakan bahwa dirinya terkadang kesulitan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap gaya belajar perkuliahan yang membutuhkan manajemen diri yang tinggi. Kedua Survei dengan kedua orang tersebut menunjukkan bahwa ada fenomena permasalahan <italic id="_italic-205">academic </italic><italic id="_italic-206">self adjustment</italic> jika ditinjau dari teori <italic id="_italic-207">scheneider</italic> [7] ditinjau dari aspek adaptasi dan perbedaan individu. Hasil wawancara ini membuktikan bahwa terdapat fenomena negatif pada <italic id="_italic-208">academic </italic><italic id="_italic-209">self adjustment</italic> yang dapat berpengaruh kepada performa akademik mahasiswa sehingga harus diadakan penelitian yang lebih lanjut untuk memahami fenomena<italic id="_italic-210"> academic </italic><italic id="_italic-211">self adjustment</italic> pada mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal yang memungkinkan fenomena ini terjadi salah satunya karena mahasiswa mengalami banyak tekanan dari kegiatan yang dia lakukan[14] yang menyebakan dia harus melakukan <italic id="_italic-212">self adjustment</italic> kepada kegiatan tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-18">Friedlander mengatakan bahwa faktor faktor dari <italic id="_italic-213">academic </italic><italic id="_italic-214">self adjustment</italic> adalah diantaranya stress, dukungan sosial, dan harga diri dari seorang individu[15]. Faktor-faktor psikologis ini juga diperkuat dengan penemuan yang mengatakan bahwa faktor-faktor psikologis memengarhui academic self adjustment seseorang, yang selanjutnya secara bersamaan mempengaruhi academic performance dari orang tersebut [16]. <italic id="_italic-215">Self adjustment</italic> juga dikaitkan dengan keyakinan diri seseorang [17]. Salah satu bentuk dari keyakinan diri seseorang adalah <italic id="_italic-216">self </italic><italic id="_italic-217">effycacy</italic></p>
      <p id="_paragraph-19"><italic id="_italic-218">Self efficacy</italic> adalah salah satu bentuk dari persepsi seseorang kepada dirinya. Bandura menjelaskan bahwa <italic id="_italic-219">self efficacy</italic> adalah kepercayaan seseorang terhadap kemampuannya untuk melakukan sesuatu dan berhasil didalamnya [18]. Lebih lanjut, self effiacy akan mempengaruhi bagaimana seseorang merasa, berpikir, bertindak dimana seseorang tersebut memiliki pemikiran positif akan dapat menghadapi berbagai stressor yang datang[19]. Seseorang yang memiliki <italic id="_italic-220">self efficacy</italic> yang tinggi akan sangan berpengaruh pada performa akademik seseorang [20], dan lebih lanjut mengatakan berhubungan dengan self adjustment mahasiswa pada tahun pertama [21].</p>
      <p id="_paragraph-20">Beberapa Penelitian telah mencoba untuk mengungkap hubungan antara <italic id="_italic-221">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-222">academic </italic><italic id="_italic-223">self adjustment</italic> pada mahasiswa. Girelli et al melakukan penelitian yang mencoba mengungkap hubungan self efficacy bersama dua variabel lain dengan <italic id="_italic-224">academic </italic><italic id="_italic-225">self adjustment</italic>[22]. Penelitian serupa juga banyak dilakukan di Indonesia seperti penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti akan tetapi dengan konteks populasi yang berbeda [23] atau dipasangkan dengan variabel lainnya [24]. Namun penelitian yang mengungkap penyesuaian diri pada konteks mahasiswa masih jarang ditemukan, terutama pada konteks mahasiswa baru fakultas psikologi dan ilmu pendidikan Umsida. Penelitian ini akan bertujuan untuk mengungkap hubungan antara <italic id="_italic-226">self efficacy</italic> dengan <italic id="_italic-227">academic </italic><italic id="_italic-228">self adjustment</italic> pada mahasiswa tahun pertama fakultas psikologi dan ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-21">Adapun hipotesa dari penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara <italic id="_italic-229">self efficacy</italic> dengan <italic id="_italic-230">academic </italic><italic id="_italic-231">self adjustment</italic> pada mahasiswa baru fakultas psikologi dan ilmu Pendidikan Univesitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-88c79094d1dd725372f9ae35e28ca193">
      <title>
        <bold id="bold-4e07081da6350eb005e4e5a2af5ae138">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif <italic id="_italic-232">cross sectional study</italic>. Adapun metode <italic id="_italic-233">cross sectional study</italic> adalah bentuk penelitian yang dilakukan untuk menemukan hubungan antara hasil (variabel y) dan faktor resiko (variabel x) yang terbatas karena hanya terjadi di satu waktu tertentu [25]. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang berjumlah 354 tahun ajaran 2022/2023 semester genap mahasiswa bedasarkan data yang didapatkan dari Direktorat Akademik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.Adapun penentuan sample dengan menggunakan tabel <italic id="_italic-234">Krejcie</italic><italic id="_italic-235"> Morgan </italic>[26] sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 181 Mahasiswa. Tehnik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini berada pada kategori <italic id="_italic-236">Non-</italic><italic id="_italic-237">Probabiity</italic><italic id="_italic-238">Samplimg</italic>[27]dimana tidak semua anggota populasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sample penelitian dan metode <italic id="_italic-239">Accidental sampling</italic> dimana siapa aja anggota populasi yang ditemui oleh peneliti secara kebetulan dapat menjadi anggota dari kelompok sample [28].</p>
      <p id="_paragraph-23">Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat <italic id="_italic-240">Self Efficacy</italic> dan <italic id="_italic-241">Academic Self Adjustment</italic> mengadopsi dari alat ukur yang sudah dgunakan dalam penelitian selanjutnya. Alat ukur Self efficacy mengadopsi penelitian yang dilakukan oleh Wiranita [29] pada tahun 2017 yang mewakili aspek prokrastinasi akademik <italic id="_italic-242">magnitude, strength </italic>dan <italic id="_italic-243">generarility</italic>. Adapun dilakukan uji <italic id="_italic-244">tryout</italic> untuk mengukur validitas dan reliabilitas item sehingga didapatkan 25 item dengan skor validitas 0,315-0,625 dan skor reliabilitas <italic id="_italic-245">alpha Cronbach</italic> sebesar 0,830 <italic id="_italic-246">. </italic>Alat ukur <italic id="_italic-247">Academic </italic><italic id="_italic-248">self adjustment</italic> mengadopsi alat ukur dari penelitian Garnis [7] pada tahun 2021 yang mewakili aspek penyesuaian diri akademik <italic id="_italic-249">adaptasi</italic><italic id="_italic-250">, </italic><italic id="_italic-251">konformitas</italic><italic id="_italic-252">, </italic><italic id="_italic-253">keunggulan</italic><italic id="_italic-254">, </italic>dan <italic id="_italic-255">perbedaan</italic><italic id="_italic-256">individu</italic>. Adapun dilakukan tryout untuk menguji validitas dan reliabilitas kembali dari alat ukur sehingga tersisa 20 item dengan skor validitas 0,305-0,671 dan skor reliatbilitas <italic id="_italic-257">alpha Cronbach </italic>0,825 Kedua alat ukur ini dapat digunakan dalam penelitian karena telah melewati batas toleransi nilai <italic id="_italic-258">alpha Cronbach </italic>yaitu &gt;0.600 [30] Kedua alat ukur ini berjenis skala likert yang memiliki rentan dari sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju<italic id="_italic-259">. </italic>Tehnik analisa yang digunakan adalah analisa korelasi dengan menggunakanregresi linear sederhana. Adapun software aplikasi yang digunakan untuk membantu proses analisa data dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-260">SPSS</italic> versi 26 for Windows</p>
      <p id="_paragraph-24">ini menggunakan metode kuantitatif yang merupakan suatu proses menentukan pengetahuan dengan menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menganalisis keterangan tentang apa yang ingin kita ketahui[31]. Sedangkan peneltian ini bersifat korelasi atau hubungan, yang mana penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih dengan mengukur koefisiensi atau signifikansi dengan menggunakan statistik[31]. Populasi subjek penelitian ini 443 mahasiswa yang menjadi anggota organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) UMSIDA. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan taraf sebanyak 210 mahasiswa anggota IMM UMSIDA. Adapun total keseluruhan untuk tiap kelompok komisariat yaitu komisariat Salahudin al Ayubbi sebanyak 29 orang, komisariat Pertanian sebanyak 44 orang, komisariat Ibnu Khaldun sebanyak 83 orang, komisariat Avicenna sebanyak 27 orang, komisariat Avicenna sebanyak 30 orang, komisariat Averroes sebanyak 62 orang, komisariat Ar-Razi sebanyak 38 orang, komisariat An-Nur sebanyak 35 orang, komisariat Al Khawirizmi sebanyak 79 orang, dan komisariat Al- Farabi sebanyak 51 orang.</p>
      <p id="_paragraph-25">Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-261">propotional</italic><italic id="_italic-262"> random sampling. </italic>Metode <italic id="_italic-263">propotional</italic><italic id="_italic-264"> random sampling </italic>adalah cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan cara membagi populasi kedalam beberapa kelompok strata yang telah ditentukan [32]. Alat ukur yang dipergunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini berjenis skala likert dengan validitas dan reliabilitas yang menggunakan tryout terpakai dalam penelitian sebelumnya. Adapun skala komitmen organisasi dengan nilai validitas aitem berkisar 0,317 sampai 0,593 dan nilai reliabilitas 0,804 dan skala dukungan sosial dengan validitas aitem bergerak dari 0,348 ke arah 0,696 dan nilai reliabilitas <italic id="_italic-265">cronbach’s</italic><italic id="_italic-266"> alpha</italic> 0,923.</p>
      <p id="_paragraph-26">Penelitian ini memakai dua skala psikologi yaitu komitmen organisasi nmengadopsi dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yayang [33] pada tahun 2019. Alat ukur komitmen organisasi ini mewakili 3 komitmen organisasi bedasarkan teori dari Allen dan Mayer anatara lain yaitu (1) Komitmen Afektif, (2) Komitmen Normatif, (3) Komitmen Kontinuan . Adapun alat ukur aspek dukungan sosial mengadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Annisa [34] pada tahun 2018 terdiri dari empat aspek menurut teori Sarafino yaitu (1) Dukungan instrumental (2) Dukungan penghargaan, (3) Dukungan informatif (4) Dukungan emosionl. Teknik analisi ayng digunaka dalam penelitian ini adalah teknik statistik dengan menggunakan korelasi <italic id="_italic-267">produc</italic><italic id="_italic-268">t</italic><italic id="_italic-269"> moment. </italic>Korelasi <italic id="_italic-270">product moment </italic>digunakan untuk menentukan koefisien korelasi validitas suatu instrumen[35]. Proses analisi ini menggunakan perhitungan statistik komputer dengan <italic id="_italic-271">software </italic>JASP.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f1c0c5c7c0152285b75eb87276e1b9de">
      <title>
        <bold id="bold-e1eb250f216f0eb0d0c8d947eec7d6c5">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-f78b70a1c6a14ac0dfd39a55128059c2">
        <title>
          <bold id="_bold-29">Hasil Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-28">Data penelitian yang telah dikumpulkan selanjutnya dikumpulkan dan dikategorikan bedasarkan jenis kelamin dan asal program studi. Berikut data demografi penelitian yang telah dikumpulkan disajikan pada tabel 2:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-274">Tabel Demografi Sampel</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-0b932d0fa8b4ffbd925ad6d835c87497">
                <td id="table-cell-752e710e366985bb9ea15a1951505800" />
                <td id="table-cell-6c8e4bd0305f866d1aac8425e96b4152" />
              </tr>
              <tr id="table-row-10617208e0893377431220791842276d">
                <td id="table-cell-db58e10de5acb060a8ffed4d02146fa9">Jenis Kelamin</td>
                <td id="table-cell-9482eccf36f62cda7b8acb662d63b83d">Frekuensi (N)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bb90be005ab8f82eb1fd18d2ffa6b358">
                <td id="table-cell-eb26e313c712eeb375b0ec40fea026b6">Laki-Laki</td>
                <td id="table-cell-235b697ab7a732e5cefd9aa3d8d45e3f">74</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-48111bed3a36fcf08d1d3ec436896a53">
                <td id="table-cell-b70e602a9e4889afa7682edb3be33992">Perempuan</td>
                <td id="table-cell-4a2f01539445f232562e4f3a408ae72b">107</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-709a69086dd145dd985f018f14502b21">
                <td id="table-cell-797fadf0cd0f40626a141ce722bed3c0">Total</td>
                <td id="table-cell-27ce0936c228e3807b7663bffef909f6">181</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-06833d29a3009800151e14fd8062feea">
                <td id="table-cell-3a8ec4507917d771c095f192c4bf2d8b">Asal Program Studi</td>
                <td id="table-cell-5969c10da0716b98dcfe2e25d7c537a9" />
              </tr>
              <tr id="table-row-520c118102b02881824ab18cc5671387">
                <td id="table-cell-8e58e2b106494f30912300483f1df929">Pendidikan Bahasa Inggris</td>
                <td id="table-cell-ab9925a67128852c5ae31eb0e99b63c4">27</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8a3210fdb638d9266bf038566f7d4847">
                <td id="table-cell-5c5d939cc02e9a8baff8a67d989fb5ee">Psikologi</td>
                <td id="table-cell-6729d89de88e298c2ff940daffa9f809">69</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eb6ab02088c8afd1aad0e752f484023c">
                <td id="table-cell-1a0406f53de94acebf16affcc432299c">Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam</td>
                <td id="table-cell-0dd85ace2bb8e28875e65b0b52048658">38</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3b623af5005370a3d2c2224f31660b26">
                <td id="table-cell-6a3fcfe316596c2087024a40544dbd2b">Pendidikan Guru Anak Usia Dini</td>
                <td id="table-cell-96f037c8795f988a6d4188526b9029bc">26</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-477ab451b19366af52a3fba2ca30b1de">
                <td id="table-cell-f8beb9bb48e17a8827583d6049265bd6">Pendidikan Guru Sekolah Dasar</td>
                <td id="table-cell-4a059039be81e2e15d5b894e13bbb97a">21</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6360aa405551f2b38ff94e0a7fc5d78d">
                <td id="table-cell-81b233f8e9385c88a1a4e45a7db15289">Total</td>
                <td id="table-cell-c5b915b0c2312e1d139526ef8aa33760">181</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="heading-5b2983962b085bfc6450a291f97d273d">
        <title>
          <bold id="_bold-30">Kategorisasi</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-32">Data sampel penelitian yang sudah didapatkan selanjutnya dikategorisasikan menggunakan norma empiric pada tabel 3. Adapun bedasarkan norma empiric, sebanyak 5,52% dari sampel penelitian memiliki tingkatan <italic id="_italic-275">academic </italic><italic id="_italic-276">self adjustment</italic> yang baik, selanjutnya sebanyak 34,52% berada pada kategori penyesuaian diri akademik yang tinggi. Adapun tingkatan penyesuaian diri menengah mendapatkan skor persentase 27,08%, lalu tingkatan yang rendah mendapatkan skor persentase sebanyak 28,18%, dan tingkatan sangat rendah mendapatkan skor persentase sebanyak 4,97%.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="italic-3b2a71d0fec49cbd7f1bc61f1d8d7635">Kategorisasi Sampel Penelitian</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-34" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-689eb65ef4c7d48fe8417459496a971e">
                <td id="table-cell-9f376924c61728ed932643688baf7a3e" />
                <td id="table-cell-86a63e9565802bae040cea77eaf77ce2" />
                <td id="table-cell-38b98ae1f07dc0c665ed15e88593361e" />
                <td id="table-cell-cc8cb43796bd4d8d00345b2da9c28c5b" />
              </tr>
              <tr id="table-row-7f3085e2cced25e4c316e3836e711f98">
                <td id="table-cell-f5a076cf8a9477d1cefd428d5b539748">Kategorisasi</td>
                <td id="table-cell-42f07b7e32cf0aca5298b48800fcde04">Rentangan Skor</td>
                <td id="table-cell-1c293abf568d41c54c3fdd2ee64ed8bc">Jumlah Sampel (N)</td>
                <td id="table-cell-b7eea64f5dbb66bc3ff4b77218c09191">Persentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dc7180bd7447a46c42699faad6af4e5f">
                <td id="table-cell-91c0ce8392bdb66ea23028030cecef4c">Sangat Tinggi</td>
                <td id="table-cell-aa92d1328b9e367caeb1026c6a6ed465">&gt;58</td>
                <td id="table-cell-ec26ac0f2add852bf6a25fef879f54d1">10</td>
                <td id="table-cell-5db56e5cdb94d9942fae94e3107d2d09">5,52%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-952982d8a68ac812db9eee96361b3ff3">
                <td id="table-cell-37c2dc5798b69468c2b8185253a47bc8">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-3bb749b633de98fef877c5fe8c2a89e7">58-53</td>
                <td id="table-cell-a820adaf20b47308ed3bec27bff4cf55">62</td>
                <td id="table-cell-ad8d5737fda92d0690e42fbd5772fe8a">34,25%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-61b5be1a15d2c7eab22bc5b017aac9be">
                <td id="table-cell-f68532714f23d86ee3b55db71e0d1a2a">Menengah</td>
                <td id="table-cell-1d15a5fad58f62f0bfd2894916376fc0">52-49</td>
                <td id="table-cell-764a3d3ce073a95bc0b75bdef91b99bf">49</td>
                <td id="table-cell-b1c6168857ee5392ef3ae44758da6b55">27,08%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-21d4b9eee076e3e215b4758ba93b7d21">
                <td id="table-cell-f3eddb4f471de632696bac01452a81af">Rendah</td>
                <td id="table-cell-78fbb98eae11249645141f2a435e8f76">48-44</td>
                <td id="table-cell-db955d2db6f27b851bd86bc317b5e8da">51</td>
                <td id="table-cell-ff819dca9961fece18bee11b78cda6f2">28,18%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5081784631303a69621c90eb227fb3fb">
                <td id="table-cell-0c393c0d3fc226a18fa44b1f914d8f82">Sangat Rendah</td>
                <td id="table-cell-33ce44e384179638e6fcddcfd1e234f7">&gt;44</td>
                <td id="table-cell-88804b49963b351121b6404cce2c5fd1">9</td>
                <td id="table-cell-8cdf244baf921b191490c510ca64303a">4,97%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d94f5644e33dfda656a448076fffc88b">
                <td id="table-cell-49611f16f0f8f5e0e382fea525d4e557">Total</td>
                <td id="table-cell-20b0612106b2d7992a344a0439853a50" />
                <td id="table-cell-e569bfa3ef201f82c240c6b4ab5025b9">181</td>
                <td id="table-cell-830f8c14b3ea8bb98d2bc6f7d61d8eba">100,00%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="heading-299b323a5e1355d56560514604ebb17f">
        <title>
          <bold id="_bold-31">Uji </bold>
          <bold id="_bold-32">Asumsi</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-36">Selanjutnya, dilakukan uji normalitas pada tabel 4 dengan menggunakan uji Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal dengan nilai signifikansi variabel self efficacy 0,218 dan nilai signifikansi variabel penyesuaian diri sebesar 0,266. Nilai signifikansi kedua variabel berada diatas 0,05 sehingga uji asumsi normalitas telah terpenuhi.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-282">Uji Normalitas Shapiro Wilk</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-38" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-cdd88aed2c3ef6c4577e1cdf86d74520">
                <td id="table-cell-ebb433e10ae72ab2ab283700de3a8e15" />
                <td id="table-cell-3817c97dc74fce3ff40f76e872baae67">Shapiro-Wilk</td>
                <td id="table-cell-f5a99f67cee0d34053520fedd480f07f" />
                <td id="table-cell-1f5548e0572394c4f794b9b70c7f07d2" />
              </tr>
              <tr id="table-row-27a2ca483596d1cdad9b8aceb4fd8803">
                <td id="table-cell-d1a4f34d95c1dbd73c336b6fc6fcfca2" />
                <td id="table-cell-2894d9a1ae80e57b6e85ba4abe8782f9">Statistic</td>
                <td id="table-cell-49d08b598b468eb467fadd8ecd7225b0">Df</td>
                <td id="table-cell-ef001045c8045557735bb13069ada06c">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e79d12cf9839418770a339ae72bb3d96">
                <td id="table-cell-d8001ff7c1f3640cef88b918353236dc">Self Efficacy</td>
                <td id="table-cell-0aff12da32fb4448976854af3afac453">0,990</td>
                <td id="table-cell-c92b6477b681b851187636e63ceadbef">181</td>
                <td id="table-cell-deb27967a9ab542cb84100e2793b0c6c">0,218</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-80536803bcacfffdaa103a9b75d35088">
                <td id="table-cell-c6dbee6a62112e0a6e8438394223ba2e">Penyesuaian Diri</td>
                <td id="table-cell-5710187e3359659ba47a165676421ec7">0,990</td>
                <td id="table-cell-2477a7f365dc85cebd0ed89049257a6f">181</td>
                <td id="table-cell-99e7deb12b78e1a27f341dde56369ed4">0,266</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Hasil uji linearitas yang sudah dilakukan pada tabel 5 menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-283">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-284">academic </italic><italic id="_italic-285">self adjustment</italic> memiliki hubungan yang linear dengan nilai siginfikansi dari <italic id="_italic-286">linearity </italic>sebesar 0,000. Hasil ini lebih kecil dari prasyarat linearitas yaitu dibawah 0,05 sehingga dapat dikatakan uji linearitas telah terpenuhi</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-289">Uji Linearitas</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-41" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-b415b13a2176a5aeb169f07ea447952c">
                <td id="table-cell-3c5c5d3903b47fe7f7a63e168bbae2fd" />
                <td id="table-cell-5874efc3ceff75d89d510259f178a503">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-6d8c45b18e7a536a590804e4293b00f0">df</td>
                <td id="table-cell-929dd759394d43318289aedf96fa58b3">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-632625d6379080eda6b01dba4fa97630">F</td>
                <td id="table-cell-6563a3b79cfc854ef9837c58257c3ba3">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9272595c3856c15f1743b8ff9e49a332">
                <td id="table-cell-f58a9c4fa7d6357d243d849a203f1f91">Linearity</td>
                <td id="table-cell-132233e9dd07f767cebf118ff907a027">343,549</td>
                <td id="table-cell-adbcd18a651b62cb4ec569528067943e">1</td>
                <td id="table-cell-3bcbacd5afeaf2cc555325450b7bd0aa">343,549</td>
                <td id="table-cell-c9f8d73f992c59bfd24d773e0a5a7a37">18,121</td>
                <td id="table-cell-10cf81be5ad8c8bfe504845c253559aa">0,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f67b4f8865bb0737d14867512d6c1c2a">
                <td id="table-cell-4bd96ba1c389816efcf8a63c5f88e6e5">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-1e3718a9d32d14c93f68ce07709a29d7">890,861</td>
                <td id="table-cell-881bf2f346db41312d2868b4b841c108">23</td>
                <td id="table-cell-cb187c48eaefad475b44ffb0f5cb49b2">38,733</td>
                <td id="table-cell-2bf6d6ed7fe681bed07ba95eae01ee79">2,043</td>
                <td id="table-cell-f8bdfa975713c60bbeb25e61f24d6530">0,006</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-42">Selanjutnya uji asumsi multikolinearitas pada tabel 6 menunjukkan bahwa nilai VIF mendapatkan skor 1 dan berada dibawah 10. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil dari uji Multikolinearitas telah terpenuhi.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-292">Uji Multikolinearitas</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-44" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-9e7ae4f2f4d47486243a9d1b85a345d9">
                <td id="table-cell-e715d67b459f2d2ec19cdccc229efca9">Variabel</td>
                <td id="table-cell-bbc29939095ad81f28904d71a131d73e">Collinearity Statistics Tolerance</td>
                <td id="table-cell-a7fc5ee5f985e86d45fcaef63671e832">VIF</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bacbb1a95dabe0ab13ae2c65689c988f">
                <td id="table-cell-e3bf84a9502c8647d69725b2834e7da8">Self Efficacy-Penyesuaian Diri</td>
                <td id="table-cell-b8ac8123ddcbdeefaa1c7352d5a7d73a">1,000</td>
                <td id="table-cell-f84e422ff7df91097f2d2c59a077b2ec">1,000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-45">Setelah seluruh uji multikolinearitas telah terpenuhi, maka selanjutnya dilakukan uji regresi untuk membuktikan hipotesis penelitian yang telah dibuat. Adapun uji hipotesis dari penelitian adalah sebagai berikut</p>
      </sec>
      <sec id="heading-b71725f3cd4d537847c02ef91881179d">
        <title>
          <bold id="_bold-33">Uji </bold>
          <bold id="_bold-34">Hipotesis</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-47">Hasil uji regresi yang telah dilakukan pada tabel 8 menunjukkan bahwa <italic id="_italic-293">self </italic><italic id="_italic-294">effiacacy</italic> dapat mempengaruhi <italic id="_italic-295">academic </italic><italic id="_italic-296">self adjustment</italic> dengan nilai F=15,979. Adapun nilai f hitung tersebut lebih besar dari F tabel yaitu 3,84 sehingga F Hitung&gt;F Tabel. Adapun nilai sig=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-297">self efficacy</italic>dapat mempengaruhi <italic id="_italic-298">academic </italic><italic id="_italic-299">self adjustment</italic> secara sinifikan<italic id="italic-c00d68548b4d7792b36f8c2ac2504509"/></p>
        <table-wrap id="table-figure-999d3b58c35d6ec6bcd447603b99d75a">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="italic-cbabbd371f28dea9ecf72d4d4a8e7438" />
              <italic id="italic-40d4263f6ab232d3846e542baef9216d">Uji Regresi Linear</italic>
            </title>
            <p id="paragraph-1faad44078b8b22e6d99f78adb88e317" />
          </caption>
          <table id="table-a2bd4d7f40f1108cdcc30acb4bc4b167">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1634f76a6a318e05737fe673323c4eb8">
                <th id="table-cell-1ea8b336d2fd8bd61e994c309430f33c">Model</th>
                <th id="table-cell-ab98ed11958e0d4d1f420163aed44b04" />
                <th id="table-cell-15759ac6465e9bd5345ebc3277fee551">Sum of Squares</th>
                <td id="table-cell-81ff6d7862d2bf4e451f72f7ecc97bab">df</td>
                <th id="table-cell-d662c80fc1065490ff59592798c22951">Mean Square</th>
                <td id="table-cell-f22d3f8e0c1f5da47eb283577792eca3">F</td>
                <td id="table-cell-585e385e866226f2fb4b463def74eef0">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0281bc7862e16ea77db988b8db2ed504">
                <td id="table-cell-6835a39b46c9d1e89568a59e6d07986c">1</td>
                <td id="table-cell-f8994f267336dbed95a4e74bd201bc24">Regression</td>
                <td id="table-cell-1ddccc4255e3eeedc7605caa3091edb0">343,549</td>
                <td id="table-cell-24e06c7eb0e1837e01c5a25379b1d1e7">1</td>
                <td id="table-cell-0b6a1e81ad77bdbea2772a274bac9c83">343,549</td>
                <td id="table-cell-41b4d5777ac699ae6695837f42bf5825">15,979</td>
                <td id="table-cell-92c9a3d874f38a3cf65ccd87e655ab80">.000b</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-847ed1e0232905e8fe52f16faa2da278">
                <td id="table-cell-99552fc3b28546f63261ac96742e0ba9" />
                <td id="table-cell-38a25198d7704eb4d356e849b134de04">Residual</td>
                <td id="table-cell-dcd1cbfe7fead236c16331c825e6b22c">3848,429</td>
                <td id="table-cell-82656a2fcde0437aa19782d6a84300da">179</td>
                <td id="table-cell-98438e9e2dea352a00157176d9a68e82">21,500</td>
                <td id="table-cell-6eb942191a5d2da5750b6aa3e1d33efa" />
                <td id="table-cell-be7e365415eee7174780f855f0c8fbdd" />
              </tr>
              <tr id="table-row-9606c358dbc80da8f09641034db2daa7">
                <td id="table-cell-97df3ce7f2b08d36fa879aaf70edea20" />
                <td id="table-cell-7eb06fee118d01e1beec7475c78ba019">Total</td>
                <td id="table-cell-a15bbd1ed1d78f8893222a4fb944d3e7">4191,978</td>
                <td id="table-cell-c897cb9b728344358e441de7e3e77891">180</td>
                <td id="table-cell-14c4e3aac74751b13289a60083c2cba5" />
                <td id="table-cell-e77d7b62051cffcb116888c404d95cf1" />
                <td id="table-cell-2135febe953b4b354ae8a15e5883c6cd" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-50">Selanjutnya nilai sumbangan efektif yang didapatkan dari nilai <italic id="_italic-303">R Square </italic>pada tabel 9 menunjukkan bahwa <italic id="_italic-304">self efficacy</italic> memberikan sumbangan efektif sebesar 8,2% kepada <italic id="_italic-305">academic </italic><italic id="_italic-306">self adjustment</italic>. Adapun sebanyak 91,8% dari fenomena <italic id="_italic-307">academic </italic><italic id="_italic-308">self adjustment</italic> dipengaruhi oleh variabel lain yang berada diluar variabel <italic id="_italic-309">self efficacy</italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-7">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-312">Sumbangan Efektif</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-52" />
          </caption>
          <table id="_table-7">
            <tbody>
              <tr id="table-row-74bab090c44fe66cbe262bd2a21cff5f">
                <td id="table-cell-a0bcf31131a4d4e2e55d5e2245b6aae5" />
                <td id="table-cell-68fd60a3654d3c396517292d19be4269" />
                <td id="table-cell-43d35c2c91e1cc57588fe5388cc02866" />
                <td id="table-cell-dbe30d54b5b1f249e14e05899445087d" />
                <td id="table-cell-115afcf04ca27ea6da91a8bed5e8d6f4" />
              </tr>
              <tr id="table-row-75de105433525cd79abd13c22b0a2cd1">
                <td id="table-cell-116148d1d8f363026c3e4d19b059b28d">Model</td>
                <td id="table-cell-8674d595e7e39bdecbb8da909d5911f5">R</td>
                <td id="table-cell-ed0506d4a2711eb95fd19f5e026ccf61">R Square</td>
                <td id="table-cell-ec04dadfffd5234a6ca1758a522956a5">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-a28ceebde86b7f2f2cf9dd81ae0c80d1">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-70f4f6e6b03d0364ba319795917cadf7">
                <td id="table-cell-9e893b2702ce2a6f1a1f26e3b8012e04">1</td>
                <td id="table-cell-303492372ff6ce9bc366e93e78be198d">.286a</td>
                <td id="table-cell-c237cf2135514848d9361221ec76dda7">0,082</td>
                <td id="table-cell-3ca41faee183f8a72c823e53e58ad20f">0,077</td>
                <td id="table-cell-a08945286db65511dfccf594306283b3">4,637</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-53">Bedasarkan uji analisa data untuk membuktikan hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa <italic id="_italic-313">self efficacy</italic> dapat mempengaruhi dan memprediksi nilai <italic id="_italic-314">academic </italic><italic id="_italic-315">self adjustment</italic> pada mahasiswa baru fakultas psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hasil ini menandakan bahwa hipotesa penelitian terbukti benar dan hipotesia penelitian dapat diterima.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-95a0ba02c5361f4e2a93de876332d96d">
      <title>
        <bold id="_bold-36">Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-55">Hasil analisa data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara <italic id="_italic-316">self efficacy</italic>dengan <italic id="_italic-317">academic </italic><italic id="_italic-318">self adjustment</italic> dengan koefisien korelasi r=0,286 dengan signifikansi &lt;0,05. Hasil ini menandakan bahwa semakin tinggi tingkatan <italic id="_italic-319">self efficacy</italic> dari seseorang, maka akan semakin tinggi pula tingkat <italic id="_italic-320">academic</italic> <italic id="_italic-321">self adjustment</italic> yang dimiliki oleh mahasiswa. Adapun bedasarkan hasil analisis didapatkan bahwa <italic id="_italic-322">self efficacy</italic>memberikan pengaruh sebesar 8,2% kepada <italic id="_italic-323">academic </italic><italic id="_italic-324">self adjustment</italic> dan sebanyak 91,8% dipengaruhi oleh fenomena yang lain. Hasil ini membuktikan hipotesa penelitian bahwa <italic id="_italic-325">self efficacy</italic> dapat memberikan dampak kepada tingkatan <italic id="_italic-326">self adjustment</italic>seorang individu. Faktor lain yang dapat mempengaruhi academic self adjustment diantaranya adalah motivasi intrinsic, kepuasan pada program studi yang dipilih, dan <italic id="_italic-327">self regulated</italic><italic id="_italic-328"> study</italic> [11]. Penelitian terdahulu juga menjelaskan bahwa faktor lain seperti dukungan sosial [36] dan konsep diri [37] dapat mempengaruhi <italic id="_italic-329">academic </italic><italic id="_italic-330">self adjustment</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-56">Hasil ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Novita [38] yang menunjukkan hubungan positif antara <italic id="_italic-331">self efficacy</italic> dengan <italic id="_italic-332">self adjustment</italic> dengan nilai r=0,467. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Sulistyioningrum [39] dengan nilai korelasi r=0,279 menunjukkan pula bahwa ada hubungan positif antara <italic id="_italic-333">self efficacy</italic> dengan <italic id="_italic-334">academic </italic><italic id="_italic-335">self adjustment</italic> pada populasi mahasiswa. Adapun di populasi lain seperti siswa sekolah juga didapatkan hasil yang sama yaitu hubungan positif seperti penelitian yang dilakukan oleh Sa’idah dan Laksmiwati [40] yang mengatakan bahwa ada self efficacy berkorelasi secara signfikan dengan penyesuian diri anak santri dengan nilai sig&lt;0,005, dan selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Tarigan pada siswa kelas X SMA yang menunjukkan koefisien korelasi r=0,577 dan memberikan sumbangan efektif sebesar 33,3% fenomena <italic id="_italic-336">academic </italic><italic id="_italic-337">self adjustment</italic>. Hasil penelitian ini dan beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa <italic id="_italic-338">self efficacy</italic> memberikan dampak kepada <italic id="_italic-339">academic </italic><italic id="_italic-340">self adjustment</italic> pada peserta didik yang berada pada tahun pertama pendidikannya.</p>
      <p id="_paragraph-57">Rooij, Jansen, dan Grift [11] dalam artikel penelitiannya menjelaskan bahwa <italic id="_italic-341">self efficacy</italic> pada bidang akademik berkorelasi dengan usaha dan ketekunan seseorang dalam proses belajar, regulasi diri, juga rendahnya tingkatan stress pada beberapa lingkungan dengan tuntutan dan tekanan yang tinggi, serta penyesuaian yang lebih baik kepada situasi atau lingkungan belajar yang baru. <italic id="_italic-342">Self efficacy</italic>mahasiswa akan berpengaruh pada emosi, kognitif, dan juga perilaku yang ditunjukkan selama proses belajar. Kepercayaan akan kemampuan diri akan mendukung siswa mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam melakukan aktivitas kuliah, yang selanjutnya juga membuat mahasiswa baru tersebut lebih baik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan perkuliahan.</p>
      <p id="_paragraph-58">Lebih lanjut Denovan dan Macaskill [41] dalam artikel penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa yang memiliki <italic id="_italic-343">self efficacy</italic> yang tinggi akan melihat tugas, kesulitan, dan juga beberapa hambatan dalam perkuliahan sebagai sebuah tantangan untuk dihadapi. Mereka akan menggunakan <italic id="_italic-344">problem-focused coping</italic> untuk mengatasi masalah dan kesulitan yang dihadapi, sehingga akan cenderung memiliki tingkatan stress yang rendah dan <italic id="_italic-345">well-being</italic> yang baik. Melakukan <italic id="_italic-346">coping</italic> yang berfokus pada masalah adalah strategi yang baik bagi mahasiswa untuk mengatasi beberapa stressor baru yang akan mereka hadapi ketika baru masuk kuliah sehingga mereka dapat menurunkan stress yang mereka miliki. Adapun Aspinwall dan Taylor [42] menjelaskan bahwa mahasiswa yang memiliki <italic id="_italic-347">well-being </italic>yang baik akan lebih baik untuk menyesuaikan diri pada lingkungan belajar yang baru. Mahasiswa yang memiliki <italic id="_italic-348">self efficacy</italic>yang tinggi dan percaya kepada kemampuan dirinya sendiri, akan memiliki kecenderungan <italic id="_italic-349">well-being</italic> yang tinggi karena dia tidak merasa tertekan dan percaya diri kepada kemampuannya dalam bidang yang dia tekuni, dalam konteks ini maka dunia akademik</p>
      <p id="_paragraph-59">Hyytinen, Toom, dan Postaref [43] dalam artikel penelitiannya menjelaskan bahwa <italic id="_italic-350">self efficacy</italic> berpengaruh kepada motivasi, penentuan tujuan, <italic id="_italic-351">engangement</italic>dan juga performa akademik dari mahasiswa saat menjalani perkuliahannya. Adanya dorongan semangat, tujuan yang jelas, dan juga terlibat dalam proses belajar dikelas ketika kuliah menandakan bahwa mahasiswa tersebut serius dalam menjalani perkuliahan. Adapun Haktanie et al [44] beberapa hal yang dialami mahasiswa saat menjalankan tahun pertama perkuliahan diantaranya adalah kesultian di bidang akademik, beberapa permasalahan emosional seperti perasaan tersisolasi, kesepian, stress, serta hubungan yang renggang dengan teman di kelas. Beberapa permasalahan tersebut dapat diimbagi dengan adanya tujuan dari mahasiswa dan juga rasa percaya bahwa dirinya dapat melalui dan menyelesaikan tantangan perkuliahan yang dihadapi, sehingga dia dapat meregulasi dirinya untuk mencapai tujuan utama dari perkuliahan yaitu menyelesaikan studi yang telah dijalani hingga selesai.</p>
      <p id="_paragraph-60">Beberapa pendapat dan penjelasan dari penelitian terdahulu menegaskan bahwa <italic id="_italic-352">self efficacy</italic> dapat mempengaruhi <italic id="_italic-353">academic </italic><italic id="_italic-354">self adjustment</italic>dari mahasiswa. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan untuk bagi lembaga dan institusi terkait agar memberikan perhatian lebih pada tingkatan <italic id="_italic-355">self efficacy</italic>yang dimiliki oleh mahaisiswa yang baru saja menjalani perkuliahan, sehingga harapannya mereka dapat melakukan penyesuaian diri yang baik dalam menjalani perkuliahan. Beberapa penelitian terdahulu seperti Macaskill dan Denovan [45] dalam artikel penelitiannya menjelaskan bahwa pemberian mata kuliah psikologi positif dapat membantu meningkatkan <italic id="_italic-356">self efficacy</italic> dari mahasiswa tahun pertama. Adapun Baker [46] menjelaskan bahwa pemahaman bahwa self efficacy dapat ditingkatkan di sebuah kelas yang diikuti mahasiswa dapat meningkatkan <italic id="_italic-357">self efficacy</italic> dari mahasiswa baru</p>
      <p id="_paragraph-61">Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penggunaan media online dalam pengumpulan data yang akan menimbulkan beberapa bias penelitian. Penelitian ini juga hanya mengangkat variabel <italic id="_italic-358">self efficacy</italic>saja untuk menjelaskan fenomena <italic id="_italic-359">academic </italic><italic id="_italic-360">self adjustment</italic> sehingga masih banyak variabel psikologis lainnya yang dapat diangkat menjadi topik penelitian selanjutnya dengan penggunaan metode penelitian yang lebih kompleks.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-934d8ff4c95c254840d5a0cccbb775b3">
      <title>
        <bold id="bold-694cf73cd831cc360639c3b4b238fc3d">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-62">Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-361">self efficacy</italic> memberkan pengaruh yang signifikan kepada <italic id="_italic-362">academic </italic><italic id="_italic-363">self adjustment</italic> dengan sumbangan efektif sebesar 8,2%. Hal ini menandakan bahwa <italic id="_italic-364">self efficacy</italic> merupakan salah satu prediktor penting bagi mahasiswa untuk dapat menyesuaiakan diri dalam menjalani perkuliahan. Adapun kemampuan penyesuaian diri tersebut akan berpengaruh pada kebertahanan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan dan juga performa akademik yang dia miliki.</p>
      <p id="_paragraph-63">Penelitian ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki kepercayaan kemampuan diri dalam bidang akademik, agar harapannya mahasiswa dapat mencari beberapa alternatif solusi yang dia rasakan ketika merasa tidak percaya diri dan kesulitan dalam menyesuaikan diri seperti mengikuti beberapa kegiatan, komunitas, dan organisasi yang berada dibawah naungan kampus. Adapun penelitian ini juga dapat menjadi bahan referensi lembaga perguruan tinggi untuk lebih sadar akan pentingnya kepercayaan diri di bidang akademik tahun pertama dan pengaruhnya kepada penyesuaian diri mahasiswa. Harapannya lembaga dapat melakukan beberapa pelatihan atau seminar yang bertujuan untuk meningkatkan <italic id="_italic-365">self efficacy</italic> mahasiswa sehingga mahasiswa tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik.</p>
      <p id="_paragraph-64">Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan data penelitian serta melakukan penelitian didalam lingkungan kampus. Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh responden yang telah meluangkan waktu dan menjadi bagian dari penelitian ini sehingga penelitian ini pada akhirnya dapat terselesaikan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>