<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of Learning Media Based on Local Wisdom on the Social Studies Learning Motivation of Grade 4 Students of SDN Sedatigede 2</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Motivasi Belajar IPS Siswa Kelas 4 SDN Sedatigede 2</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-ec3e288f9d50f353f4f277bd7df01755" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Fatmawati</surname>
            <given-names>Arum</given-names>
          </name>
          <email>arumfatmawati141@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-40a0746aa02c653199e7d86f3b3bbd00" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Wati</surname>
            <given-names>Tri Linggo</given-names>
          </name>
          <email>trilinggowati@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <institution content-type="orgdiv1">Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2020-10-05">
          <day>05</day>
          <month>10</month>
          <year>2020</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-968b843d359e41ab7da4b04e323488c0">This research aims to determine the influence and how much influence The use of local wisdom-based learning media towards student motivation. Local wisdom-based learning media is a learning medium in which there is information about local wisdom-regional wisdom of residential areas. The method in this research is pre-experimental design of one-group form pretest-posttest design and quantitative descriptive is the approach used. The results of this study were obtained from before the treatment and after treatment was given. This research was conducted at SDN Sedatigede II in class 4 with research subjects numbering 30 students and use nonprobability sampling with saturated sampling type. The instruments in this study are a poll. Data analysis results show average pretests value of 60.7 and average posttest value of 64.6 showing the influence of local wisdom-based learning media.Then from N-Gain calculation shows 0.31 results with moderate influence level criteria.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="en">
        <kwd content-type=""><bold id="bold-60985869911e502e8cb97579cb704b36"/>Learning media based on local wisdom; Learning motivation for students; IPS</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Dalam kegiatan pembelajaran tidak akan lepas dari apa yang namanya media. Media adalah bagian penting dalam proses pembelajaran. Sebab media biasa digunakan untuk membantu siswa memahami materi yang diberikan oleh guru. Media pembelajaran menurut Azhar Arsyad berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti perantara dan bahasa Latin yaitu medius yang memiliki arti ‘perantara’, ‘tengah’, ‘pengantar[1]. Aziz, dkk mengatakan bahwa media atau alat pembelajaran adalah alat yang digunakan pendidik untuk membantu pendidik dalam proses mengajar, dengan harapan proses pemelajaran akan menjadi lebih efektif dan efisien[2]. Disamping itu <italic id="_italic-3">AECT (Association for Education and Communication Technology)</italic> menjelaskan bahwa media merupakan segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyalur informasi[3].</p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media merupakan sebuah perantara atau alat yang digunakan untuk menyampaiakan pesan atau informasi kepada penerima informasi sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat. Oleh sebab itu sebuah media menjadi salah satu hal terpenting dalam proses pembelajaran karena media dapat menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim ke penerima. Media bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peserta didik tertarik dalam kegiatan pembelajaran. Jika guru atau pendidik menggunakan media pembelajaran yang ala kadarnya maka tentu peserta didik akan menerima informasi juga ala kadarnya dan ketertarikan siswa terhadap pelajaran pun juga kecil. Sebuah media yang menarik tentu akan membuat peserta didik tertarik serta termotivasi untuk ikut andil dalam proses pembelajarannya Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang memberikan kesan kepada siswa. Sebab pembelajaran yang berkesan akan membawa dampak baik bagi siswa, tidak terkecuali pada mata pelajaran IPS.</p>
      <p id="_paragraph-15">“IPS atau ilmu pengetahuan sosial adalah istilah untuk menamai satu bidang studi atau pelajaran yang berisikan sejumlah ilmu sosial yang diorganisir untuk progam pembelajaran disekolah[4]. Pelajaran IPS sangat erat hubunganannya dengan lingkungan sekitar, sebab dari kehidupan social hingga kehidupan pemerintah dibahasa dalam pembelajaran IPS. IPS juga dibedakan setiap jenjangnya, misalnya pada jenjang SD mata pelajaran IPS masih memuat materi-materi dasar yang berhubungan dengan kehidupan social hingga kehidupan berbangsa dan bernegara, sedangkan pada jenjang SMP dan SMA, IPS sudah dibagi menjadi beberapa bagian yakni geografi, sejarah, ekonomi. sosiologi dan antropologi. Apa yang menjadi materi pada jenjang SMA dan SMP semua dasarnya ada pada jenjang SD, jadi sebelum seorang anak melangkah ke jenjang selanjutnya maka ia harus memahami dasarnya dulu, sebagai pondasi pengetahuannya. IPS merupakan pelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sosial manusia maka pembelajarannya pun sebaiknya dikaitkan dengan daerah tempat tinggal siswa.”</p>
      <p id="_paragraph-16">“Hasbi Ali mengatakan bahwa sebuah budaya yang senantiasa ditafsirkan, diwariskan, pasti memiliki nilai-nilai didalamnya[5]. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Su`udiah yang menyatakan bahwa dalam pembelajaran tidak hanya peran guru saja yang dibutuhkan melainkan juga media dan sumber belajar. Lingkungan di sekitar siswa juga merupakan salah satu hal yang menunjang pengaruh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, salah satunya yaitu tentang nilai-nilai kearifan lokal di daerah lingkungan tersebut[6]. Menurut Wachidah, kearifan lokal biasa disebut dengan <italic id="_italic-4">local wisdom</italic>. Seperti yang dinyatakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bahwasannya konsep pembelajaran disekolah dapat menggunakan kearifan lokal, untuk mengangkat potensi lokal daerah di Indonesia[7]. Kearifan lokal dalam pembahasan mengarah pada budaya dan sumber daya yang mencirikan suatu daerah. Jadi Media pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan media pembelajaran yang berisi informasi mengenai potensi lokal dimasing-masing daerah. Pembelajaran dengan memasukkan unsur kearifan lokal pada sebuah media dapat membuat peserta didik mempunyai rasa kebanggaan dan rasa nasionalisme yang kuat terhadap Indonesia, serta memiliki pemahaman tentang kebudayaan multikultural yang dimiliki oleh Indonesia[8].”</p>
      <p id="_paragraph-17">“Berdasarkan observasi yang dilakukan, ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa. Dalam penyampaiannya guru sudah menggunakan media pembelajaran berupa gambar namun terlihat bahwa ketika guru menyampaikan materi yang berisikan pembelajaran IPS siswa selalu ramai sehingga membuat kondisi kelas tidak kondusif, ada yang berbicara sendiri dengan temannya tanpa memperhatikan guru, ketika disuruh mengerjakan soal siswa selalu menggerutu. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru, guru menyampaikan bahwasannya memang semangat siswanya dalam belajar pembelajaran IPS memang sedikit kurang.”</p>
      <p id="_paragraph-18">“Dari permasalahan tersebut perlu dilakukannya penelitian untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan motivasi belajar, yaitu menggunakan sebuah media pembelajaran yang memuat kearifan lokal. Media berbasis kearifan lokal yang dapat menunjang proses kegiatan belajar serta kaitannya materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal. Maka diajukan rumusan masalah “1) Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar IPS siswa kelas 4 SDN Sedatigede II? 2) Seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar IPS siswa kelas 4 SDN Sedatigede II?””</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-20">“Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Jenis penelitian eksperimen merupakan jenis penelitian yang digunaan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu(9). Desain penelitian yang digunakan adalah <italic id="_italic-5">pre-experimental design</italic> dengan jenis <italic id="_italic-6">one group pretest-postest design</italic>. Pemilihan jenis <italic id="_italic-7">one group pretest-postest design</italic> adalah karena terdapat perbandingan keadaan sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan agar hasil yang diperoleh lebih akurat.”</p>
      <fig id="figure-panel-bb4ece4f8c7c9595635674811c9834ec">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>One-Group Pretest-Posttest Design</title>
          <p id="paragraph-ec2139bc7c9943108d567abb95ad0e97" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-600e7d5fd93b5d40544fa99c5186cc7e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="One-Group Pretest-Posttest Design.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-22">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-23">O<sub id="_subscript-1">1</sub>= <italic id="_italic-9">Pretest</italic> (sebelum diberikan perlakuan)</p>
      <p id="_paragraph-24">O<sub id="_subscript-2">2</sub>= <italic id="_italic-10">Posttest</italic> (setelah diberikan perlakuan)</p>
      <p id="_paragraph-25">X= Perlakuan (dengan media pembelajaran berbasis kearifan lokal)</p>
      <p id="_paragraph-26">“Teknik sampling yang digunakan adalah <italic id="_italic-11">non probability samping</italic> dengan menggunakan teknik sampling jenuh, karena jumlah populasi relatif kecil yaitu 30 siswa. Oleh sebab itu, jumlah keseluruhan anggota populasi dapat dijadikan sampel. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah seluruh kelas IV di SDN Sedatigede II yang terdiri dari 30 siswa. Sumber data penelitian ini diambil dari hasil penelitian dilapangan, yaitu data diambil dari hasil lembar angket siswa kelas IV di SDN Sedatigede II.”</p>
      <p id="_paragraph-27">“Instrumen yang digunakan adalah lembar angket untuk mengukur motivasi belajar siswa. Angket yang digunakan adalah angket berstruktur dengan tipe jawaban tertutup. Artinya siswa diberikan lembar angket motivasi belajar dengan menyediakan pernyataan dan alternativ jawaban sehingga siswa hanya tinggal memilih jawaban sesuai apa yang dialaminya. Pernyataan yang digunakan memiliki bentuk pilihan jawaban sebagai berikut:”</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Skor Penilaian Jawaban Angket Siswa</title>
          <p id="_paragraph-29" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-308e274a9da7f0f325a640e377f8c483">
              <td id="table-cell-fe921e89c668c757edc568d88562dc65">Pernyataan</td>
              <td id="table-cell-b3961deecc9ac6efc21e3305ca2ac208">Skor</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8075ad5cb86564ecc7d37c6433c6c10e">
              <td id="table-cell-4d4e4c0c8cf7865055295465052c8500">Selalu</td>
              <td id="table-cell-21de3be1b382a1613cdc9fcb09952340">4</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5cca14761ba3e216a271e54a3c189ae5">
              <td id="table-cell-5270bdd006ac66faa88806eb96d36d2e">Sering</td>
              <td id="table-cell-b1e3d121c9fffa2be21c5efd3b51c2b5">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7e7a6f1b0781135fbdc7f528ae7cff91">
              <td id="table-cell-2d25f6c410c62c10400c342fb55665a6">Kadang-kadang</td>
              <td id="table-cell-03b0def6a2f2c3cbd500d001fb0c8c80">2</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d9fc31f62be9b3b784bd67b4d4080191">
              <td id="table-cell-5c483c1ad2a4d1d0786c1f5ee4c26294">Tidak Pernah</td>
              <td id="table-cell-6ff5bfd8a277217c649506717994263f">1</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Indikator Motivasi Belajar Siswa</title>
          <p id="_paragraph-31" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c1d3be0d17f0310d9ccd94f538a63b44">
              <td id="table-cell-7bd07726c3e44016898c4c9aeefdde9e">No</td>
              <td id="table-cell-8c8d546e0cd75be898b95391f3c4906a">Indikator</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a640517b4105c11d69a71b85ba75b8b7">
              <td id="table-cell-8bc108f751df6f91e64c707897a8feb3">1.</td>
              <td id="table-cell-43d89e0a39230bbb82904cb455dc79c8">Tekun dalam belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bcb71706eb8a2f35f957bba5ddfd7e6b">
              <td id="table-cell-ad69b4a1673d88d5ee0ebcb1e7ce7782">2.</td>
              <td id="table-cell-fa06d9dff3d04c94230bb3274868c973">Ulet dalam menghadapi kesulitan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-826e2f8e17f785a63c8ddab1012ac8c6">
              <td id="table-cell-f79775f508ac4510819b97842d4df87a">3.</td>
              <td id="table-cell-b00bdf2b908773c596f3198d8057efc3">Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5e8c58d87a8729df80a67b4e054f05b1">
              <td id="table-cell-2b0f0dae06ad816f7e027522f589a3dd">4.</td>
              <td id="table-cell-c029847bb4889625dd83a61a3b7655b2">Keinginan berhasil dalam belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-55e3fc11bc396e565595f6d1d7003354">
              <td id="table-cell-4560153509f856d5b8f56ffa984a15bb">5.</td>
              <td id="table-cell-d8af6c785e5a4ca81c9b65c657441c0e">Mandiri dalam belajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-672cf3cea650925dfa0bb5a90d54e20c">
              <td id="table-cell-847e5e51c7ae1eed9fe6571db040cf21">6.</td>
              <td id="table-cell-3928d8373e73f7a49f917f6e81c6119c">Pujian/penghargaan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-32">Sebelum instrumen digunakan, angket harus diuji dengan validitas konstruk, yaitu menggunakan pendapat para ahli (<italic id="_italic-12">Judgmen experts</italic>) [[11]}}}}. Berikut ini pedoman penilaian dengan menggunakan skala pengukuran <italic id="_italic-13">rating scale</italic>:</p>
      <p id="paragraph-f220a78f04777b55caadad58c64e11c9">
        <bold id="bold-7b2910596af07cad68770fe231155685">Kriteria skor skala penilaian, yaitu:</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">4 = sangat baik</p>
      <p id="_paragraph-34">3 = baik</p>
      <p id="_paragraph-35">2 = cukup baik</p>
      <p id="_paragraph-36">1 = tidak baik</p>
      <p id="paragraph-fea3081f998999e20598f187eb556f94">
        <bold id="bold-002f06a9d4acd371c2270ff09e708e95">Jumlah skor ideal (skor maksimal)</bold>
      </p>
      <disp-formula id="block-formula-14af3b072aa9e9a60849c4ee3ba22218" content-type="math/tex">
        <label>(1)</label>
        <tex-math><![CDATA[∑skor ideal = 4 x ∑responden x ∑item angket]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="paragraph-ea90dd08952c2e80130d785df48aa615">
        <bold id="bold-dfc8078970e647051ed8b3c899db0e27">Presentase skor hasil pengumpulan data</bold>
      </p>
      <disp-formula id="block-formula-c60a4191b286ee8ad4d0cc05411a8dcd" content-type="math/tex">
        <label>(2)</label>
        <tex-math><![CDATA[Jumlah skor total= (Jumlah Skr Hasil Pengumpulan Data)/(Jumlah Skr Ideal Seluru Item)  x 100]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="paragraph-9eb0021b8005d12fd94f4cb68b80396c">
        <bold id="bold-31cc3de972cc68c1c58bfaa845ed6ea8">Kriteria interprestasi presentase skor validasi(12)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">4 (76%-100%) artinya dapat digunakan tanpa revisi</p>
      <p id="_paragraph-40">3 (51%-75%) artinya dapat digunakan dengan sedikit revisi</p>
      <p id="_paragraph-41">2 (26%-50%) artinya dapat digunakan dengan revisi banyak</p>
      <p id="_paragraph-42">1 (1%-25%) artinya belum dapat digunakan.</p>
      <p id="_paragraph-43">Setelah instrumen diuji dengan validitas konstruk oleh para ahli, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data sudah baik dan dapat dipercaya kebenarannya. Untuk menghitung reliabilitas angket menggunakan rumus yang dikemukakan oleh H.J.X Fernandes dalam mencari reliabilitas dari 2 validator(13)</p>
      <disp-formula id="block-formula-224b48d9a939b24928f61851139d2cb7" content-type="math/tex">
        <label>(3)</label>
        <tex-math><![CDATA[KK=2s/(N_1+ N_2 )]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="_paragraph-44">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-45">KK = Koefisien kesepakatan</p>
      <p id="_paragraph-46">S = Sepakat, jumlah kode yang sama untuk objek yang sama</p>
      <p id="_paragraph-47">N<sub id="_subscript-3">1</sub> = Jumlah kode yang dibuat oleh pengamat 1</p>
      <p id="_paragraph-48">N<sub id="_subscript-4">2</sub> = Jumlah kode yang dibuat oleh pengamat II</p>
      <p id="_paragraph-49">Interprestasi Koefisien Reliabilitas untuk uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut(13)</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Koefisien Reliabilitas</title>
          <p id="_paragraph-51" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-37636832efa6ae43fd8c185a04ac5c2a">
              <td id="table-cell-ea0f0972fc3d3cd182c0f638697628c6">Interval Koefisien</td>
              <td id="table-cell-74fc21ab2f35700f03f848f8f9afe262">Tingkat Hubungan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a3f2dc621cc44495478351489bf4c049">
              <td id="table-cell-1bfdc7a3dc4c91a7ec332ffedade0b6c">0,80 – 1,000</td>
              <td id="table-cell-de4b635b924cbc74fbdfec2156ce8bd4">Sangat tinggi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f814c130bbfc3805c39df9357fe28887">
              <td id="table-cell-cdbbd9f18193bea8659d2a3cd6b3a55e">0,60 – 0,799</td>
              <td id="table-cell-0de5430736e7e9692ed9fdf2c146525f">Tinggi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-40d8e6d5d1071fbcfb896cc87f26fbac">
              <td id="table-cell-87711216e1e448a30d2515e768c197e2">0,40 – 0,599</td>
              <td id="table-cell-40c6a055068b9e369a0d75b98b559f9e">Cukup</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b4f07333a47de90c0ca542d3d5e57ee">
              <td id="table-cell-28a6a553dbbc17481ebe9cf991f84371">0,20 – 0,399</td>
              <td id="table-cell-29126f3a255ec6d408ebdaa8c858df3b">Rendah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b90117eeb80dacaba03860111d1b3b4f">
              <td id="table-cell-56a092eacf3adb6505354a91884eb479">0,00 – 0,199</td>
              <td id="table-cell-37b6697964137649465638e5a1223a33">Sangat Rendah</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-52">“Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif. Analisis data dilakukan setelah seluruh data dari subjek penelitian terkumpul. Untuk mengetahui rata-rata hasil motivasi belajar siswa sebelum diberikan perlakuan (<italic id="_italic-14">pretest</italic>) dan setelah diberikan perlakuan (<italic id="_italic-15">posttest</italic>) menggunakan rumus Mean(14).”</p>
      <disp-formula id="block-formula-bbe03db9495ad8e63b54836f1b0658d6" content-type="math/tex">
        <label>(4)</label>
        <tex-math><![CDATA[Me=(∑x_i)/n]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="_paragraph-53">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-54">Me= mean (rata-rata)</p>
      <p id="_paragraph-55">∑= <italic id="_italic-16">epsilon</italic> (baca: jumlah)</p>
      <p id="_paragraph-56">n= jumlah individu</p>
      <p id="_paragraph-57">Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dilakukan dengan menggunakan rumus t <italic id="_italic-17">test</italic>(15)</p>
      <disp-formula id="block-formula-88f68446d3ec17af092ebf6337f7f27a" content-type="math/tex">
        <label>(5)</label>
        <tex-math><![CDATA[Thitung = Md/√((∑x^2 d)/(n(n-1)))]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="_paragraph-59">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-60">Md= Mean dari deviasi (d)</p>
      <p id="_paragraph-61">x<sup id="_superscript-1">2</sup><sub id="_subscript-6">d</sub>= Kuadrat deviasi</p>
      <p id="_paragraph-62">N= Banyaknya subjek</p>
      <p id="_paragraph-63">Kemudian untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa menggunakan rumus N-gain(16)</p>
      <disp-formula id="block-formula-533d715f2e1c5ff6dfff0c8034fcd07b" content-type="math/tex">
        <label>(6)</label>
        <tex-math><![CDATA[g=(S_post- S_pre)/(S_max- S_pre )]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="_paragraph-64">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-65">g= gain yang dinormalisasikan</p>
      <p id="_paragraph-66">S<italic id="_italic-18"><sub id="_subscript-7">post</sub></italic>= skor tes akhir</p>
      <p id="_paragraph-67">S<italic id="_italic-19"><sub id="_subscript-8">pre</sub></italic>= skor tes awal</p>
      <p id="_paragraph-68">S<italic id="_italic-20"><sub id="_subscript-9">max</sub></italic>= skor maksimum</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Kriteria N-gain [17]</title>
          <p id="_paragraph-70" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-6a643922dd46acfe5109c4aa533cd8ed">
              <td id="table-cell-a5d64fd6bd00488ac8444351495ca1ee">Nilai N-Gain</td>
              <td id="table-cell-03e8a98e701b6208ef13ffd4f0e41070">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c802aadd3df6f0b809f32d9c5c1cadb7">
              <td id="table-cell-9999e92efd8452143cbc491e97c8d269">N-gain &lt;0.3</td>
              <td id="table-cell-509304d8978f5c9c759652c952f957c6">Kategori rendah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cfcf936a20787c7d0ae8ff7a8b1bf43d">
              <td id="table-cell-b4a9ec3f13e0ed97891127421f20a5ad">0.3 ≤ N-gain ≤ 0</td>
              <td id="table-cell-15cff299f3597a77584cbec4576586db">Kategori sedang</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb3e2c6f00db4f4702f4d824ea2a9199">
              <td id="table-cell-a8510a33ec77d1651a102172cfb3fd3e">N-gain &gt; 0.7</td>
              <td id="table-cell-2bb3941c626b1da97e451ae805f0c72b">Kategori tinggi</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-71">“Data yang disajikan pada penelitian ini adalah pemaparan hasil angket motivasi belajar siswa yang telah dilakukan selama penelitian. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Adakah pengaruh media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Sedatigede II. 2) Seberapa besar pengaruh media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Sedatigede II.”</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Hasil validitas instrumen angket motivasi belajar siswa</title>
          <p id="_paragraph-73" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ca8800d06b7159fdff875558e5e0a810">
              <td id="table-cell-57493c85f6f027f98d0bcff5e6bb9c52" colspan="5">Skor</td>
              <td id="table-cell-0ce7327ef82f3ab224a9050d357cd6c8">Jumlah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5e598ffc96a092c86f4ec12948f1d6cb">
              <td id="table-cell-8c3d46fb3bed3379744080cb82abaa36">V 1</td>
              <td id="table-cell-7be6d80c48c40d6ea280b61bcac90006">3</td>
              <td id="table-cell-8d5c1e1e203a64c233fa24706f309126">3</td>
              <td id="table-cell-bc15effc6de67892d7ec0ac70e249a4e">4</td>
              <td id="table-cell-7df8ccdbe6246c4f51e4529ab502bb54">4</td>
              <td id="table-cell-7057cdf83ad55a155bc3d362fb3dc43f">4</td>
              <td id="table-cell-99ac14c65ec02af4170c300eaa27c966">18</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-40ef12a60535d440597ce2c4cf632a0e">
              <td id="table-cell-ff18a94016ecbc7acf9140b7b23feb8e">V 2</td>
              <td id="table-cell-b9858c6c6ca8076fcad93b82ef95f5ee">3</td>
              <td id="table-cell-8cfbe14e9f9ec7e6b2a8bb2b5712fb4d">3</td>
              <td id="table-cell-ede481741388f07cbea45bfd5074e157">3</td>
              <td id="table-cell-6873fa1aabb72e16a55d5869e6483c6c">3</td>
              <td id="table-cell-df7572730c032aba2560472b94bb2556">3</td>
              <td id="table-cell-a77a58846997441949b861d13284593d">16</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-74">Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil validasi angket motivasi belajar dari validator 1 sebesar 18 dan validator 2 sebesar 16 dengan jumlah keseluruhan yang diperoleh dari validator 1 dan 2 adalah 34 dan presentase hasil pengumpulan data sebesar 85%. presentase hasil pengumpulan data tersebut jika dikaitkan dengan kriteria validasi maka intepresentasinya berada pada kategori sangat valid.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>Rata-rata Pretest dan Posttest</title>
          <p id="_paragraph-76" />
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-533b1e7c6d9287771e2b07d438886b10">
              <td id="table-cell-abd1d8daaef6b3e0944038d6b0928053">Pretest</td>
              <td id="table-cell-07390e33cd649555f5c2a681a63a8b13">Posttest</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-167de3db9875f3eb99b62683f9d3f611">
              <td id="table-cell-95e54fb65aadfd5bd94a9f5884fa1fa9">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-d08ba002a9177e277b34700dbde2520c">1820</td>
              <td id="table-cell-e83e99e7c87a7c6cd2d16e89908150d5">1937</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0af73809304aa06794de97c20e444491">
              <td id="table-cell-ef4a67302b7265b119b2887723c73131">Rata-rata</td>
              <td id="table-cell-81cf74513536c6df6210d73bc6fcc0aa">60,7</td>
              <td id="table-cell-7d2e52ccedd83107f58a432e46dc9cf3">64,6</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-77">“Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan rata-rata nilai sebelum diberikan perlakuan (<italic id="_italic-21">pretest</italic>) adalah sebesar 60,7 dan sesudah diberikan perlakuan (<italic id="_italic-22">posttest</italic>) menjadi 64,6. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Sedatigede II. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil rata-rata pada motivasi belajar siswa yaitu dari 60,7 menjadi 64,6, pengaruh penggunaan media berbasis kearifan lokal meningkat menjadi 3,7 poin.”</p>
      <fig id="figure-panel-32d0cc1aab06979465e8e8535871bd18">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>DIAGRAM NILAI PRETEST dan POSTTEST</title>
          <p id="paragraph-7e922cd603c10dcf54e031dad8045b92" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8b4a2c1a69bf80ac36133ca092129669" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="DIAGRAM NILAI PRETEST dan POSTTEST.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-78">Diagram-diagram diatas menunjukkan bahwa pada nilai sebelum diberikan perlakuan (<italic id="_italic-23">pretest</italic>), nilai paling banyak diperleh siswa adalah pada interval 58-60 sebanyak 26,33% atau 8 siswa. Sedangkan pada tabel dan diagram distribusi nilai setelah diberikan perlakuan (<italic id="_italic-24">posttest</italic>), pada interval 59-61 sebanyak 16,7% atau 5 siswa.</p>
      <p id="_paragraph-79">“Dari hasil perhitungan nilai t<sub id="_subscript-10">hitung</sub> adalah 8,47. Diketahui t<sub id="_subscript-11">tabel</sub> dengan jumlah 30(dp=N-1=29) adalah 2,04. Karena nilai t<sub id="_subscript-12">hitung </sub>lebih besar dari t<sub id="_subscript-13">tabel</sub> yaitu 8,47 &gt; 2,04 untuk 5% dengan demikian maka H<sub id="_subscript-14">0</sub> ditolak, sebab terdapat pengaruh yang signifikan antara nilai <italic id="_italic-25">pretest</italic> dan <italic id="_italic-26">posttest</italic> angket motivasi belajar siswa setelah menggunakan media berbasis kearifan lokal.”</p>
      <p id="_paragraph-80">Untuk menjawab rumusan masalah kedua yaitu seberapa besar tingkat pengaruh media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Sedatigede II, digunakan rumus N-gain. Pengujian N-gain ini berdasarkan rata-rata nilai <italic id="_italic-27">Pretest</italic> dan <italic id="_italic-28">Posttest</italic>, berikut analisis N-gain:</p>
      <disp-formula id="block-formula-e654fd902e8323938798d91ed189f1ab" content-type="math/tex">
        <label>(7)</label>
        <tex-math><![CDATA[g=(S_post- S_pre)/(S_max- S_pre )
=(64,6-60,7)/(73- 60,7)
=3,8/12,2
= 0,31
]]></tex-math>
      </disp-formula>
      <p id="_paragraph-82">“Tinggi rendahnya skor N-gain diklasifikasikan dalam tiga kategori yaitu kategori tinggi N-gain &gt;0,7, kategori sedang 0,3 ≤ N-gain ≤ 0, dan kategori rendah N-gain &lt;0.3. dai perhitungan yang telah dilakukan diperoleh hasil N-gain = 0,31 yang berarti dalam kategori rendah. Sehingga besar pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa di kelas IV SDN Sedatigede II adalah sedang.”</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-83">Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:</p>
      <p id="_paragraph-84">“Ada Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN Sedatigede II. Hal tersebut terlihat dari perhitungan rata-rata dari nilai sebelum diberi perlakuan (<italic id="_italic-29">pretest</italic>) dan setelah diberi perlakuan (<italic id="_italic-30">posttest</italic>) yang menunjukan peningkatan sebesar 3,7. Nilai rata-rata sebelum diberi perlakuan (<italic id="_italic-31">pretest</italic>) adalah sebesar 60,7 dan nilai rata-rata setelah diberi perlakuan (<italic id="_italic-32">posttest</italic>) adalah 64,6. Tidak hanya itu berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menunjukan bahwa nilai t<sub id="_subscript-15">hitung</sub> adalah 8,47. Karena nilai t<sub id="_subscript-16">hitung </sub>lebih besar dari t<sub id="_subscript-17">tabel</sub> yaitu 8,47 &gt; 2,04 untuk 5% dengan demikian maka H<sub id="_subscript-18">0</sub> ditolak, sebab terdapat pengaruh yang signifikan antara nilai <italic id="_italic-33">pretest</italic> dan <italic id="_italic-34">posttest</italic> angket motivasi belajar siswa setelah menggunakan media berbasis kearifan lokal”</p>
      <p id="_paragraph-85">Terdapat tingkat pengaruh sedang dalam penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN Sedatigede II. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan perhitungan menggunakan rumus N-gain dengan hasil 0,31. Berdasarkan kriteria dari N-gain, hasil 0,31 termasuk pada kategori pengaruh sedang karena 0,3 ≤ N-gain ≤ 0.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="_paragraph-86">Ucapan terima kasih ditujukan kepada Allah SWT, kepada kedua orang tua dan pihak sekolah yang telah mengizinkan untuk melakukan penelitian di SDN Sedatigede II, serta kepada teman-teman PGSD angkatan 2015.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>