<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Deep Learning in the Arabic languague learning curriculum : An Analytical Study at the Integrated Islamic Junior High School (SMPIT) of Utsman Bin Affan Islamic Boarding School, Tulangan, Sidoarjo </article-title>
        <subtitle>Penerapan Deep Learning dalam Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab: Sebuah Studi Analitis di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Pesantren Utsman Bin Affan, Tulangan, Sidoarjo </subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Shobrina</surname>
            <given-names>Syifa</given-names>
          </name>
          <email>khizanatul.hikmah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hikmah</surname>
            <given-names>Khizanatul</given-names>
          </name>
          <email>khizanah.hikmah@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-09-15">
          <day>15</day>
          <month>09</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>14</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Pendidikan merupakan suatu proses pengubahan yang dilalui oleh manusia baik secara individu maupun kelompok melalui kegiatan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta diwariskan dari generasi ke generasi. Pendidikan memiliki peranan penting dalam memajukan suatu bangsa dan negara dengan mencerdaskan generasi penerus agar mampu menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk mempersiapkan berbagai komponen pendukung pembelajaran, seperti kurikulum, tenaga pendidik, bahan ajar, sarana prasarana, serta pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-12">Bahasa menjadi salah satu media utama yang digunakaan manusia untuk memenuhi berbagai kepentingan dalam kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, administrasi, politik, ekonomi maupun transaksi sosial<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>.Sebagai sarana komunikasi, bahasa berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan gagasan, pikiran dan informasi antar individu. Dalam konteks global, bahasa Arab memiliki posisi strategis sebagai salah satu bahasa internasional yang berpengaruh besar dalam bidang pendidikan, keagamaan sosial, dan budaya.<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref></p>
      <p id="_paragraph-13">Pembelajaran bahasa Arab merupakan proses yang menuntut pemikiran dan pemahaman yang sistematis, mencakup aspek tata bahasa (nahwu shorof), fonologi (ashwat) dan pengusaan kosa kata.<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref> Selain itu , pembelajaran bahasa Arab juga melibatkan empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut memerlukan perencanaan serta penyusunan materi yang tepat agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan kondusif.<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref> </p>
      <p id="_paragraph-14">Adapun pembelajaran bahasa Arab pada periode terakhir mengalami perkembangan yang pesat.<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref> sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan penguasaan bahasa Arab baik dalam konteks pendidikan, keagamaan, maupun globalisasi. Perkembangan ini ditandai dengan pembaruan kurikulum, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual.</p>
      <p id="_paragraph-15">Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendekatan pembelajaran juga mengalami perubahan. Salah satu pendekatan yang saat ini banyak dikembangkan dalam dunia pendidikan adalah pendekatan <italic id="_italic-13">Deep Learning</italic>. <italic id="_italic-14">Deep learning</italic> dalam konteks pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai teknologi kecerdasan buatan, melainkan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman mendalam, berpikir kritis, reflektif, kolaborasi kreativitas, kemandirian serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan. Pendekatan <italic id="_italic-15">deep learning</italic> hadir untuk memfasilitasi pemahaman konseptual yang lebih tinggi dengan mendorong  siswa untuk mengaitkan kosa kata dengan pengalaman dan nilai-nilai di kehidupan nyata<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref> Juga, peserta didik didorong untuk aktif mengeksplorasi konsep, menganalisis permasalahan, serta mengonstruksi pengetahuan secara mandiri. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses berpikir siswa agar mencapai pemahaman yang komprehensif dan berkelanjutan. Ada tiga konsep utama deep learning dalam pembelajaran yang saling terintegrasi, yaitu pembelajaran <italic id="_italic-16">mindful </italic>(sadar penuh), <italic id="_italic-17">meaningful</italic> (bermakna), dan<italic id="_italic-18"> joyful</italic> (menyenangkan).<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref></p>
      <p id="_paragraph-16">Dalam konteks pendidikan nasional Indonesia, Kurikulum Merdeka menyediakan berbagai peluang pembelajaraan, memberi kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengeksplor materi dengan cara menarik dan fokus pada hal-hal penting dalam membangun karakter peserta didik.<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref> Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, serta pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, pendekatan <italic id="_italic-19">Deep Learning</italic> dan <italic id="_italic-20">Kontekstual Learning</italic> menjadi dua pendekatan yang relevan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. <italic id="_italic-21">Deep learning </italic>merupakan pendekatan yang menekankan kemampuan pada pemahaman mendalam, koneksi antar konsep, serta kemampuan peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan secara bermakna dalam kehidupan nyata<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref><italic id="_italic-22">. </italic>Sedangkan kontekstual learning, peserta didik didorong untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan pengalaman sehari-hari, lingkungan sosial serta permasalahan nyata yang mereka hadapi. Dengan demikian pembelajaran lebih bermakna, aplikatif dan mudah dipahami. Pembelajaran bermakna memungkinkan peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan yang berkaitan langsung dengan materi pembelajaran sehingga mereka dapat membangun pemahaman secara mandiri berdasarkan pengalaman belajar yang didapatkan.<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref></p>
      <p id="_paragraph-17">Perpaduan antara <italic id="_italic-23">deep learning</italic> dan <italic id="_italic-24">kontekstual learning</italic> dalam kurikulum merdeka menjadi strategi pembelajaran yang saling melengkapi. <italic id="_italic-25">Deep learning</italic> memberikan kedalaman pemahaman dan penguatan kemampuan berfikir kritis, sementara <italic id="_italic-26">kontekstual learning</italic> memberikan relevansi dan kebermaknaan materi pembelajaran. Kombinasi kedua pendekatan ini sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran diferensiatif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh. Dengan demikian, penerapan pendekatan <italic id="_italic-27">deep learning</italic> dan <italic id="_italic-28">kontekstual learning</italic> dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab menjadi sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya membantu peserta didik memahami kaidah dan kosakata bahasa Arab secara mendalam, tetapi juga mampu mengaplikasikan bahasa Arab serta relevansinya dengan kebutuhan peserta didik di era kurikulum merdeka.</p>
      <p id="_paragraph-18">Adapun penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Nasrullah dengan judul “Implementasi Pembelajaran <italic id="_italic-29">Deep Learning</italic> dalam Meningkatkan Kemampuan Mahārah Qirā’ah di Pondok Pesantren Al-Kausar Srengat Blitar” menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran <italic id="_italic-30">deep learning</italic> mampu meningkatkan kemampuan mahārah qirā’ah peserta didik. Hasil penelitian tersebut menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca dan menerjemahkan teks, tetapi diarahkan pada penggalian makna, pemahaman yang mendalam, serta penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam teks bacaan ke dalam kehidupan sehari-hari<xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>.Hasil penelitian Yoyon Mahardika, Christian Arief Jaya yang berjudul “Persepsi Guru Terhadap Implementasi <italic id="_italic-31">Deep Learning</italic> sebagai Pembelajaran Berbasis Pemahaman Konseptual di Sekolah  Dasar” Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang <italic id="_italic-32">deep learning</italic> sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam dan keterlibatan aktif siswa. Namun, pemahaman guru masih terbatas dan penerapannya belum optimal karena kurangnya pelatihan yang memadai<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>.Hasil penelitian Isma Mardlatika Rahman, Haikal Akhtar Haniffm Asna Taqiyyahm Iffa Rousyana dengan judul “Penerapan Pendekatan <italic id="_italic-33">Deep Learning</italic> dalam Pembelajaran Bahasa Arab melalui Metode Ceramah di MAN 1 Semarang” Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi <italic id="_italic-34">deep learning</italic> dalam metode ceramah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, dan minat belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-19">SMPIT Utsman Bin Affan merupakan salah satu pondok pesantren yang sudah menerapkan kurikulum merdeka dengan pendekatan deep learning khususnya pada pembelajaran bahasa Arab dengan berbagai metode. Dimana pondok pesantren tersebut memiliki program unggulan yaitu kelas bahasa Arab Internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab , adapun sekolah tersebut di desain dengan mengembangkan kurikulum yang memaksimalkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berilmu, bertanggung jawab, berakhlak mulia, berjiwa pemimpin serta rasionalis. Melihat dari latar belakang masalah, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana implementasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka di SMPIT Utsman Bin Affan. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran tersebut serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Berdasarkan paparan latar belakang diatas peneliti akan melakukan penelitian di SMPIT Utsman Bin Affan dengan judul penelitian “<italic id="_italic-35">Deep learning</italic> dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab : Studi analisis di SMPIT Utsman Bin Affan Tulangan Sidoarjo”.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-20">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode ini berfokus pada pemahaman makna, persepsi, serta konteks sosial yang melibatkan partisipan dalam situasi penelitian, berbeda dengan metode kuantitatif yang lebih mengutamakan pengukuran dan analisis data numerik.<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref> Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terbuka  dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Bahasa Arab , serta beberapa siswa kelas VII SMPIT Utsman Bin Affan dengan pedoman semi-terstruktur untuk menggali persepsi informan mengenai penerapan deep learning dalam pembelajaran bahasa Arab. Data sekunder diperoleh melalui observasi non-partisipatif untuk mengamati secara langsung pelaksanaan pembelajaran di kelas yang berkaitan dengan penerapan <italic id="_italic-36">deep learning</italic>, analisis dokumen seperti rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), modul ajar Kurikulum Merdeka, perangkat pembelajaran, serta dokumentasi pendukung lainnya guna melengkapi dan memperkuat data hasil wawancara dan observasi.</p>
      <p id="_paragraph-21">Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa metode, yaitu observasi untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran Bahasa Arab berbasis mendalam, wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, waka kurikulum, guru bahasa arab, serta beberapa siswa untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman informan, persepsi, serta hasil dari pendekatan ini.<xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref> dokumentasi untuk memperkuat data lapangan seperti RPP, materi ajar, catatan hasil belajar dan foto kegiatan pembelajaran, serta triangulasi data guna meningkatkan validitas dan keabsahan data penelitian.Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu reduksi data dengan memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian, penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif yang sistematis, serta tahap terakhirnya adalah yang induktif berdasarkan temuan empiris dan interpretasi terhadap konteks pembelajaran. Kemudian hasil analisis ini diverifikasi secara berulang untuk memastikan konsistensi dan keabsahan data.<xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref> penarikan kesimpulan berdasarkan temuan penelitian yang telah diverifikasi. Berikut merupakan bagan alur penelitian</p>
      <fig id="figure-panel-553e2866fad326ba8d05e7f672a5a36f">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-a093fab17d8a8d395a0f923ebd7584b3"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-d9e3fb4de5d2504a2ea68882e88fede7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="13632-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-23"><bold id="_bold-6">Gambar 1</bold>. Prosedur penelitian</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>.Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-24">Dalam pembelajaran Bahasa Arab, pendekatan <italic id="_italic-37">deep learning</italic> sangat relevan karena pembelajaran bahasa menuntut pemahaman struktur, makna, dan penggunaan bahasa dalam konteks yang nyata. Pembelajaran Bahasa Arab tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga keterampilan berbahasa seperti menyimak, berbicara, membaca, menulis yang membutuhkan latihan berkelanjutan dan pemahaman mendalam. Pendekatan <italic id="_italic-38">deep</italic> <italic id="_italic-39">learning</italic> dalam pembelajaran Bahasa Arab di pondok pesantren atau sekolah Islam dapat diterapkan melalui perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep, penggunaan metode pembelajaran aktif, serta pemanfaatan media pembelajaran yang mendukung keterlibatan peserta didik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, kemandirian, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.</p>
      <p id="_paragraph-25">Pembelajaran Bahasa Arab berbasis <italic id="_italic-40">deep learning</italic> dalam Kurikulum Merdeka menunjukan bahwasannya pendekatan ini menciptakan pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berorientasi pada pemahaman mendalam. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan proses berpikir siswa. Pada pembahasan ini, peneliti akan menjelaskan mengenai penerapan kurikulum merdeka di SMPIT Utsman bin Affan.</p>
      <p id="paragraph-9e89f760aa81c220dc5753abf0318509">
        <bold id="bold-e75587946ea0272b83ead3e62b11d49f">A.Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis <italic id="_italic-41">Deep Learning</italic> di SMPIT Utsman Bin Affan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Penerapan pembelajaran mendalam tidak dapat dilaksanakan secara langsung. Guru perlu terlebih dahulu mengenali karakteristik masing-masing siswa, menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas, serta merancang keterkaitan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari.<xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref> Selain itu guru juga dituntut untuk memilih strategi, metode dan media pembelajaran yang sesuai agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif dan bermakna. Adapun fokus dari penelitian ini dilihat dari perencanaan, pelakasanaan serta evaluasi .</p>
      <p id="paragraph-c6f70622d8615468e3a7e6a3dec207fc">
        <bold id="bold-d9a2746e96ba47dabdad3a8c3e223fbe">Perencanaan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Tahap perencanaan implementasi <italic id="_italic-42">Deep Learning</italic> dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab di SMPIT Utsman bin Affan. Pada tahap ini para guru khususnya guru bahasa Arab agar menyusun skema pembelajaran yang tidak sekedar memuat uraian materi, tetapi juga mencakup perumusan pertanyaan pemantik, pemilihan metode pembelajaran yang relevan, serta penyediaan sumber belajar yang bervariasi.<xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref> Fokus utama pada tahap ini adalah menyiapkan seluruh komponen sekolah agar siap dalam mengimplementasikan pendekatan ini. Diantaranya adalah :</p>
      <list list-type="order" id="list-2ba06ddc7e8c4c98bbca9255319c3c42">
        <list-item>
          <p>Pelatihan Guru</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Rancangan Kurikulum</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Penyusunan RPP/Modul Ajar</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Persiapan sarana dan prasarana</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-28">Kepala sekolah SMPIT Utsman bin Affan menyiapkan beberapa guru dari segi kualitas dan kuantitas. Guru menjadi faktor yang sangat menentukan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematis agar mampu menghasilkan capaian belajar sesuai dengan yang diharapkan.<xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref> para guru juga mengikuti pelatihan-pelatihan atau mengikuti akreditasi kurikulum merdeka  yang diadakan oleh dinas pendidikan, pelatihan ini bertujuan untuk memastikan para guru siap dan mampu mengimplementasikan pendekatan <italic id="_italic-43">deep learning</italic> dengan baik. Adapun waka kurikulum berperan dalam merancang pelaksanaan kurikulum, termasuk untuk menentukan jumlah jam pelajaran, dan media pembelajaran. Sedangkan guru merancang kegiatan yang mendorong siswa untuk berdiskusi, menganalisis teks, memecahkan masalah sederhana, serta mempraktikkan bahasa Arab dalam situasi sehari-hari juga  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) yang disesuaikan dengan pedoman kurikulum merdeka. Sekolah juga menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran seperti proyektor, modul ajar, dan buku ajar. </p>
      <p id="paragraph-55102ec36794ac2c78fb5786af66f206">
        <bold id="bold-e2f8934660c0d38efb36bd477b01b87e">Implementasi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Fokus pada tahap ini adalah bagaimana pendekatan <italic id="_italic-44">deep learning</italic> ini diterapkan di kelas, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Arab.</p>
      <list list-type="order" id="list-0bbba18ebba51159577efb88ecd93c1b">
        <list-item>
          <p>Proses Pembelajaran</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Metode Pembelajaran </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Penggunaan Media Pembelajaran</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kegiatan di Luar Kelas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-30">Tahap implementasi merupakan fase dimana gagasan yang telah dirancang dalam perencanaan diwujudkan menjadi aktivitas pembelajaran yang nyata didalam kelas.<xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref> Pada tahap ini guru bahasa Arab mengimplementasikan strategi, metode, dan media pembelajaran yang telah ditetapkan untuk menciptakan proses belajar yang terarah dan bermakna.</p>
      <p id="_paragraph-31">Pembelajaran bahasa Arab di SMPIT Utsman bin Affan dirancang agar lebih praktis dan menyenangkan. Guru lebih banyak melakukan praktik daripada hanya memberikan materi teoritis. Guru bahasa Arab menggunakan berbagai metode seperti metode ceramah, <italic id="_italic-45">dialogic learning</italic>, dan metode <italic id="_italic-46">collaborative learning</italic>. Para guru juga memanfaatkan media pembelajaran seperti papan tulis, proyektor, dan gambar-gambar yang menarik, hal ini membuat siswa lebih aktif dan tidak mudah bosan. Selain belajar dikelas, sekolah juga mengadakan kegiatan diluar kelas untuk mendukung peningkatan kemampuan berbahasa Arab, seperti kegiatan muhadatsah serta muhadhoroh yang diadakan setiap hari minggu pagi. Kegiatan ini sesuai dengan konsep <italic id="_italic-47">Mindful Learning </italic>karna melibatkan kesadaran siswa terhadap proses berpikir, penggunaan bahasa, dan refleksi diri dalam pembelajaran secara kontekstual dan reflektif memberikan kesempatan siswa untuk mempraktikan langsung apa yang telah dipelajari.<xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref></p>
      <p id="paragraph-bf06344c193b919d4f2117c88a569180">
        <bold id="bold-c129fe7b0347474b4471871fb855f35c">Evaluasi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Hasil dari pendekatan pembelajaran berbasis <italic id="_italic-48">deep learning</italic> secara umum menunjukkan dampak yang positif. Evaluasi dilakukan berdasarkan wawancara dengan berbagai pihak, seperti kepala sekolah, waka kurikulum, guru bahasa Arab serta beberapa siswa. Hasil evaluasi diantaranya sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order" id="list-ad66fa708cc33cc61e80ab315721c6ef">
        <list-item>
          <p>Peningkatan Kualitas Pembelajaran</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Respon dan Peningkatan Siswa</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Dampak pada guru</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-33">Kepala sekolah dan wakil kurikulum di SMPIT Utsman bin Affan  menyatakan bahwa penerapan <italic id="_italic-49">deep learning</italic> dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran bahasa Arab telah memberikan hasil yang baik, meskipun belum sempurna terjadi peningkatan dalam pembelajaran. Beberapa siswa kelas VII setelah di wawancara, mengklaim adanya peningkatan kemampuan bahasa Arab dengan cukup baik, terutama karena adanya  beberapa metode yang dipakai salah satunya yaitu Pembelajaran Kolaboratif (<italic id="_italic-50">Collaborative learning</italic>) karna dengan adanya kegiatan diskusi, peserta didik dapat memperdalam pemahaman bersama, menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan perspektif, serta melatih keterampilan berkomunikasi dan menyimak secara empatik.<xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref> Diskusi juga berfungsi sebagai sarana meluruskan kesalahpahaman dan memperkaya wawasan.. Adapun dampak pada guru yakni dituntut agar lebih kreatif dalam merancang modul ajar, tujuan serta alur pembelajaran guna meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran bahasa Arab.</p>
      <p id="paragraph-7e04c8e483e90b19a2696c8d64a11824">
        <bold id="bold-079c9ab943bbe32806a348044fcab842">B. Faktor Penghambat dan Pendukung dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis <italic id="_italic-51">Deep Learning</italic> Pada Pembelajaran Bahasa Arab di SMPIT Utsman Bin Affan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Penerapan pembelajaran mendalam bukanlah hal yang sederhana. Dalam praktiknya guru sering menghadapi berbagai hambatan dikelas, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, padatnya tuntutan materi, serta sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya mendukung. Kondisi tersebut sering kali mendorong guru kembali pada pendekatan konvesional, yakni berfokus pada pencapaian target materi tanpa memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk memahami dan memaknai pembelajaran secara optimal <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>.Usaha yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam perubahan pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam aktivitas belajar mengajar tentu terdapat kelebihan dan kekurangan .Adapun faktor penghambat dan pendukung diantaranya sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order" id="list-e84a8c5c2ccc1e40ea36a78f57f05151">
        <list-item>
          <p>Faktor Penghambat :</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-a075799da99eaa75e01269750422f3d1">
        <list-item>
          <p>Latar Belakang Pendidikan Siswa yang Beragam: Siswa di kelas VII berasal dari sekolah dasar dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, seperti berasal dari sekolah yang tidak ada pelajaran bahasa Arabnya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi guru untuk membuat metode agar lebih mudah dipahami oleh siswa.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan metode yang tepat: dikarenakan latar belakang siswa yang beragam, membuat para guru khususnya guru bahasa Arab terkadang kesulitan dalam menentukan metode yang tepat</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order" id="list-142f4fdca51cee8bc9c8d642978fe8d9">
        <list-item>
          <p>Faktor Pendukung :</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-a2a56fad5b4cebad836e0b226e29516a">
        <list-item>
          <p>Pelatihan Guru: Ini dianggap sebagai pendukung terkuat. Melalui pelatihan, para guru dipersiapkan secara matang untuk memahami dan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Deep Learning dalam proses belajar mengajar.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Fasilitas yang Memadai: Pihak sekolah menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, seperti proyektor, modul ajar, dan buku ajar. Ketersediaan fasilitas yang memadai ini sangat membantu dalam kelancaran pembelajaran dan berkontribusi pada pencapaian tujuan sekolah.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-35">Penerapan <italic id="_italic-52">deep learning</italic> dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab di SMPIT Utsman Bin Affan Tulangan Sidoarjo mulai diterapkan pada tahun 2022.Mengenai pelaksanaan implementasinya  peneliti dapat   menyimpulkan bahwa melalui pendekatan mendalam sudah terlaksana dengan baik setelah melihat respon baik dari kepala sekolah, dan persiapan yang dilakukan oleh waka kurikulum dengan menyiapkan berbagai macam media pembelajaran dan pengadaan pelatihan kepada guru dalam pembelajaran dikelas maupun diluar kelas. Bukan hanya dari kedua pihak tersebut akan tetapi pelaksanaanya yaitu guru mata pelajaran bahasa Arab mengimplementasikan  ini dengan baik, sehingga hasil siswa mengalami peningkatan dari sebelumnya. Dengan peningkatan pembelajaran ini maka kita bisa katakan bahwa implementasi <italic id="_italic-53">deep learning</italic> dalam pembelajaran bahasa arab menghasilkan peningkatan yang cukup baik. Walaupun belum terlaksana dengan sempurna dikarenakan masih ada kekurangan yaitu dalam penggunaan metode PjBL  (Project Based Learning), padahal metode ini sangat populer dikurikulum merdeka, karena metode ini dapat membuat siswa menciptakan sebuah karya.<xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref> Usaha-usaha dalam pengimplementasian pendekatan <italic id="_italic-54">deep learning</italic> kurikulum merdeka di SMPIT Utsman Bin Affan memiliki dua faktor , yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung. Adapun faktor penghambat ialah pemilihan metode yang akan digunakan oleh seorang guru ketika pembelajaran, dikarenakan latar belakang pendidikan seorang siswa berbeda-beda , maka seorang guru harus pandai memilih motode yang cocok agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Sedangkan faktor pendukung dari implementasi kurikulum merdeka di SMPIT Utsman Bin Affan  ada dua yaitu adanya pelatihan guru dan media pembelajaran yang memadai. Kedua faktor pendukung menjadi terlaksananya kurikulum merdeka di SMPIT Utsman Bin Affan berjalan sampai sekarang.</p>
      <p id="paragraph-db853a9884ab01543ec4e7f27549a36c">
        <bold id="bold-c67d51420cd977f8049bf389a7e08747">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-36">Ucapan terima kasih kepada Allah SWT yang memberikan kemampuan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Kepada orang tua saya terkhusus Ummi saya yang selalu mendoakan dan mensupport saya dalam pengerjaan tugas akhir ini, kepada dosen yang telah ikut memberikan masukan-masukan dalam penelitian saya, saya sadar bahwa usulan itu sangatlah penting dan berharga.  Dan kepada teman-teman saya yang selalu mengingatkan hal-hal baik kepada saya ketika saya lalai dalam mengerjakan tugas akhir</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>11</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yanuarti</surname>
              <given-names>Eka</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Penelitian</source>
          <article-title>Pemikiran Pendidikan KI. Hajar Dewantara dan Relevansinya dengan Kurikulum 13</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Darul Fikri Al-Arabiy</publisher-name>
          <year>2006</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Madkur</surname>
              <given-names>Ali Ahmad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ta'liimul Lughotul Al-Arrobiyah Lighoiri Nathiqin Bihaa</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <day>29</day>
          <issue>2</issue>
          <month>12</month>
          <page-range>139-152</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Iswanto</surname>
              <given-names>Rahmat</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab</source>
          <article-title>Pembelajaran Bahasa Arab dengan Pemanfaatan Teknologi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Darul Fikri Al Arabiy</publisher-name>
          <year>2004</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ahmad</surname>
              <given-names>Rusydi T</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Almaharotul Lughowiyah Mustawiyatuha Tadrisiha Shu'batuha</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Darul Syawaf</publisher-name>
          <year>1991</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Madkur</surname>
              <given-names>Ali Ahmad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Tadrisu Funuun Al-Lughotil Al-Arobiyah </source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <publisher-name>Humaniora</publisher-name>
          <year>2011</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Izzan</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>584-594</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Aulia</surname>
              <given-names>Herlina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mahliatussikah</surname>
              <given-names>Hanik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Abjadia: International Journal of Education</source>
          <article-title>Implementing Deep Learning in Arabic Language Education at Madrasah Aliyah: Enhancing Critical Thingking and Contextual Learning</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <volume>13</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wawasan</surname>
              <given-names>Jurnal</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pendidikan</surname>
              <given-names>Pengembangan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Implementasi Deep Learning: Suatu Inovasi Pendidikan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="report">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Relinda Qurniawati</surname>
              <given-names>Desti</given-names>
            </name>
          </person-group>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="report">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hasan Assidiqi</surname>
              <given-names>Ali</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sadiyah</surname>
              <given-names>Dini</given-names>
            </name>
          </person-group>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahab Rosyidi</surname>
              <given-names>Abd</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mamlu</surname>
              <given-names>MPd</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ni</surname>
              <given-names>atul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>PEMBELAJARAN BAHASA ARAB</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="report">
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nasrulloh</surname>
              <given-names>Muhamad</given-names>
            </name>
          </person-group>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>1123-1139</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mahardika</surname>
              <given-names>Yoyon</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arief Jaya</surname>
              <given-names>Christian</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Pendidikan: Jurnal Inovasi Pendidikan</source>
          <article-title>Persepsi Guru Terhadap Penerapan Pembelajaran Mendalam dalam Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam </article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>101-116</page-range>
          <volume>21</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Susiawati</surname>
              <given-names>I</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA</source>
          <article-title>Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (Tinjauan Pada Kompetensi Guru dan Model Pembelajaran) </article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Bandung: Remaja Rosdakarya</publisher-name>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Lexy J. Moleong</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metodologi Penelitian Kualitatif </source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
          <publisher-name>Raja Grafindo Persada</publisher-name>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Burhan</surname>
              <given-names>Bungin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kurniawan</surname>
              <given-names>R.G</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Penerbit Lutfi Gilang</source>
          <article-title>Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning: Strategi Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>6</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ulpah</surname>
              <given-names>Maria</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Muflihah</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Hidayati</surname>
              <given-names>Uli</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran </source>
          <article-title>Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Konteks Islami untuk Calon Guru Matematika</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>2</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sabaniah</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ramdhan</surname>
              <given-names>DF</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rohmah</surname>
              <given-names>SK</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Edunisia: Jurnal Ilmiah Pendidikan</source>
          <article-title>Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Wabah Covid-19</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Widiyanto</surname>
              <given-names>I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wahyuni</surname>
              <given-names>E</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen</source>
          <article-title>Pelaksanaan Perencanaan Pembelajaran</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <month>12</month>
          <page-range>1-14</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Suar Adnyana</surname>
              <given-names>IK</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia</source>
          <article-title>Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>93-99</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yonesti</surname>
              <given-names>Y</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Komprehensif</source>
          <article-title>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Menggunakan metode Diskusi </article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rozani Al-Am</surname>
              <given-names>Maftah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tri Murni</surname>
              <given-names>Emilza</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Sumatera Barat-Indonesia</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <day>10</day>
          <issue>2</issue>
          <month>9</month>
          <page-range>251-268</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Farid</surname>
              <given-names>Qomaruddin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JALIE: Journal of Applied Linguisics and Islamic Education</source>
          <article-title>Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Bahasa Arab di MA Nasyi'in Sidoarjo</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
